Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Kau Berhasil Mematahkan hatiku


__ADS_3

Tubuh Yang begitu dirindukan, Seksi, Cantik. Kini Tak ada lagi di diri karina, Tubuh seksi itu kini kering kerontang bagaikan Ranting Yang Tak pernah di siram.


Adrian Terduduk lemas Menunggu kelahiran buah Hatinya, Yang terpaksa harus di operasi Meski belum waktunya, Sementara di Sudut bangku lainya Terlihat Dua Orang Tua yang Menangis Saling merangkul.


Adrian Menatap Nanar pada Istrinya Yang Terbaring Tak sadarkan diri di Ruang Persalinan, Sesekali ia menyeka Air matanya. Wajah Tampannya Kini Tak lagi Terurus, Rambut yang dulu Tersisir Rapi kini bagaikan Tumpukan Jerami di Tengah-tengah Sawah, Kusut Tak tertata Rapi.


Tidak berapa Lama Dokter keluar Dari Ruangan Operasi itu, Tangisan bayi Terdengar menggema di Telinga Adrian.


"Selamat Pak Adrian...,Istri Anda berhasil melahirkan Seorang Putera." Ucap Dokter Yang menyadarkan Adrian.


Kemudian Icha Yang sedari Tadi Menangis langsung Menghampiri sang Dokter, Sambil menyeka Air matanya. Namun Adrian Hanya Terdiam menatap Nanar pada Tubuh Istrinya, Yang Masih terbaring kaku, Sesekali ia menyeka Air Matanya.


"Benarkah Dok..Ter." Ucap Icha Terbata-bata.


"Lalu Bagaimana keadaan Istri Saya Dokter,,? Apakah dia selamat! " Ucap Adrian menatap Tajam pada Dokter Yang menangani istrinya.


"Maafkan Saya pak, Istri Anda keadaannya Sangat Kritis. Kami terpaksa harus segera melakukan Tindakan Operasi pengangkatan Rahimnya." Sahut Sang Dokter dengan Rasa bersalah nya.


"Selamat kan Istri saya Dokter...,Atau Anda akan Saya Tuntut." Ucap Adrian Kesal Sambil menarik kerah Jas Dokter tersebut.


Seketika Suster meneriaki Dokter yang kini sedang berhadapan dengan Adrian.


"Dokter..., Pasien mengalami kejang-kejang. kita Harus segera melakukan Tindakan Dokter." Teriak Suster Panik.


Kemudian Dokter itu berusaha melepaskan Tangan Adrian Yang masih menarik Jasnya.


"Lepaskan Tangan Anda Tuan Adrian, Saya mohon kendalikan Emosi Anda! " Ucap Sang Dokter itu kembali ke Ruang persalinan.


Kemudian Dengan Segera Ranjang perawatan itu di Dorong oleh para petugas medis, Untuk segera di pindahkan ke Ruang ICU.


Adrian Jatuh tersungkur di lantai, Ia menangis Sejadi-jadinya,. " Jangan kau Ambil istriku Tuhan..., Kasihanilah kami. Untuk apa kau kirimkan Malaikat kecil ini ke sisi ku...,Jika kau malah mengambil penyejuk Nya." Arrrrrrrghhhhhh...." Teriak Adrian Mengiba.


Kemudian Syafiq berjalan menghampiri putranya Yang tengah Rapuh dan Hancur.


"Bangun Adrian..., Tidak Ada gunanya kamu Menangisi semua yang telah Terjadi, Lebih baik kamu Adzani putramu, Dia lebih membutuhkan perhatian mu Saat ini." Ucap Syafiq berusaha menguatkan puteranya.


Kemudian Icha Malahan memaki Puteranya, Ia sangat marah lantaran Adrian merahasiakan Penyakit Karina darinya.


"Bangun kamu Anak bodoh...,Ini semua ulah kamu. Kenapa Kamu tidak memberitahu kami, Kalau Istrimu menderita penyakit Seberbahaya ini. Apa gunanya kamu sebagai suami," Hiks...hiks...hiks..." Lirih Icha.


"Sudah Mah...,Lebih baik kita berdo'a, Tolong jangan seperti ini. Kasihan Karina! Yang dia butuhkan Saat ini hanyalah Doa dari kita mah." Ucap Syafiq menenangkan Istrinya.


Kemudian Syafiq Menyuruh Adrian pergi untuk Mengadzani puteranya.


"Adrian Cepat Masuk, Dan Adzani putra kamu Nak." Perintah Syafiq kepada Adrian puteranya.


"Mari pak Adrian ikut dengan Saya," Suster Yang dari tadi menyaksikan Drama keluarga itu mengajak Adrian menengok puteranya.

__ADS_1


Langkah Demi langkah Adrian berjalan Menuju Keranjang Bayi, Kemudian Suster mengambil bayi mungil itu untuk menyerahkan kepada Adrian.


Hati Adrian Tersentuh saat melihat puteranya, Yang begitu lucu, Polos Tak berdosa.


"Silahkan Pak Adrian," Ucap Suster menyerahkan Bayi mungil miliknya.


Dengan gemetar Adrian Mengambil Bayi itu Dan mengucapkan Bait Adzan Yang ia kumandangkan di Telinga Puteranya.


"Allahuakbar... Allahuakbar....


Allahuakbar... Allahuakbar...


Ashadzuallailahailallah...


Ashadzuallailahailallah...


Ashadzuannamuhammadurosullulah


Ashadzuannamuhammadurosullullah


Haa Yaa Allalfallah...


Haa yaa Allalfallah...


Haa yaa Allasholah...


Haa yaa Allasholah...


Qaadqamatiishallah...


Qaadqamatiishallah...


