
"Hukhhh" Untung saja Pak Adrian tidak marah besar Ya Bill." Ucap Tiwik yang baru saja keluar dari ruangan Adrian bersama Billy.
"Iyaa dan untungnya kamu berhasil Menemukan Surat wasiat yang di tulis Almarhum pak Hendardi untuk Nona Karina." Balas Billy lega Karena Adrian tidak jadi marah kepada mereka.
"Yasudah Kalau begitu Lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita yang tertunda Ya bill, Saya mohon pamit." Ucap Tiwik segera bergegas ke ruangannya. Begitu juga Dengan Billy bergegas menuju Ruangannya.
"Oke baiklah Saya juga masih banyak pekerjaan" Balas Billy Terhadap Tiwik.
Sementara Devano Baru saja datang ke Kantor Adrian membawa kaset DVD yang di minta oleh Adrian Sahabatnya.
Devano Berjalan gontai memasuki gedung Kantor perusahaan milik Adrian, Semua mata tertuju pada Devano mereka terlihat heran dengan kedatangan Sang Billioner asal German itu, lantaran sejauh ini yang mereka tahu Devano adalah seteru dari perusahaan Adrian. Namun dari arah berlawanan Terlihat Adrian Menunggu kedatangan Sahabatnya itu. kemudian Devano Menghampiri Adrian dan di ajaklah Devano memasuki Ruangan oleh Adrian.
"Kaset yang kamu inginkan ada padaku Dri." Ucap Devano sambil menyerahkan Map coklat berisi Rekaman CCTV saat terjadinya pembunuhan mertuanya.
"Oke Terimakasih Dev, Mari kita ngobrol di Ruangan ku saja. Disini terlalu Riskan untuk mengobrolkan hal sepenting ini." Balas Adrian sambil menggapai engkel pintu Ruangannya.
Devano memasuki Ruangan Adrian, ia menatap ke segala juru ruangan Adrian." Bagus juga Ruang kerja lho Dri, Se umur-umur gw baru masuk ke Ruangan Ini." Puji Devano Pada Adrian.
"Akhhhh Bisa saja lho, Ruangan ku tak sebagus Ruangan lho Dev. Maklum lah perusahaan ku ini adalah perusahaan kecil, Beda dengan perusahaan lho." Balas Adrian merendah untuk melambungkan.
"Hahahaha... Bisa saja lho !!! Padahalkan perusahaan lho dan perusahaan gw sama-sama mendapat predikat terbaik di negeri ini." Ucap Devano Berbalik merendah.
"Oke kalau begitu Terimakasih yah, Lho udah mau membantu gue." Ucap Adrian berterimakasih pada Devano.
"Sama-sama Dri, O Yah ngomong-ngomong dimana Ponakan Gue. Riana maksud gue." Sahut Devano Menanyakan keberadaan "Babby R" Terhadap Adrian.
"Dia dirumah bersama Ibunya, Mungkin sebentar lagi nyusul gue kesini. Biasalah Karina kan biasanya bawain makan siang buat gue." Ucap Adrian pada Devano.
"Hemmm enak yah kalau sudah punya istri, gue juga jadi pengen cepet punya istri biar kaya lho ada yang masakin." Devano berseru pada sahabatnya itu.
"Ya lah makannya lho cepetan punya istri,jangan ngejomblo terus." Ledek Adrian terhadap Devano. Padahal sebenarnya Devano sudah mempunya Anak hanya saja dia belum siap menikahi ibu dari anaknya yaitu Sasha.
Sementara Karina bersama dengan sopir nya menuju Kantor Adrian suaminya, Namun di tengah perjalanan ia di hadang oleh sekelompok orang Yang tidak dikenal mereka memukuli Sopirnya dan menculik "Babby R".
"Pak di belakang kita mobil siapa yah,,? kok mereka dari tadi mengikuti kita terus yah." Ucap Karina yang terlihat cemas.
"Iya ya Bu dari tadi mobil itu terus mengikuti kita." Sahut sang sopir sambil melihat ke arah spion.
__ADS_1
"Ayo pak percepat lagi jalannya, Saya khawatir Orang itu berniat tidak baik pada kita.!!! " Seru karina yang semakin terlihat cemas, di tambah lagi "Babby R" menangis semakin menambah kecemasan Karina.
"Cup...cup...cup." Sabar ya sayang Jangan nangis Yah. Ada mama disini." Ucap Karina sambil memeluk Putrinya.
"Ayo pak jalan yang cepat pak." ucap karina meninggikan volume suaranya.
