Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 46


__ADS_3

“Terluka? Apa mateku sedang terluka? Bagaimana ini. aku tidak mungkin menemuinya dengan keadaan seperti ini lagipula aku tidak tahu rupanya begitu pula Baize yang akan segera melupakan rupa dari mate ku.”


Terlihat seorang pria yang dipanggil Lord itu gelisah memikirkan wanita yang akan menjadi Mate dan juga permaisurinya di masa depan.


Pria itu bahkan terus merasakan rasa sakit itu sudah seharian. Di belakang punggung pria itu tumbuh sebuah sayap mengenakan dengan indah, tanduk kecil yang tumbuh di atas kepala, sebuah taring, dan juga mata yang berubah menjadi warna merah menyala.


"Apa putraku akan terus seperti ini?" Tanya sang pasukan.


"Tergantung dari mate Yang Mulia Lord, semakin kuat akan semakin baik untuk Yang Mulia."


"Apa tidak ada obat yang bisa mengurangi rasa sakit yang di rasakan oleh putraku?” tanya sang Wanita paruh baya yang tidak bisa melihat kesakitan yang di alami oleh sang Putra.


“Ada dua cara, Yang Mulia.” Jawab sang tabib.


“Apa caranya?” tanya sang pria dan wanita paruh baya itu dengan bersamaan.


“Pertama adalah darah dari wanita yang menjadi mate oleh Yang Mulia Lord sendiri. Kedua adalah kita bisa mengembalikan atau memindahkan rasa sakit Yang Mulia Lord kepada wanita itu.”


Deg


Pria yang sedang menahan rasa sakit itu segera membuka matanya menatap tajam pria paruh baya yang menjadi tabib istana itu. Di detik berikutnya tabib itu langsung melayang menghantam tembok kamar dari pria itu.


“Beraninya kamu berfikir aku akan menyakiti Ratuku! Apa kamu mau aku benar-benar membakarmu ha…?” bentak pria itu dengan tatapan mata yang semakin menyala penuh dengan hawa membunuh.


“Maafkan saya Yang Mulia,“ sang tabib langsung bersujud meminta ampunan kepada sang Lord.


“Pergi!”


Sang tabib tak berani lagi mengeluarkan suara selain langsung bangun dan berlari keluar. Siapa yang berani menyinggung orang nomor 1 di kerajaan itu bahkan yang terkuat di alam itu.


“Putraku apa yang di katakan oleh..,”


“Jangan pernah berfikir atau mencoba membujukku untuk memberikan rasa ini pada wanitaku karena itu tidak akan mungkin.” Tegas sang Lord yang tak ingin di bantah.


“Tapi apa yang di katakan oleh tabib itu juga benar Putraku, akan sangat bahaya jika sampai pihak lain tahu keadaan kamu yn\=ang seperti ini. Akan sangat menguntungkan musuh-musuh kita saat mengetahui jika sekarang kamu melemah. Hal itu akan memicu adanya perang dan pihak kita yang akan di rugikan.” Balas sang ayah yang juga membenarkan apa yang ada di pikiran istrinya.


“Soal itu kalian tidak perlu khawatir, aku seperti in9i bukan berarti aku lemah. Kekuatan aku tidak berkurang sedikitpun bahkan aku akan terus memperkuat diriku agar aku bisa melindungi Mate ku di masa depan.”

__ADS_1


“Tapi…”


“Kalian lupa jika wanita yang menjadi Mate ku berada di dunia tengah yang dihuni oleh manusia dan para siluman? Kalian lupa bagaimana Baize menceritakan bagaimana Mate ku disana? Dia di buang dan di kucilkan oleh keluarga dan semua orang. Jangan mencoba untuk mempengaruhiku lagi, lebih baik kalian keluar dari kamarku sekarang juga.”


“Ka…kamu mengusir inundamua…?”


“Keluarlah sebelum aku hilang kesabaran!”


Pria paruh baya yang melihat amarah sang putra yang meledak-ledak segera menarik sang istri untuk keluar dari kamar sang Putra. Walaupun dia kuat namun kekuatannya tak ada apa-apanya di bandingkan oleh sang putra.


"Aku akan memperkuat diri  agar nanti kamu yakin jika aku mampu untuk melindungi di masa depan." Guman sang Lord dengan penuh tekad yang kuat.


Sedangkan di tempat lain Li Shang Yue masih pada posisi duduk lotusnya fokus menyerap qi di sekitarnya. Hingga beberapa menit kemudian terdengar bunyi ledakan terobosan Li Shang Yue.