Selesai Adzan di kumandangkan oleh Adrian di telinga kanan dan telinga kiri puteranya, Ia menangis sesegukan, Merasa terharu karena kini dia telah menjadi seorang Ayah yang sesungguhnya. Meskipun sebelumnya sudah mempunyai anak dari Sherlly, Tapi Anaknya yang sekarang merupakan Reel hasil Cinta sesungguhnya.


"Kelak kau akan menjadi Anak yang kuat Nak." Kasihan sekali kamu..., Masih kecil seperti ini sudah menghadapi kemalangan seperti ini." Ucap Adrian mengecup pipi mungil bayinya,Ia menangis sesegukan.


"Permisi pak.., Putera Anda Masih Rentan. Kemari biar Saya kembalikan putera Anda pada tempatnya." Ucap Suster itu meminta kembali Bayinya.


Kemudian Adrian menyerahkan puteranya,Yang sedang Ia Pangku " Silahkan Sus." Ucap Adrian menyerahkan Bayinya.


"Nak Ayah.., Tinggal sebentar Yah. Ayah Sayang sekali sama kamu." Ucap Adrian Yang belum sempat memberikan Nama pada puteranya.


Adrian Berjalan Gontai kembali menuju Ruang ICU, Tempat dimana Istrinya sedang bertaruh Nyawa. Sementara Icha Terlihat Mondar-mandir ,Panik lantaran Dokter belum juga selesai mengoperasi menantunya.


"Paa.., Mah." Lebih baik kalian Istirahat Saja, Biarkan Adrian yang menunggu karina disni.''Ucap Adrian Yang sudah terlihat tenang.


"Mama Tetap akan menunggu disini Sampai Dokter itu memberikan Kabar terbaik pada mama." Timpal Icha Dingin Terhadap Adrian.

__ADS_1


"Benar Kata Adrian Maa...,Lebih baik mama Istirahat, Yah ! Kita pulang Nanti besok kita kesini lagi." Sahut Syafiq berusaha membujuk Icha.


"Kalau Papa Mau pulang," Pulang aja sendiri jangan Ajak-ajak mama. Mama Mau disini saja Nungguin Karina." Timpal Icha Yang keras kepala.


Kemudian Lampu di Ruangan ICU itu telah kembali menyala Hijau, Pertanda Operasi telah Selesai dan berhasil. Terlihat Dokter Fariz keluar dari Ruang ICU untuk memberitahukan Kabar Karina Terkini.


Adrian Segera Menghampiri Dokter muda yang sempat Ia cemburui. "Bagaimana Keadaan Istri Saya Dok,,?" Tanya Adrian Terhadap Dokter fariz.


"Alhamdulillah Operasi nya berhasil, Namun beliau belum Melewati Masa kritisnya." Timpal Fariz Terhadap Adrian, Setelah itu Dokter Fariz pergi dari Hadapan Adrian dan Kedua mertua Karina.


"Alhamdulillah Ya Allah, Kau telah mengembalikan Istri Saya." Lirih Adrian lega.


"Paah..., Menantu kita selamat pah.'' Ucap Icha Berbahagia lantaran menantunya berhasil di Operasi.


Kemudian Suster yang membereskan Alat kesehatan, Tiba-tiba Saja kembali Memangil Dokter Fariz Spesialis Kanker itu. Lantaran Tekanan Jantung Karina Menurun.


"Dokter..., Tekanan Jantung Pasien Menurun." Teriak Sang Suster memanggil Dokter Fariz.


Kemudian Dokter Fariz Kembali memasuki Ruang ICU," Cepat Pasangkan Ventilator nya Sus," Ucap Dokter fariz," Kamu Segera Ambil Alat kejut Jantung.'' Perintah Fariz ke Suster Yang lainnya.


Adrian meremas bagian dada kirinya merasakan Sakit, Melihat Istrinya yang di Ambang kematian.


"Hiksss...Kamu Harus bertahan Istriku, Bukan Cuma Aku Yang Akan Bersedih," Coba Kamu lihat Mama...,Papa..., juga bersedih melihat Kamu seperti ini." Lirih Adrian Menatap Nanar pada Karina Yang sedang Berusaha di selamatkan Nyawanya oleh para Tim Medis.


"TiiiiiiiiiiiiiiiiT...." Bunyi Mesin Monitor Jantung Yang Terpasang Pada karina Menandakan Keadaan Karina kehilangan Keseimbangannya, Dalam Bertahan Pasca Operasinya.


"Ayo Coba Sekali lagi Pancing Jantungnya,Dengan Alat kejut Sus." Ucap Dokter Fariz Yang sudah bercucuran Keringat.


"Baik Dokter." Timpal Suster.


"Kamu berhasil Mematahkan hatiku Karina.., Kembalilah pada Ku istriku, Bukankah kamu pernah Berkata Bahwa kita Akan menua bersama Sampai kita mempunyai Anak Cucu." Gumam Adrian, Menangis Terisak-isak.


"Paa..,Aku Tidak mau kehilangan Karina pah!" Raung Icha menangis, Merintih Merasakan Kesedihan nya.


"Ma..Ma.. Istighfar mah, Kamu Harus sabar Mah.'' Serahkan Semuanya pada Tuhan, Ini semua Sudah menjadi ketentuan nya. Kita Hanya bisa berpasrah padanya." Ucap Syafiq Menyeka Air matanya, Ia merasakan kesedihan Saat Ia kehilangan Sahabatnya Yaitu kedua Orang Tua Karina.





**Nextpart...


Ikuti Terus kisahnya Yah...


Tambahan ke kolom Favorit kalian Agar tak tertinggal...

__ADS_1


Bantu Vote,like,dan Komentar...


Happy reading**...


__ADS_2