Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
Bab 57: Terjadi lagi


__ADS_3

Aku terbangun Dari tidur ku, Dan ternyata Adrian sudah tidak ada di samping ku, Aku segera bergegas mencari Keberadaan Adrian Namun ternyata Dia telah pergi untuk bekerja.


Hatiku terus menolak untuk meyakini Kalau suamiku telah mengkhianati ku, Namun di sisi lain aku meragukan kesetiaan nya. Karena Dengan Mata Kepalaku sendiri Adrian berpelukan dengan Sasha, Perempuan Yang Terjebak bersamanya Di dalam lift.


" Karina" Teriak ibu mertuaku Memanggil namaku, kemudian Aku menghampirinya.


"Iya ma, Mama memanggilku.


"Iya sayang, Mamah cuma mau bertanya sama kamu, Apakah kamu sedang ada masalah dengan Adrian.


"Tidak ma Kami berdua baik-baik saja kok, Cuman Ada kesalahpahaman Aja kemaren malam, Tapi sekarang sudah baik-baik saja kok"


"Mamah lega mendengar nya sayang, Syukurlah kalau kalian baik-baik saja. Mama cuma khawatir aja sayang.


"Iya ma, Mama tenang saja Aku dan Adrian baik-baik saja kok.


Aku berusaha merahasiakan Kecurigaan terhadap suamiku, Karena tidak ingin membuat ibu mertuaku yang sudah baik padaku Merasa sedih. Pagi itu mamah mertuaku terlihat sangat Rapi, Dia seperti akan bepergian.


"Mamah Mau kemana, Pagi-pagi sudah Rapi begini,?" Tanyaku padanya.


"O iya ... Mama Belum cerita Ya sama kamu , Kalau papanya Adrian hari ini Akan pulang ke Indonesia. Mama pamit ya mama mau menjemput Papa Ke Bandara.


Aku sangat senang ketika mendengar Papa mertuaku Akan Tiba di Indonesia, Aku sangat kehilangan sosok Ayah Saat Om Syafiq Pergi ke luar negeri , karena semenjak Pappy ku meninggal om Syafiq lah yang sudah seperti Pappy ku.


"Yasudah kalau begitu Mama hati-hati Ya dijalan, O yah karina juga Hari ini mau ke Kantor Adrian lagi. Biasa lah ma Membawakan makanan.


"Yasudah Bagus itu sayang, Kamu memang istri Yang Terbaik buat Adrian" Seru Ibu mertuaku Seraya berjalan Menuju mobilnya.


Setelah itu aku Segera Membersihkan diri, Dan kemudian bersiap Karena Akan membawakan Makan siang untuk Adrian suamiku.


Aku berdiri di depan Meja Rias, Aku berdandan Dengan secantik mungkin. Karena Hari itu bukan cuma berniat membawakan makanan, Tetapi juga untuk mencari Tau sejauh Apa hubungan Adrian dengan Sasha Karyawan magang itu.


Rambut panjang Ku yang bergelombang , sengaja Aku biarkan terurai Dan tidak lupa, Memakai Lipstik warna Merah Serta Memakai Mini Dress berwarna Pink dan di padu padankan Dengan High heel warna senada. Tidak lupa Aku membawa Tas bermerk,.


"Kamu Harus Tampil sempurna Di hadapan siapapun Karina, Kamu buktikan Pada mereka Yang berusaha mengusik hidupmu" Ucapku Dengan penuh meyakinkan.


Kemudian Aku Menuruni Tangga dan mengambil kunci Mobil Lambo berwarna Merah, Aku mengemudikan nya sendiri menuju Kantor suamiku tercinta dan tidak lupa Makanan Untuk nya ku bawa.


"Tiit..." Ku bunyikan Klakson Dan Satpam membuka Kan Pintu gerbang Rumah.


Kurang lebih Memakan Waktu perjalanan Selama Setengah jam, Aku tiba Di kantor Adrian suamiku.


Aku menuruni Mobil Dengan sangat percaya diri Aku berjalan seolah Di atas Catwalk, Semua Pasang mata disana menatapku. Ada yang menyapa Ada juga Yang menghiraukan ku.


"Selamat siang Bu" Sapa Para karyawan Yang mengenalku. Aku hanya membalas mereka dengan Tersenyum.


Kemudian Aku melihat Santi Yaitu sekretaris nya Adrian, Aku menghampirinya dan menanyakan keberadaan Adrian, Karena aku sengaja tidak mengabari Adrian kalau aku akan ke kantor nya.


"Selamat Siang bu" Sapa Santi Terhadapku.


"Siang" Balasku Ramah" San Apa Bapak ada di Ruangannya sekarang.?


"Ada bu kebetulan Pak Adrian baru saja selesai Meeting.


"Oke Terimakasih yah" Balasku dan melanjutkan Langkah menuju Ruangan Adrian.


Saat kaki ini melangkah semakin mendekati pintu Ruangan Adrian, Ada suara samar terdengar Olehku dari dalam Ruangan Adrian. suara itu adalah suara perempuan, "Sedang bersama siapa Adrian Di ruangan nya" gumam ku, Sambil membuka pintu itu.


