Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 161


__ADS_3

“Apa-apaan ini?” guman Li Shang Yue dengan wajah syok.


Li Shang Yue menatap wujub baru kalajengking merah itu. Tak punya pilihan lain Li Shang Yue langsung mengangkat kalajengking darah itu dan meletakkannya di pundaknya. Sontak saja apa yang dilakukan oleh Li Shang Yue itu membuat mereka kaget bukan main. Bahkan Fan Hu yang sudah terluka cukup parah dengan gerakan cepat mengulurkan tangannya untuk menyingkirkan kalajengking merah itu.


Hap


Tangan tinggal sedikit lagi tangan Fan Hu mencapai kalajengking merah itu. Akan tetapi langsung terhenti dengan sebuah tanah mungil yang menangkap tangannya.


“Apa Fan Gege gila…? Kalajengking merah ini beracun. Bagaimana bisa Fan Gege ingin menyentuhnya dengan tangan kosong?” tanya Li Shang Yue dengan wajah dingin.


“ Yuyu Justru karena kalajengking merah itu beracun Aku ingin menyingkirkannya darimu. Lihat bagaimana nanti jika kalajengking merah itu menusukmu?” kata Fan Hu dengan khawatir.


“ Dia tidak akan bisa melakukan apapun Fan gege. Bahkan jika dia menggigit ku pun sekalipun Aku tidak akan apa-apa. Aku memiliki keistimewaan karena sejak kecil aku diracuni sehingga membuat tubuhku kebal akan racun,” kata Li Shang Yue dengan santai.


Tanpa Li Shang Yue sadari jika apa yang baru saja dia katakan membuat semuanya langsung tertegun terutama pria yang paling pojok. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Lay, hatinya teriris mendengar kenyataan jika orang yang dia cari selama ini Ternyata hidup dalam penderitaan. Saking menderitanya sejak kecil dia harus menerima penyiksaan dengan terus mengonsumsi racun di dalam tubuhnya.


“Sial, harusnya aku datang lebih awal dan cepat. Andaikan aku bisa menemukanmu dengan cepat maka aku bisa mencegah orang-orang itu untuk menyakitimu. Maafkan aku yang datang terlambat,”


Ingin sekali Lay mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya. Ingin sekali memeluk gadis kecil itu mencurahkan segala kerinduan yang tertahan selama bertahun-tahun yang dia lalui dengan Mencari keberadaannya.


‘‘Sudahlah, Ayo kita cari tempat untuk beristirahat malam ini. Kita tidak perlu lagi untuk kembali ke penginapan aku sudah meninggalkan beberapa koin di dalam kamarku,” kata Li Shang Yue yang langsung berjalan paling depan.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di sebuah sungai. Melihat akan hal itu, Li Shang Yue segera menyuruh mereka untuk berhenti. Li Shang Yue langsung mengeluarkan sebuah teko dari ruang dimensinya dan mengambil air dari sungai itu. 


“Bersihkan luka kalian dulu, aku akan mengecek keadaan Yuren dulu,” kata Li Shang yue yang memberikan mereka satu persatu teko air itu.


Li Shang Yue berbalik berjalan mendekati Yuren yang diberikan di bawah pohon. Dengan penuh keseriusan Li Shang Yue mulai memeriksa denyut nadi Yuren yang di mana aliran darahnya terasa kacau mungkin karena efek dari pukulan pria itu. Tanpa basa-basi lagi Li Shang Yue langsung meletakkan jari telunjuknya di antara alis Yuren sehingga sebuah cahaya putih kehijauan keluar dari tangan LI Shang Yue masuk ke dalam kening Yuren.


Setelah memastikan keadaan Yuren dengan segera Li Shang Yue menarik tangannya. Walau mereka sudah dekat satu sama lain akan tetapi Li Shang Yue belum sepenuhnya percaya kepada mereka. Oleh karena itu, Li Shang Yue merahasiakan Jika ia memiliki elemen cahaya. Seperti yang dipesankan oleh Long jika seseorang yang memiliki elemen cahaya sangat berbahaya dan akan menjadi buronan seseorang yang memiliki niat jahat.


Li Shang Yue berbalik lalu mulai menghampiri mereka satu persatu. Terlihat jika yang terluka parah hanya Fan Hu dan juga Lay yang ternyata benar-benar terkena efek racun dari pria itu. Tak mau ambil pusing Li Shang Yue langsung memberi mereka satu persatu sebuah pil berwarna hijau terang.


“Minum ini setelah itu pulihkan tenaga kalian aku akan berjaga,” kata Li Shang Yue yang langsung berjalan di sekitar mencari kayu bakar.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Li Shang Yue kembali di tempat perkumpulan mereka dengan membawa ranting pohon di tangannya.


“Fan gege bantu au membakar kayu-kayu ini,” kata li Shang yue yang langsung meminta Fan Hu untuk membakar ranting-ranting itu menggunakan elemen apinya.


