
"Author_Pov"
______________
Adrian Mendapatkan Kabar Kalau Sherly Berhasil Lolos dari Cengkeraman Nya, Dia segera bergegas Pergi menuju Rumah sakit jiwa Tempat sherly di Rawat.
Kurang lebih Satu jam Adrian sampai di Rumah sakit tempat sherly di Rawat di sana Terlihat Billy dan Para perawat, juga terlihat beberapa polisi Sedang memintai keterangan Pada perawatan Yang menjadi Tawanan sherly Saat berusaha melarikan Diri dari tempat itu.
"Billy, Kenapa Semuanya bisa terjadi seperti ini." Ucap Adrian Yang Menghampiri Billy yang sedang Berbicara dengan Rekan kerjanya.
"Maafkan saya Pak, Ini semua di luar kendali saya.
"Apa ada Yang membantu Sherly dalam pelarian nya.?"
Kemudian seorang suster Ikut angkat bicara Saat Melihat Billy Kebingungan entah apa Yang harus dia sampaikan, Atas kecerobohan nya.
"Ada Yang membantu nya pak, Orang itu pria Dia Menggunakan Topi dan Jas hitam. Dia yang memukul Pak Billy dari arah belakang" Ucap Suster Yang melihat kejadian tersebut.
"Apa kamu sempat melihat wajahnya, Apa kamu tau orang itu siapa,?" Tanya Adrian Dengan Geram.
"Maafkan saya Pak ,saya tidak melihat wajahnya," balas sang Suster sambil menunduk.
Adrian Mengitarkan Pandangan nya iya melihat Ada CCTV yang mengarah ke pintu Kamar Sherly." Dimana Ruang kontrol cctv " ucap Adrian pada petugas keamanan.
"Maafkan saya pak, Tim kami sudah mengeceknya Namun Cctv ini Rusak dan baru akan Di Service " ucap Billy terhadap Adrian.
"Akh Sudahlah" Adrian mengeram Dia terlihat sangat kesal, Karena sherly berhasil melarikan diri.
"Kalau begini Yasudah lah Mau di apakan lagi, Yang jelas kamu terus telusuri Jejak Sherly dan cari tahu siapa Yang membantu nya" ucap Adrian Yang sangat kecewa terhadap kinerja Billy.
Adrian Pergi meninggalkan Rumah sakit tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun terhadap Billy, Begitu juga dengan Billy Yang malu karena kecerobohan nya.
Adrian menyetir mobilnya Membelah jalanan kota , Dia menuju kantor nya. untuk mengurus Bisnis nya Yang iya kesamping kan saat ini karena terlalu fokus pada Kasus kematian Mertuanya, Adrian menghentikan mobilnya Karena lampu Rambu lalu lintas Menyala merah, Sekilas dia melihat Devano dengan Perempuan Yang memakai cadar.
"Dev, itu Devano Bukan yah. Sedang apa dia di Jakarta, Bukankah dia seharusnya sekarang berada di Inggris" gumam Adrian.
" Akh sudahlah Bukan urusan Gw juga, Tapi tunggu,! Dengan siapa dia. Siapa wanita yang mengenakan cadar itu" Ucap Adrian sambil menatap ke Arah Devano Yang kini sedang berada di sebuah Cafe.
"Titttttttt... Titttttttt...." Para pengendara Lain menglakson Adrian, Karena Lampu sudah menyala Hijau. Adrian tidak kunjung menjalankan mobilnya.
"Oh shitt" Orang-orang ini sungguh tidak sabaran sekali" umpat Adrian, Kembali mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
Setelah sampai Kantor Adrian di sapa Oleh para Karyawan nya, Namun Adrian Seperti biasanya dia hanya bersikap Acuh tak acuh.
Dialah Adrian Yang kaku dingin Dan Tak pernah ikut campur dengan Urusan orang lain. kecuali hal Yang menguntungkan Baginya.
"Adrian" Seseorang Memanggil Nya dari Arah yang berbeda, Kemudian Dia menoleh Dan ternyata Yang memanggil nya adalah "Rama" sahabat dari karina Istrinya.
"Kamu" Sahut Adrian cuek." Ada apa Manggil gw"
"Bukan apa-apa, Gw hanya ingin menyapa lho aja.
"Owh" Kalau begitu Mari Mengobrol dengan di Ruangan Gw.
Rama terbingung Karena baru saja Adrian cuek terhadap nya , Namun sedetik kemudian berubah menjadi Ramah" Dasar Aneh orang Ini, Tadi saja gw sapa Seolah Tidak mau ngobrol dengan gw. eh tiba-tiba Berubah jadi Ramah, Dasar aneh" gumam Rama.
Rama Dan Adrian Sangat jarang sekali Akur Karena semenjak kuliah mereka memang sudah menjadi Rival abadi, Tapi setelah Karina menikah dengan Adrian semuanya terlihat seperti Sahabat. Meskipun kantor mereka Berada di Tower Yang sama, Tapi sangat Jarang Adrian bertamu ke Kantor nya Rama, Karena Schedule Adrian Yang sangat padat.
