
"Hiks ..., Hiks ..., Hiks." Malam menangis lantaran malu karena merasa di rendahkan oleh Bintang, Di hadapan banyak orang.
Akan tetapi Bintang tak sedikitpun merasa bersalah. Atas perlakuan nya terhadap Malam.
Bintang menatap Malam dari balik jendela kaca gudang sekolahannya.
"Huhhhh ..., Salah siapa terus mengejar-ngejar ku , Sudah tahu aku tak suka diperlakukan seperti itu olehnya." Gumam Bintang, Beranjak pergi meninggalkan Malam, Yang masih menangis di dalam ruangan gelap itu.
Sepeninggalan Bintang, Tak berapa lama Malam keluar dari dalam gudang. Ia berjalan gontai menuju kelasnya. Ada rasa canggung diantara Bintang dan Malam, Saat Kembali bertatapan.
"Lihat saja Bin ..., Suatu saat aku akan mendapatkan cintamu, Meskipun tidak dengan hari ini." Gumam Malam, Menatap Bintang. Yang memalingkan wajahnya.
"Kenapa dia terus menatap ke arahku sih, Kalau marah kan seharusnya tak menatapku lekat seperti itu." Gumam Bintang, Memalingkan wajahnya ke arah lain.
Tidak berapa lama pengajar mereka datang ke kelas, Mereka belajar dengan sangat giat. Sehingga tak terdengar suara keributan seperti biasanya. Hingga bel sekolah berbunyi, Menandakan jam pelajaran telah selesai.
Kemudian Bintang bangkit, Segera keluar dari ruang kelasnya. Namun di hentikan oleh Malam.
"Tunggu aku Bin ..., Aku ingin pulang bareng dengan kamu." Ucap Malam, Meminta tebengan pada Bintang.
"Kau kan ada jemputan, Ngapain nebeng padaku. Enggak ..., Aku gak bisa nganterin lho pulang!" Sentak Bintang, Menolak.
"Ayahmu yang meminta kita pulang bareng Bin. Lho gak perlu nganterin gw, Karena daddy sama mommy gw ada di rumah lho." Ucap Malam.
"Tetap saja enggak bisa! Gw mau main ke rumah temen gw dulu. Kalau lho mau pulang, Ya pulang sendirilah." Ucap Bintang dingin, Sambil beranjak pergi dari hadapan Malam.
Malam hanya bisa diam, Ia tak bisa memaksakan kehendaknya. Karena Bintang sangat keras kepala. Tak ada siapapun yang bisa merubahnya kecuali ibunya, Yaitu Karina.
"Sebegitu tidak maukah kamu padaku Bin ..., Padahal kemarin-kemarin kita hampir dekat." Batin Malam, Menatap punggung Bintang yang perlahan menjauh darinya.
Diantara riuhnya para siswa, Malam berjalan dengan rasa kecewa terhadap Bintang. Perlahan ia berjalan ke lobby sekolah, Memesan taksi online. Kemudian Malam segera pulang menuju rumah kediaman Adrian, Sahabat dari daddy dan mommy nya.
Sementara Bulan dengan Nova sahabat nya, Kini berada di rumah sakit, Tempat Langit teman sekelas nya di rawat. Bulan dan Nova bertanya ke bagian informasi, Setelah suster memberitahu kamar Langit di rawat, Dengan segera mereka menuju kamar rawat Langit.
"Selamat siang Om ..., Selamat siang tante." Ucap Bulan yang kini telah berada di ruangan Langit.
"Ehh ..., Kalian temannya Langit yah?" Ucap Cantika dan Fariz kedua orang tua Langit.
"Iya tan, Iya Om ..., Kami teman sekelas nya Langit." Sahut Bulan, Menyalim fariz dan Cantika. Di ikuti oleh Nova yang ikut menyalim kedua orangtuanya Langit.
__ADS_1
"Duhhhh ..., Anak-anak baik. Makasih loh kalian sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk Langit." Sapa Cantika ramah.
Langit yang sudah sadarkan diri, Hanya menoleh ke arah mereka berdua.
"Mau ngapain kalian kesini?" Ucap Langit cuek.
"Ya kita hanya ingin menjenguk kamu saja Ngit ..., Memangnya salah yah!" Kata Bulan mensekak perkataan Langit.
"Owh ..., Gw kira kalian mau apa!" Sambung Langit, Yang masih bersikap acuh.
"Gimana Ngit ..., Apa lho sudah merasa enakan?" Tanya Bulan terhadap langit.