Fan Hu dengan senang hati langsung berjalan ke arah Li Shang Yue lalu membakar ranting-ranting itu menggunakan elemen artinya.


“Fan Gege segera pulihkan kekuatan gege, walau hanya luka luar akan tetapi kita tidak tahu lawan yang kita hadapi sekuat apa. Jadi, akan lebih baik jika kita mempersiapkan diri untuk kemungkinan buruknya nanti,”ucap Li Shang Yue dengan menatap Fan Hu.


“Baiklah, aku akan memulihkan tenaga dulu. Jika ada bahaya yang mendekat Jangan lupa untuk membangunkanku,” ucap Fan Hu yang langsung berdiri lalu menuju pohon duduk bermeditasi di sana.


Li Shang Yue yang melihat jika mereka semua berfokus untuk memulihkan diri langsung membuat sebuah array pelindung untuk mereka semua. 


“Aku tidak bisa terus berdiam diri seperti ini. Kalau aku tidak bisa naik kultivasi di tingkat selanjutnya tapi aku perlu memperkuat ketahanan fisik terlebih dahulu,” guman Li Shang Yue yang langsung berdiri kembali berjalan mendekati Yuren.


Setelah memastikan jika keadaan Yuren benar-benar sudah membaik Li Shang Yue langsung bernapas lega


“White…!” Li Shang Yue memanggil White untuk keluar dari ruang dimensi.


“Saya Nona,” White keluar dari ruang dimensi dalam wujud serigala putih atau bisa juga dikenal sebagai Serigala salju karena memiliki bulu yang sangat halus dan putih sama seperti salju.


Tentu saja White yang mendengar ucapan dari Li Shang Yue langsung menolak tidak setuju.


“Tapi Nona, jika aku menjaga mereka lalu siapa yang akan menjaga nona? " tanya White dengan sedih.


“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku White. Aku tidak lemah lagi pula aku masih memiliki Snake untuk melindungiku. Kamu hanya perlu menjaga mereka untukku sampai aku kembali nanti. Kamu mengerti?” kata Li Shang Yue yang penuh penekanan pada setiap katanya membuat White tidak bisa melakukan apa-apa selain melakukan kepalanya dengan sama.


“Baiklah, Aku pergi dulu,”


Li Shang Yue langsung berbalik dan keluar dari array pelindung yang dia buat. Gadis  itu langsung melompat ke pohon satu ke pohon lainnya dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.


Di kegelapan malam itu Li Shang Yue mencari tempat yang sekiranya cocok untuk melatih tubuhnya. Hingga beberapa saat kemudian ia sampai di sebuah tempat yang rasanya cukup untuk dia berlatih.


Li Shang Yue tak sempurna di tanah dengan sebuah buku di tangannya. Di situ mulai Membuka halaman buku itu satu persatu dengan mulai memperagakannya. Gerakan yang awalnya lambat kini semakin lama semakin cepat. 

__ADS_1


“Snake keluarlah…!” kata Li Shang Yue yang memanggil Snake.


‘Ada apa Yuyu?” tanya Snake yang sudah berada di samping LI Shang Yue.


“Temani aku berlatih, aku penasaran dengan jurus ini,” kata lI SHang Yue yang menyimpan bukunya.


‘‘Baiklah,” Snake langsung terbang mendarat sempurna di depan Li Shang Yue.


“Tapi kamu  tidak memiliki pedang,”


“Tak apa aku bisa menggunakan elemen es ku untuk menciptakan pedang,” kata Snake yang langsung menciptakan pedang dari elemen Es nya.


“Sekarang sudah bisa kan?” kata Snake tersenyum manis ke arah Li Shang Yue.


“Fokus dan lawan aku dengan serius…!” titah Li Shang Yue yang langsung menyerang Snake dengan kekuatan penuh.


Trang


Pedang Li Shang Yue dan Snake bertemu di tengah-tengah membuat terlihat percikan cahaya.


“Jika kau tidak serius aku bisa membunuhmu,’’ kata Li Shang Yue menatap Snake dengan tajam.


‘‘Kali ini aku akan serius jika tidak aku akan benar-benar menjadi ular panggang makanan,” balas Snake dengan serius.


Pertarungan terjadi dengan sengit antara Li Shang Yue dan juga  Snake. Keduanya tak ada yang mau mengalah satu sama lain hingga beberapa menit kemudian terlihat Li Shang Yue yang mulai mendominasi pertarungan.


Trang


Trak


“PATAH…!” pekik Snake yang tak menyangka pedang biru Li Shang Yue sangat kuat hingga bisa mematahkan pedang es nya.


“BAGAIMANA BISA.?” guman Snake dengan wajah tak percaya.

__ADS_1


“Kau lah seperti biasa,” ejek li Shang Yue kepada Snake.


__ADS_2