
Adrian berusaha menata lagi kehidupannya setelah badai kehancuran Menerjang,Merusak, Bahkan Merobek Hatinya. Namun ia harus tetap bertahan demi Putranya, Dan Demi kelangsungan Hidup Karina yang saat ini masih dalam keadaan Koma.
"Aku berjanji padamu sayang.., Aku akan menunggu mu dengan Setia. Karena Aku yakin suatu hari nanti kamu akan Terbangun dari tidur ini." Aku janji Akan merawat dan membesarkan Anak kita." Bisik Adrian di telinga mungil Istrinya.
Icha Tersenyum melihat putranya yang bangkit dari keterpurukannya, Meskipun Icha sempat menyalahkan Putranya, Namun jauh di lubuk hatinya Ia Sangat Menyayangi Adrian.
"Nak..,Kamu yang sabar yah! Mama yakin karina Akan kembali pada kita. Kamu harus tetap kuat lihat putra mu, Dia membutuhkan kasih sayangmu." lirih Icha Sambil menggendong Cucunya.
"Lebih baik kamu Cepat memberikan Nama untuk nya Adrian, Kasihanilah dia! Semenjak lahir dia belum mempunyai Nama." Sahut Syafiq yang berusaha ikut menguatkan Adrian.
Kemudian Adrian menoleh dan mengambil putranya dari tangan Icha, " Biarkan Adrian menggendongnya Mah." Pinta Adrian terhadap Mama nya.
"Hati-hati Adrian, Anak kamu Masih Rentan." Ucap Icha Sambil menyerahkan Cucunya.
"Cup...,Cup. Sayangnya Ayah, Kok Nangis Nak. Takut ya Ngelihat Ayah, Karena Rambut Ayah gondrong yah."hehehe...Maafkan Ayah ya Nak. O Iya, Kira-kira Nama yang cocok untuk kamu Apa yah!"Eummm...,Nama kamu "Bintang" Ya Bintang, Cocok dengan wajah kamu yang menggemaskan. Mudah-mudahan Kamu selalu bersinar, Menjadi penerang dalam hidup Ayah ya Nak." Ucap Adrian Sambil mencium pipi Bintang yang sangat menggemaskan.
"Sini Nak...,Papa juga mau menggendong Cucu papah. Siapa tadi Namanya " Bintang" Yah." Ucap Syafiq sambil mengambil Cucu nya dari Tangan putranya.
Icha Tersenyum melihat Adrian yang mulai bangkit lagi, Namun saat ia menoleh ke Ranjang Karina, Ia kembali bersedih lantaran menantunya itu belum juga menunjukkan Tanda-tanda bahwa dia akan segera siuman.
Icha Melangkah mendekati Tempat pembaringan Karina, Ia kembali menangisi menantunya." Sayang..,Cepat bangun ya Nak. Mamah tidak tega melihat kamu seperti ini.''Lirih Icha.
"Ma..,Plis jangan Nangis lagi mah. Kalau mama menangis Adrian juga ikut sedih mah. Bukannya mama yang selalu menasehati Adrian Agar tak menangis." Adrian merengkuh mama Icha kepelukan nya.
"Loh..,loh..,Kenapa malah sedih lagi sih. Kalian lihat Nih Bintang, Oma Sama ayah kalah oleh Bintang yah. Bintang Aja gak Nangis yah." Ucap Syafiq yang berusaha Tetap tegar, padahal jauh di dalam hatinya ia juga sangat sedih melihat keadaan Karina yang tak kunjung Sadar.
Rambut Adrian yang biasa tertata Rapih Kini Menjadi Gondrong, Wajah yang biasanya Tampil maskulin kini telah di tumbuhi Bulu jambang yang menyambung dengan jenggot nya. Namun Wajah keturunan Arab itu tak meningalkan ke Tampannya, Tampang nya masih "Good looking"
"Paa..Ma..Apa Sebaiknya kita Rawat karina di Rumah Saja yah. Kita sewa Dokter dan suster untuk merawat karina. Di Rumah sepertinya akan lebih aman. Lagian Adrian juga tidak mungkin setiap hari ke rumah sakit, Kantor pasti membutuhkan Adrian.'' Bagaimana menurut papa dan Mama,,?" Ucap Adrian.
"Sepertinya itu lebih baik Sayang, Selain kita bisa Merawat Bintang, Di sisi lainnya kita bisa Mengawasi Asupan gizi terhadap karina.'' Sahut Icha menyetujui keputusan Adrian.
"Ya menurut papah Itu memang Yang terbaik Saat ini. Oke Kita urus kepindahan karina ke rumah yah." Timpal Syafiq yang setuju pada Saran Adrian putranya.
__ADS_1
Kemudian Adrian Menelpon Asistennya yaitu Billy untuk segera mengurus kepindahan Karina Yang akan di Rawat dari Rumah.
"Halo Bill, Cepat datang ke Rumah sakit tempat istri saya di rawat. Saya punya tugas untuk kamu." Ucap Adrian melalui ponselnya.
"Baik pak, Saya akan segera kesana!" Balas Billy menyanggupi Perintah Tuannya.
"Sekarang yah, Jangan lama-lama!" Ucap Adrian sambil mengakhiri panggilan tersebut.
