
Matahari belum menunjukan sinarnya namun Li Shang Yue sudah berada di depan kamarnya. Terlihat gadis itu telah melakukan yang jika di lihat oleh orang luar akan menganggapnya melakukan gerakan aneh. Namun jika dirinya itu bukan aneh karena gerakan yang dia peragakan adalah gerakan saat dia berada di zaman modern seperti push up, sit up dan lain-lain.
“97 98 99 100,” Li Shang Yue setelah hitungannya sampai di seratus.
Jangan berpikir jika Li Shang Yue akan berhenti karena gadis itu langsung berdiri tanpa beristirahat langsung berlari mengelilingi taman di depan kediamannya itu.
Keringat dingin mulai membasahi dahi dan seluruh wajahnya namun Li Shang Yue tidak peduli karena dirinya sudah bertekad akan membalas dendam sesegera mungkin agar bisa segera mengembara di dunia kuno itu.
“Pertama-tama aku harus memutuskan rantai-rantai dantian ku dulu. Walau aku belum mengeceknya tapi aku yakin jika aku memiliki dantian emas. Setelah rantai-rantai itu putus aku akan bergerak yang kedua yaitu membalaskan dendam Putri Li Shang Yue yang asli. Ini akan sedikit sulit jika au membunuh mereka semua termasuk Kaisar bodoh itu maka besar kemungkinan aku akan menjadi kandidat yang akan menjadi Ratu dan hal itu tentu aku tidak inginkan. Benar-benar merepotkan,” kata Li Shang Yue dalam hati menahan kesal.
Li Shang Yue terus berlari mengelilingi taman yang luas itu hingga matahari muncul di atas sana bersamaan dengan Li Shang Yue yang menghentikan langkah kakinya.
“Huh ku rasa cukup aku istirahat saja dulu,” guman Li Shang Yue yang menuju pohon yang tempat ia berlatih kemarin.
Sampai di bawah pohon dengan santainya Li SHang Yue segera membaringkan diri di atas rumput lembut itu. Entah kenapa Li Shang Yue sampai mengantuk menutup mata dengan pelan hingga beberapa saat kemudian terdengar dengkuran halus dari Li Shang Yue. Rupa-rupanya itu tertidur.
“Ini dimana?” guman Li Shang Yue yang menatap taman bunga yang terlihat indah di depannya itu.
“Seingatku tadi aku sedang istirahat di bawah pohon, apa aku sudah mati? Astaga belum juga balas dendam sudah mati duluan,” umpat Li Shang Yue yang menganggap dirinya sudah mati.
“Kamu belum mati,” sahut seseorang dari belakang dengan suara lembutnya.
Li Shang Yue yang mendengar suara orang lain yang berada di belakangnya langsung berbalik ke arah suara. Namun saat melihat wajah di depannya itu Li SHang Yue langsung membulatkan mata dengan wajah terkejutnya.
“KAU…, JADI BENAR AKU SUDAH MATI…? APES BANGET HIDUPKU..!” umpat Li Shang Yue dengn membuang napas kasar.
“Kamu belum mati Clara,” ucap wanita itu lagi yang tersenyum hangat pada Li Shang Yue.
“Lalu aku apa? Hantu gentayangan? bukannya kamu sudah mati Putri Li Shang Yue yang terhormat?” sindir Li Shang Yue kepada Putri Li Shang Yue yang asli.
“Aku memang sudah mati, tapi kamu belum mati Clara,” kata Li Shang Yue yang asli.
__ADS_1
“Lalu aku ada dimana?” tanya Clara dengan datar dan dingin.
“Dia benar-benar dingin sangat berbeda dengannya yang sangat lemah dan penakut. Tak heran dia kuat karena dia memang pilihan takdir,” kata Li Shang Yue yang asli.
“WOYYY.. JAWAB JANGAN BENGONG..!” sentak Clara yang membuat Li SHang Yue yang asli sampai terkejut dengan sifat Clara yang ternyata sangatlah bar-bar.
“Kmau berada di dalam alam bawah sadar kamu Clara,”
“Alam sadar? Yang bagaimana lagi itu? Apa aku masuk dimensi lain lagi?”
Huhhhh
Terdengar Li Shang Yue yang asli menatap dengan frutasi kepada jiwa di depannya itu yang sialnya lagi orang yang terpilih.
