Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 174


__ADS_3

Li  Shang Yue bersama teman-temannya menelusuri hutan hingga setelah berjalan beberapa saat akhirnya sampai di Ibukota tempat istana kerajaan iblis di bangun. sebelum masuk gerbang Li Shang Yue di hhentiikan oleh Fan Hu.


''Ada apa Fan Gege?" tanya Li Shang Yue karena tumben dia di hentikan.


''Sembunyikan dulu aura kalian. Jika mereka tahu kita manusia maka kita yang akan jadi makanan mereka,'' kata Fan Hu yang langsung menyuruh Li Shang YUe dan yang lain untuk menyembunyikan identitas dan aura mereka.


''Baiklah,''


Mereka langsung menyembunyikan aura mereka karena mereka tidak ingin mendapat amsalahh lagi di dunia bawah ini. Li Shang Yue segera memberi mereka sebuah pil dan langsung di terima oleh mereka semua. Terlihat mereka menatap Li Shang Yue dengan pandangan bertanya-tanya tapi Yuren langsung menelan pil itu tanpa padali appa fungsinya.


''Ini pil apa Yuyu?" tanya Fan Hu menatap pil ungu di depannya itu dengan intens.


''Itu pelindung aura. Jika kita menggunakan aura spiritual untuk menyembunyikan aura kita nanti jika kita terdesak maka  akan ketahuan jika kita adalah manusia. Pil itu akan berlaku 3 hari jika nanti kita lewat dari 3 hari berada disini maka kalian harus meminta pil itu padaku,'' terang Li Shang Yue.


Mendengar penjelesan dari Li Shang Yue mereka menganggukan kepala sebelum memasukan pil ungu itu ke dalam mulut mereka masing-masing.


''Sudah masih masuk,'' kata Fan Hu yang langsung menuju gerbang yang di jaga dua makhluk super besar.


''Dari mana kalian?" tanya iblis penjaga gerbang kota.


''Kami habis mengembara, baru kembali dari sana,'' jawab Fan Hu dengan tenang.


Terlihat kedua penjaga iblis itu tidak percaya pada apa yang dikatakan oleh Fan Hu. Keduanya saling melirik sebelum menatap tajam Fan Hu bersama kelompoknya membuat Fan Hu menarik napas berat. Dengan malas terpaksa Fan Hu menunjukan pakat identitasnya sebagai iblis.


''Lihat ini,'' kata Fan Hu datar.


Kedua iblis itu yang melihat polakat dan juga identitas dari Fan Hu langsung menganggukan kepala dengan segera membuka pintu kota yang sangat besar itu.


''Silahkan masuk,'' kata sang penjaga.


Fan Hu langsung menarik tangan Li Shang Yue dengan Lay yang berjalan di samping mereka sedangkan Yuren dan yang lainnya berjalan di belakanng untuk menjaga Li Shang Yue. Saat ini mereka tidak bisa lengah walau sedikit saja. Karena jika mereka lengah maka dapat di pastikan jika gadis kecil itu yang tak lain adalah Li Shang Yue akan menghilang.

__ADS_1


Li Shang Yue menatap ke sekelilingnya yang begitu ramai karena itu adalah pasar. Dapat LLi Shang Yue lihat mereka hidup rukun dengan seperti manusia pada umumnya. Bedanya hanya terletak pada tanduk dan warna mata mereka yang berbeda. Jika manusia normal warna matanya hitam maka berbeda dengaj iblis yang memiliki warna mata merjah semerah darah.


''Kok mereka punya tanduk sih? Padahal kata Hi An mereka tampan-tampan dan cantik-cantik,'' guman Li Shang Yue yang masih di dengar oleh yang lain.


Lay dan Fan Hu hanya bisa melirik Hi An dengan mata tajam mereka. Kedua pria itu akan sangat kompak jika sudah menyangkut tentang Li Shang Yue sama sepertri sekarang yang dimana mereka menatap tajam Hi An yang mengotori otak suci Li Shang Yue.


''Aku rasa akan keren kalau aku punya selir seorang iblis ya? Tapi kalau aku di makan bagaimana?" kata Li Shang Yue dalam hati dengan perasaan bimbang.


Tiba-tiba saja ingatan Li Shang Yue langsung terarah pada pria yang di temuanya di hutan waktu itu yang dia bebaskan kini menghilang entah kemana/.


''Kamu dimana ya? Kamu berjanji akan menemuiku tapi ini sudah beberapa bulan kamu belum muncul juga. Apa yang kamu katakan itu hanyalah bualan saja?'' Li Shang Yue menggertakkan giginya menahan amarah.


Memikirkan jika pria itu sengaja membohonginya membuat amarah Li Shang Yue tiba-tiba menjadi marah. Tak hanya itu saja bahkan aura di tubuh Li Shang Yue juga terasa menakutkan membuat Lay dan Fan Hu kaget karena tiba-tiba saja Li Shang Yue seperti itu.


