Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Season 2 : Balas Dendam


__ADS_3

Aku mengemudikan Mobil Audy berwarna Hitam milik Devano Membelah jalanan Kota Berlin Kemudian Aku memarkirkan Mobil di Hotel milik Sang Billioner Yaitu "Devano Mahendra Alberto"


Aku Menuruni Mobil dan meminta bantuan kepada Pegawai Hotel disana, Agar Membantu Aku mengangkat Devano & Sasha Yang tengah dikuasi minuman Beralkohol itu.


"Baik pak Tolong Bawa mereka ke kamar Yang telah saya pesan," Ucapku meminta bantuan Terhadap pegawai hotel tersebut (Menggunakan bahasa Inggris)


"Siap bu," Balas Pegawai itu (Dalam bahasa Inggris)


Kemudian Kami bertiga Sampai di salah satu kamar Yang sengaja aku Reservasi Atas nama "Devano Mahendra Alberto"


Devano terus meracau meminta tidur bersama ku Dengan terus memeluk Sasha Yang dia Anggap Sebagai aku, Sasha Yang sama dikuasainya oleh minuman Beralkohol itu Terlihat pasrah Atas Dev.


"Ha-ha-ha... Kena kalian sekarang," Aku tertawa bahagia di dalam hati Melihat Rencana Balas dendam ini berjalan mulus.


Kemudian Terlintas lagi ide yang lebih gila di benakku Lalu ku ambil Kamera dan membidik mereka yang tengah melakukan Adegan Ranjang yang panas. Rasanya sangat jijik ketika kita melihat dengan mata kepala sendiri Adegan Demi adegan Panas Layaknya Pemain film dewasa.


Setelah Aku berhasil mengambil semua gambar Adegan Ranjang mereka, aku memutuskan pulang dengan menggunakan Taksi menuju Apartemen dan menyebarkan Photo mereka yang tengah Membuat skandal.


Setelah Sampai Apartemen Aku menyelinap masuk ke Ruang kerja Devano dan menyebarkan Semua photo Dengan pose Adegan panas layaknya film dewasa.


"Kalian pikir cuma kalian saja yang bisa bertindak diluar batas, Aku juga bisa dev" Seringaiku Tertawa bahagia setelah berhasil Menjalankan salah satu langkah awalku dalam membalaskan dendam ini.


Kali ini Kalian akan sangat dirugikan Bahkan perusahaan kamu Yang sedang berjaya ini perlahan Akan hancur karena Sebuah skandal Yang berjudul perselingkuhan, Karena publik German kini tau kalau aku adalah calon istri Sang Billioner dan Sasha Adalah selingkuhan nya.


"Pintar sekali kamu ini karina," Ucapku tersenyum menatap Ke arah cermin, Rasanya aku ingin segera menunggu ke Esokan Harinya. Tak sabar Rasanya mendengar publik Yang akan di kagetkan dengan pemberitaan mereka.


Sementara publik akan bersimpati kepadaku Seakan-akan Aku yang jadi korban di sini, sementara Sasha Akan dihujat dan di benci.


Ke Esokan harinya...


Kring ...kring...bunyi jam weker Memekakan telingaku, Kemudian aku terbangun dari tidurku dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri ku. Setelah selesai aku menuju dapur untuk membuat sarapan.


Sementara Devano belum juga pulang dari semalam, Aku berpikir mungkin Devano belumlah bangun dari aktivitas Gilanya dengan Sasha, Aku berjalan Gontai menuju Ruang Tv sambil menggenggam Segelas teh ditangan, Dan ku ambil Remote Kemudian menyalakan Televisi. Pagi itu aku melihat sebuah infotainment & beritanya mengenai Skandal perselingkuhan Devano & Sasha.


Saat aku tengah bersantai tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu " Tok...tok...tok.." Kemudian aku membuka pintu nya. Aku melihat sosok Devano yang baru saja datang dengan Wajah pucat pasi, Iya berjalan memasuki Kamar nya terlihat dari wajahnya dia begitu terpukul dengan semua berita miring Yang menerpa nya.