“Alam bawah sadar itu seperti mimpi, intinya kamu belum mati. Aku kesini hanya ingin membuat kesepakatan…,”
“Kesepakatan apalagi? Kamu tahu kesepakatan awal kita saja aku belum jalanin tahu. Harusnya kamu tidak menghalangiku untuk membunuh pak tua itu,” potong Clara dengan perasaan dongkol.
“Cibh jangan menatapku seperti itu atau aku congkel mata jelekmu itu. Lagian kenapa harus pura-pura bodoh? Pak tua yang aku maksud ya Kaisar bodoh itu,”
“Clara dia ayahku,”
“Ayahmu tapi bukan ayahku..!”
Li SHang Yue asli yang mendengar apa yang di katakan oleh Clara hanya bisa diam. Berbicara dengan Clara memang memerlukan kesabaran dengan stok yang banyak.
“Haisa itu memang dia memang harusnya mati karena kematian Ibunda ada hubungannya dengan…,”
“Apa.., maksudmu pak tua itu juga ada daftar kematian Permaisuri yang dulu?”
“Benar, pak tua itu memang ada daftar itu. Aku hanya berpesan kamu bisa membunuhnya tapi kamu harus mencari tahu orang tuaku yang sebenarnya. Aku tak punya waktu lagi aku harus pergi. Ingat Clara kamu harus bisa menemukan keberadaan orang tua kandungku dengan begitu kamu akan memiliki tubuhku seutuhnya…!” teriak Li Shang Yue yang asli tubuhnya mulai menghilang di jemput sinar putih.
__ADS_1
“WOEEEEE JANGAN PERGI DULU…!” teriakan Clara hanya sia-sia karena Putri Li SHang Yue yang asli langsung menghilang begitu saja.
“Ini becanda’kan? Yang benar saja kenapa jadi begini? Belum juga selesai masalah satu malah dapat masalah lain lagi. Benar-benar nggak waras tuh Putri Li SHang Yue,” kesal Li Shang Yue yang perlahan sinar putih menyelimutinya.
“Ini juga mau kemana? Sudahlah pasrah saja,” guman Clara yang hanya berdiri santai.
“Shhhh, oh balik dunia nyata toh,” Li Shang Yue langsung berdiri dari duduknya lalu berjal;an masuk ke dalam kamarnya.
Tok
Tok
“Nona, Tuan besar dan Tuan muda menyuruh anda untuk sarapan di ruang makan..!” teriak seorang pelayan dari luar karena Li SHang Yue tidak membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Pintu terbuka menunjukan seorang gadis cantik yang menggunakan hanfu biru dengan sebuah tali pinggang hitam di pinggangnya membuat pelayan itu terpesona.
“Maaf tadi aku sedang bersiap, bisakah kita pergi sekarang…!” Li Shang Ye menekan kata-katanya karena pelayan di depannya itu sepertinya tidk bergeming.
Pelayan yang mendengar nada dingin dan datar Li Shang Yue langsung tersadar dari keterpesonaannya pada gadis muda yang menjadi putri angkat sang jendral.
“Maaf Nona saya terpesona akan kecantikan alami anda. Mari ikut saya pelayan ini akan menunjukan jalannya,” kata sang pelayan yang membungkukkan badannya.
“Hm,”
Li Shang Yue hanya berdehem sebagai jawaban akan tetapi, pelayan itu tentu saja tahu jika itu adalah kalimat perintah. Semua pelayan di kediaman Jendral Feng tentu tahu jika kediaman itu penuh dengan orang-orang yang hanya bersikap dingin.
Para pelayan dan prajurit berharap jika kedatangan putri kecil di kediaman sang Jendral akan membuat kediaman itu akan terlihat hangat dan lebih berwarna. Namun siapa yang menyangka jika bahkan sifat dari sang putri ternyata lebih dingin dari dua junjungan mereka yaitu Jendral Feng dan Jendral Xin.
“Aku tadinya berharap Putri Jendral adalah putri yang manja dan ceria namun siapa yang menyangka dia lebih menakutkan dari Jendral Feng,” batin pelayan itu yang hanya bisa meringis dalam diam menatap wajah dingin dan acuh tak acuh milik Li Shang Yue.
__ADS_1