''Ada apa Nona?" tanya Lay yang menatap intens Li Shang Yue.


''Aku tak apa, ayo lanjutkan perjalanan..!'' kata Li Shang Yue yang langsung berjalan di depan.


Li Shang Yue atau Clara dulu adalah orang yang sangat tidak suka jika di beri janji tapi tidak di tepati.  Saat menjadi Clara dulu ada seseorang yang berjanji padanya tapi sampai dia dewasa sosok itu tidak muncul sama sekali. Sejak saat itu Clara tidak lagi mempercaya sebuahi janji.


''Ada apa dengan Yuyu? Kenapa sekarang amlah marah-marah dan juga sepertinnya sedang tidak baik-baik saja. Mereka berjalanbeberapa saat sebelum Li Shang Yue yang lapar  akan tetapi saat melihat menu yang di makan  orang-orang disana membuat Li Shang Yue merasa mual bukan main.


''Ada apa Yuyu? Kenapa berheti tiba-tiba?" tanya Fan Hu dengan lembut.


''Aku lapar, tapi melihat makanan mereka membuatku mual bukan main. Mereka makan dading manusia,'' guman Li Shang Yue yang bergidik ngeri.


Bagaimana tidak ngeri sejak tadi dia mencari makanan tapi selalu yang dia dapatkan semua penjual menjual harga yang serupa. Tak hanya itu mereka juga bahkan ada yang mrmanggang tangan manusia entah di buat seperti apa. Sepertinya ingin di jadikan bakso bakar  tangan manusia pikir Li Shang Yue.


''Jadi kau lapar?" pekik Lay dengan suara tertahan.


''Hm, aku sangat lapar,'' kata Li Shang Yue dengan mengelus perutnya yang rata.

__ADS_1


Mereka semua yang melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue akhirnya bernapas lega ternyata Li Shang Yue marah karena lapar.  Akan tetapi saat ini mereka juga tidak bisa masuk ke warung makan sembarangan karena disini rata-rata hidangan yang mereka hidangankan adalah daging manusia.


''Yuyu kita tidak bisa masuk ke warung makan. Disini mereka hanya menyajikan makanan mereka saja yaitu daging dan juga organ manusia. Lebih baik kita kesana saja dulu, di bagian sana banyak warung makanan yang bisa di makan dengan makanan manusia,'' terang Fan Hu dengan mengajak Li Shang Yue yang lainnya menuju ke ujung pasar.


Mereka hanya bisa mengikuti Fan Hu untuk menuju ke tempat apa yang mereka katakan itu. Sampai disana mereka melihat kedai makanan yang memang penghuninya tidak terlalu ramai seperti warung makan yang lainnya.


''Ayo masuk,'' kata Fan Hu yang masuk ke dalam kedai makan itu.


''Silahkan Tuan-Tuan Nona-Nona,'' seorang pelayan muda memberikan sebuah buku menu pada Fan Hu dan Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang melihat itu langsung melihat menu itu setelah memastikan jika menunya memang daging hewan membuat Li Shang Yue memesan banyak makanan.


''Aku mau yang ini ini ini ini ini ini ini ini dan juga ini. Aku pesan itu saja karena aku makannya dikit,'' kata Li Shang Yue dengan tenang.


Uhukk uhukk


Teman-teman Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue langsung tersedak ludah mereka sendiri. Makan sedikit? Bahkan mereka sangat tahu porsi makan Li Shang Yue yang sudah seperti raksasa. Bahkan satu Rusa pun hampir dia habiskan sendiri. Porsi makan Li Shang Yue sudah seperti porsi makan 3 orang yang justru di makan dia sendiri.


''Jika Nona makan sedikit makanan sebanyak ini untuk siapa?" goda pelayan muda itu.


''Tentu saja, untuk aku makan. Akan tetapi itu kan sedikit,'' kata Li Shang Yue dengan cuek dan melempar senyum manisnya.


Uhukk uhhukk


Pelayan muda itu langsung terbatuk-batuk saat mendengar jawabban Li Shang Yue yang snagatlah bagus saking bagusnya membuatnya sampai membulatkan mata. Makanan yang dia pesan bahhkan bisa mdi makan beberapa orang tapi itu untuk Li Shang Yue sedniri. Lebih parahnya lagi gadis kecil itu dengan percaya diri mengatakan jika makannya sedikit.


''Jika begitu kami akan segera siapkan, Nona-Nona dan Tuan-Tuan mohon menunggu sebentar,'' ucap pelayan itu yang langsung pergi begitu saja.


''Fan Gege ini kedai makan kenapa bisa menyajikan makanan manusia?" tanya Li Shang Yue dengan berbisik.


''Karena untuk keturunan campuran iblis dan manusia biasa mereka bisa makan keduanya dan lebih cenderung makan makanan manusia,'' jawab Fan Hu dengan berbisik juga.

__ADS_1


__ADS_2