Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Mimpi buruk untuk Karina


__ADS_3

Betapa liciknya Trisha dengan memanfaatkan kebaikan Karina, Ia berhasil memasuki kehidupan rumah tangga Karina dengan Adrian.


Karina terperdaya dengan segala kebaikan Trisha yang menyelamatkan nya dari kecelakaan. Padahal semua itu sudah di Rencanakan oleh Trisha sebelumnya.


"Sayang ..., Kita tidak usah terlalu baik dengan orang yang belum kita ketahui, Kebaikannya." Ucap Adrian berusaha menghalang-halangi niat karina yang akan mengajak Trisha tinggal serumah dengan mereka.


"Sayang ..., Percaya deh. Trisha itu orang yang baik. Buktinya dia menolong aku pada saat aku akan ditabrak mobil." Sahut Karina dengan meyakinkan.


"Karina...,Kali ini aja...,Mas mohon, Tolong menurut sama mas yah." Balas Adrian sambil menggenggam tangan Karina.


"Aku juga mohon sama kamu, Kali ini saja kamu biarkan aku menolong orang yang telah menyelamatkan nyawa aku." Timpal Karina memohon.


Adrian tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena istrinya bersikukuh ingin mengajak Trisha untuk tinggal bersamanya.


"Akhhhhh ..., Sial. Kenapa semuanya jadi semakin rumit seperti ini." Gumam Adrian kesal.


Sementara Trisha tertawa penuh kemenangan, Melihat Karina dan Adrian terus berdebat.


"Bagus Karina ..., Teruslah bujuk Adrian mu itu. Setelah berhasil aku tinggal di rumah mu. Akan aku pastikan kalian akan bercerai hahaha...kau memang hebat Trisha." Gumam Trisha dalam hatinya.


Lalu Trisha menghampiri Karina yang terus berdebat dengan Adrian. Trisha berakting menangis di hadapan Karina dan Adrian.


"Karina ..., Aku tidak apa-apa kok. Walaupun tidak tinggal bersama kamu. Aku akan berusaha mengingat-ingat ingatan aku lagi, Meskipun itu susah." Ucap Trisha sambil berjalan meninggalkan Ruang perawatan nya.


"Tunggu Trisha ..., Kamu jangan pergi dulu. Adrian kamu lihat kan. Kasihan Trisha Dri dia tidak tahu harus pergi kemana." Ucap Karina menghentikan Trisha.


"Biarkan saja dia pergi! keputusan aku tidak bisa di ganggu gugat." Sahut Adrian dingin.


"Sial...,Kenapa Adrian masih saja keras kepala." Gumam Trisha. Perlahan melanggkah kan kakinya.


"Trisha tunggu! Kamu akan tetap tinggal bersama aku, Kamu jangan ambil hati ucapan Adrian yah." lagi-lagi Karina menghentikan Trisha.


"Ya tuhan Karina, Sayang ..., Biarkanlah dia pergi." Ucap Adrian yang terus bersikukuh.


"Maafkan aku ya Rin, Gara-gara aku kalian terus bertengkar seperti ini, Hiks...,hiks...,hiks." lirih Trisha meneteskan air mata palsu nya.


Adrian sangat geram terhadap Trisha yang terus mengiba pada Karina.


"Sial..., Wanita ular ini rupanya sedang memanfaatkan Istriku." Gumam Adrian geram terhadap Trisha.


"Cukup Trisha..., Sebenarnya kamu tidak hilang ingatan kan. Sudahlah akhiri saja sandiwara mu ini. Atau aku tidak segan memenjarakan kamu." Bentak Adrian terhadap Trisha.


"Cukup Adrian ..., Kamu tidak berhak membentak Trisha. kamu tidak lihat betapa baiknya Trisha ini." Sahut Karina yang tetap tak mau mengalah.

__ADS_1


"Bagus ..., Karina teruskan lah kamu bertengkar dengan Adrian." Gumam Trisha dalam hati.


Akhirnya dengan sangat terpaksa Adrian menyetujui rencana Karina yang akan mengurus Trisha hingga kembali mengingat semuanya.


"Baik, Aku menyetujui dia tinggal bersama kita. Tapi dengan satu Syarat." Ucap Adrian sambil memejamkan matanya.


"Ya tuhan Adrian. Kenapa harus pakai syarat, Sedangkan saat Trisha menolong ku dia tidak memikirkan syarat apapun Dri." Sahut Karina memohon pada suaminya.


"Dia tetap tinggal bersama kita, Tapi dia tinggal di bungalou . Aku mohon kamu jangan protes kali ini." Tegas Adrian.


"Baik, Jika itu memang sudah keputusan final." Balas Karina dingin.


