
Jam 05.30 WIB Tiba Di Jakarta
Dengan menggunakan Taksi Aku berhenti di depan Rumah kediaman Suamiku, Aku tak sabar Ingin melihat cintaku Dan memberikan kejutan Terhadap Adrian.
Namun tiba-tiba Langkah ku terhenti saat melihat Adrian Bersama Dengan Wanita Yang sama persis dengan ku, Wajah nya hidungnya kecantikan nya Bagaikan pinang di belah dua.
"Siapa dia ?" Gumamku Bertanya-tanya...
Aku meneliti setiap Pergerakan mereka Pria kaku ku di peluk dan di cium oleh orang Yang mirip denganku, Air mata ku menetes Membasahi pipi Rasanya Aku tidak kuat menerima Kenyataan ini, Ku tatap Nanar keberadaan mereka Dari balik celah pintu Gerbang.
Hatiku berteriak Memanggil Namanya" Adrian Aku Karina Yang sebenarnya, Aku disini untuk mu," Gumamku Menangis Merasakan kesedihan Yang amat dalam.
"Sayang Aku pasti merindukan mu, Kamu jangan lama-lama Yah di luar kota nya Nanti Dedek bayinya kangen," Ucap Wanita Yang mirip dengan ku Sambil mengelus perut Buncitnya.
"Karina Istriku," Aku hanya sebentar di luar kota nya Sayang Bahkan kalau urusan ku kelar Hari ini, Pasti Sorenya aku pulang lagi kok, Dedek bayi Jangan bandel ya di dalam perut mamah. Papah berangkat kerja dulu Jagain Mamah nya yah," Balas Adrian terhadap Wanita Yang Merebut posisi ku.
Saat mobil Adrian keluar dari Rumahnya Aku bersembunyi di balik pohon-pohon kecil yang berada di dekat pintu gerbang itu.
Ingin Rasanya Aku menghentikan mobil nya , Namun aku sadar kini aku hanyalah bayangan Yang terlupakan. Andaikan saja waktu itu Aku bisa meloloskan diri dari Sherlly pasti semua ini tidak akan terjadi seperti ini.
Hidupku kini Bagaikan buih permadani yang terombang-ambing ditengah lautan, Bukannya mendapat kan kebahagiaan setelah kembali ke Jakarta Malah mendapatkan Siksaan Yang tak bisa ku bayangkan sebelumnya.
Aku berjalan Menjauhi Rumah Yang dulu ku tinggali, Berat Rasanya untuk melanjutkan hidup. Aku menghentikan langkahku di pinggir jembatan Yang sangat tinggi Ku tatap dasar Sungai Ingin Rasanya aku mengakhiri hidupku Saat ini.
"Tidak Ada gunanya Kamu menangisi Nasib kamu, Kenapa Kamu tidak mencoba Merebut kembali posisi kamu Yang sebenarnya," Ucap Seseorang Yang sangat aku kenali.
"Suara itu," Gumamku kemudian Aku berbalik Karena sumber suara itu berada di belakang ku.
"Kamuuuuu," Ucapku dengan Nada Tinggi terhadap orang Yang paling aku benci di dunia ini Yaitu Devano.
"Sudah kubilang jangan pulang ke Indonesia, Menetaplah bersamaku di German. Meski kau tak mau menikah dengan ku Aku Rasa tidak masalah," Ucap Pria kejam itu Tengah berdiri di hadapanku.
"Jadi selama ini kamu tahu wanita Yang mirip denganku itu siapa," Bentakku terhadap Devano.
"Jahat kamu Devano," Keterlaluan kamu," hiks...hiks...hiks...
Aku memukul Devano sambil menangis lantaran tak kuat Rasanya setelah mengetahui kenyataan kalau ada wanita lain Yang menggantikan posisiku dan mengaku sebagai diriku. terlebih lagi Devano mengetahui tentang semua ini.
"Tenang Rin Aku mohon Tenangkan dirimu," Ucap Devano Dengan suara meninggi.
"Apa kamu bilang aku harus tenang Dev, sementara Posisi ku kini di gantikan dengan orang lain, dimana otak kamu Devano Dimana..Aaaa...hiks...hiks...hiks" lirihku menangis dan Marah terhadap Devano Yang merahasiakan semua ini dariku.
__ADS_1
"Iya karina Aku mohon kamu Tenang biar Aku jelaskan semuanya, Satu persatu Yah." Tapi untuk saat ini kita harus pergi dari sini sebelum orang yang sangat mirip dengan kamu mengetahui keberadaan kita," Ucap Devano Yang berusaha Menenangkan ku.
Aku mencerna setiap perkataan Ambigu Yang terlontar dari Mulut Devano, Namun aku tidak mau lagi terjebak dengan permainan Devano.
Kemudian aku ikut pergi bersama Devano dari jembatan Yang sering di lalui ku dulu saat masih tinggal dengan Adrian.
Devano membawaku ke sebuah Restoran Terdekat dari Area perumahan Tempat kediaman keluarga suamiku.
"Kenapa kamu mengajak aku kesini Dev, Apa sebenarnya Motif kamu mengikuti ku hingga ke Jakarta," Tegasku terhadap Devano Yang kini ikut duduk di bangku Restoran.