"Kamu semalam pergi kemana Dev Aku mencari kamu tapi aku tidak menemukanmu, Akhirnya aku memutuskan pulang Dengan memesan taksi," ucapku berpura-Pura tidak tahu dengan masalah yang sedang dia hadapi.


"Aku menginap di Rumah teman, Owh Ya Rin aku harap hari ini kamu jangan menonton Tv Atau pun membuka berita di ponsel," balas Devano seolah ingin menyembunyikan Masalah nya dariku.


"Kenapa memangnya ada yang salah dengan semua itu, " Balasku .

__ADS_1


"Pokoknya kali ini kamu harus dengerin apa kata aku, dan jangan membantah nya.


"Kenapa sih tiba-tiba kamu bersikap aneh seperti ini, Apa kamu sedang ada masalah. dan apa hubungannya coba Melarang aku menonton tv dan melihat berita," Jawabku Terus mendesak Dev agar dia berterus terang.


"Sudah kubilang jangan ya Jangan," Bentak Devano terhadap ku, Kemudian iya meninggal kan aku yang terduduk di Ruang Tv.


"Hahaha Kamu berhasil karina, Dev-Dev Kamu pikir aku tidak tau dengan masalah ini. Aku ini penyebab Masalahnya Dev," Ucapku dalam hati Aku sangat bahagia melihat wajah yang begitu sombong itu kini terpuruk.


Kemudian Devano kembali keluar dari kamarnya serta membawa laptop nya, Dia Terduduk di samping ku iya terlihat Sangat serius melihat semua berita di laptopnya.


Aku mengintip Isi berita di laptopnya Dia terlihat sangat shock setelah melihat Harga sahamnya Terjun bebas ke harga Yang terendah, Padahal sebelumnya harga sahamnya melonjak ke deretan harga yang teratas Karena pengumuman Dia akan segera menikah. Namun setelahnya Berbalik begitu cepat. Karena berita skandalnya dengan Sasha.


Tiba-tiba saja Sasha mengumpat di ambang pintu Apartemen yang aku tinggali," Devano," Teriak sasha.


"Devano keluar kamu," Sasha terus memanggil Devano Sementara orang yang di panggil Terlihat cuek dan terus membaca setiap berita melalui laptopnya.


"Dev itu Sasha memanggil kamu, Kayaknya dia begitu marah sama kamu. Kalian bertengkar Dev," Tanyaku terhadap Devano.


"Sudahlah Rin jangan kamu sebut-sebut wanita itu dihadapan aku, Aku sangat membencinya" Balas Devano dingin sambil menatap Tajam ke arahku.


"Yasudah kalau begitu aku yang akan temui dia, " Balasku bangkit dari tempat duduk berniat Menghampiri Sasha Yang mengumpat di luar.


"Oke," Aku tidak akan pernah temui Sasha. Kalian ada apa sih padahal semalam di pesta kalian terlihat sangat mesra Dev," Balasku berpura-Pura Tidak tau soal berita miring Yang tersebar.


Sementara Sasha masih mengumpat dan berusaha masuk Namun pintu itu telah di kunci oleh Devano.


"Keluar kamu Devano bajingan, jangan pernah bersembunyi dariku sialan," Teriak Sasha dari balik pintu Memaki-maki Devano.


"Wanita itu mau apa sih berteriak-teriak di depan pintu, bikin malu saja" Gerutu Devano terhadap Sasha yang sedang memakinya.


"lebih baik kamu samperin Aja Dev, selesaikan Masalah kalian baik-baik." Ucapku pada Devano Yang terlihat sangat kesal.


"Lebih baik kamu diam dan jangan ikut campur urusan ku dengan Perempuan hina itu," Bentak Devano terhadap ku.


"Yasudah kalau gitu urusi saja masalah mu, Bye Aku mau ke kamar," Balasku membentak Devano kemudian aku masuk ke dalam kamar berpura-Pura Marah pada Devano padahal aku sangat bahagia dengan penderitaan mereka.