"Tringg...." Pintu lift terbuka.
Sementara Para karyawan Terlihat Antusias Melihat 2 Ceo Tampan dan berwibawa Berjalan secara bersamaan.
"Wah Kayaknya Bakalan Ada Mega proyek nih" Ucap Karyawati Yang sedang Mengobrol. dan disahuti oleh Yang lainnya.
"Brukkkk" Seorang wanita cantik sengaja Menabrakkan Dirinya Pada Adrian. Kemudian Adrian Menarik tangan perempuan cantik Yang Hendak terjatuh itu. Wajah cantik itu seakan terpesona melihat ketampanan Sang Ceo Adrian.
Sementara "Karina" Baru saja tiba Di lobby gedung membawa Makanan untuk suami tercinta nya. Langkah demi langkah Karina menuju Ruangan Adrian Dimana disana Suaminya sedang bertatapan dengan Wanita Yang lain.
Badan "Karina" Gemetar Dunianya seakan Runtuh saat Melihat suaminya sedang Memeluk dan merangkul Wanita cantik Berkaki jenjang itu. "Prayyyy" Tas yang berisikan Tupperware makanan Terjatuh. Lantaran lepas dari Genggaman nya. Seketika Adrian Dan Rama menoleh.
"Karina" ucap Adrian Terkejut.
"Siapa Perempuan Ini mas,?" Tanya Karina Dengan Terbata-bata.
"Maaf bu Saya Bukan siapa-siapa Pak Adrian, Saya hanya karyawan Magang disini" sahut perempuan itu.
Namun " Karina "Masih belum Mempercayai nya, Tapi dia tidak menunjukkan Kecemburuan nya sedikitpun.
"Yah makanannya Jatuh sayang" Ucap Karina" Kepalaku sedikit pusing Tadi, Maaf ya sayang makanan kamu Yang aku bawakan Tumpah.
"Iya sayang Enggak Apa-apa"
Kemudian Rama Melihat Ke Arah wanita cantik Yang sudah berjalan meninggalkan mereka bertiga.
__ADS_1
"Tunggu " Ucap Rama menghentikan Wanita Yang tampak familiar baginya. Seketika wanita itu terburu-buru pergi meninggalkan Mereka.
"Kamu kenapa menghentikan dia Ram,?" Tanya Karina.
"Enggak" Bukan Apa-apa..." Tapi gw Rasanya pernah ketemu dengan orang itu deh sebelumnya, Aquilla juga Tau sama wanita itu . Tapi siapa Namanya ya..." Ucap Rama sambil memijat keningnya Dia berusaha mengingat .
"Dasar Playboy" Bilang aja lho mau kenal dengan Perempuan tadi kan" Ledek Adrian Terhadap Rama.
"Enggak" Dri bukan begitu maksud gw" Akhhhh sudahlah lupakan" Sahut Rama.
"Yasudah Jadi enggak lho Mampir ke Ruangan gw,"
"Gw mending balik kantor gw deh, Mungkin lain kali saja Ya gw mampir kesini lagi.
"Oke kalau begitu" Lagian Gw mau berduaan Sama istri gw" Sahut Adrian meledek Rama.
"Dasar lho Raja mesum sedunia" Timpal Rama meledek Adrian.
Kemudian "Karina & Adrian" Masuk ke Ruangannya. Sementara Rama Kembali ke kantor nya. " Hukhhh" untuk saja Aku bisa menyembunyikan Rasa cemburu ku" Gumam Karina.
"Tapi siapa sebenarnya Wanita itu, Apakah dia Karyawan disini. Tapi kenapa Aku jarang melihat Wanita itu yah."
"Sayang Kamu kenapa, Apa Yang membuat istriku ini kepikiran,?" Tanya Adrian.
"Enggak sayang, Aku tidak memikirkan Apa-Apa, Aku hanya bingung Wanita tadi itu siapa Ya,? kok Rasanya aku baru ngelihat nya Yah.
"Kan Dia sudah jelasin tadi Katanya dia magang di perusahaan Aku, Tapi nantilah Aku selidiki Identitas nya. Kalau kamu penasaran.
Seketika Adrian tersadar kalau istrinya ini sedang cemburu terhadap nya" eummm kamu cemburu Ya" ucap Adrian sambil mencolek Hidung karina.
"Apa sih, Siapa juga Yang cemburu Biasa aja kok," Ucap karina sambil menenggelamkan Wajahnya di Dada bidang Adrian suaminya.
Next part....
**Hallo man teman...
Duh hari ini aku semangat banget deh up nya... Kalian tau Kenapa, Karena aku senang Kalian Mau membaca Karyaku Yang terkesan Masih jauhlah di bawah Author yang lainnya.
Jangan lupa like ,vote ,komen, & Share ya...
Terimakasih**....
__ADS_1