"Lumayan." Ucap Langit singkat.
"Baguslah semoga lekas sembuh ya Ngit." Balas Bulan.
Kemudian Bulan dan Nova berniat pulang, Lantaran hari kian sore. "Ngit Gw sama Nova pamit yah, Semoga lekas sembuh." Ucap Bulan berpamitan terhadap langit.
"Iya hati-hati dijalan, Padahal gw akan lebih seneng kalau kalian tidak datang kemari." Ucap Langit datar.
"Langit ..., Jangan berbicara seperti itu nak. Teman-teman kamu ini sudah sangat perhatian dengan kamu nak, Jangan kamu balas merek dengan sikap kamu yang seperti ini." Kata Cantika menasehati Langit.
"Tante ..., Om ..., Kami berdua pamit pulang yah!" Ucap Bulan sopan.
"Iya sayang hati-hati di jalan yah, Sekali lagi terimakasih loh ..., Sudah menyempatkan menjenguk anak tante dan om." Balas Cantika menyunggingkan senyum.
Perlahan Bulan dan Nova melangkah pergi, Meninggalkan ruang perawatan Langit. Mereka sedikit mengobrol tentang Langit, Namun dari arah berlawanan terlihat Bintang sedang berjalan ke arah mereka, tak sengaja menabrak Bulan dan Nova.
"Brukkkk..."
"Hey ..., Kalau jalan hati-hati dong." Sentak Bulan kemudian bangkit.
Akan tetapi Bintang hanya menatap Bulan dan Nova. Sejenak mereka terdiam, Saling berpandangan.
"Ayo minta maaf." Gerutu Nova menyadarkan keduanya.
"Apa kau bilang, Minta maaf! Cihhh ..., Aku tidak sudi, Aku tidak salah, Kalian yang berdiri sembarangan." Ucap Bintang dingin, Menatap kedua perempuan yang bersahabat itu.
"Kau ..., Cepat minta maaf pada temanku. Atau kau, Akan tahu akibatnya." Bentak Nova.
__ADS_1
"Nova ..., Sudah jangan buat keributan. Ini rumah sakit Nov." Bulan memperingatkan Nova agar tak membuat gaduh di rumah sakit.
"Lan ..., Orang seperti dia harus kita beri pelajaran, Agar tak se mena-mena pada orang lain." Ucap Nova menekankan kalimat se mena-mena.
"Sudah Nov ..., Sudah jangan di ladeni." Sahut Bulan mengajak Nova pergi.
"Awas lho yah ..., Kalau bertemu lagi akan ku beri kau balasan yang setimpal." Ucap Nova dingin.
"Huhhhh ..., Pergilah! Semoga kita tidak pernah bertemu lagi." Ucap Bintang dengan tengilnya melangkah pergi menuju kamar rawat Langit.
Sementara Sherlly saat ini sedang panik, Karena Bulan pergi dari sekolah tanpa sepengetahuan nya.
"Bulan ..., Kamu dimana sayang? Kenapa pergi tanpa meminta ijin ibu terlebih dulu nak." Gumam Sherlly panik, karena takut kehilangan orang yang berharga di hidupnya untuk nyang kedua kali.
Sesekali ia melihat ke arah kanan dan kiri jalan raya dari balik kaca mobilnya. Namun tetap tak melihat Bulan putrinya.
Sedangkan Bulan baru teringat bahwa dia mempunyai janji dengan ibunya. Sepulang sekolah, Ia akan ke kantor ibunya untuk berkenalan dengan para karyawan di perusahaan tante nya itu. Setelahnya ia bersama-sama akan mencari pembantu untuk bekerja di rumahnya.
"Ya Tuhan ..., Aku lupa kalau aku ada janji sama ibuku Nov. Kalau gitu aku pergi yah, Aku takut kalau ibuku sedang mencari-cari aku Nov." ucap Bulan panik.
"Kenapa lho gak bilang dari tadi Bul-bul kalau lho punya janji dengan ibumu." Sahut Nova.
"Yasudah kalau begitu aku pesan taksi saja yah," Ucap Bulan tergesa-gesa.
"Biar aku antarkan kamu saja yah ..., Ke kantor ibu kamu kan?" Balas Nova terhadap sahabatnya itu.
Kemudian mereka segera bergegas menuju parkiran, Rumah sakit tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nextpart ...
Halo Readers ikuti terus kisahnya yah ...
Tambahkan ke kolom favorit kalian.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like, Komen dan vote ...
Happy reading ...
__ADS_1
Semoga terhibur ...