
Karina pergi begitu saja, Setelah Trisha mengatakan, Bahwa Adrian memaksanya untuk melakukan hubungan badan. Ada rasa sedikit tak percaya dari ucapan Trisha yang terlontar.
"Rin...,Maafkan aku jika aku menyakitimu. Tapi inilah kenyataan nya, Adrian memaksa aku...,Hiks...,hiks...,hiks." Trisha meneteskan Air mata palsunya untuk meyakinkan Karina.
"Cukup Trisha, Jangan di lanjutkan lagi." Ucap Karina meneteskan buliran putih, Kemudian ia pergi.
"Karina...,Kamu jangan percaya dengan perempuan ini. Dia orang licik sayang." Ucap Adrian menahan tangan karina, Namun di hempaskan olehnya.
"Cukup Mas...,Aku tidak tahu harus percaya sama siapa saat ini. Aku mohon biarkan aku menenangkan diri." Timpal Karina dengan Bibir yang gemetar, Lalu ia berlari menuju kamarnya.
Sedangkan Icha sangat heran karena melihat menantunya berlari dari dapur sambil berderai air mata.
"Karina..., Kamu kenapa sayang." Tanya Icha terhadap menantunya.
"Karina tidak apa-apa mah, Karina ijin ke kamar ya mah." Lirih Karina yang tak kuat menahan tangisnya.
Lalu Icha berjalan ke arah dapur ia memergoki Adrian sedang adu mulut dengan Trisha.
"Kamu boleh saja membodohi istriku Trisha...,Tapi kamu tidak akan bisa membohongi ku." Bentak Adrian marah kepada Trisha.
"Hahaha...,Adrian..., Sudah ku buktikan bukan. Kalau aku bisa melakukan apapun. Termasuk membalas kematian Jack, Kau ingat itu Adrian." Ucap Trisha. Kemudian ia hendak pergi meninggalkan Adrian.
"Mau pergi kemana kamu, Kamu harus tahu. lihat ini." Ucap Adrian sambil menyalakan rekaman. Ia sengaja merekam Trisha untuk membuktikan pada Karina, Bahwa Trisha hanya berpura-pura kehilangan ingatannya.
"Adrian...,Kau!" Geram Trisha.
"Kenapa,? Kamu kaget. Kamu fikir cuma kamu saja yang bisa berfikir se licik ini." Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini sebelum mempertanggung jawabkan perbuatan kamu." Kamu tahu Davin,? Dia adalah asisten aku di German. Dia akan membawa bukti kejahatan kamu dan orang tua kamu, Bahwa kamu dan ayah kamu terlibat dalam skandal penggelapan Dana perusahaan Ayahnya karina." Geram Adrian terhadap Trisha.
Trisha hanya ternganga ia tak menyangka bahwa Adrian akan menyelidiki nya, Hingga se detail itu.
"Celaka aku harus bagaimana sekarang." Gumam Trisha.
"Bagus..., Ternyata kamu ini adalah orang yang sangat jahat ya Trisha. Tante menyesal telah mempercayai kamu." Ucap Icha sambil tepuk tangan.
Sedangkan Karina dengan perasaan bimbang, Ia tak tahu harus percaya pada suaminya atau Trisha. Karina mengemas barang-barang nya, Semua dia masukan ke dalam koper, Tak lupa ia membawa putranya yaitu Bintang. Karina berniat untuk pergi dari rumah dengan membawa Bintang.
"Nak...,Kita pergi yah! Bunda akan menenangkan fikiran untuk sejenak, Bunda harap Bintang mau yah pergi sama bunda." Lirih Karina sambil menciumi pipi tampan putranya.
Kemudian Karina perlahan menuruni tangga, Menggendong Putranya, Sambil menarik kopernya. Beruntung Adrian segera menghentikan niat Istrinya tersebut.
__ADS_1
"Karina ..., Kamu mau pergi kemana sayang. Mas mohon jangan pergi. Adapun orang yang harus pergi dari sini adalah Trisha sayang." Ucap Adrian memohon.
Kemudian Adrian menyalakan rekaman yang berisi kebohongan Trisha. Karina sangat tercengang setelah mengetahui bahwa Trisha adalah orang yang berniat membunuhnya waktu di luar negeri.
"Jadi kamu ..., Orang yang merencanakan pembunuhan itu Trisha," Plakkkk...,Dan soal kecelakaan di pemakaman itu, Adalah hasil dari Skenario kamu." plakkkk..., Dan yang lebih parah lagi kamu anak dari pengacara jahat, Yang menggelapkan dana perusahaan Pappy ku." Kenapa kamu Sejahat ini Trisha...,Padahal baru saja aku sangat senang mempunyai sahabat lagi. Aku benci kamu Trisha...,Aku benci." Ucap Karina menumpahkan kekesalannya pada Trisha yang telah tega menipunya.
