
Malam Yang sunyi Telah Tergantikan Oleh hari Yang terang benderang, Kala Sang Surya mulai Terbit.
Semilir Angin bertiup sejuk menggoyang beberapa Tanaman, di halaman Mansion megah Yang berdiri Kokoh berwarna Kan putih, Bak terlihat seperti Istana.
Adrian Terbangun dari Tidurnya, Ia menoleh ke Sampingnya dia Tahu Karina Sudah bangun lebih dulu darinya. Kemudian Adrian beranjak ke kamar Mandi untuk segera membersihkan diri.
Sementara Istri tercinta Sudah menunggu nya di Meja Makan Yang berbentuk Kapsul itu. Karina Sangat senang Akhirnya dia bisa Menikmati Harinya bersama Putra kesayangan nya Yaitu Bintang.
"Bintang nya Bunda...,Aaaa..., Satu suap Lagi Sayang." Uuuh pinter Anak Bunda." Ucap Karina menyuapi Bintang yang sedang di Gendong Oleh Babbysiter nya.
"Halo Bintang, Cucunya Oma..., Selamat Pagi Sayang. Duhhhh ..., Bintang Combong Yah Cekalang, Gak mau Cama Oma lagi...,Iya Sih Cekalang kan Udah Ada Bunda Dan Ayah." Ucap Icha Menghampiri Cucunya, Dan menirukan Suara layaknya Anak kecil. kemudian Icha mengelus pipi menggemaskan dari Cucunya Itu.
"Mama Mau kemana,,? pagi-pagi Sudah Rapi begini." Ucap Karina bertanya Terhadap mama mertuanya.
"Owh...,Mama Mau Ada Arisan Sayang. kamu mau ikut!!!" Timpal Icha terhadap menantu kesayangan nya itu.
"Enggak Ah ma...,Itukan Acaranya Mama. Mama Mau sarapan,,?" Balas Karina Ramah Terhadap mertuanya.
"Yups..., Mama Mau Sarapan. kamu sudah Sarapan,? Ingat loh Rin, Mama gak mau menantu Mama ini jatuh Sakit lagi." ucap Icha Terduduk, Kemudian mengambil Rotinya di meja.
"Enggak lah Ma..., Mudah-mudahan." lagian Siapa juga Yang mau Sakit." karina Terkekeh sambil terduduk.
Tidak berapa Lama Adrian Turun dari Kamarnya Yang terletak di Lantai dua, Adrian terlihat Rapi Dengan Stelan kerjanya.
"Selamat Pagi Sayang." Ucap Adrian menarik Kursinya, Kemudian Terduduk.
"Pagi Mas...,Kamu mau Roti Apa Nasi,,?" Tanya Karina menawarkan Sarapan untuk Suaminya Sambil menuang Susu ke gelas.
"Nasi Saja Yank , Aku laper mau makan Aja." Sahut Adrian.
"O yah Dri, Mama bareng Mobil kamu Yah. Mama ikut sekalian mau ke Grand Mercure disana Ada Arisan Sosialita gitu." Ucap Icha terhadap Putranya.
"Iya ma..., Jadi Cerita nya Sekarang Mama punya geng Nih. Sesekali dong mah, Ajak menantunya." Balas Adrian di sela menyuap Makanannya.
"Istri kamu mah Mana mau...,Diakan Orang Rumahan. Hemmmm..., Tuh Rin Denger kata suamimu barusan. sering-seringlah bergabung bareng mamah." Timpal Icha Terhadap Adrian dan Karina.
"Iya Ma, Kapan-kapan pasti karina ikut bareng Mama." O Yah papa kemana,? kok Tumben nggak ikut bergabung." Tanya Karina Sambil Mengitarkan Pandangan nya ke sekeliling.
"Jangan Tanyakan papa mu, dari pagi buta papa sudah pergi dengan Sopir, Katanya mau main Golf ke Cibubur." Timpal Icha.
"Owh ..., begitu! Pantes gak ikut Nimbrung." sahut Karina Tersenyum.
Kemudian Adrian meminum Teh Yang telah Karina bikinkan Untuk nya, Setelah Aktivitas Sarapan dan Bincang hangat di antara Anggota keluarga itu selesai.
Adrian Bangkit dan Berpamitan Pada Istri tercinta nya. "Sayang...,Aku berangkat Yah." Ucap Adrian Sambil mencium dahi Karina.
Karina memejamkan Matanya Saat Adrian mencium dahinya, Kemudian Karina mencium tangan Adrian." Hati-hati Ya Mas, di jalannya." Sahut Karina yang ikut bangkit dari tempatnya Terduduk.
"Ayo Mah...,Kita berangkat." Ajak Adrian terhadap Ibunya.
__ADS_1
"Yasudah...,Rin mama pamit Yah. Mama cuma sebentar doang kok, Arisannya." Ucap Icha berpamitan kepada menantunya itu.
Adrian dan Icha berjalan Gontai menuju halaman Rumahnya, Dimana di sana terparkir Mobilnya. Sementara Karina dan Pengasuh Bintang, Terlihat berdiri di halaman Rumah Serta melambaikan Tangannya Pada Suami dan ibu mertuanya Yang Sudah berada di dalam mobil.
Lalu Setelah itu Karina kembali Masuk ke dalam Rumah dan Meminta pembantunya Untuk membereskan meja Makan.
"Mbok..., Tolong bereskan, Meja makan yah." Ucap Karina memerintah dengan sopan.
"Baik Nona." Balas pembantu nya, menyanggupi Perintah majikannya.
"Sus...,Sini berikan Bintang pada Saya. Kalau Suster mau Istirahat silahkan, Atau mau sarapan dulu silahkan. Biar Bintang bersama Saya." ucap Karina.
