
Setelah kepulangan nya dari bandara, Karina di antarkan Davin kerumah ibu mertuanya, untuk mengambil kue untuk pesta pernikahan Devano dan Sasha.
"Davin tunggu sebentar di mobil yah, Saya hanya mengambil kue sebentar saja kok." Ucap Karina turun dari mobilnya.
"Baik nona..., dengan senang hati." Timpal Davin.
Kemudian Karina beranjak ia memasuki rumah mewah ibu dan ayah mertuanya. Karina segera membuka pintu rumah itu, di sambut langsung oleh Icha, Ibu mertuanya.
"Ma..., Kue pesanan karina sudah datang apa belum." Tanya karina sambil menyalim tangan ibu mertuanya.
"Kayaknya sih sudah sayang...,Coba kamu lihat di dapur." Sahut Icha.
Setelah berjalan ke dapur. Karina mengambil kue pesanan nya tersebut. lalu ia berpamitan kepada ibu mertuanya untuk pulang.
"Mah...,Karina langsung pulang saja yah! Soalnya masih banyak pekerjaan yang harus karina selesaikan." Sahut karina pada ibu mertuanya.
"Yasudah tidak apa-apa, Lain kali bawa Bintang main ke rumah yah."Ucap Icha terhadap menantu kesayangan nya.
"Iya mah...,Karina pamit yah." Ucap Karina.
"Hati-hati di jalan nya Rin." Sahut icha penuh perhatian.
Kemudian Karina keluar dari rumah ibu mertuanya, Ia memasuki mobilnya dan meminta Davin untuk segera mengantarkan nya pulang.
Satu minggu kemudian tibalah hari dimana Sasha menikah dengan Devano. Hari mengucap janji suci dalam hubungan yang sakral, Yaitu pernikahan.
Sedangkan Adrian dengan stelan jas silver, Dengan celana warna senada. Terlihat tampan seperti biasanya. Selaras dengan gaun yang di gunakan oleh Karina, tak lupa Bintang memakai stelan jas berwarna silver sama dengan ayahnya. Binar bahagia terpancar dari wajah keduanya.
"Kau sangat cantik istriku...,Aku semakin mencintai mu." Ucap Adrian manis.
"Kau pun sangat tampan suamiku, Dan aku tahu kau mencintaiku. Begitupun aku yang selalu mencintaimu." Balas Karina tersenyum, Sambil menggendong putranya yang sangat tampan.
"Tuan Adrian ..., Apakah kalian sudah beres." Ucap Davin yang sedang menunggu nya, Bersama Tiwik, Yang kini sedang dekat dengannya.
"Ayo sayang tampaknya Davin sudah pegal menunggu kita." Ucap Adrian berjalan merangkul istri dan anaknya.
"Selamat pagi nona karina, Selamat pagi tuan Adrian." Sahut Tiwik mengenakan gaun berwarna putih, Senada dengan jas yang di pakai oleh Davin.
"Pagi wik...,Wah kalian tampak serasi, Ada apa nih dengan kalian." Goda karina terhadap kedua asistennya, Yaitu Davin dan Tiwik.
Seketika Adrian terkekeh melihat ke kompakan diantara dua asisten nya. "Iya nih...,Ada yang sedang kasmaran kayaknya nih." Timpal Adrian terkekeh.
"Uhuk...,uhuk." Davin terbatuk-batuk setelah mendengar ucapan dari kedua tuannya. Sedangkan Tiwik wajahnya merah merona menahan malu.
__ADS_1
"Santai saja vin, Kalian cocok kok.kita mendukung hubungan kalian kok, Iya kan sayang." Ucap Karina tak hentinya menggoda Davin dan Tiwik.
"Akhhhhh...,Nona karin." Kita tidak ada hubungan apa-apa, Iyakan sayang." Ucap Tiwik keceplosan memanggil Davin dengan sebutan spesial.
"Ahahahaha..., Akhirnya kalian mengakuinya. Enggak apa-apa kok, Kalian cocok." Karina terbahak mendengar Tiwik yang keceplosan memanggil Davin dengan sebutan sayang.
"Wah mana nih pajak jadiannya. Ngomong-ngomong sejak kapan nih kalian jadiannya." Sahut Adrian terkekeh hingga cekikikan.
"Sayang..., Sudah-sudah, Nanti kita gak jadi berangkat loh. Ntar Davin nya ngambek, Nggak mau nganterin kita." ledek karina terkekeh.
"Ahhhh...,Nona dan tuan, bisa saja. Iya kami sudah jadian...,Bahkan sebelumnya kami sudah pernah bertemu sebelum pergi ke indo." Timpal Davin mengakui hubungan nya dengan Tiwik.
"Wah...,Kalau begitu kalian memang berjodoh,Kami tunggu tanggal pernikahan kalian yah." Sahut Adrian dengan binar bahagia yang terlihat dari raut wajahnya.
"Sudah sayang kasihan Tiwik sudah tak kuat menahan malu." Timpal Karina menatap Tiwik, Yang tersenyum kikuk dihadapan mereka.
