Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Bagaikan Angin segar Bagi Ryan


__ADS_3

"Kalian berdua memang Tak pernah berguna, Bagi Papah...,Kenapa Kalian Tidak membiarkan Sherlly tinggal dengan Kalian di Rumah." Bentak Ryan Memaki Anak dan menantunya.


"Cukup...,Pah. Lupakan Anak papah itu, Mau Sampai kapan papah membela Sherlly." Timpal Rama Sangat Marah Karena Ryan selalu membela Sherlly.


"Jelas papah akan selalu membela Sherlly, Karena Dia adalah Anak papah Buah cinta papa, sebelum papa bertemu dengan Ibu kamu Rama." Geram Ryan Terhadap putranya.


"Pah...,lebih baik papah tenangkan diri papah. Aquilla janji Akan membujuk Rama agar mau menerima Sherlly." Ucap Aquilla menenangkan Ayah mertuanya.


"Saya nyesel ngurus kepulangan papah...,Rama kecewa Sama papah." Bentak Rama keluar dari Ruang Tamu tahanan, Tempat Ayahnya di penjara.


"Rama..., Tunggu Ram! " Ucap Aquilla mengejar Suaminya.


Ryan menatap kepergian Putranya yang sedang marah padanya, Karena dia bersikukuh meminta pada Rama Agar Sherlly Tinggal di Rumah nya.


"Anak Itu memang keras kepala, Pengaruh Karina memang Sangat berbahaya bagi Rama." Gumam Ryan menatap kepergian Putranya.


Namun Aquilla berusaha meyakinkan Rama agar Suaminya itu mau menerima Saudari tirinya yaitu Sherlly.


"Sayang...,Kamu tidak boleh seperti ini pada Papa kamu. Kita atur Rencana di balik semua ini." Maksud aku kamu berpura-Pura menerima Sherlly saja di depan Papa, Tapi di belakang papa terserah kita mau melakukan apapun." Ucap Aquilla, Seketika langkah Rama Terhenti.


Rama berusaha mencerna setiap perkataan dari Istrinya, Yang menurutnya Ada baiknya jika di lakukan.


"Benar Juga Apa katamu, Sayang! Terimakasih untuk solusinya." Sahut Rama Sambil mengelus pipi Aquilla.


"Ayolah...,Kita temui lagi papa, Yah! " Bujuk Aquilla terhadap Rama, Agar mau mengurus berkas Banding untuk Ayah nya.


"Baiklah...,Aku Akan temui papah. Sekalian mengurus kebebasan nya." Balas Rama Sekilas Berbalik Arah ke dalam Gedung Tahanan Para Napi.


Sementara Ryan Yang masih duduk di Ruang tunggu, Menunggu kembalinya Rama Putranya dan menantunya Aquilla.


"Pah..., Saya bersedia menerima Sherlly untuk tinggal di Rumah kita. Maafkan Saya Yang selalu bersikap egois pah." Dusta Rama pada Orang Tuanya.


Namun Ryan tidak begitu saja Percaya pada Putranya itu, Karena tidak mungkin baginya fikiran seseorang berubah dalam Sekejap.


"Apa yang sedang kamu Rencanakan, Terhadap papah dan Sherlly! Papa tidak sebodoh yang kamu kira Rama." Gertak Ryan bangkit sambil meneliti Mata putranya, Berusaha mencari kebohongan.


"Kalau papah tidak Percaya Ya sudah, Saya tidak akan memaksa papah untuk mempercayai Saya. Karena Saya menerima Sherlly ikhlas dari hati aku pah." Ucap Rama berusaha meyakinkan Ryan.


"Baiklah..., Untuk saat ini papah, Berusaha percaya Padamu. Tapi ingat, Jika kamu berani bermain kotor berusaha menyingkirkan Sherlly dari keluarga kita. Papah Akan coret kamu dari daftar Ahli waris." Bentak Ryan mengancam putranya.


Aquilla Merasakan keterancaman posisi Suaminya,sebagai pewaris Tahta. Jika saja Rencana nya untuk membalas Rasa sakit hatinya pada Sherlly Terendus oleh Mertuanya.

__ADS_1


"Tidak Mungkinlah pah...,Rama Punya Rencana sekeji itu, Papah kan Tahu Bagaimana Sikap baik Rama selama ini." Rama Anak papa ini adalah Orang baik, Tidak seperti Sherlly Yang selalu menghalalkan segala Cara Untuk memenuhi Ambisi nya." Ucap Aquilla Berusaha meyakinkan Ryan Ayah Mertuanya.


"Sudah Jangan pernah lagi kamu bahas Masalalu Sherlly, Kejahatan Sherlly terjadi karena penghianatan Adrian. Jadi jangan pernah selalu Menyalahkan Sherlly, Kalian Saudara nya seharusnya Apapun yang terjadi kalian Harus mendukung nya." Ucap Ryan Dingin.


Seketika Aquilla terdiam menutup Rapat mulutnya, Tak berani lagi menimpali Ucapan Ayah mertuanya.


"Sudahlah pah...,Ayo kita pulang. papa sudah tidak betah kan berada di Dalam sel tahanan ini." Timpal Rama berusaha Menyudahi perbedaan Pendapat Antara dirinya dan Ayahnya.


