
Matahari belum keluar dari persembunyiannya namun di halaman kediaman Li Shang Yue puluhan orang sedang berlari di bawah instruksi Li Shang Yue. Sudah hampir setengah dupa orang-orang itu berkeliling kediaman yang luat itu dengan Li Shang Yue yang berada di depan sana memimpin mereka semua.
“Ayo Paman Aron…! Berlari yang benar…! Kenapa sekarang malah paman yang berada di urutan paling belakangnya?” kesal Li Shang Yue yang menatap Aronn yang jalannya seperti bebek.
“Nona saya sudah tidak sanggup lagi,” kata Aron dengan napas yang ngos-ngosan.
Selama hidupnya terus berada di sisi Kaisar melewati tahap demi tahap agar bisa sebanding tapi tak pernah sekali pun Aron mendapatkan latihan gila seperti apa yang dia lakukan saat ini.
“Yang benar saja Paman, ini baru putaran ke 10..! Masa Paman mau menyerah? Enak saja berlari lagi…!” sentak Li Shang Yue yang berkacak pinggang menatap Aron dengan tatapan tajam.
“Ya Dewa aku kira dia hanya anak kecil yang polos dan lugu tapi lihatlah sekarang dia bahkan ingin membunuhku…!” teriak Aron dalam hati.
Tak punya pilihan lain Aron kembali memaksakan dirinya untuk berlari. Aron tahu mungkin latihan yang di berikan Li Shang Yue memang latihan setan tapi Aron percaya jika memang ada sesuatu hal yang bermanfaat untuknya nanti di masa depan.
Dari semua orang yang berlari hanya Aron saja yang berani mengeluh sedangkan yang lain hanya diam dan mengikuti apa yang di perintahkan oleh Li Shang Yue. Aron saja sampai geleng-geleng kepala melihat sekelilingnya. Mereka berlari dengan tanpa mengeluarkan protes seakan-akan mereka tidakl memiliki kekesalan pada Li Shang Yue. Jika mereka capeh maka mereka akan berlari lambat, jika mereka jatuh maka mereka akan saling membantu dan kembali bangkit. Hal itu membuat Aron tertegun melihat kesetiaan dan kebersamaan mereka.
“Mereka sangat gigih dan juga saling membantu satu sama lain seperti keluarga,” kata Aron dalam hti yang berusaha berlari mengikuti mereka semua.
Sedangkan di sisi lain terlihat Li Shang Yue yang menatap punggung mereka semua dengan tatapan yang sendu.
“Maafkan aku paman, mungkin pelatihanku akan sedikit lebih sulit. Tapi aku harus melakukan ini karena aku sadar identitasku dan juga identitas Putri Li Shang Yue yang asli pasti ada hubungan dan juga kaitannya satu sama lain. Apalagi dengan kenyataan jika yang dikatakan Putri Li Shang Yue yang asli. Aku harus segera bertindak,” kata Li Shang Yue dalam hati.
Ingatan Li Shang Yue kembali pada mimpi yang di alaminya tadi malam.
Dalam mimpi
Li Shang Yue manatap keadaan sekitarnya yang sangat indah namun juga sangat sunyi dan sepi seperti hanya dia yang berada di taman bunga itu.
Hingga sesosok wanita cantik keluar dari cahaya putih yang menyilaukan mata.
“Clara…!”
Clara yang berada di dalam tubuh Li Shang Yue langsung tersentak kaget dengan segara berbalik ke arah asal suara.
“Kau…,” Clara menatap sosok yang sangat sama persis dengan apa yang tubuhnya dia tempati.
__ADS_1
“Ya aku adalah Putri Li Shang Yue,” jawab sosok itu dengan senyum manis.
“Ada apa memanggilku?” tanya Li SHang Yue.
Li Shang Yue tahu jika hanya Putri Li Shang Yue yang asli bisa memanggilnya masuk ke dalam alam bawa sadarnya. Sedangkan dirinya yang memanggil Putri Li SHang Yue yang asli tidak akan bisa atau tidak akan pernah berhasil.
“Kamu harus segera mencari tahu semua tentang kamu dan juga aku Clara,” kata Li Shang Yue yanga sli.
Mendengar itu Clara langung mengerutkan dahinya menatap Putri Li Shang Yue dengan alis yang menyatu.
“Apa maksudmu?” Clara menatap Putri Li Shang Yue dengan tajam.