Kemudian Trisha menghambur ke pelukan Adrian, Dengan kepura-puraan nya.


"Terimakasih Tuan Adrian, Nona karina.Saya sungguh terharu mendengar nya." Dusta Trisha memeluk Adrian.


"Lepaskan tangan kamu dari badan saya, kau ..., Mengotori bajuku saja Heuhhh." Kesal Adrian menghempaskan tangan Trisha.


"Trisha ..., Mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah saya. kamu jangan khawatir yah, Saya janji kamu akan sembuh total dan mengingat kembali siapa kamu sebelum kecelakaan itu." Ucap Karina dengan polosnya.


"Iya Nona Karina, Sekali lagi saya berterimakasih pada anda. Saya tak ingat apa-apa lagi." lirih Trisha.


"Sudah kalau begitu ayo kita pulang." Ucap Adrian dingin.


"Bagaimana ini, Apa yang harus aku lakukan. Kenapa Karina percaya begitu saja pada wanita ini." Gumam Adrian dalam hatinya.


Dalam perjalanan pulang Karina, Dan Adrian saling mendiamkan. Lantaran mereka berbeda pendapat untuk kali pertama.


•••


Adrian memarkirkan mobilnya di depan mansion milik keluarganya. Mereka di sambut hangat oleh kedua orangtuanya. Yaitu Icha dan Syafiq.


Adrian langsung turun dari mobilnya, Tanpa membuka kan pintu untuk Istrinya. Karena ia masih kesal pada Istrinya.


"Ayo Tris, Kita sudah sampai. Ini rumah kami, Kamu juga sudah pernah kesini kok, sebelumnya." Ucap Karina sambil menuntun Trisha yang masih terpapah.


"Benarkah saya pernah kesini, Kerumah ini Nona,?" Balas Trisha berpura-pura tak mengingat.


"Iya ..., Hari dimana kita bertemu untuk pertama kali. Dan kedua kali kita bertemu saat kamu menolong aku." Kata Karina sambil membantu Trisha berjalan.


Sedangkan Icha dan Syafiq telah menunggu di ambang Pintu, Untuk menyambut mereka bertiga.


"Selamat malam Ma...,Pa..., Dimana Bintang,,?" Ucap Adrian mencium pipi kanan dan pipi kiri kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Wanita itu siapa Dri,?" Tanya Icha terhadap Putranya.


"Owh ..., Dia yang menyelamatkan Karina ma." Sahut Adrian.


"Kenapa dia harus di bawa kerumah kita,?" Tanya Syafiq bingung.


"Dia hilang ingatan, Pa ..., Ma..," Kata Adrian.


"Ya tuhan kasihan sekali dia Dri." Timpal Icha yang tidak tahu kebenaran yang sesungguhnya.


Kemudian Karina memperkenalkan Trisha, Pada mertuanya.


"Halo pah,Mah!." ucap Karina menyalami keduanya.


"Ya ampun sayang...,Mamah kangen banget. Sama kamu, Rumah ini sepi tanpa ada kamu Rin." Ucap Icha memeluk erat Karina.


"Mah..., Pah." Ini karina mau kenalin ke kalian. Dia ini Trisha..., Orang yang menyelamatkan nyawa karina." Dia akan tinggal disini sampai ingatan nya kembali, Bolehkan pah...,Mah!." Ucap Karina meminta ijin pada Icha dan Syafiq.


"Boleh dong sayang." Sahut Icha, Menyunggingkan senyum pada Trisha.


kemudian Trisha mengulurkan tangannya kepada mertua karina, Yaitu Syafiq dan Icha.


"Terimakasih om, Terimakasih Tante. Saya tidak tahu harus berkata apalagi pada kalian berdua. Kalau saja saya tidak kehilangan ingatan,Pasti saya sudah pulang ke rumah saya Om, Tante." Lirih Trisha berpura-pura sedih di hadapan Icha dan Syafiq.


"Loh...,Loh! Justru seharusnya tante dan om yang berterimakasih pada Nak Trisha, Berkat pertolongan nak Trisha menantu kami baik-baik saja." Timpal Icha memeluk Trisha.


"Saya tidak tahu harus gimana lagi tante, Saya jadi merepotkan kalian, hiks...,hiks...,hiks." lirih Trisha penuh meyakinkan.


"Sudah Trisha kamu jangan nangis yah, Anggap saja aku ini saudara kamu." Ucap Karina yang semakin merasa bersalah.


...----------------...


**Next part...


Halo Readers maaf yah baru bisa update.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Tambahkan ke kolom favorit kalian.


Dan Jangan lupa like, komen, dan Vote.


Happy Reading**...

__ADS_1


__ADS_2