"Iya..,pah. Benar Kata Rama, Lebih baik kita pulang Saja dulu." Sahut Aquilla berusaha membujuk Ayah mertuanya.


"Yasudah papa juga Capek, berdebat terus menerus dengan Kalian." Balas Ryan Dingin, Sambil berjalan Melewati Rama Dan Aquilla.


Kemudian Rama dan Aquilla mengekor di belakang Ryan Yang berjalan keluar dari gedung Rutan Tersebut.


🌷🌷🌷


"Daddy..., Mom's" Daddy, Kemana,,?" Tanya Ratu yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Daddy kamu sudah pulang tadi malam, Sayang." Timpal Sasha Sambil duduk di Sopa Ruang Keluarga.


"Berarti Daddy, Semalam. Tidak nginep di Rumah Ya Mom's!" Ucap Ratu penuh kecewa.


"Sayang...,Daddy kamu itu Orang Sibuk! Jadi Ratu Harus Memaklumi Daddy yah." Toh Nanti siang juga Daddy bakal pulang kesini lagi kok." Timpal Sasha berusaha membujuk Ratu.


"Yakin Sayang...,Lebih baik Kamu mandi, Terus Berangkat sekolah yah." Ucap Sasha sambil mengelus puncak kepala Ratu Yang baru sekolah di Paud.


"Baik Mom's...,Tapi Janji yah Daddy akan pulang kerumah." Ucap Ratu Manja.


"Iya Dong sayang, Kamu tenang Saja yah! Anak baik Anak pintar, Rajin belajar yah. Sayangnya Mommy." Bujuk Sasha Kepada putrinya.


Kemudian Ratu di Ajak oleh Susternya Supaya cepat Mandi, dan Segera berangkat sekolah.


"Sus..., Cepetan yah Mandiin Ratu nya, Saya tunggu. Ini sudah Siang banget Soalnya." Perintah Sasha pada pengasuh Putrinya.


"Baik buk...,Saya Akan pastikan Nona Ratu secepatnya selesaikan mandinya." Timpal Suster pengasuh Ratu.


Setelah Suster itu pergi dari hadapan Sasha, Membawa ratu untuk di mandikan. Tiba-tiba Saja Ada seseorang yang memencet Bel Rumahnya.


"Tingnong..., Tingnong."


"Siapa Sih...,Saya lagi repot begini Malah bertamu ke Rumah lagi." Gerutu Sasha Kemudian Ia melihat CCTV Rumahnya, Untuk memastikan Siapa Yang datang ke rumahnya Untuk bertamu.

__ADS_1


Sasha Meneliti Seorang Wanita yang berdiri di halaman Pagar Mansion mewahnya, Wajah wanita itu masih dibalut perban, Sambil menggendong Balita yang berusia Tidak jauh dengan Ratu putri nya.


"Siapa Sebenarnya, Wanita itu. Dari perawakan nya, Aku sangat familiar." Gumam Sasha Dalam hati, Kemudian ia memanggil Asisten Rumah Tangganya untuk menghampiri Tamu Tak di undang itu.


"Mbok..,Di depan Ada Tamu! Tolong kamu bukakan pintu nya." Teriak Sasha, Namun tak ada Yang Menyahuti nya.


"Hihhh..., Orang-orang pada kemana sih." Gerutu Sasha berusaha mencari para pembantunya.


Sasha berjalan Gontai menuju Dapur, Ia memanggil pembantunya yang terlihat sedang memasak Sambil menggunakan headset di telinganya.


"Pantas Saja dia tak mendengar Panggilan Saya. Dasar Pembantu jaman sekarang yah." Umpat Sasha menghampiri pembantunya.


"Mbok." Bentak Sasha melepaskan Headset yang di gunakan Pembantunya.


Sebut saja mbok Wati, Seketika ia Terlonjak kaget Saat Sasha menarik headset yang di gunakan nya.


"Ehheheh...Iya..Nya...Iya Nyonya. Eh nyonya kodok...Nyonya kodok." Ucap Mbok Wati terkaget-kaget Sambil latah.


Wajah Sasha sudah memerah, Lantaran kesal kepada pembantunya yang pembangkang.


"Kalau...,Saya panggil Nyahut dong! Kamu kerja disini Saya gajih. Jangan main handphone kalau lagi kerja, Gimana si mbok ini kerjanya." Ucap Sasha Marah.


"Iya ..., Nyonya Maafkan Si Mbok. Ada apa Emangnya Nyonya memanggil si mbok." Timpal Mbok Wati merasa bersalah.


"Bukakan pintu di depan Ada orang, Janganlupa kamu Tanya orang itu. Mau bertemu siapa di Rumah ini dan ada kepentingan apa." Ucap Sasha ketus.


"Baik Nyonya." Balas Si mbok Wati.


Kemudian Sasha kembali ke Ruang keluarga, Sementara si mbok Wati berjalan Ke Arah pintu Rumah untuk membuka pintu, Untuk tamu Tersebut.


•


•


•


Halo Readers...


Ikuti terus Kisahnya yah.


Jangan lupa Like ,komen, dan Tap Bunga, Terus Vote.

__ADS_1


Tambahkan juga Novel Saya ke kolom favorit kalian.


Happy Reading.


__ADS_2