“Aku adalah kamu tapi kamu bukanlah aku,”
Clara yang mendengar itu semakin bingun di buatnya. Apa maksud dengan kata Aku adalah kamu tapi kamu bukanlah aku? Hal itu benar-benar membuat kepala Clara langsung pusing tujuh keliling.
“Jangan bertanya apa maksudnya kamu akan segera tahu suatu saat nanti. Tugasmu adalah sekarang hanya berlatih dengan keras agar di amsa depan nanti amu siap memikul beban yang akan di simpan di atas pundakmu. Selain itu aku ingin kamu juga memberikan pembalasan dendam pada Kaisar Li yang selama ini mengacuhkan aku,” kata Putri Li Shang Yue dengan pandangan mata yang sedih.
“Kamu tenang saja, aku akan emmberikan penderitaan ayng tiada taranya untuk tua bangka bau tanah itu. Tapi aku tidak bisa membunuhnya, aku tidak ingin menjadi Ratu kerajaan sialan itu. Aku ingin mengelilingi dunia ini,” kata Li Shang Yue denga memikirkan tem,pat yang akan dia tujuh nantinya.
“NONA…!”
Li Shang Yue tersentak saat ada yang memanggilnya dengan keras.
“Eh ada apa?” Li Shang Yue menatap ketiga pemuda di depannya itu.
‘‘Kami sudah keliling 20 kali Nona,” lapor Chan Si.
“Jika sudah arahkan semuanya untuk menuju halaman depan….!” kata Li Shang Yue yang langsung menuju ke depan kediamannya.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berbaris di depan kediaman Li Shang Yue bersamaan dengan itu matahari mengeluarkan sinarnya dari arah timur.
“Sudah semua…!?”
“Sudah Nona,” jawab mereka serentak.
__ADS_1
“Paman Aron tolong baju di depan…!” titah Li Shang Yue dengan anda penuh penekanan.
Aron yang sedang ebrada di barisan paling belakang dengan terpaksa maju ke barisan paling depan.
“Astaga apalagi kali ini? Tidak hanya memanggilku dengan panggilan paman sekarang Nona bahkan entah apa lagi yang akan di lakukan oleh Nona padaku,” kata Aron dalam hati dengan wajah piasnya.
“Paman wajahnya eknapa di tekuk seperti itu?” bisik Li Shang Yue yang berada di depan Aron.
‘‘Nona berhentilah memanggilku Paman, umurkuy masih mudajh baru 30 tahun saja,” ucap Aron dengan wajah yangs emakin di tekuk.
“Lalu aku harus memanggil Paman Aron itu apa?” tanya Li Shang Yue dengan wajah polosnya.
“Tidak mungkin aku memanggilnya Om kan? Mana mengerti dia dengan kata-kata zaman modern,” lanjut Li Shang Yue dalam hati.
“Ada bisa memanggilku dengan Aron saja atau tidak Pengawal Aron,” kata Aron dengan wajah penuh harap.
Berharap idenya di setujui akan tetapi ternyata Li Shang Yue justru menolak mentah-mentah.
“Sudah terima nasib saja Paman, Paman itui memang sudah tua dan mungkin sedikit bau tanah,” kata Li Shang Yue dengan polosnya.
“Aoa maksudnya sedikit bau tanah? Apa Nona sedang mendoakan aku cepat mati?” kesal Aronn.
“Aku tidak mengatakannya, Paman sendiri yang mendoakan paman cepat mati,” balas Li Shang Yue.
“Ya Dewa andaikan dia bukan puti Permaisuri sudah aku telan dia hidup-hidup,” kata Aron dalam hati dengan menahan kesal.
Li Shang Yue berjongkok lalu mengikat salah satu batu ke kedua kaki pengawal Aron.
“Nah sekarang klian lakukan hal yang sama juga. Silahkan ikat batu-batu itu dengan kaki kalian masing-masing 1 batu satu kaki,” ucap Li Shang Yue dengan lantang.
Semuanya langsung menatap ke arah kaki Pengawal Aron sebelum semuanya dengan serantak menunduk lalu mengikat satu batu besarke arah masing-masing kaki mereka.
“Sudah selesai Nona…!”
“Berjalanlah ke ujung sana…! Lalu kembali berbalik ke arah sini lakukan selama masing-masing 5 kali totalnya jadi 10,”
__ADS_1
“A…apa..?