"I...Iya buk." Balas Panik sang sopir berusaha menambah laju kendaraan nya.
Sementara mobil yang mengikutinya semakin mempercepat Dan memepet terus Mobil yang berpenumpang kan Karina dan Babby R. Sehingga mobil Karina terpepet dan pada akhirnya mobil yang karina tumpangi terjerumus ke selokan.
"Srkkkk Duk...duk..duk..." Akhhhh pekik karina kaget." lalu empat orang asing itu turun dari mobilnya dan mengetuk pintu mobil karina.
"Hey Cepat turun kalian," Bentak orang yang Sangat asing bagi karina.
"Jangan buka mobilnya pak, Mereka pasti berniat jahat pada kita." Ucap Karina yang merasa ketakutan.
"I ya buk, lebih baik ibu hubungi Tuan Adrian bu. Saya khawatir orang ini akan berbuat macam-macam pada ibu." Ucap Sang sopir terhadap karina dengan raut wajahnya yang ketakutan.
Kemudian Karina segera mengambil ponselnya dan berniat menghubungi suaminya, Namun tiba-tiba saja orang yang menghadangnya Memecahkan kaca mobilnya.
"Prayyyy" Suara pecahan Kaca berserakan.
"Ayo Turun serahkan bayi itu." Bentak salah satu orang yang berpostur tinggi dan berbadan kasar itu Berusaha merebut Riana dari tangan karina.
"Hey jangan macam-macam pada majikan saya," Bentak Si sopir yang akhirnya melawan.
kemudian tiga orang yang lainnya bertarung dengan pak sopir, sehingga pak sopir itu kalah.
"Gprakk," Blug...Blug..." Akhhhh pekik pak sopir kesakitan lantaran di pukuli oleh sekelompok orang tak di kenal itu.
"Tolong...Tolong...tolong." Teriak pak sopir meminta tolong Namun kembali di pukuli oleh preman yang tak tahu suruhannya siapa.
"Berani kamu Berteriak seperti itu lagi, Saya bunuh kamu." Bentak salah satu preman sambil mencengkram leher pak sopir.
kemudian Yang satunya menarik karina, Memaksanya menuruni mobil & merebut paksa Babby R dari tangannya.
"hehh" Bandel banget lho ya jadi orang !!! Ayo turun." Bentak preman tersebut.
__ADS_1
"Euhhhh lepaskan anak saya, tolong jangan ambil anak saya !!! " lirih karina.
"Prakkk" Karina memukul preman yang berkepala plontos itu.
"Akhhhh" Pekik kesakitan preman itu.
sialan berani sekali Nona ini memukul saya hhhh." Sambil mendorong karina hingga terjatuh.
"Akhhhh" Tolong jangan bawa anak saya, Kasihan dia masih bayi pak." Lirih karina memohon.
"Maaf Nona kami hanya menjalankan tugas kami, Lebih baik Nona ikhlas kan saja anak nona ini yah hahaha." seringai sekelompok preman itu membawa Babby R Pergi dengan menggunakan mobil.
Karina berusaha mengejarnya hingga memegang mobil yang membawa Bayinya" Tolong...Tolong..." Teriak karina Namun di jalan tol itu orang-orang hanya berlalu begitu saja.
"Tolong jangan bawa anak saya, Hiks...hiks..hiks" Riana ...maafkan mamah Nak." lirih karina menangis.
"hiksss...hiksss..." Lirih karina kemudian berjalan tertatih-tatih ke arah mobilnya berniat menelpon Adrian suaminya.
"Calling Karina" ....
"Angkat Adrian, Aku membutuhkan mu." lirih karina menangis. Sementara Adrian masih asik mengobrol dengan Devano di kantor nya sehingga tak melihat ponsel yang dia taro di mejanya.
"Adriaaan." Hiks...hiks..hiks..." Kamu kemana Adrian." lirih karina menangis berbaring di bawah pecahan kaca pintu mobil lututnya berlumuran darah karena berusaha mengejar mobil ke empat orang preman yang menculik anaknya, Sehingga ia terseret seret di jalanan.
"Adriaaaaaaaaaan" Teriak karina Histeris....
Next part...
Halo Readers...
ikuti terus kisahnya yah...
jangan lupa Vote, like, dan Komentar nya...
Jangan lupa Follow Akun Author nya yah.
Follow juga aku di IG : @Agusirawan.maulana
__ADS_1
Bantu Vote mingguan nya dan kasih aku bunga dong.
Terimakasih 🙏🙏🙏