
Pagi itu dengan terburu-buru Devano memboyong keluarganya untuk pergi ke German. Ia terlalu bahagia bahwasanya ia telah mengetahui keberadaan Sasha, Calon istrinya dan juga buah hatinya yaitu Ratu.
"Mom's Cepatlah kita terlambat ini," Ucap Devano Terhadap ibunya.
"Iya...,Iya, Sebentar. Daddy kamu kan masih mandi Dev." Sahut ibunya Devano.
Devano terus mondar-mandir sesekali ia melihat Arloji di tangannya. Tidak berapa lama Ayahnya turun dari lantai atas. Perlahan menuruni tangga.
"Ayolah dad, kita sudah telat ini!" Sahut Devano.
"Ya ampun Dev, Iya ini Daddy juga buru-buru kok." sahut ayahnya kepada Devano.
"Tau ih, Devano kamu itu buru-buru banget. Percaya deh Sasha itu tak kan kemana-mana Sayang." Sahut ibunya meyakinkan.
"Iya...,Dev juga tahu kalau Sasha tidak akan Kemana-mana. Tapikan pesawat nya gimana, Kita sudah telat banget ini, Belum juga macet nya." Ucap Devano.
"Yasudah-yasudah ayo kita berangkat." Ucap Kedua Orang Tuanya.
Kemudian Devano dengan segera menuju mobilnya, Ia meminta sopir mengantarkan mereka ke Bandara.
"Kamu ini giliran ada maunya aja terburu-buru banget." Sahut ibunya meledek dan di sahuti oleh Ayah nya. " Tau tuh anaknya mommy, Sama percis mirip tingkahnya."
"Ya keras kepalanya mirip Pappy." Sahut ibunya Dev Saling meledek.
"Yaialah Dev mirip kalian, Kalau tidak mirip kalian berarti Dev berhak Curiga dong." Sahut Devano terkekeh.
"Kamu ini nyahutin saja Dev." Ucap ibunya terhadap Devano.
Tak terasa dalam perjalanan saling meledek, Tak taunya sudah datang ke Bandara. Devano menuruni mobilnya begitu juga kedua orangtuanya.
Lalu mereka memasuki terminal keberangkatan internasional, Mereka duduk di kursi tunggu menunggu pesawat nya.
Tak berapa lama pesawat nya telah landas, Dengan segera mereka memasuki pesawat tersebut, Dan terbang ke negara German yang jauh disana.
••••
Sementara Karina dengan Adrian masih menunggu kesadaran Trisha, Yang masih berpura-pura Koma.
Karina duduk di samping ranjang Trisha, Akan tetapi Babbysiter dan putranya telah mereka suruh kembali kerumah.
Tak berapa lama Trisha tersadar dan menjalankan rencananya, Yang berpura-pura hilang ingatan.
__ADS_1
"Aku dimana." Ucap Trisha mengitarkan pandangan. Padahal sebenarnya dia tahu jika dia sedang di rawat di rumah sakit.
"Kamu di rumah sakit Trisha." Sahut Karina Sambil menangkup tangan Trisha.
"Ka-kamu siapa,,? Namaku siapa,,?" Ucap Trisha terbata-bata.
"Aku Karina Istrinya Adrian, Dan ini Adrian Suamiku." Ucap Karina.
"A-aku tidak tahu kalian, Siapa kalian. Siapa Namaku. Aku dimana." Akhhhhh..., Sa-kittt." Ucap Trisha memekik kesakitan.
"Trisha...,Kamu yang tenang yah. Dokter ..., Dokter!" Teriak Karina panik memanggil Dokter.
"Karina kamu yang tenang sayang, Kamu jangan panik." Sahut Adrian. Lalu menoleh pada Trisha. "Dasar wanita jahat merepotkan saja," Batin Adrian.
"Gimana aku bisa tenang Dri, Sementara orang yang sudah menolong ku tak mengingat sama sekali siapa dirinya." Ucap Karina dengan sangat panik Keluar dari ruang rawat Trisha.
"Sayang ..., Sayang ..., Karina. Tunggu dulu." Adrian berusaha mengejar karina, Yang lebih dulu keluar dari kamar tersebut.
Karina berjalan gontai menuju ruangan Dokter yang menangani Trisha. Kemudian Dokter itu berjalan menghampiri Karina.
"Ada apa nona Karina,? Kenapa anda terlihat panik seperti ini! " Ucap Sang Dokter terhadap Karina.
"Dok cepat ke ruangan Trisha dia siuman Dokter, Tapi dia tak mengingat siapapun Dok." Lirih Karina yang merasa bersalah terhadap Trisha.
