
Adrian Duduk Termenung Menunggu Karina di Ruang perawatan, Matanya sembab Baru kali ini Adrian Merasakan ketakutan Yang teramat Sangat. Ia sangat takut di Tinggalkan oleh Istrinya.
"Permisi Tuan Adrian...,Ada yang Harus saya bicarakan dengan Anda. Mengenai Kondisi Terkini Nona Karina." Ucap Dokter Rudy Menyadarkan Adrian yang sedang memandangi Wajah pucat Istrinya.
"Ya ...,Dok. Kenapa dengan Kondisi Istri saya, Apa Ada Maslah yang sangat Serius." Timpal Adrian Yang mulai merasakan Kekhawatiran nya.
"Mari kita bicarakan di Ruangan Saya." Ajak Dokter Rudy Terhadap Adrian Sambil Melangkahkan kakinya keluar Dari Ruang perawatan.
Sebelum Adrian menyusul Dokter Rudy ke ruangan nya, Terlebih Dulu Dia meminta Ijin pada Karina Meskipun Istrinya itu belum sadarkan diri.
"Sayang...,Aku pergi sebentar yah ! Kamu cepat sadar, Jangan buat aku semakin mengkhawatirkan mu." Ucap Adrian sambil mengelus pipi cantik Istrinya.
Kini Adrian berada di dalam Ruangan Praktek Dokter Rudy.
"Silahkan Duduk Tuan Adrian." Ucap Dokter Rudy, Kemudian Adrian menarik kursi ,Meletakan pantatnya di sana.
"Sebenarnya Ada apa dengan kondisi Kesehatan Istri Saya Dok,,?" Tanya Adrian Dengan Raut Wajah Serius.
"Begini Tuan Adrian...,Anda harus membujuk Istri Anda untuk segera Melakukan Operasi pengangkatan Rahim, Karena Yang saya Takutkan Sel kanker Yang Ada pada Rahim Nona Karina, Akan menyebar ke seluruh Organ Tubuhnya. Kalau Terus di Tunda itu akan membahayakan Keselamatan nya & Bayi dalam Kandungan nya Tidak akan selamat." Dengan Berat Hati Dokter Rudy memberi Tahu keadaan Terburuk Dari Kondisi Karina Saat ini.
Deg...
Nafas Adrian seolah Terhenti, Jantung nya Seperti Tak Berfungsi, Bagaikan petir di Siang bolong Adrian mendapatkan kabar buruk di Tengah Kebahagiaanya Yang nyaris sempurna.
"Aaa..Apa...,Kanker Rahim Dok ! " Ucap Adrian Terbata-bata.
"Ya..., Beliau mengidap Kanker Rahim Stadium 2, Kemungkinan kecil Nona karina bisa mempertahankan Kandungan nya." Balas Sang Dokter terpaksa membeberkan penyakit Karina pada Suaminya.
"Sejak kapan Dokter tahu Mengenai penyakit istri saya,,?" Adrian Bangkit dan marah Pada Dokter Rudy.
"Saat Saya memeriksa Sampel darah Dari Nona Karina dua hari yang lalu," Timpal Dr Rudy.
"Kenapa Dokter tidak Mengabari Saya Saat Tes Lab Nya sudah keluar, Apa Dokter sengaja ingin membunuh Istri Saya secara perlahan." Bentak Adrian, Karena Marah terhadap Dokter Rudy Lantaran Tidak memberikan Hasil lab padanya.
"Maafkan Saya Tuan Adrian, Bukannya Saya tidak mau memberitahu Anda. Akan tetapi Nona karina yang datang kemari Untuk mengambil hasil tes lab itu. Dia meminta saya untuk merahasiakan Semua ini dari pak Adrian dan keluarga." Karena beliau fikir Tak mau merusak kebahagiaan Anda yang begitu menantikan kelahiran Calon bayi nya." Panjang lebar Dokter Rudy menjelaskan Pada Adrian, Hingga Akhirnya Adrian mengerti.
Dengan Sangat marah Adrian meninggalkan Ruangan Dokter Rudy. Ia segera bergegas Menuju ke Ruang Perawatan Istrinya,.
__ADS_1
"Brakkk."
Adrian Membuka pintu Ruang Rawat Karina Dimana di sana, Sudah Terlihat Karina Tersadar.
Mata Adrian berkaca-kaca, Menatap Pada Karina Istrinya. Namun dia teringat Akan perkataan Dokter Rudy, Bahwa Karina ingin merahasiakan Penyakit Dari dia dan keluarganya.
Adrian berjalan menghampiri Karina dan memeluknya.
"Kamu sudah Siuman Sayang...,Aku mengkhawatirkan mu. Aku Sangat Takut kehilangan kamu Karian." Lirih Adrian Yang malah meneteskan Air mata.
"Heyy..., Kamu kenapa,,? Aku baik-baik Saja Adrian. Lihat aku Sehat-sehat Saja kan." Balas Karina Yang bingung dengan Sikap Suaminya yang berubah menjadi Cengeng.
"Terus Saja...,Kamu berbohong padaku. Kenapa kamu menyimpan beban ini sendirian," Dasar bodoh! Kamu fikir aku Akan bahagia dengan memiliki Anak dari kamu, Aku hanya mau kamu Karina...,Aku tidak peduli meskipun tak bisa punya keturunan." Gumam Adrian dalam hatinya.