"Bisa kamu pelan kan Suara kamu," Pertama Aku memang ada urusan di Jakarta Kedua aku menghindar dari pernikahan ku bersama Sasha Dan Yang ke tiga Biarkan Aku menebus semua kesalahan yang telah aku lakukan terhadap kamu," Balas Devano terhadap ku, Meski gaya bicaranya Terdengar meyakinkan Namun Aku Ragu terhadap nya.
"Omong kosong Apalagi ini Dev, Kamu fikir aku akan percaya begitu saja pada kamu setelah apa yang kamu lakukan," Bentakku Murka terhadap Devano.
"Kali ini saja kamu percaya kepadaku Rin, Sungguh aku ingin mengembalikan Kamu ke posisi yang seharusnya kamu disana," Balas Devano Dengan serius Kali ini sepertinya dia tidak bermaksud membodohi ku.
"Lalu siapa Sebenarnya Wanita Yang kini bersama Dengan Adrian Dev, Jawab Aku." Ucapku menatap Tajam mata Devano.
Kemudian Devano menjawabnya, Aku sangat terkejut setelah mendengar Perkataan Yang terlontar dari mulut Devano.
"Sherlly," Ucap Devano Terbata-bata...
"Hah,"...
lelucon macam Apa ini Devano," Ucapku Rasanya sedikit tak percaya.
"Sungguh Rin aku tidak berbohong biar aku ceritakan Yang Sebenarnya, Saat kita masih di German. Setelah satu bulan Sherlly melakukan transplantasi Wajah iya meng-operasi wajahnya agar mirip dengan kamu, Karena dia begitu terobsesi dengan Cintanya Adrian Terhadap kamu," Ucap Devano membeberkan fakta Yang Sebenarnya.
"FLASHBACK, DEVANO, POV"
Sebulan setelah penculikan itu terjadi Sherlly menghilang Tanpa kabar Namun aku Curiga dengan Apa yang akan di Rencanakan Sherlly, Akhirnya aku memutuskan untuk menyuruh Anak buah ku mengawasi nya Dan Aku sangat terkejut Saat mengetahui Sherlly mempunyai ide gila nya Yang ingin kembali kepada cintanya yaitu Adrian.
Ke Esokan Harinya Sherlly memutuskan Terbang ke Negeri gingseng Yaitu Korsel dia mendatangi salah satu Rumah sakit Yang teruji keberhasilan nya dalam operasi Transplantasi wajah.
Sebulan kemudian dia berhasil memiliki wajah Yang sangat mirip dengan mu, sejak saat itu dia memintaku untuk tetap menahan mu dan menjadikan mu sebagai istriku.
Pada Awalnya aku memang berfikir akan menikahimu secara paksa namun di kemudian hari aku sadar kalau cinta tak dapat di paksakan.
Kemudian Sherlly terbang ke Indonesia memberiku kabar bahwa dia berhasil masuk kembali ke kehidupan Adrian. Sejak saat itu aku merasa bersalah kepadamu karina.
"FLASHBACK OFF"
__ADS_1
"Plakkkk"
Satu Tamparan terlepas dari tanganku kepada pipi seorang Devano Yang telah menghancurkan hidupku, merenggut Seluruh kebahagiaan ku.
"Beraninya kamu mempermainkan hidupku Devano, Bajingan kamu dasar gila. Kalian memang benar-benar berhati iblis," hiks...hiks..hiks...
"Sungguh aku menyesal Tolong maafkan aku Karina, Aku janji akan memperbaiki semua ini dan mengembalikan kamu ke sisi Adrian," ucap Devano Yang berusaha menenangkan aku.
"Kamu pikir semudah itu kamu akan mengembalikan keadaan, Bagaimana caranya aku tanya sama kamu Bagaimana, aaaa....aaaaa...hiks...hiks...hiks..." Lirihku
"Aku mohon kamu tenang Yah, untuk saat ini lebih baik kamu tinggal di rumahku saja," Bujuk Devano terhadap ku.
"Pergi kamu dari sini Dev, Aku membencimu Jangan pernah lagi kamu muncul di kehidupan ku dan jangan pernah ikut campur lagi dengan urusan ku," Sentak ku terhadap Devano Namun tetap saja dia tidak mau pergi.
"Aku tidak akan pergi sebelum kamu mendapatkan Semua Kehidupan kamu kembali, Inilah caraku untuk memohon maaf Rin. Aku mohon biarkan Aku menebus kesalahanku," lirih Devano di hadapanku.
Aku melihat ada kejujuran di matanya dan akhirnya Aku memberikan kesempatan padanya untuk memberbaiki semuanya.
"Baiklah Aku memaafkanmu, tapi setelah semuanya kembali Normal. Artinya Setelah aku mendapatkan kehidupanku kembali Yaitu sebagai istri dari Adrian yang sebenarnya," Ucapku Dingin terhadap Devano.
"Terimakasih Rin," Aku janji akan membantu kamu membongkar kedok Sherlly di hadapan Adrian," Balas Devano.
"Baiklah aku tunggu langkah selanjutnya," Tegasku....
**Next part...
Happy Reading...
Selamat menikmati
Adrian nya sudah munculkan
jadi tetap setia membaca Novel ini yah
jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Like, komen, dan Share...
Terimakasehhhhhhhh**
___________________________
__ADS_1