Devano yang terlihat Sangat kesal karena Sasha terus berteriak di depan Apartemen, Untuk meminta pertanggung jawaban atas perlakuan Devano ke padanya, Aku mengendap-endap mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu.


saat Devano membuka pintu dan memarahi Sasha Karena dia merasa di permalukan oleh tindakan memalukan Sasha, terlihat disana Sasha sangat marah pada Devano.


"Akhirnya kamu keluar juga Dev, Aku tidak mau tau. Kamu harus menghapus semua photo dan video itu Karena semua orang sekarang mengejar ku dan wartawan saat ini memburu kita, Kamu lakukan sesuatu dong untuk membungkam mereka." Ucap Sasha dengan Marah sekaligus dilanda Kecemasan.

__ADS_1


"Berhenti Memerintahku Karena kamu, Nama baikku kini tercoreng, Apa sebenarnya Tujuan kamu. gara-gara ulah kamu harga saham perusahaan terjun bebas ke titik yang terendah."


"kenapa Kamu jadi menyalahkan aku dan seolah-olah disini aku yang salah, Aku ini korban mu Dev dasar laki-laki mesum. Hidung belang Kamu," Umpat Sasha memaki Devano.


" Aku di sini yang paling dirugikan Sha, Bukan kamu. Atau kamu punya rencana lain padaku


," Owh aku tau kamu berusaha menjebakku rupanya."


"Apa kamu bilang," Aku menjebakmu Hahaha...dasar laki-laki hidung belang setelah mendapatkan ke enakan saja kamu mau Lari dari tanggung jawab yah, Hebat kamu Dev." lirih Sasha yang menangis darah karena Devano tidak ingin bertanggung jawab atas semua yang terjadi.


" Berapa memang harga keperawanan kamu Ini aku kasih cek dan Tulis berapapun Yang kamu mau," ucap Devano Yang tidak terduga.


"Plakkkk,"


Satu Tamparan meluncur kepipi Tampan pria bule Bernama Devano Mahenra Alberto.


"Dengerrrr ... Ya tuan Alberto Aku tidak butuh uang mu, Kalau anda merasa laki-laki Nikahi saya..." Ucap Sasha marah kepada Devano.


"Denger Ya Nona Sasha Yang terhormat Diantara kita sama sekali tidak akan Ada yang namanya pernikahan, Paham kamu. Tolong pergi dari sini dan jangan pernah lagi menampakan batang hidung mu di hadapan ku.


"Berani kamu lari dari tanggung jawab ya, Lihat saja aku tidak akan tinggal diam Devano," Balas Sasha menatap Tajam terhadap Devano.


"Aku tidak takut sama sekali terhadap Ancaman kamu," Bentak Devano sambil menutup pintu.


"Brakkk,"...


Kemudian aku keluar dari kamar karena suara yang mengagetkan ku itu...


"Kamu kenapa sih marah-marah enggak jelas, Lagian kenapa coba kamu bertengkar dengan Sasha. Ada apa sih dengan semua ini," Balasku pada Devano." Namun Devano pergi begitu saja menuju kamarnya Tanpa membalas perkataan ku.


Kini tinggal langkah selanjutnya Yang harus aku lakukan, Akan aku buat Devano tidak Bertanggung jawab pada Sasha, Biar mereka tahu bagaimana Rasanya penderitaan.


"Rasakan pembalasan ku Tuan Devano, Rasakan Kamu Sasha Karena hukum Alam itu sistemnya Tanam tuai,"


Siapa yang menanam keburukan Pasti Akan berbuah keburukan, " Aku tidak akan berhenti sampai kalian Memulangkan aku ke Indonesia," Seringai ku layaknya orang yang sangat jahat.


**Gimana Readers Ngeri kan Balas dendam seorang Peran protagonis, ada pepatah mengatakan " jangan pernah membangunkan Harimau yang sedang tertidur" Nah itu gambaran Karina Disini.


SELAMAT MEMBACA DAN JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN SHARE.


TERIMAKASIH BUAT PEMBACA SETIA NOVEL "PRIA KAKU INI JODOHKU**".

__ADS_1


__ADS_2