Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Apakah Aku mulai mencintai nya?


__ADS_3

Pagi itu Aku tengah dirias oleh Mua terbaik di kota German, Aku menatap wajahku begitu cantik. Aku sangat bahagia kalau Akhirnya Merasakan cinta Yang seperti Devano Rasakan selama ini,.


"Nona Muda sangat cantik sekali, Tidak salah tuan Dev Memilih Anda sebagai pendamping hidup nya," ucap Mua yang meriasku.


"Tentu saja Dia sangat cantik, karena dia adalah Wanita spesial Yang mampu mengisi hatiku, Nona Lancaster," Ucap Dev Yang menyusul ku Ke Ruang Rias.


Aku sangat Tertegun melihat Ketampanan Devano, Dia menggunakan Blazers Hitam dan celana senada Tak lupa Sepatu Pantopel berwarna Hitam. Tubuhnya Yang Tinggi Badan Yang tegap serta Rahang Yang sangat sempurna, Dialah Calon suamiku.


"Apa kamu sudah siap Sayang," Seru Devano membuyarkan Lamunan.


"Tentu saja aku siap Sayangku," Balasku seraya menyodorkan Tanganku , Kemudian Dev Menggenggam Tangan putih mulus ku, Untuk menuju ke pelaminan.


Para Tamu undangan Terlihat sangat Antusias Setelah kami keluar dari kamar, Dan bersanding di Kursi pelaminan.


Entah apa Yang harus aku ucapkan, Tiada kata Yang bisa mengutarakan kebahagiaan ku saat ini," Dev Aku mencintaimu," Ucapku sambil menatap Mata biru nan indah Milik Devano.


"Aku juga Sangat, sangat Mencintai mu Istriku," Balas Devano sambil menangkup Wajahku dengan kedua tangannya.


Seluruh Tamu undangan menghampiri kami, Untuk berphoto Bersama. Setelah Acara Resepsi itu selesai, Aku dan suamiku Devano. Menuju Kamar pengantin Yang telah di Rias khusus permintaanku.


"Klekk," Suara pintu Terbuka.


"Aku sangat Takjub sekaligus Bahagia, Melihat Kelopak Demi kelopak Bunga Mawar Merah Yang membentuk "Love" di Ranjang malam Pertama ku.


"Gimana Kamu menyukai nya sayang," Ucap Devano sambil mengalungkan Tangannya Di pinggangku, Dari Arah belakang.


"Ini semua khusus Untuk ku Dev, Benarkah Sayang," Balasku Terhadap Devano.


"Iya Ini semua untuk kamu Permaisuri ku, Calon ibu dari anak-anakku" Balas Devano Sambil mengecupi leherku.


"Akhhhh," geli sayang Nanti yah, Ini belum saatnya. Aku mau membersihkan badanku terlebih dahulu," Pintaku pada Devano suamiku.


"Kalau begitu Kita mandi bersama saja, Bagaimana menurutmu," Seru Devano Dengan Wajah penuh harap.


"Bukan ide yang buruk, Okelah" Ucapku seraya tersenyum.


Kemudian Aku dan Devano melangkah bersama, Memasuki kamar mandi Yang sangat mewah itu.


Aku berusaha membuka Gaun pengantin ku, Namun sedikit Kesusahan karena Ada ikatan di bagian punggung ku." Biar aku bantu membukanya," Devano menawarkan Bantuan nya.

__ADS_1


Helai demi helai Pakaian ku lepaskan, Hanya menyisakan Pakaian yang di bagian Dalam. Devano tertegun Saat aku berdiri dihadapan nya. Lalu aku melangkah menuju Bhatup Yang Sudah terisi air dan wewangian Yang khas Aroma Mawar. Wanginya begitu menggoda, Apalagi setelah aku melihat Devano Mulai melepaskan, helai demi helai pakaian Yang di kenakan nya.


"Oh tuhan Tubuhnya begitu indah, Gumpalan demi gumpalan Bagaikan Roti sobek terukir di perut sixpack nya," Aku menelan salivaku , setelah melihat kepunyaan nya Yang begitu tegak sempurna.


"Apa kamu menyukainya," Bisik Devano Tiba-tiba saja menyadarkan lamunanku.


Aku merasa malu karena terlalu terfokus pada bagian itu, Bagian yang menjadi salah satu tombak surgawi Yang membuat setiap, Kaum hawa terlena akan kenikmatan Duniawi.


"Apa kita bisa memulai nya sekarang," Goda Devano Terhadap ku, Namun aku hanya mengangguk Dan pasrah terhadap suamiku Tuan Tampanku.


"Mata bertemu mata, Hidung mancungnya Menempel lembut pada pipiku, Saat bibir Seksi nya menempel ke bibir indah ku,"


"Akhhhh," Pekikku merasakan Saat sesuatu Yang dinamakan Tombak surgawi, menerobos Masuk ke pintu dan dinding istanaku.


"Tahan sayang, Aku akan mempercepat Ritme bermain kita," bisik Devano.


