Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Bab 56: Dilema


__ADS_3

"Karina_pov"



Malam itu Aku berangkat menuju Rumah sakit untuk menolong Suamiku dan Sasha Karyawan magang Yang terjebak di dalam lift bersama Suamiku. Jujur aku sangat sedih Saat melihat Adrian dengan pakaian Yang terbuka, berpelukan dengan Sasha meski dalam keadaan tidak sadar, Tapi pikiran ku melayang memikirkan Apa Yang Telah di lakukan Adrian bersama Sasha saat dalam keadaan terjebak di dalam lift. Tidak berapa lama Aku Sampai ke rumah sakit terdekat, kemudian Adrian di berikan pertolongan pertama oleh para perawat.



Aku terduduk di Ruang tunggu menunggu Adrian Siuman , dan setelah dokter keluar Dari ruangan menjelaskan Kalau Adrian tidak Kenapa-kenapa Aku pun langsung menemui Adrian Yang kini telah Sadarkan diri. ku gapai handle pintu dan ku buka di dalam kamar itu Adrian telah Sadarkan diri, Sementara Sasha mungkin kini telah Siuman Tapi aku tidak menjenguknya Lantaran Aku sangat sakit hati jika melihat melihat wajahnya Aku akan teringat kejadian Yang aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri.



"Sayang Kenapa kamu berdiri di situ Ayo kesini, Maafin mas yah. sudah membuat kamu khawatir," ucap Adrian menyadarkan ku , Tanpa merasa bersalah sedikitpun.



Kemudian Aku menghampirinya, Aku harus menyimpan rapat-rapat Rasa cemburu ku. Karena kondisinya Yang masih lemah saat ini dan aku pun Akan menangkap basah mereka jika memang benar-benar telah mengkhianati ku.


"Syukurlah mas kamu Baik-baik saja. Aku Sangat khawatir sama kamu." Lirihku sambil menghambur Kepelukkan nya" hiks...hiks..hiks.."



"Kenapa Kamu menangis sayang, Sekarang kan mas sudah baik-baik saja." Balas Adrian sambil Menangkup wajahku dan menyeka buliran putih yang mengalir di pipiku.



"Aku Tidak menangis mas, Aku hanya khawatir terhadap mu. Aku tidak bisa ngebayangin Kalau saja aku terlambat sedikit menolong kamu .Entah apa yang akan terjadi dengan kamu" Dusta ku dengan hati yang penuh Rasa curiga.



"O yah kata dokter Aku tidak kenapa-kenapa, Katanya aku hanya perlu istirahat di rumah saja" Kata Adrian terhadap ku.



Kemudian Adrian Bangkit dari Ranjang dan aku membantunya berjalan untuk keluar dari Kamar Rawatnya. Setelah itu aku bersama Adrian menuju mobil untuk segera pulang menuju Rumah. Di dalam perjalanan Aku hanya terdiam menatap ke jalanan yang sudah tampak sepi malam itu. " Ya tuhan Kuatkan hatiku ini, Jika memang benar Adrian telah selingkuh dari aku maka tunjukkan kebenaran nya" gumam ku.



"Kamu kenapa Sayang kok dari tadi diam saja Tidak seperti biasanya, Ada apa,?" tanya Adrian Yang tampaknya mulai menyadari perubahan sikapku terhadapnya.


__ADS_1


Andai saja mulutku ini dapat mengucapkan Satu patah kata saja, menanyakan Kenapa dia bisa terjebak Dalam kondisi Pakaian nya terbuka. tapi mulutku seolah terkunci, di sisi lain ingin sekali aku meluapkan kemarahan ini, Namun aku tidak bisa menuduh orang Tanpa Tau jalan cerita Yang sebenarnya.


Aku terdiam saat Adrian terus bertanya mengenai sikap aku yang tiba-tiba diam terhadap nya.


Tidak berapa lama mobil yang aku Tumpangi telah sampai ke Rumah, Aku langsung turun dari mobil tanpa memperdulikan Adrian.


"Sayang...Sayang...Ada apa dengan kamu, Apa mas punya salah sama kamu" Tanya Adrian sambil Tergesa-gesa Menghampiri ku dan menggenggam Tanganku.



"Lepaskan Tanganku mas, Bukan kamu Yang salah Tapi aku Yang mungkin salah sama kamu" Ucapku Dengan setengah emosi, Sakit Rasanya mengendalikan Diri di saat Kita merasa cemburu.



"Kamu kenapa tiba-tiba berubah seperti ini sih, Mas enggak ngerti sama sikap kamu. Ada apa sebenarnya.



"Sudah aku bilang tidak ada apa-apa Ya tidak ada apa-apa Mas" Ucapku membentak Adrian.



Adrian melepaskan Tanganku dan aku bergegas pergi menuju Kamar, Sementara ibu mertuaku Heran Menyaksikan sikapku Terhadap Adrian anaknya.