Akan tetapi Trisha malah tertawa seperti orang gila. " Hahaha...,Aku puas dengan semua yang telah aku lakukan. Hahaha...,Kamu lihat kan, Aku bisa dengan mudah menghancurkan kalian. Adriannn..., Aku cinta sama kamu, Kenapa kamu terus menolak aku." Teriak Trisha histeris.
Tak berapa lama Davin beserta polisi datang ke rumah Adrian, Dan menangkap Trisha Terkait percobaan pembunuhan dan penipuan, Serta kasus penggelapan dana di perusahaan Hendardi_group.
"Selamat siang tuan...,Saya akan membawa wanita ini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya." Ucap Davin.
"Silahkan bawa wanita jahat ini," Ucap Adrian sambil mendorong Trisha ke arah para polisi.
"Pak saya tidak bersalah disini," Tolong jangan bawa saya pak." Saya tidak mau di penjara." Teriak Trisha mengamuk.
Namun para polisi itu tetap membawa Trisha, Karena Trisha sudah sejak lama menjadi incaran jajaran kepolisian, Karena tindak korupsi sehingga membuat perusahaan Orang tuanya Karina failed.
"Terima saja nasib mu Trisha, Inilah hasil dari perbuatan kamu selama ini." Ucap Karina dingin.
kemudian karina meminta maaf pada Adrian, lantaran telah meragukan kesetiaan Adrian padanya.
"Tidak sayang ..., Aku juga salah tak jujur sama kamu, Kalau sebelumnya aku sudah tahu siapa Trisha ini." Ucap Adrian menangkup pipi cantik karina yang telah di hiasi tetesan buliran putih.
"Tuan...,Saya mohon pamit yah." Ucap Davin menyadarkan mereka.
"Iya Davin, Silahkan! O ya Vin, Jangan lupa segera ke kantor yah." Balas Adrian.
"Kamu kapan ke indo nya Vin,,?" Tanya Karina.
"Sudah seminggu saya di indo Nona, Apa tuan Adrian tak pernah bercerita." Sahut Davin menyunggingkan senyum, Sambil beranjak pergi.
Karina menganga lantaran ia tidak mengetahui jika Davin sudah lumayan lama berada di Indonesia. Seketika karina melirik wajah suaminya.
"Jadi selama seminggu itu kamu sudah menyelidiki Trisha Dri,,?" Ucap Karina sambil menoleh.
"Bahkan sewaktu kita di Germand pun, Aku sudah mengumpulkan bukti kejahatan Trisha sayang." Kamu tahu si bule yang terobsesi dengan kamu.?" Ucap Adrian.
"Jack, Maksud kamu." Balas Karina.
__ADS_1
"Ya dialah sepupu dari Trisha rupanya." Kata Adrian sambil mengecup kening istrinya.
"Iiih...,Kenapa kamu gak ngomong dari awal, Coba kamu ngasih tahu aku dari awal soal Trisha, Kita tak perlu bertengkar terus setiap hari Dri." Protes karina sambil mencubit pipi tampan suaminya.
"Aw...,Sakit sayang. Kamu sih gak mau dengerin penjelasan aku. Malah sibuk membela Trisha." Sahut Adrian.
"Maafkan aku yah! Aku memang salah, Aku bodoh selalu saja gampang percaya sama orang." Ucap karina menyesali sikapnya selama ini.
"Iya sayang tidak apa-apa, Yang penting semuanya sudah selesai sekarang. O yah ada berita bahagia datang dari Devano dan Sasha sayang." Ucap Adrian memberikan kabar Devano dan Sasha.
"Berita bahagia apa maksud kamu." Tanya Karina penasaran.
"Berita bahagia nya, Mereka akan menikah minggu depan di gedung Sasana Paramitha." Ucap Adrian.
"Sungguhan, Kamu tidak bohong kan. Bukannya.Mereka di german yah!." Timpal karina antusias.
"Lusa mereka akan balik ke indo sayang." Kita di undang ke pernikahan mereka." Ucap Adria Terhadap Karina.
"Aku senang mendengar kabar baik ini, Akhirnya Sasha mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini." Sahut Karina berbahagia, setelah mendengar kabar Devano dan Sasha akan menikah.
"Yasudah kalau begitu aku berangkat kerja dulu yah." Bintangnya Ayah, Kamu jagain Bunda untuk ayah yah." Ucap Adrian berpamitan dan mengajak ngobrol Putra nya.
Sementara Icha dan Syafiq tersenyum melihat kerukunan antara putranya dan menantunya.
Tak ada hal yang bahagia selain melihat hidup anaknya bahagia, Itulah yang sekarang yang Icha dan Syafiq rasakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Next part...
Halo Readers...
Ikuti terus Kisahnya yah...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
jangan lupa tambahkan ke kolom favorit kalian...
Like,komen dan vote yah...
__ADS_1
Happy reading**...