Boom


Boom


Li Shang Yue membuka matanya setelah melakukan terobosan 2 tingkat. Lh Shang yge merasa cukup puas dengan kultivasinya yang sekarang berada di Ranah Penguasa Alam tingkat puncak.


“Yah aku mengalami terobosan 2 tingkat, sekarang aku berada di Ranah Pengasa Alam bumi Tingkat puncak.”


“Kenapa melanjutkannya saja dengan begitu Nona pasti bisa mencapai Ranah Penguasa Alam Bumi tingkat Akhir.”


“Tidak bisa, aku harus segera kembali nanti Long dan Snake cemas karena aku tidak bangun-bangun.”


“Baik Nona jika seperti itu cepatlah kembali tapi Jika nona ingin mencari obat atau ingin membaca buku Nona bisa juga masuk disini atau Nona bisa memanggilku.”


“Baiklah, aku pergi dulu.”


Li Shang Yue segera melangkahkan kakinya menjauh dari mata air kehidupan itu. Namun, baru beberapa langkah saja melangkah Li Shang Yue langsung membalik kembali tubuhnya menghadap Nino.


“Ada apa Nona?”


“Dimana pintu keluarnya?” tanya Li Shang Yue dengan wajah polosnya.


“Nona hanya perlu mengelus cincin itu lalu mengucapkan kata Keluar begitu juga sebaliknya jika ingin masuk ke dalam dimensi ini.” Terang Nino.

__ADS_1


Sring…


Li Shang Yue membuka matanya dengan perlahan saat menyadari jika hari sudah mulai terang. Li Shang Yue segera bangun turun dari ranjangnya lalu mulai berjalan menuju kamar mandinya.


Ceklek


Li hang Yue membuka pintu kamarnya namun matanya menyipit saat melihat ketiga pria di depan pintu kamarnya yang tak lain dan tak bukan mereka adalah Yun, Chan Si dan Lay.


“Kalian sedang apa di depan pintu kamarku


?” tanya Li Shang Yue dengan menatap mereka dengan dahi yang mengkerut.


“Kami ingin latihan Nona!” jawab mereka bertiga dengan serentak.


“Kami juga Nona!” sahut dari belakang.


Sontak ketiga pria itu langsung berbalik menatap kerumunan di depannya itu. Mata mereka melotot dengan saling melirik satu sama lain melihat banyaknya manusia di depan mereka itu.


“Baiklah jika begitu maka ikut aku, kita akan latihan bersama.” Li Shang Yue langsung menuntun mereka semua ke belakang Paviliunnya karena disana ada halaman yang luas sangat bagus untuk di jadikan tempat latihan.


Sampai disana mereka semua mulai berbaris rapi tanpa adanya perintah langsung dari Li Shang Yue. Li Shang Yue yang melihat kerapian mereka hanya tersenyum tipis karena mereka bisa mengatur diri mereka sendiri tanpa harus dirinya yang turun tangan.


“Sekarang kalian lihat bukan luasnya lapangan ini? Sekarang berlarilah dengan mengelilingi Paviliun ini sebanyak 10 kali.”


“Siap Nona!” 


Satu persatu mereka mulai langsung berlari dengan barisan yang rapi begitu pula dengan Yun, Chan Si, dan Lay yang tidak mau kalah segera berlari menyusul mereka. Li Shang Yue berlari paling belakang dengan terus berlari kecil.


Waktu terus berjalan tak terasa kini anggota Li Shang Yue semua terkapar tak berdaya setelah menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Li Shang Yue.


Sedangkan Li Shang Yue sendiri masih terus berlari bahkan sudah lebih cepat dari sebelumnya. Gadis itu berlari dengan melatih kekuatan melompatnya hingga panasnya matahari tak dia rasakan. Keringat bercucuran di wajah Li Shang Yue tapi gadis itu tidak peduli, dirinya masih asyik terus berlari hingga di sadarkan suara Long yang bergemang di pikirannya.


“Hentikan Yuyu! Lihat, anggotamu butuh makanan.”


Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh Long langsung menghentikan larinya. Matanya menatap ke seluruh arah melihat para anggotanya yang sepertinya kecapean dan juga kehausan.


“Yun, Chan Si, Lay, Kemari!” teriak Li Shang Yue memanggil ketiga prajurit itu.

__ADS_1


__ADS_2