
“Salam Yang Mulia,”
“Kaisar Li yang terhormat, apa sudah kebiasaan anda mengajari Putri anda yang terhormat ini untuk merebut milik orang lain?” sinis Li Shang Yue yang menatap langsung kepada Kaisar Li dengan wajah datar dan dingin.
`
Deg
Kaisar Li Yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue tertegun. Matanya menatap Putri Wei Rong yang masih memegang wajahnya yang habis di tampar oleh Li Shang Yue.
“Hanya karena dia Putri seorang Kaisar dia harus bertindak semana-mena? Atau mungkin ini adalah ajaran dari Selir Hua Rong? Tapi tidak mengherankan, namanya selir ya seperti itu. Seorang selir tidak akan pernah sebaik seorang pemaisuri apalagi jika selir itu hanyalah seorang wanita yang memanjat ranjang Kaisar bukannya terhormat tapi sangat menjijikan,” sarkasme Li Shang Yue yang menatap tajam Selir Hua Rong yang berada di samping Kaisar Li.
Sontak saja apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue langsung membuat orang kaget karena masalah bertahun-tahun di ungkit lagi. Banyak para pengawal dan juga pelayan yang mengikuti mereka saling berbisik menatap sinis Selir Hua Rong arena memang beberapa Pengawal dan Pelayan tidak mengetahui akan hal itu karena mereka bukan pengawal dan pelayan yang ada pada masa itu.
Sedangkan Selir Hua Rong yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li SHang Yue kaget karena Li Shang Yue mengetahui akan hal memalukan apa yang dilakukannya pada masa lalu. Selir Hua Rong gelagapan sendiri terutama menatap para pelayannya yang tengah menatapnya dengan pandangan yang tidak enak.
Jelas tidak enak karena Selir Hua Rong selalu menceritakan kisah cinta mereka antara Kaisar Li dan juga dirinya sendiri. Bedanya adalah Selir Hua Rong bercerita bagaimana dirinya dan Kaisar saling mencintai namun seorang wanita datang menjebak Kaisar Li hingga menikahi wanita itu dan dirinya di jadikan seorang Selir oleh Kaisar Li.
“Bagaimana bisa anak si4lan ini mengetahui cerita itu? Sial, karena anak ini citra yang telah aku bangun selama ini akan hancur dalam sekejap mata,”kata Selir Hua Rong di dalam hatinya.
“Memang apa yang dilakukan Putri Wei Rong?” tanya Kaisar Li dengan mentap Li Shang Yue.
Li Shang Yue yang mendengarnya langsung mendengus kesal karena sepertinya Kaisar tak merasa bersalah sama sekali.
“Kaisar tua ini seperti merasa tak bersalah sedikitpun..! Kenapa Putri Li Shang Yue harus memiliki ayah yang sangat tidak manusiawi seperti Kaisar bodoh ini,” ympat Li Shang Yue yang mengumpat Li Shang Yue asli dan juga mengumpati Kaisar Li yang bodoh.
__ADS_1
“Kau bertanya apa yang dilakukan oleh putri kau yang menyebalkan ini?” sinis Li Shang Yue yang berkacak pinggang.
Yue’er berhentilah berbicara..! Kamu membuat ayah takut nak.” batin jendral Feng yang ingin menghentikan Li Shang yue tapi percuma gadis itu sangatlah tak bisa di hentikan jika sedang mengamuk atau kesal.
“Meimei lebih baik kamu diam,” bisik Jendral Xin yang memegang tangan Li Shang yue memberi isyarat agar Li Shang Yue diam.
Namun jika diam itu bukan berarti Li Shang Yue karena gadis itu sangatlah sembrono jika sudah kesal.
“Kau tahu kaisar yang terhormat…, Ayahku Jendral Feng pagi-pagi buta bangun mencari air di tengah hutan sana hanya untuk mengumpulkan aku air untuk mandi. Lihat bahkan sampai karena mencari air ayahku menjadi lelah dan berkeringat. Sedangkan putri tercintamu ini dengan seenak jidatnya ingin mengambil dan mandi di dalam bak yang sudah ayahku isi air untukku. Apa Yang Mulia pikir saya akan diam? Saya tidak akan membiarkan kerja keras ayah saya di nikmati oleh orang lain karena itu adalah milikku,” ucap Li Shang Yue lantang yang penuh penekanan setiap katanya terutama kata AYAH.
“Itu hanya masalah air..,”
“Jika begitu kenapa bukan Yang Mulia sendiri yang mencari air untuk putri tercintamu ini? Apa tidak mampu? Jelas karena yang mampu hanya ayahku,” ucap Li Shang Yue dengan bangga memeluk lengan Jendral Feng.
“Puteri Wei Rong ikut saya, Selir Hua Rong tarik Putri Wei Rong sekarang juga..!” titah Kaisar Li dengan nada marah.
Selir Hua Rong yang mendengarnya tak punya pilihan lain selain menarik Putri Wei Rong ikut dengannya.
“Yue’er ayo masuk mandi,” ucap Jnedral Feng dengan mengelus rambut Li Shang Yue dengan sayang.
“Baik ayah,” jawab Li Shang yue dengan riang masuk ke dalam tenda itu.
“Pelayan Se se cepat masuk bantu Nona mu untuk membersihkan diri..!” titah Jendral Feng.
“Baik Yang mulia,” balas Pelayan Se se yang segera masuk ke dalam tenda.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Kaisar Li masuk ke dalam t3nda dengan rasa amarah yang meledak-ledak.
“Ayahanda…,” kalimat Putri Wei Rong langsung terhenti karena sebuah tamparan telah melayang di wajahnya.
Plak
“Ayahanda…! Yang Mulia!”
“Apa tidak bisa sehari saja kamu tidak membuatku malu? Sekarang bersiap kita akan segera berangkat. Sampai di kerajaan nanti saya tidak mau tahu jangan mencari masalah jika tidaka kan saya buat kamu benat-benar akan menderita,” kata Kaisar Li yang penuh ancaman.
“Baik Ayahanda,” Putri Wei Rong hanya bisa menjawab dengan pelan dan juga menundukan kepala menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh.
“Selir Hua Rong ajari putrimu sopan santun dan tata krama yang benar. Jika tidak akan aku kirim kamu ke istana dingin,” ancam Kaisar Li terhadap sang Selir.
“Baik Yang Mulia,”
Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong keluar dari tenda itu dengan perasaan marah, kecewa, benci, dendam, semuanya menjadi satu membuat kedua orang itu menyalahkan Li Shang Yue secara bersamaan.
Matahari sudah tinggi mereka semua mulai melanjutkan perjalan mereka dengan Kaisar berjalan di depan sana. Terlihat Jendral Feng berada di samping kanan kereta Li Shang Yue sedangkan Jendral Xin berjalan di sisi kiri kereta Li SHang Yue.
Lalu apa yang dilakukan oleh Li Shang Yue?
Seperti biasa gadis itu kini duduk tenang dengan menikmati cemilan di depannya. Gadis itu tidak merasakan kenyang sama sekali padahal baru saja menyantap satu ekor kelinci gemuk untuknya sendiri.
“Aku yakin racunku pasti sudah berjalan, jika Putri Wei Rong sudah mengalami gejala awal maka 3 5 hari kedepan maka giliran Selir Hua Rong yang terkena. Ini pasti sangat menyenangkan namun sebelum itu aku harus segera menimbulkan asap dengan rumor jika penyakit Putri Wei Rong itu menular,” kata Li Shang Yue dalam hati yang menyusun rencananya.
__ADS_1