"Brakkk" Ku buka pintu Itu, Badanku terasa gemetar, Hatiku sakit duniaku terasa Runtuh. Aku menyaksikan Adrian Dan Perempuan Yang bernama Sasha itu sedang berada dalam posisi Seperti orang Yang akan melakukan Hubungan.


"Adriannnnnn" Teriakku histeris.


Seketika Keduanya menoleh ke Arahku, aku berlari dan Adrian berusaha Mengejar ku.


"hiks...hiks...Buliran demi buliran menetes dari mataku, Rasanya aku tidak kuasa lagi menahannya. Kamu tega sekali Mengkhianati Cinta kita Drian.


" sayang Tunggu dulu, dengarkan penjelasan aku. Semua ini tidak seperti yang kamu lihat, Karina " Ucap Adrian Terdengar di telingaku.

__ADS_1


Saat aku berlari Semua orang menatap ke Arahku Yang sedang menangis, Hancur sehancur-hancurnya. perasaan marah sedih kini bercampur di hatiku.


"Brughh" ... Tiba-tiba saja Dengan tidak sengaja Aku menabrak seorang Pria, kemudian iya membangunkan ku.


"Hey ... Hati-hati kalau jalan, Kamu jadi terjatuhkan Ayo saya bantu bangun,.


Kemudian Aku meraih tangan Orang Yang tidak sengaja ku tabrak ,Saat aku berusaha bangkit Aku melihatnya dia adalah Devano Sahabat dari Adrian.


"Karina," Kamu kenapa menangis,?" Tanya Devano terhadap ku.


"Tidak apa-apa, Maafkan aku. Aku tidak sengaja menabrak mu." kemudian Aku bergegas Pergi meninggalkan Kantor Adrian.


"Karina" ... Sayang Aku mohon dengarkan penjelasan Aku." Teriak Adrian Yang berdiri Di Lobby.


Namun aku tetap memilih pergi, Lantaran Aku tidak terima Karena Adrian Berani berselingkuh dengan wanita Yang lebih muda dariku.


"Adrian_pov"


_____________


Pagi sekali Aku segera bergegas menuju kantor, Kulihat Karina masih terlelap dalam tidurnya. Aku bangkit dan menciumnya untuk berpamitan,. " aku janji sama kamu sayang, Aku akan buktikan Kalau aku tidak melakukan Apa-apa dengan Sasha" Ucapku sambil mencium kening istriku.


Aku menuruni Tangga kulihat dimeja makan sudah ada ibuku Yang Terlihat sangat Rapi,.


"Pagi mom" Sapa ku terhadap Ibuku.


"Pagi sayang nya mamah, Istri kamu belum bangun Drian,?" Tanya ibuku.


"Belum mah," Jawabku.


Ngomong-ngomong, Mommy mau kemana kok udah Rapi,.!


"Kamu lupa Yah, Kan papa kamu mau pulang Hari ini, Jadi mommy akan menjemput Papa kamu ke Bandara.


"Yasudah mih kalau begitu bareng aku aja sekalian, Aku antar sampe ke bandara.


"Yasudah mih, Kalau begitu aku duluan Ya. Ada meeting Soalnya. "Dusta ku pada ibuku Padahal Aku ingin segera menemui sasha Untuk bertanya Kalau pada saat Kami terjebak, Hal apa saja yang di lakukannya Terhadap ku, sehingga membuat Karina Marah padaku.


"Yasudah Hati-hati dijalan nya" Ucap Ibuku .


Aku melangkah Memasuki mobilku, Untuk segera pergi menuju kantor.


Setelah Aku sampai kantor, Orang Yang pertama kulihat Iyalah Santi sekretaris ku.


" Santi " Aku memanggilnya, Kemudian iya menoleh Padaku.


"Iya pak Ada apa"


" Panggilkan Sasha, Suruh dia keruangan Saya Sekarang" ucapku serius.


"Sasha belum Sampe pak," Seru Santi membalas Ucapan ku.


"Sial Kenapa dia belum sampe," Gumam ku"


Yasudah Kita ada agenda apa saja hari ini,"


"Ada meeting Bersama PT Adhitama_Group Pak, Nanti sekitar Lima belas menit lagi.


"Yasudah Kalau gitu Secepatnya, Meeting itu dilaksanakan, Dan jangan lupa sampaikan pada Sasha jika dia sudah datang, Suruh temui saya di ruangan.


"Oke ... Baik pak" Balas Santi Seraya bergegas Menuju Keruangan nya.


"Lima belas menit kemudian"


Aku bersama jajaran staf dan perusahaan Dari Aditama_group meeting.


Dalam meeting Itu aku membahas Terkait pembangunan Hotel Di Bali. Kurang lebih satu Jam Meeting itu selesai, Aku bergegas kembali keruangan ku.

__ADS_1


Aku duduk di kursi Kebesaran ku, menatap langit-langit Ruangan Yang berhiaskan Lampu. kemudian Aku menelpon Santi, Untuk Menyuruh Sasha Keruangan ku.


