Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : MERTUA OVERPROTEKTIF


__ADS_3

Hari kian sore karina Terlihat sedang berjalan bersamaan Dengan Dokter Rudy, Karena ia sengaja menemui Dokter Rudy dan mengambil Hasil Tes lab, Yang dilakukan Dokter Rudy mengenai darah Yang diambil saat memeriksa Karina.


"Lebih Baik Nona Karina itu perbanyak Istirahat Yah. Karena penyakit Nona ini sangatlah berbahaya, Jika Tidak segera di tangani." Ucap Dokter Rudy Yang telah lama mengabdi kepada keluarga Adrian.


"Tapi saya tetap ingin mempertahankan Kandungan saya Dok, Keluarga Saya sangat mendambakan bayi ini." lirih karina.


"Tapi Nona juga harus berterus terang kepada mereka, Saya yakin setelah nona berterus terang tentang masalah penyakit Yang di derita Nona. Mereka akan coba memakluminya." Sahut Rudy berjalan dengan karina.


"Tapi Saya mohon pada Dokter, Jangan kasih tahu Suami saya Apalagi mama Icha dan Papa Syafiq ya Dok. Soal penyakit ini, Saya tidak mau membuat mereka bersedih.'' Balas Karina memohon pada Dokter Rudy.


"Baiklah Kalau itu menurut Nona Karina Yang terbaik, Saya hanya menyarankan saja. Nona Perbanyaklah Istirahat." Timpal Dokter Rudy.


Kemudian Karina pergi meninggalkan Rumah sakit tempat dimana Dokter Rudy bertugas.


Sesekali dokter Rudy memandang kepergian Karina. Dan Bergumam dalam Hatinya.


"Mulia sekali Nona muda itu, Tapi sayang umurnya Tidak Akan lama lagi. Bagaimana jika Tuan Adrian bersedih saat Istrinya Tak lagi di Dunia Ini." Ucap Dokter Rudy Dalam Hati, Sambil memperhatikan Karina berjalan perlahan meninggalkan Rumah sakit.


Karina Berdiri di pinggir Trotoar menunggu kedatangan Taksi online yang sudah iya pesan sejak tadi. Tak lama Taksi itu datang karina pun memasuki Taksi itu.


"Antarkan Saya ke alamat ini pak." Ucap Karina sambil memperlihatkan Alamat nya pada Sopir Taksi.


"Baik Nona," Timpal Sopir Taksi itu, Mengemudikan Mobilnya.


Sementara Adrian kini telah pulang ke rumahnya, ia segera bergegas Naik ke kamarnya.


"Sayang...,Aku pulang." Ucap Adrian sambil membuka pintu kamarnya, Namun tak ada Wanita yang sangat ia cintai disana.


"Kemana Karina...,A haaa...Aku tahu pasti dia sedang mandi. Aku Isengin Ahh." Ucap Adrian menghampiri Kamar mandi, Setelah ia memastikan Karina juga Tak Ada disana ia langsung Turun dari kamar tidurnya, Untuk bertanya ke pada ibu nya dan pembantu Rumah Tangganya.


"Ma...,Mama." Teriak Adrian memanggil Icha.


"Ya ampun anak itu , kenapa berteriak-teriak seperti itu." Gumam Icha Yang sedang berada di dapur bersama pembantu nya.


Adrian Berjalan Gontai Menghampiri ibunya, Untuk menanyakan Istrinya.


"Ma...,Karina kemana yah,,?" Tanya Adrian.


"Bukankah dia di kamarnya, Mama kan melarang nya kemana-mana selain ia di kamarnya, Ya kemana." Ucap Icha.


"Tapi karina tidak ada di kamarnya mah, Kemana dia perginya." Ucap Adrian panik.


"Duhhhh...,Karina Kemana. Sudah malam begini," Gumam Icha mulai mengkhawatirkan Menantunya.


"Kamu sudah telpon dia belum ! " Timpal Icha terhadap Adrian putranya.


"Sudah mah, Tapi tidak bisa di hubungi." Balas Adrian Mulai panik berlebihan.