Kemudian Adrian berjalan mendekat lagi ke Arah kedua orangtuanya," Papa & Mama lebih baik pulang duluan Saja, Bersama Bintang. Biar Adrian yang mengurus kepindahan Karina." Ucap Adrian pada kedua orangtuanya.
"Yasudah kalau begitu Mama dan papa, Pulang yah. Jangan lupa Bawa dua suster Pulang!" Timpal Icha.
"Iya Ma...,Kalian hati-hati dijalan," Kemudian Adrian mengajak Bicara putranya Yang berada dalam gendongan Oma nya."Bintang...,Tunggu Ayah di Rumah ya! Ayah akan segera pulang jika sudah mengurus kepindahan mama." Ucap Adrian sambil mencium Jantung hatinya.
🌷🌷🌷
Sasha Sangat bahagia lantaran Devano Akhirnya bersedia menikah dengan nya, Terlebih lagi sekarang Devano telah menghubungi kedua Orang tuanya yang berada di Berlin Agar segera Terbang ke Jakarta, Untuk menghadiri Acara pernikahan nya.
"Mom." Kenapa Mommy Senyum-senyum sendiri,,?" Tanya Ratu yang menyadarkan Sasha ibunya.
"Hey..., Rupanya Anak mommy sudah pulang Sekolah." Sahut Sasha menoleh dan ternyata Di sebelahnya sudah Ada Devano Yang duduk sambil menumpang kan Kakinya.
"Dev..,Sejak kapan Kamu Ada disini." Sasha memalingkan Wajahnya lantaran malu.
"Kamu kenapa,,? Sakit!" Ucap Devano Sambil memastikan kening Sasha.
"Gak Aku enggak kenapa-kenapa Dev, Memangnya Ada apa." Timpal Sasha.
"Itu tadi...,Kenapa senyum-senyum sendiri. Ouh... Aku tahu kamu sedang memikirkan Malam pertama kita yah. Ikhhh...,Dasar mesum kamu." Ledek Devano terhadap Sasha calon istrinya.
Tiba-tiba Saja Ratu Bertanya Tentang Kalimat Yang terlontar dari mulut Daddy nya.
"Mesum itu Apa dad,,?" Tanya Ratu Terhadap Devano. Seketika Sasha terbelalak kaget mendengarnya pertanyaan Putrinya.
__ADS_1
Namun Devano terlihat Santai dengan pertanyaan Putrinya." Kesini Sayang...,Duduk di sebelah Daddy dan Mommy. Anak pintar! Duhhhh Daddy gemes banget Sama kamu." Devano Mencubit pipi Bakpau Ratu. Dan mendudukannya di Sopa.
"Daad..., Mesum itu Apa, Daddy belum menjawab nya." Rengek Ratu memaksa Devano menjawab pertanyaan nya.
Sementara Sasha sudah menarik-narik lengan kemeja Devano, Untuk memberikan Isyarat Agar mengalihkan pertanyaan Ratu. Tapi Devano malah Menjelaskan Arti kata dari Mesum. Dengan pelan Devano menjelaskan kepada putrinya.
"Kamu mau Tahu Mesum itu apa!" Ucap Devano, Sementara Ratu mengangguk bersiap mendengarkan.
"Mesum itu Adalah Bahasa Orang Dewasa, Ratu belum Cukup umur untuk Tahu Arti yang sebenarnya. Nanti ketika Ratu sudah Dewasa Ratu akan mengerti yang Daddy katakan." Ucap Devano perlahan Menjelaskan pada Putri kesayangannya.
"Ouhhh...,Gitu Ya dad. Baiklah Ratu akan Tanya lagi sama Daddy kalau sudah Dewasa." Sahut Ratu Tak Bertanya lagi.
Sasha Terkekeh geli membayangkan Ratu ketika Dewasa bertanya Hal seperti itu kepada Daddy-nya. "Hahahaha...hahaha...Ratu..,Ratu. kenapa sih Nak, Kamu pintar sekali." Ucap Sasha Terkekeh.
Sementara Devano Hanya menatap Wajah bahagia Dari Sasha, Ia sangat bodoh dahulu mencampakan Sasha dan Ratu hanya karena mengejar Cinta Istri Sahabatnya.
•
•
•
**Next part...
Ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa kasih🌷🌷🌷
Wajib like, Komen, Jika berkenan kasih aku vote mingguan....
"Oke Gaesss ... Jadi Aku mau memberitahu betapa pentingnya menjawab Seorang Anak. ketika Ia bertanya hal seperti di atas , Kita tidak usah menjelaskan secara detail tapi sebisa mungkin kina berusaha memberikan jawaban yang memuaskan terhadap si Anak. supaya Apa,,? Supaya kelak ketika Dewasa Si Anak itu Tahu Kalau hal seperti itu Buruk bagi pertumbuhan nya. Itu Salah Satu mengajari Anak kita Agar Tak berzina ketika Sudah beranjak Remaja. Terutama Untuk Anak gadis, Maaf Bukan Berniat menggurui Tapi Saling berbagi ilmu Saja 🙏🙏🙏
Happy Reading All**...
__ADS_1