"Baiklah kalau begitu mari kita keruangan Nona Trisha." Timpal Dokter bergegas menuju kamar Trisha. lalu Adrian dan karina mengekor di belakang Dokter tersebut.
Kini mereka telah sampai di ruang perawatan. Sementara Trisha terlihat histeris menangis, Dan bertanya-tanya siapa dirinya.
"Hiks ..., Hiks ..., Hiks. Aku siapa, Namaku siapa?" lirih Trisha histeris.
"Trisha..., Aku mohon kamu yang tenang yah. Aku yakin kamu akan mengingat semuanya." Lirih Karina yang merasa kasihan.
Kemudian Dokter memeriksa kesehatan Trisha." Nona Trisha saya mohon anda bersikap tenang yah. Biarkan saya memeriksa anda," Ucap sang Dokter, Setelah itu Dokter meminta agar Adrian dan Karina menunggunya diluar.
"Nona Karina, Tuan Adrian. Saya mohon kalian Menunggu diluar saja yah. Biarkan saya yang menenangkan nya." Ucap sang Dokter terhadap Adrian dan Karina.
"Iya Dok kami akan menunggu anda diluar, Jika ada apa-apa tolong segera kabari saya yah." Sahut Karina.
"Ayo sayang ..., Kita menunggu nya di luar." Ajak Adrian terhadap Karina sambil merangkul Tangannya.
kemudian Adrian dan karina berjalan keluar dari ruang rawat Trisha. Sesekali Karina menengok ia merasa kasihan kepada Trisha, Namun Adrian malah sebaliknya. Adrian mencurigai gelagat aneh dari Dokter yang menangani Trisha.
__ADS_1
Setelah Karina dan Adrian keluar dari ruangan itu. Trisha dengan Dokter malah mentertawakan kebodohan mereka.
"Hahaha ..., Bagaimana Dok dengan kualitas Akting saya." Ucap Trisha terhadap Dokter sambil tertawa penuh kemenangan.
"Anda hebat Nona, Bahkan saya sangat tidak percaya jika ini hanyalah sandiwara." Sahut sang Dokter memuji Trisha.
"Oke kalau begitu, Tugas Dokter katakan pada mereka. Jika saya telah kehilangan ingatan saya. Tenang saja bayaran untuk Dokter, Akan saya tambah menjadi dua kali lipat. Bagaimana,?" Ucap Trisha mengajukan penawaran.
"Oke baiklah saya akan katakan seperti yang anda inginkan. Tapi saya ingin segera uang nya anda bayarkan yah." Sahut Dokter.
"Tentu saja, Saya transfer sekarang yah." Balas Trisha sambil mengetik nominal uang yang akan di kirimkan ke rekening Dokter yang telah di buta kan dengan uang tersebut.
Tring ... Ponsel Sang Dokter jahat berbunyi.
kemudian ia mengambil ponselnya di saku dan mengusap layarnya.
"Terimakasih nona Trisha senang bisa bekerja sama dengan anda." Seringai Dokter itu.
Kemudian Dokter itu, Keluar dari ruang rawat Trisha dan menyampaikan kabar buruk terhadap Adrian dan Karina.
"Bagaimana keadaan Trisha yang sebenarnya Dok,,?" Tanya Karina dengan rasa khawatirnya.
Namun Adrian hanya terdiam meneliti setiap perkataan dari Dokter tersebut.
"Maafkan saya Nona Karina ..., Tuan Adrian. Saya turut ikut prihatin! Nona Trisha telah kehilangan ingatannya. Bahkan dia tidak tahu siapa Keluarga nya, Bahkan namanya pun dia tidak tahu." Ucap sang Dokter menyampaikan kondisi Trisha.
"Apa !!! Anda tidak sedang membohongi kami kan Dok." Bentak Adrian. Sambil meremas kerah Dokter Pria itu.
"Tidak tuan ..., Apa untungnya saya, Membohongi kalian. Lagian untuk apa saya berbohong." Timpal Dokter berusaha meyakinkan Adrian dan Karina.
kemudian Karina mencoba menenangkan Suaminya. Yang sedang terlihat emosi.
"Adrian...,Sayang...,Sudah. Tolong jangan seperti ini sayang. Lepaskan tangan kamu darinya." Ucap Karina terhadap suaminya.
Kemudian Adrian melepaskan cengkeramannya dari leher Dokter penipu itu.
......................
**Halo Readers ...,Ikuti terus kisahnya yah.
Jangan lupa tinggalkan like,komen,vote.
__ADS_1
serta tambahkan ke kolom favorit kalian.
Happy reading..., Semoga terhibur Yah**...