Tiba-tiba Saja Pembantu nya, Berbicara meskipun Takut untuk memberitahu kepada mereka.

__ADS_1


"Ma...,Maaf Nyonya, Nona karina tadi siang sekitar jam 1. Pamit kepada saya, Katanya Ada urusan Sebentar." Ucap Pembantu nya Gugup.


Icha sangat marah kepada pembantunya Karena tidak memberitahunya, saat karina meninggalkan Rumah.


"Kenapa Mbok tidak memberitahu saya sejak tadi siang mbok." Bentak Icha dengan Datar.


"Ampun Nyonya saya tidak tahu kalau sampai semalam ini Nona karina belum pulang juga," Soalnya kata nona Karina ia hanya keluar sebentar." Sahut Si mbok yang mulai takut dengan gelagat majikannya.


Kemudian Adrian menanyai pembantunya itu," Apa Mbok tahu, kemana perginya Karina Mbok,,?"


"Maaf Tuan muda, Mbok sama sekali tidak bertanya soal itu Sama Nona karina." Lirih Si mbok dengan Bibir gemetar.


"Haduhhhh...,Si mbok ini gimana sih. Saya kan sudah wanti-wanti sama si mbok, Jangan biarkan Karina pergi sendirian mbok." Awas aja kalau sampai Karina kenapa-kenapa,Mbok ini akan Saya pecat." Bentak Icha memarahi pembantunya Yang ia anggap ceroboh.


"Ampun Nyonya jangan pecat saya, Kasihan saya nyonya." Lirih Si Mbok sambil bersujud di kakinya Icha.


"Ya Ampun mbok, Bangun ! Jangan seperti ini Apa Mau saya pecat sekarang juga." Umpat Icha Yang Sangat marah.


Kemudian Pembantu nya bangun, Namun ia tetap Duduk bersimpuh di lantai dan menangis sesegukan.


Syafiq Yang mendengar Kebisingan Akhirnya, Menghampiri mereka, Yang sedang beradu Argument.


"Ada apa kalian Ribut-ribut Seperti ini,,?" Tanya Syafiq.


"Mbok kenapa Duduk di lantai, Ayo bangun mbok. Ma...Ada apa sebenarnya ini,Kenapa Si mbok Sampai menangis." Tanya Syafiq Terhadap Istrinya.


"Tau Ahhh...,Mama kesel sama si mbok. Papah tahu Nggak karina pergi sampe sekarang belum pulang. Ini Si mbok yang tahu sejak Tadi siang enggak Ngasih tahu ke mama." Ucap Icha yang masih kesal kepada pembantunya.


"Kamu mau kemana Adrian." Ucap Syafiq sambil menepuk bahu putranya.


"Ishhhh...,Si papa ini gimana sih. Ya Adrian mau nyari karina lah pa..., Mama ikut Adrian." Sahut Icha kepada suaminya dan Adrian.


Namun Syafiq malah terkekeh geli melihat Ibu dan anaknya, Yang overprotektif Terhadap Karina.


"Kalian tidak akan menemukan Karina di luaran Sana,." Timpal Syafiq terkekeh.


"Maksudnya papa apa..., Jangan-jangan papa tidak khawatir sama sekali pada karina ya pah." Timpal Icha Yang terlihat seperti bertaring.


Namun Syafiq malah tertawa terpingkal-pingkal," Melihat Tingkah istrinya, Yang menggemaskan.


"Stop bercanda Pah...,Apa nya yang lucu ! Tidak Ada Yang lucu disini. Ini Istriku loh yang hilang, Menantu papa ! Terlebih lagi Karina sekarang sedang mengandung Anak Adrian, Cucu nya papa." Ucap Adrian geram terhadap sikap papa nya, Karena sama sekali tidak terlihat kekhawatiran di raut wajahnya.


Beberapa detik kemudian, Karina Turun dari kamarnya. Memakai gaun malam sambil menenteng beberapa kantong, salah satu kantong nya berisi mangga dan buah-buahan yang lainnya.