"Trili...lili..." Bunyi Telepon, kemudian Sekretaris Santi mengangkat nya.


"Hallo Dengan Santi Disini" Ucap Santi Di seberang Ruangan.


"Santi Ini saya Adrian, Tolong kamu cepat panggilkan Sasha dan suruh segera ke ruangan Saya, Jangan lupa bawakan kopi untuk saya Bilang padanya.


"Oke Baik pak Akan saya sampaikan Sekarang." Ada lagi yang bisa saya bantu pak"


"Sudah itu saja, cepat Yah" Balasku Sambil ku tutup Telpon nya.


Tidak berapa Lama Aku menunggu Sasha Masuk keruangan ku dengan membawa segelas kopi.


"Selamat Siang pak, Ini kopinya" Prayyyy" Aduh maaf-maaf Pak , Saya tidak sengaja menumpahkan Nya" Ucap Sasha Sambil mengelap Celana ku dengan Tisu Karena , kopi itu Terjatuh tepat di bagian Inti ku.


"Apa-apa an, Kamu berani sekali menyentuh bagian itu, " ucapku geram , Sementara dia masih pada posisi itu sedangkan Aku berdiri. Jika dilihat dari arah pintu Maka akan terlihat seperti Dia sedang memuaskan hasrat ku.


"Brakkk" ....


"Adriannnnnn" Teriak histeris Karina.


Aku menoleh Pada istriku Karina, Yang sedang menatapku dari Ambang pintu. Tatapan nya terlihat Marah kepadaku.


kemudian Aku bergegas Mengejar nya, Namun langkah karina begitu cepat, Saat aku tiba di lobby tiba-tiba saja "Karina " menabrak Orang Yang sangat aku kenal Yaitu Devano.


"Karina Dengarkan Penjelasan aku, Karina sayang Tunggu aku" Teriakku dari kejauhan ,Aku mengejarnya Namun Karina sudah memasuki mobil Nya dan pergi meninggalkan Ku.


"Adriannnnnn" Teriak Seseorang Yang sangat ku kenal. Aku Terburu-buru Untuk kembali ke ruangan ku untuk segera mengambil kunci mobil, Namun Devano Menghampiri ku.


"Lama Yah kita tidak bertemu," Ngomong-ngomong, Kenapa Karina menangis seperti tadi, Apa kamu akan menceraikan nya. Ucap Devano yang memancing kemarahan ku.


"Brukkkk" Aku menghantam Tepat di pelipis Devano, "Kurang ajar, Berani sekali kamu Berbicara seperti itu padaku, Ada urusan apa kamu datang ke Kantor ku. " ucapku geram.


"Kamu pasti akan Tau kenapa Aku kekantor Kamu," Balas Devano Tanpa membalas pukulan yang aku Luncurkan ke pelipis nya.


"Sayang" Teriak Perempuan Yang sangat Familiar itu, Kemudian aku menoleh dan ternyata Sasha, Berlari menghambur Kepelukkan Devano.


"Apa Sayang" gumam ku" Kemudian Terlintas di otakku bahwa Devano Sengaja membuat kacau hubungan Ku dengan Karina, menyuruh Pacarnya Mengusik rumah Tangga ku.


"Kurang Ajar, Ternyata ini semua ulah kamu Dev, Berani kamu merusak kepercayaan Karina Terhadap ku, Dan mempermalukan ku di muka umum seperti ini" Umpat ku marah.


"Hahaha... Ini memang Tujuanku Adrian, membuat Kamu Hancur. Apa ku bilang Tempo hari lewat telpon"


Bagaimana Rasanya dipermalukan di wajah umum, Mengerikan bukan." Balas Devano berseringai.


"Kurang ajar kamu, Jadi selama ini Yang mengancam ku itu adalah kamu bajingan" umpat ku Sambil menarik kerah kemeja Devano.


"lepaskan Tanganmu dan lihat sekeliling mu, Wahai Pria Kaku nan sombong" Balas Devano Sambil meledekku.


Kemudian Aku melepaskan lagi satu pukulan ke pipinya" Bukkk..Bukkk.." Ini tidak sebanding Yang kamu perbuat, lihat saja aku akan balas semua ini" Ucapku geram pada Devano.


Kemudian Aku segera bergegas Menuju Ruangan ku mengambil kunci mobil,.Aku merasa telah mengecewakan Karina Istriku.


Aku segera menyusul karina Karena dia pasti menyetir dalam keadaan Emosi Aku takut terjadi Sesuatu terhadap istriku, pujaan hatiku.


Dengan Cepat Aku Menyalakan mobil, Ku injak pedal dan ku kemudikan dengan sangat cepat untuk mengejar Karina. Rambu-rambu lalu lintas ku terobos, Sementara mobil-mobil ku lalui. Namun mobil Yang dikemudikan Karina belum terlihat juga.


Aku mencoba Menelepon nya, Namun tetap saja karina tidak mau mengangkat telponnya.


Next part...


Happy Reading kawan...


Bantu vote like dan Share ya..


Yang penasaran boleh komen dong.

__ADS_1


__ADS_2