"**Adrian\_Pov**"


Aku sangat bingung dengan sikap Istriku yang tiba-tiba berubah Entah kenapa dengannya. Bahkan saat dalam perjalanan Pulang dia hanya terdiam menatap ke jalanan Dan enggan memandangku.Kemana Karina istriku, Kenapa dia berubah sikapnya terhadap ku. Aku terdiam saat karina membentak ku dan pergi begitu saja ke kamar.


"Kalian bertengkar Adrian,?" Tanya ibuku terhadap ku.


"Enggak mih, Aku tidak tau kenapa tiba-tiba karina Marah terhadap ku.


"Tidak mungkin karina marah Tanpa sebab, Pasti kamu melakukan kesalahan yang membuat nya kecewa, Mommy tidak mau Yah kalau kamu nyakitin karina lagi Adrian." Ucap ibuku memarahiku.


"Mommy kenapa sih, Sungguh mih Aku tidak tau kenapa Karina marah sama aku"


"Kamu cari tau dong , kenapa istri kamu Semarah itu sama kamu."


"Hhhh... Sudahlah, Aku'' capek mih Aku ke Kamar dulu ya "

__ADS_1


"Yasudah Cepat kamu Bujuk Karina agar tidak marah lagi sama kamu" perintah ibuku terhadap ku .


Aku berjalan menaiki tangga menuju ke kamarku Yang terletak di Lantai dua, Saat aku meraih handle pintu tiba-tiba saja pintu itu terkunci dari dalam.


"Tok...tok.." Sayang ,Tolong buka pintu nya, Mas mau ngomong sama kamu." Namun tidak ada jawaban dari Karina.


"Sayang ,Mas mau ngomong sama kamu, Kenapa kamu marah sama mas. Mas mohon Kamu katakan apa kesalahan mas. sehingga kamu marah seperti ini.


Beberapa menit kemudian Karina membuka kan pintu untuk ku, Aku langsung memeluknya Dan aku bertanya ada apa dengannya. Namun lagi-lagi Karina hanya menangis.


"Kamu kenapa sayang, Katakan sama Mas. Apa yang membuat kamu marah. Coba katakan apa kesalahan mas.


"Aku mau tanya sama kamu, Apa kamu menyukai Karyawan magang itu mas" Ucap karina Yang akhirnya mau berbicara sama aku, Meski pertanyaan nya Tidak terduga olehku.


"Kamu ngomong apa sih sayang, Mas kan cuman suka sama kamu. Kamu Istriku aku mencintai kamu, Mana mungkin aku menyukai perempuan lain selain kamu"


"Aku mohon jawab aku dengan jujur mas, Kenapa kamu bisa terjebak bersamanya Dan saat itu Posisi baju kamu terbuka dan sedang di peluk oleh perempuan itu"


Deg...


Aku sangat Kaget ketika mendengar pernyataan Dari karina, Sedangkan saat itu aku hanya mengingat posisi Sasha tidak sadarkan diri, Dan aku hanya memberikan Nafas buatan untuk nya, Apa sebenarnya Yang terjadi saat itu. Aku tidak begitu Mengingat nya.


"Kenapa kamu diam mas, Apa artinya dengan Semua ini. Jawab aku jangan diam" lirih Karina terhadap ku.


"enggak mungkin sayang , Mas tidak melakukan Apapun dengan Sasha. Mas hanya terjebak di dalam lift bersama nya. Dan Enggak mungkin juga Sasha memeluk mas.


"Tapi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri mas, Apa itu masih kurang jelas. Baik kalau kamu tidak mau jujur,. itu semua terserah kamu, Yang pasti Tuhan tidak tidur mas." Umpat karina melepaskan pelukan ku.


Aku terdiam Tanpa bisa menjelaskan, Lantaran aku tidak tau menahu posisi aku seperti Apa saat pingsan di dalam lift, Apakah benar bajuku terbuka, Ya tuhan cobaan macam apa ini. Aku melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Saat aku kembali kulihat Karina sudah tertidur, Aku membaringkan Badan di sampingnya, Sementara karina berbaring dengan posisi badan yang membelakangi ku.


Aku mengusap kepalanya dan ku cium keningnya, Saat aku berusaha memeluk nya dari belakang tiba-tiba saja karina mendorong ku.


"Jangan sentuh aku mas, Aku tidak mau disentuh oleh kamu, kalau kamu tidak bisa berusaha jujur sama aku" Tegas Karina terhadap ku.


Aku bingung harus jawab apa padanya, satu-satunya cara agar karina kembali bersikap baik, kuncinya cuma Sasha, Ya hanya dia yang bisa menjelaskan nya.


Next part...


Happy Reading kawan...


Jangan lupa like , Share & komen...

__ADS_1


"Promosi boleh dong"...


__ADS_2