"Ada apa ini Ribut-ribut Sayang...,Ma ...,Pah Ada apa,,?" Tanya karina dengan wajah polos tak berdosa.


Seketika Adrian, Icha dan si Mbok menoleh dan Terkejut melihat Karina Yang berjalan menuruni Tangga dan menghampiri mereka.


Adrian langsung memeluk erat karina dan menciumi puncak kepalanya, Karena ia fikir karina pergi meninggalkan Rumahnya dan di culik oleh sekawanan penjahat.

__ADS_1


"Kamu darimana Saja sayang...,Aku mengkhawatirkan mu. Kamu darimana,,?" Tanya Adrian Dengan wajah Bahagia.


"Ya Ampun karina mama khawatir sama kamu, Kenapa pergi tidak bilang-bilang sama mama. Hampir saja mama memecat Mbok Darsih." Sahut Icha.


Karina Terbingung dengan Tingkah Aneh suami dan mama mertuanya.


"Kenapa memangnya mah,,?" Tanya Karina Bingung.


Kemudian Icha menceritakan duduk permasalahannya, Karina tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan cerita dari mertuanya.


"Ya Ampun ma, sampai segitunya mengkhawatirkan aku. Maaf ya ...,Telah membuat mama khawatir." Ucap Karina.


"Aku yang paling khawatir sama kamu sayang...," Sahut Adrian sambil memeluk Istrinya, Tiba-tiba saja Icha memukul Adrian karena terus-terusan memeluk perut karina.


"Plakkk"... Awww...Sakit ma." Rengek Adrian.


"Sudah mama bilang jangan dekat-dekat Karina, Kandungannya masih rentan. Kamu tetap saja bandel ya." ucap Icha Sarkas. Karina tersenyum sambil menatap Wajah Adrian yang Sedang menderita karena sikap kanak-kanak ibunya.


"O ya...,Karina kamu tadi dari mana memangnya Nak...," Ucap Icha Lembut terhadap menantunya.


"Uuuuh...,Giliran sama karina aja lembut, Sebenarnya Yang anaknya mama ini siapa sih. Aku atau karina." Gerutu Adrian dalam hatinya.


Kemudian Karina menjawab pertanyaan dari Icha mama mertuanya.


"Kebetulan tadi aku ke pasar buah mah, Nyari mangga dan buah-buahan yang lainnya. Soalnya aku kepengennnn...., Banget. Makan Rujak tapi bikinan sendiri di rumah. Terus Saat karina nunggu Taksi , Tiba-tiba Saja bertemu papa. Akhirnya karina pulang bareng papah, Pas karina tanya papa darimana, Papa habis main golf katanya. Begitu ceritanya." Ucap Karina, Menceritakan separuh dari aktivitas nya. Padahal ia juga dari rumah sakit menemui Dokter Rudy untuk mengambil hasil Tes lab nya.


"Huhhhh...,Pantas saja papa dari tadi malah cengengesan tidak jelas, Kemana itu tua bangka." Ucap Icha Mengitarkan pandangan nya mencari Syafiq suaminya. Namun Syafiq Seperti nya sudah tau gelagat istrinya akan mengomeli nya. Alhasil beliau tidak ikut berkumpul di ruang keluarga nya bersama anak dan menantunya.


"Paa..., Papa..., Papa ingat ya. Malam ini tidur bersama Adrian. Ini sebagai hukuman dari mama, Karena papa berbohong pada mama." Teriak Icha bersikap Kanak-kanak pada suaminya.


"Ya ampuuuun...,Mama masih ingat saja dengan masalah yang di bahas tadi pagi." Gumam Adrian memelas,menatap lemah pada Istrinya.


"Cup...Cup..Cup...Sabar ya sayang...,Ini semua demi anak kita." ucap Karina sambil mengelus-elus pipi tampan Suaminya yang sedang bersandar di bahunya.





**Next part...


ikuti terus keseruan dari kisahnya.


Jangan lupa like, Vote, dan share...


Komen juga boleh...


NB: Masukan ke daftar favorit kalian.

__ADS_1


Happy reading...🙏🙏🙏**


__ADS_2