"Kamu kenapa,,? Kenapa Kamu menangisi aku, Kamu sangat Cengeng Aku tak mau kalau Punya suami Cengeng Seperti kamu. Aku Baik-baik Saja Adrian." Ucap Karina Berusaha Menghibur suaminya.
" Ya ...,Aku memang Cengeng! Karena Aku takut kehilanganmu. Aku Tidak bisa Melanjutkan hidup jika Tanpa Ada kamu di sisiku." Lirih Adrian.
"Maksud Kamu A..pa sih! Aku nggak ngerti." Ucap Karina Terus berusaha Menutupi penyakitnya.
Sementara Adrian terus berusaha memancing Karina Agar mau jujur padanya, Namun Niatnya Tidak Berhasil. Akhirnya Adrian berpura-Pura Tidak mengetahui Penyakit yang di derita Istrinya.
"Dasar lebay..., kamu ini. Aku mau pulang, Aku tidak betah disini. Anak kita doyan banget main ke rumah Sakit sayang...,Aku tak sabar menantikan kelahirannya." Ucap Karina mencoba Menutupi ke gelisahan di hatinya.
"I..,Iya. Kamu Doyan banget sih Nak, Buat mama bolak balik Rumah sakit." Ucap Adrian Tersenyum Samar mengelus perut Karina.
Setelah Itu mereka berniat pulang dari Rumah sakit, Adrian memerintahkan Tiwik dan Billy menghandle Semua pekerjaan nya. Karena Sekarang Adrian berusaha fokus pada kebahagiaan Karina dan kesehatan nya.
•
•
•
Tujuh Bulan Kemudian
Pagi itu Sherlly Terbebas dari penjara karena mendapatkan Masa Resesi , Karena Sikap nya Yang baik selama di dalam Tahanan. Akhirnya Sherlly Menghirup udara segar Bebas Dan Damai, Selama di penjara dia mengalami begitu banyak pelajaran hidup, Dan juga Kakinya sudah bisa berjalan Lagi.
__ADS_1
"Selamat Atas kebebasan Anda Nona Sherlly, Saya Harap anda bisa hidup dan berbaur dengan Masyarakat lainnya. Nasehat saya Jangan lah Anda mengulangi lagi kesalahan Anda." Ucap Polisi wanita menasehati nya.
"Siap laksanakan, Saya akan berusaha menjadi manusia yang berguna. Terimakasih ya buk, Selama ini Anda telah membuat saya menyadari kesalahan saya.'' Ucap Sherlly Tersenyum.
Kemudian Iya pergi meninggalkan Tempat itu, Langkah Awal yang akan Sherlly tempuh dia akan menemui Ayahnya Yang sedang di penjara Yaitu Ryan , Dan setelah itu dia menemui Sasha Adik Satu ibu nya.
Sementara Anak buah Sasha yang menculik Riana dari tangan Karina, Akhirnya membuang Babby Riana. Karena Sudah Tak di pedulikan Lagi oleh Majikannya Yaitu Sasha.
"Bos bagaimana Nih...,Apa kita buang Saja yah Anak ini! Dia ini merepotkan Saja, Terlebih lagi Si Sasha sudah tidak pernah mengirimi uang lagi." Ucap Salah Satu preman suruhan Sasha.
"Yasudah kita buang Saja...,Tidak ada gunanya Juga kita pelihara Anak ini." Ucap Sarkas Preman Yang Satunya.
Kemudian Mereka pulang Setelah membuang "Riana" Bersyukur Sherlly yang menemukan Bayi Yang baru Saja Bisa merangkak dan menangis itu.
Sherlly berjalan Sambil Mengitarkan pandangannya, Hingga tatapannya Tertuju pada Seorang Bayi yang tega di buang sekawanan Preman itu. Kemudian Sherlly Berlari dan mengambil Bayi yang menangis dan merangkak Akan ke tengah Jalan itu.
"Ya Ampun...,Bayi siapa ini,,?" Tanya nya dalam Hati.
"Cup...cup..cup." Kasihan...,Kamu lapar Ya Nak...,Ayo kita segera membeli Susu buat kamu."
Sesekali Sherlly menatap Pada bayi mungil Yang ternyata itu adalah putrinya, Namun ia tak mengetahui kebenaran nya. "Kamu Sangat Cantik Sekali Nak..., Kamu Malaikat Ku. Mulai Sekarang Kamu bisa Anggap Saya ini ibu kamu Ya Nak." lirih Sherlly Yang tersentuh Akan kehadiran Bayi mungil itu.
"Mungkinkah ini Cara tuhan. Agar Aku bisa menjadi Manusia yang lebih baik lagi." Gumam Sherlly dalam Hati.
"Terimakasih Tuhan...,Kau Telah mengirim penerang dalam hidupku. Meskipun bayi ini bukan Anak kandung ku, Aku akan merawat dan membesarkannya Tuhan...,Mulai sekarang Nama kamu " Rembulan'' Ya karena kamu Adalah penerang dalam hidup ibu Nak." lirih Sherlly sambil memeluk Bayi mungil itu.
•
•
•
**Next part...
Ikuti terus kisahnya yah...
Vote,like,komen, Kolom favorit...
__ADS_1
Terimakasih Buat para pendukung dan Para Readers...Tanpa kalian aku bukan siapa-siapa...
Selamat bertemu di Bab selanjutnya**.