"Oke, Kalau begitu kita let's go. Ke nikahannya Devano dan Sasha." Ajak Adrian mengakhiri candaannya.
Mereka berjalan bersamaan menuju mobil Lamborghini berwarna hitam, keluaran terbaru di tahun ini.
"Silahkan masuk istriku." Ucap Adrian membukakan pintu untuk istrinya.
"Dengan senang hati suamiku." Balas Karina duduk di jok belakang bersama putranya.
"Biarkan aku saja yang membuka pintu untuk mu, Kekasihku." Ucap Davin tersenyum, Melirik ke arah Adrian dan Karina, yang tak berhenti terkekeh.
"Terimakasih cintaku...,Kau selalu bersikap manis terhadapku." Sahut Tiwik tak mau kalah dengan nona nya.
"Aaa...,Cie..,cie.Kalian sangat manis sekali." Sahut Karina tersenyum.
Kemudian Davin berlari kecil menuju pintu Kemudinya. Kini mereka berangkat menuju pernikahan Devano dan Sasha.
Sedangkan Rama dan Aquilla masih bersiap. Aquilla terduduk di depan meja riasnya. ia memoles wajahnya, Dengan make up tak terlalu tebal namun tetap memancarkan aura natural nya.
"Kau tampak beda dari biasanya sayang." Ucap Rama memeluk Aquilla, Yang masih setia dengan peralatan make up nya.
"Beda gimana maksudnya sayang?" Sahut Aquilla sambil mengelus tangan Rama suaminya.
"Indah dilihat maksud ku. Kau lebih cantik dari biasanya." Puji Rama terhadap istri cantiknya.
"Terimakasih atas pujiannya suamiku. Kau memang selalu bisa membuatku terbang melayang, Dengan pujian mu." Sahut Aquilla dengan senyum yang mengembang.
Kemudian Aquilla bangkit, Setelah selesai memoles wajah cantiknya. Ia tampak cantik natural, Dirinya berbalut kan gaun berwarna Cream, Di padu padankan dengan high heels berwarna kuning.
__ADS_1
Sedangkan Rama memakai Jas berwana putih, dengan sepatu pantofel berwarna hitam. Tak lupa putrinya mengenakan gaun berwarna putih, Selaras dengan warna jas Rama.
"Ayo kita berangkat Istriku," Ajak Rama sambil membantu istrinya menuruni tangga.
"Yasudah ayo kita berangkat, sebentar lagi akadnya pasti akan di gelar." Ucap Aquilla sambil melihat arloji di tangannya.
Kini mereka telah berada di dalam mobilnya, Dan berangkat membelah jalanan kota Jakarta, Menuju ke gedung pernikahan Devano dan Sasha.
Sementara Icha dan Syafiq, Sudah berangkat sejak tadi dan telah sampai di halaman gedung resepsi pernikahan Devano dan Sasha.
Pernikahan yang sangat mewah, Serta dekorasi serba putih. Dinding-dinding berhiaskan bunga tulip yang terpasang rapi. Harumnya semerbak wangi khas pesta pernikahan kalangan atas.
Terlihat juga disana para tamu undangan, Seperti Tuan muda Damar dan Kekasihnya yaitu nona Rania. Begitu juga selebritis tanah air sekelas Ayana Natasha dan suaminya Hendry. Pemilik perusahaan Wijaya group.
"Ramai sekali tamu undangan nya ya pah." Ucap Icha tak lepas dari gandengan tangan suaminya yaitu Syafiq.
Sedangkan Devano dan Sasha kini tengah bersiap-siap, Menunggu kedatangan para sahabatnya. Sesekali Devano mengitarkan pandangan nya kesekeliling, Untuk memastikan para sahabatnya.
"Kau kenapa Dev? Jang tegang seperti itu. Relaxe lah Sayang." Ucap Sasha menenangkan Devano yang kini berdiri di sampingnya.
"Kenapa Adrian dan karina belum datang juga yah." Rama dan Aquilla juga belum terlihat. Kemana mereka?" Ucap Devano tampak terlihat khawatir.
"Duhhh pengantin baru...,semoga langgeng ya Sasha, Devano. Tante doakan kalian bahagia hingga tua nanti." Ucap Icha menghampiri pasangan pengantin yang memancarkan raut kebahagiaan.
"Ehheheh...,Tante bisa saja. Masih calon, Tante. Kan akadnya belum di laksanakan." Timpal Sasha menyalim tangan Icha dan Syafiq. Kedua orang tua sahabatnya.
"Terimakasih tante sudah mau datang ke acara kami. Ngomong-ngomong Adrian kok belum datang yah?" Ucap Devano, Kemudian menanyakan Adrian.
"Mungkin mereka masih di perjalanan Dev, Kamu yang tenang yah. Jangan tegang seperti ini." Sahut Syafiq, Menyunggingkan senyuman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Halo Readers...
ikuti terus Kisahnya yah...
jangan lupa like,komen dan vote...
Serta tambahkan ke kolom favorit kalian yah...
Happy reading...
Semoga terhibur yah**...
__ADS_1