"Terimakasih Nona," Sahut Babbysiter nya Bintang, Sambil menyerahkan Bintang ke Tangan Karina.
Sementara Trisha kini berada di halaman Rumah Megah Adrian, Ia sengaja bertamu Hanya untuk mengetahui Sosok Karina Istrinya Adrian, Yang merupakan Wanita yang di cintai Oleh Almarhum Jack sepupunya.
"Ting Nong...,Ting Nong."
Trisha memencet bell Rumah Kediaman Adrian. Karina Yang mengetahui Ada tamu di depan Rumah nya, Ia segera melihat CCTV.
"Siapa Wanita itu,,?" Gumam karina dalam Hatinya.
kemudian Mencari-cari si Mbok, Untuk membukakan Pintu Rumah nya.
"Mbok." ...Panggil karina Pada pembantunya.
"Didepan sepertinya Ada Tamu, Tolong bukain pintunya yah." Ucap Karina memerintah.
"Baik Nona." Sahut si mbok berjalan Gontai menuju pintu Utama dari Rumah megah Nan besar itu.
"Klek." Suara pintu.
"Halo Selamat pagi." Sapa Trisha terhadap Si mbok.
"Maaf...,Nona Mau bertemu dengan Siapa." Tanya Si mbok pada Trisha.
"Apakah Pak Adrian nya Ada,,?" Tanya Trisha.
"Beliau Sudah pergi ke Kantor, Baru Saja beliau pergi." Timpal Si mbok.
"Yah...,Padahal Saya Mau menyerahkan. Berkas Kerjasama dengan Pak Adrian, Kalau begitu Saya titipkan Ke siapa Yah." Ucap Trisha sengaja berpura-pura Mengantarkan Surat Kerjasama.
"Yah..., Di Rumah Cuma Ada istrinya Saja Nona. " Sahut Si Mbok bingung.
Kemudian Karina meneriaki Si mbok," Tamu Untuk Siapa Mbok." Ucap Karina sedikit mengencangkan Suaranya.
"Anu...,Nona! Tamu Untuk Tuan." Teriak si mbok membalas Karina.
"Biarkan Dia masuk Mbok." Balas Karina.
__ADS_1
"Yasudah Kalau begitu, Silahkan Masuk Nona." Ucap Si mbok mengijinkan Trisha untuk memasuki Rumah itu.
Deg...,Trisha berseringai Penuh kemenangan, Karena Langkah Awal untuk menghancurkan Adrian , Telah berhasil dia lewati.
" Secantik Apa Sih Karina ini, Sampai-sampai Jack mati terbunuh hanya gara-gara perempuan ini." gumam Trisha Sambil melangkah kan Kakinya.
Karina menyambut Trisha dengan Ramah, Karena Ia Tak mengetahui Siapa sebenarnya Trisha Ini. " Silahkan Duduk," Ucap Karina.
"Terimakasih..., Perkenalkan Nama Saya Trisha. Rekan Kerja dari Tuan Adrian." Ucap Trisha Terduduk di Sopa Ruang Tamu di temani Oleh Karina.
"Saya Karina Istrinya Adrian," Balas Karina Menyalami Trisha.
"Saya dengar Anda baru pulang dari German Ya Nona Karina,,?" ucap Trisha Berbasa-basi.
"Ouhhh...,Iya kemarin Lusa Kami baru Sampe. O Yah saya denger Kamu mau menitipkan Surat Kerjasama untuk suami Saya yah." Sahut Karina.
"Owh...,Iya Ini Suratnya Nona." Balas Trisha sambil menyerahkan Map berwarna Coklat itu.
"Kamu Mau minum Apa,,? Nanti Yah saya ke Atas dulu Untuk melihat Anak saya." Ucap Karina Yang mendengar Tangisan Bintang.
Kemudian Karina berjalan Menaiki Tangga, Meninggalkan Trisha Yang duduk di Ruang Tamu.
"Adrian...,I'm Coming. Kamu Akan Kaget setengah Mati, Jika melihat Aku berphoto di Rumah Kamu." Ucap Trisha Sambil mengambil Photo Selpi dan mengirimkan nya ke Adrian.
Setelah itu Trisha berjalan Gontai ke dapur Untuk mengambil, Minyak goreng Ia berniat mencelakai Karina dengan Cara Menyiram kan Minyak Goreng itu di Anak Tangga.
Dengan Sekilas Trisha Telah melakukan Niat jahatnya itu secara sempurna.
Karina berjalan Gontai keluar dari Kamarnya, Sambil menggendong Bintang. Perlahan Kakinya melangkah Satu persatu, Menginjak ,Menuruni Anak Tangga.
"Cup..,Cup..,Sayang...,Sudah dong Jangan Nangis. Maaf yah Kamu Ketakutan yah Bunda Tinggalin Kamu Sendirian tadi." Ucap Karina Menenangkan Bintang.
Deg...,Deg...,Deg" langkah Demi langkah Perlahan karina Menuruni Anak tangga, Sementara Trisha berseringai Melihat Karina Yang Akan Jatuh tergelincir karena menginjak Lantai Yang Licin Oleh Siraman Minyak Goreng, Yang Sengaja dia Tumpahkan di Salah satu lantai Anak tangga itu.
"Ini baru permulaan Adrian, Aku akan menyakiti satu persatu Orang yang kamu Sayangi." Seringai Trisha.
......................
**Halo Readers...
Jangan terlalu tegang Bacanya, masih ada Bab Berikutnya loh...
Ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa Tambahkan ke kolom favorit kalian...
Bantu like,Komen dan Vote...
Happy Reading**...
__ADS_1