Namun lagi dan lagi aku hanya mengangguk, menyetujui setiap Apapun aktivitas Yang di buatnya terhadap diriku. "Kring...kring...kring" Suara Yang begitu kencang Memekakan telinga ku.


"Hey Apa kau tidak akan bangun, lihat sudah jam berapa ini," Suara Yang Membuat ku kaget.


Aku terlonjak kaget membuka mataku, Mengitarkan ke setiap bagian pada diriku.


"Syukurlah semua ini hanya mimpi," Ucapku lega dengan kejadian yang ada pada mimpiku.


"Memang kau mimpi apa semalam Nona,?" Tanya Devano Terhadap ku, Sambil menyodorkan Wajah nya.


"Tolong Ya Dev Jauh kan wajahmu dariku, Mau aku mimpi apapun itu bukan urusan kamu," Ucapku jutex.


"Owh Begitu Ya, Oke baiklah. Karena semua itu bukan urusan aku, Cepatlah bangun Mandi dan jangan lupa sarapan, Aku sudah memasaknya untuk mu,. Karena hari ini aku membutuhkan Mu, Untuk menemaniku ke acara peresmian Hotel ku Yang baru.! Seru Devano Terhadap ku.


Aku menghela Nafas, Rasanya sangat malas sekali menemaninya ke acara Se formal itu.


" kenapa kamu tidak meminta bantuan Kepada Sasha sih, dia juga kan perempuan. Bahkan dia adalah partner kamu," Balasku yang Berusaha menolaknya secara lembut.


" Aku hanya mau ditemani oleh Calon Istriku, Karena kamu wanita Yang sangat aku cintai, Kamu pahamkan," Tegas Devano datar.


"Sudah berapa kali aku katakan, Aku bukan calon istrimu. Aku sudah punya suami.


"Ya aku tau suami kamu Adrian kan," Ucap Devano memotong pembicaraan.

__ADS_1


"Sudah cepat jangan biarkan Aku menunggu mu lebih lama lagi," Perintah Devano Yang tak bisa ku bantah.


"Iya oke Baiklah, Dasar Tukang maksa," Gerutu ku terhadap Devano Yang kejam.


Aku berjalan Gontai Menuju kamar mandi dengan bermalas-malasan, Aku membasuh badanku, Terbesit dalam ingatan akan mimpi itu. "Akhhhh," kenapa harus dia Yang datang ke mimpiku, Kenapa bukan Adrian suamiku," Protes ku Terhadap mimpi yang Tak di harapkan.


"Tok...Tok...Tok.."


"Karina," Apa kamu sudah selesai, Ayo cepatlah Waktu kita tidak banyak," Teriak Devano menyadarkan ku dari balik pintu.


"Iya sebentar Kamu tidak sabaran banget sih," Bentakku dari dalam Kamar mandi.


Kemudian aku menyudahi mandi ku, Aku menggapai Engkel pintu dan membukanya.


"Pakai ini," Sambil menyerahkan Kotak Padaku.


"Apa ini," jawabku.


"Sudah jangan banyak tanya, Pakai saja. Cepat aku tunggu kamu diluar." Ucap Devano yang berjalan keluar dari kamar ku.


Kemudian Aku membuka kotak yang diberikan nya padaku, Dan ternyata isi dari kotak itu adalah gaun pesta,. Aku terpukau dengan keindahan gaun berwarna putih di hiasi pernak pernik berlian itu. Namun tetap saja aku tidak bahagia karena Yang memberikan nya bukanlah "Pria kaku ku" yaitu suamiku Adrian.


Tanpa berlama-lama Aku memakai nya, Dan merias wajahku dengan Make up Yang tidak terlalu mencolok. Kemudian aku mengambil sepatu high heels, di lemari sepatu.


Aku bergegas Keluar dari Kamar, Menghampiri Devano Yang telah menunggu ku, Saat aku membuka pintu pria kejam ini tak berhenti memandangiku.


"Ngapain kamu melihatku seperti itu," Aku membentak Devano, Seketika iya tersadar dari lamunannya.


"Kamu cantik Karina, Ini yang selalu aku suka dari kamu. Kamu selaku cantik Memakai pakaian Apapun," puji Devano terhadap ku.


"Heuhhh," Terimakasih pujiannya, Tapi aku tidak berharap kamu puji, Dan jangan lupa aku bukan milikmu," Ucapku sinis terhadap Billioner kejam ini,.


"Ayo cepatlah Aku tidak ingin berdebat saat ini,," Balas Devano.


Kemudian kami berjalan Menuju lobby Apartemen, dimana disana Terparkir mobil Audy berwarna Hitam, milik Devano.


Happy reading ...


Teruntuk pembaca setiaku jangan lupa di vote yah, Dan jangan lupa like dan Tinggalkan jejak di kolom komentar.

__ADS_1


Aku menyayangi kalian para pembaca setiaku, seperti cintaku pada Novel ini.


__ADS_2