Pria Kaku Ini Jodohku

Pria Kaku Ini Jodohku
[Author-pov] Bab 40: Histeris


__ADS_3

Adrian Sangat lemas ketika Mengetahui Kenyataan, Kalau Anak Yang sangat ia Nantikan kelahiran nya Telah Tiada. Iya berjalan Gontai Kembali Ke Ruangan istrinya di Rawat Dunia Terasa Terbelah baginya.


Dari kejauhan Icha Melihat wajah muram putranya itu, Begitu juga raut wajah sahabat nya. Icha bertanya-tanya Karena Melihat Ada kesedihan Dari Raut wajah mereka.


"Adrian,". Kamu kenapa Nak, Tidak terjadi Apa-apa kan. Lalu apa Yang dokter sampaikan Nak,?" Tanya Icha Terhadap Adrian. Namun Adrian Tidak kunjung menjawabnya.


"Aku tidak akan pernah memaafkan kamu Sherly, Akan Aku pastikan Kamu mendekam selamanya di penjara" gumam Adrian.


"Mbak , Ada apa dengan Adrian. Apa sebenarnya yang Dokter sampaikan" Tanya Icha kepada Ayu, Karena Adrian tidak menjawab nya.


"kita harus sabar ya, Kita belum di berikan Kesempatan Untuk Menimang Cucu" Jawab Ayu Sambil menyeka Air matanya.


Seketika Icha Merasakan Sesak di dalam Dadanya setelah mendengar Kalau dia belum bisa Menimang Cucu, Senyum Samar tersungging dari bibirnya, Icha Merasakan kesedihan yang mendalam.


"Apa, Hahahaha... Kamu pasti bercanda kan mbak, Aku pasti salah dengarkan. Ayo jawab aku Kalau kamu Sedang bercanda kan. Icha Yang tidak terima kenyataan saat Itu pun dia Histeris.


"Mom, Sudah mom. Jangan kaya gini, Mommy Yang sabar. Aku juga sangat sedih mom" lirih Adrian.


"Mommy gak mungkin kehilangan Calon cucu Mommy kan, Kamu bohong kan Adrian, Ayo bilang ke mommy kalau semua ini bohong, Hiks.hiks.hiks..." Icha Tak kuasa menahan Kesedihannya seketika Tangisnya pecah.


Ayu Berusaha Tegar Menerima kenyataan, Semata-mata dia ingin menguatkan Karina Yang masih terbaring Kaku.


"Ya Tuhan cobaan Macam apa ini, bagaimana Jika Kamu sudah sadar Nanti Nak, Mommy tidak sanggup melihat kamu sedih" Lirih Ayu sambil mengusap-usap pipi cantik Karina Yang terlihat pucat pasi.


"Maafkan, Mommy nak. Mommy tidak bisa melindungi kamu, Ayo bangun sayang Jangan buat mommy khawatir"


Rumah kediaman Rama & Aquilla.


Aquilla Duduk di Ruang keluarga Iya menyaksikan berita Kecelakaan di sebuah pusat perbelanjaan Yang ternyata adalah sahabatnya. Rama Terkaget-kaget saat mendengar Aquilla istrinya Tiba-tiba menangis.


"Karin, Ini enggak mungkin Karin. Aku harus telpon Tante Ayu ini enggak mungkin karina kan" Ucap Aquilla tersedu-sedu.


"Ada apa sayang Kamu kok Nangis Bilang sama Aku kamu kenapa" Ucap Rama Panik.


"Karina Mas, Karina sahabat kita. Hiks...hiks..hik..."

__ADS_1


"Iya sayang Ada apa dengan karina? Tanya kembali Rama yang keheranan.


"A.. Aku.. Aku Nonton berita Di Tv karina di dorong Sampai terjatuh Dari eskalator, Oleh sherly" ucap Aquilla terbata-bata.


"Apa, Coba-coba kamu hubungi Adrian. Ya hubungi Adrian, Aku ambil kunci mobil dulu ya, Nanti kita kesana. Rama sangat Panik ketika Mendengar karina Terjatuh dari Eskalator.


kemudian Aquilla Dan Rama Menuju Rumah sakit tempat Karina di Rawat,Dalam perjalanan Aquila Terus-menerus Menangis. Lantaran iya membayangkan Bagaimana ke adaan Karina sekarang.


"Mas kamu lebih cepet dong nyetirnya, Aku pengen cepet-cepet nyampe Mas. Kasihan karina. Hiks...hiks...hiks..."


"Sudah sayang Jangan menangis terus, Jadi panik Akunya ngelihat kamu kalau seperti ini. lebih baik Kamu berdoa Agar Karina tidak kenapa-kenapa.


Kurang lebih Menempuh perjalanan Setengah jam Rama Dan Quilla., Sampai di rumah sakit mereka menanyakan kamar Rawat Karina ke Bagian Resepsionis.


Saat Quilla & Rama berjalan menuju kamar Karina Mereka menyaksikan, Adrian sedang menenangkan Ibu nya.


"Mom, sudah Mom. Bagaimana Karina Nanti kalau dia tahu Bayi dalam kandungan nya sudah tidak ada. Mommy please Jangan begini Mommy harus Kuat Yah" Adrian menyeka Air mata di pipi ibunya.


"A.. Apa... Adrian, Kenapa dengan Kandungan Karina" Lirih Aquilla mendekati Mereka.


"Kandungan Karina keguguran Quilla , Aku tidak sanggup kalau Nanti Karina sudah siuman mengetahui kenyataan nya, Dia pasti Akan sangat Hancur.


"Brughh" Dasar Laki-laki Tidak berguna kamu Adrian, Mana Janji kamu pada aku . Katanya kamu bakalan lindungi karina Dari siapapun Tapi mana bukti kamu.


"Mas, Sudah, Tenang mas. Ini bukan salah Adrian Mas, ini diluar kendali dia mas. "Ucap Quilla Meredam emosi suaminya.


"Bagaimana Aku bisa tenang karina sudah seperti adik aku, Aquilla. bagaimana mungkin si brengsek ini Malah mencelakakan Nya".


"Yah kamu memang benar, Aku memang brengsek. Ya aku terima Aku memang Tidak berguna, Tapi paling tidak Kamu hargai perasaan Aku sebagai Ayah yang kehilangan anaknya" Teriak Adrian karena kesal Terhadap Rama Yang terus memojokan nya.


Kemudian ada Seorang suster Menghampiri keributan Yang terjadi di depan Kamar Rawat Karina" Pak tolong jangan buat keributan disini pak, Ini Rumah sakit. Kasihan para pasien.


"Iya sus saya Mohon maaf, Mas sudah Malu dilihat Orang" Aquila Menimpali suster kemudian Mengingatkan Rama suaminya Agar Tak membuat keributan lagi.


"Dimana Sekarang Karina,?" Tanya Rama terhadap Adrian.

__ADS_1


"Dia di dalam, Istri saya belum sadar. Jadi saya mohon Kalian pergi dari sini" Ucap Sarkas Adrian.


kemudian Icha berusaha menjadi penengah diantara kesalahpahaman Antara Rama dengan Adrian.


"Ada apa dengan kalian Malah ribut begini, Rama bukan cuma kamu yang sedih dengan kejadian ini, Tante Dan Adrian juga sangat sedih Ram. Jadi Tante mohon jangan saling mengalahkan, Alangkah baiknya kita berdoa buat keselamatan Karina.


Seketika Rama Terdiam tidak membalas Sepatah kata pun, Nasehat yang diberikan Icha,. Rama berjalan Keruang ganti untuk menggunakan Baju yang steril. Karena Dokter menyarankan setiap Yang menjenguk Karina Harus dengan keadaan Yang steril.


"Ya Tuhan Karina, Kenapa Kamu bisa jadi begini. Hey... katanya kamu Mau main ke rumah aku, Aku tunggu kamu dari kemaren Ternyata kamu disini, Ayo bangun Rin gw kangen sama lho" Hiks...hiks...hiks..." Sesekali Aquilla menyeka Air matanya.


"Hey... Rin, Gw doa in lho. cepet sembuhnya, Ayo bangun kita berdua kangen sama Candaan lho Rin" Rama tidak sadar ikut meneteskan Air mata.


"Terimakasih yah, Kalian sudah nyempetin Datang jenguk Karina. Kalian memang sahabatnya yang baik Bagi karina,.lirih ayu yang ikut menangis melihat keadaan Karina Yang Tak kunjung Sadar.


"Tante yang sabar Ya, Semoga Karina cepat siuman ya tante. Aku... Aku hiks...hiks...Jujur aku Tidak sanggup Kalau ngelihat Karina seperti ini Tante." Lirih Aquilla Sambil memeluk Ayu Yang sudah iya anggap seperti tantenya sendiri.


Sementara Sherly kini mendekam di penjara Karena Ulahnya Sendiri, Dia begitu Teraniaya disana Karena Selalu bertengkar dengan Napi lainnya.


" bu Tolong keluarkan saya dari sini, Saya enggak bersalah bu. Wanita itu Yang jahat, dia merebut calon suami saya." Teriak Sherly Histeris seperti orang gila.


"Adrian Aku cinta kamu, Kenapa kamu malah jebloskan Aku ke penjara, Adriannnnnn. Kamu jahat Adriannnn" Teriak Sherly Histeris.


"Heh Berisik, Lho bisa diem gak sih dari kemaren lho bisanya berisik. Gw Mau tidur tau Gimana sih loh." ucap Napi lainnya.


"Apa sih lho, Mulut-mulut gw. suka suka gw dong Mau berisik atau tidak, Itu salah kuping lho." Balas Sherly Dengan jutex.


"Berani lho sama gw, Lho gak tau siapa gw disini. Gw pentolan sini hey" Teriak Napi lain.


"Mau lho pentolan sini, Apalah itu gw gak Takut sama lho" Balas Sherly dengan marah.


Meraka Bertengkar Sampai Saling Jambak, Sementara Yang lain malah Bertepuk Tangan menyoraki mereka Yang tengah bertengkar Seperti Ayam yang sedang di adu.


Hallo Gaes sampe sini dulu ya...


Selamat Membaca...

__ADS_1


Tunggu Bab selanjutnya ya...


Jangan lupa Bantu vote...


__ADS_2