
“Lalu bagaimana jika tidak kembali? Keadaan Putri Wei Rong sangat memprihatinkan. Selain itu Selir Agung juga tidak bisa membantu Yang Mulia. Bagaimana jika Yang Mulia mengangkat selir baru atau juga bisa Permaisuri baru? Bukankah tahta Permaisuri sudah sangatlah lama kosong?”
Deg
Kaisar li yang mendengarnya langsung tertegyn di tempat. Selama ini tidak ada ayng mendesak untuk adanya permaisuri karena Selir Agung mengerjakan semuanya walaupun dia masih seorang selir. Namun dengan jatuh sakitnya Selir Agung membuat semua pekerjaan lainnya juga membengkak. Kaisar Li terdiam cukup lama tapi para pejabat dan mentri istana sudah sepakat dengan usulan itu.
“Benar YAng Mulia kenapa tida mengangkat selir lagi? Atau bisa juga langsung mengangkat permaisuri untuk mengurus semua pekerjaan dan juga membantu pekerjaan Yang Mulia? Lagipula tidak ada larangan untuk mengangkat dan memperistri banyak wanita bukan?”
“Saya juga setuju Yang Mulia dengan usulan itu, jika usdah seperti ini Yang mulia mengangkat selir saja. Hamba yakin di luar sana masih banyak wanita yang cantik dan tentunya masih mudah mau bersama Yang Mulia,” ucap salah satu pejabat yang mengompori Kaisar Li.
“Saran mereka ada benarnya juga lagi pula aku juga tidak bisa apa-apa. Dekat dengan Selir Hua Rong saja sudah membuatku jijik saja. Aku juga masih butuh pewaris yang akan menempati tahtaku ini,” kata Kaisar Li dalam hati.
“Baiklah aku terima saran kalian, lakukan apapun aku akan mencari dan memilihnya sendiri. Tiga hari lagi akan ada pesta jamuan pemilihan selir.Aku sendiri yang akan turun tangan,” kata Kaisar Li dengan tegas dan yakin.
“Tapi Yang Mulia bukankah Yang Mulia sudah berjanji akan setia pada adik Hamba yaitu Selir Agung Hua Rong?” kata An Rong yang merasa kesal dan juga amrah terhadap keputusan dari Kaisar Li.
“Ada apa mentri apa kamu tidak setuju?” tanya salah satu pejabat.
“Aku memang tidak setuju karena Yang Mulia sudah berjanji akan setia kepada adik hamba yaitu Selir Agung Hua Rong,” kata An Rong dengan marah.
“Sadarlah, adikmu itu sekarang hanya bisa terbaring lemah mana bisa memuaskan Yang Mulia? Belum lagi pekerjaan bagian harem,”
“Jangan egois lagi pula tak apa Yang Mulia memiliki banyak istri karena itu adalah hal biasa dan sudah sepantasnya untuk memperkuat kedudukan Yang Mulia Kaisar,”
“Itu benar, di tambah mungkin dengan Yang Mulia menikah lagi Yang Mulia bisa mendapatkan seorang putra,”
“Itu benar, jika Yang mulia memiliki Putra maka kita tidak perlu harus memiliki pemimpin seorang Ratu. Jika Yang Mulia memiliki seorang putra maka dialah yang akan menjadi penerus tahta,”
‘’Yah itu benar, Putri Wei Rong memang jenius akan tetapi dia seorang wanita. Tak hanya itu, penurunan kultivasi yang dia alami juga sekarang memerlukan banyak waktu untuk bisa naik ke puncaknya lagi,”
Kaisar Li yang mendengarnya ikut menganggukan kepalanya karena memang itu benar adanya. Walau Putri Wei Rong sembuh aka sangat sulit bisa kembali pada puncak kejayaannya dulu. Selain itu, ada baiknya jika dia memang menikah lagi dengan begitu tidak menutup kemungkinan dia akan memiliki seorang anak laki-laki nantinya. Memikirkan saja itu membuat Kaisar Li merasa senang dan juga bahagia karena bisa memiliki anak laki-laki yang dia dambakan selama ini.
__ADS_1
“Kalian persiapkan saja semuanya, aku pasti akan memilih sendiri nantinya,” kata Kaisar Li dengan tegas.
“Yang Mulia…,’
“Diamlah mentri An Rong…! Kau tidak bisa lihat sendiri bagaimana keadaan Selir AGung saat ini? Aku ini juga pria aku juga butuh kebutuhan batin. AKan tetapi melihat rupa dari Selir Agung saja sudah membuatku jijik,” seru Kaisar Li yang menatap tajam An Rong.
Setelah berkata seperti itu KAisar Li langsung berdiri dari singgasananya lalu berjalan turun dan pergi meninggalkan ruangan itu meninggalkan para mentri dan pejabat yang sedang bersorak ramai karena bisa mengajukan para putri mereka untuk pemilihan selir nanti.
Sedangkan An Rong yang melihat dan mendengar bagaimana Kaisar Li menghina sang adik hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat. Sungguh dia tidak terima sanga adik di perlakukan seperti itu. Namun untuk melawan titah Kaisar mana bisa.
Kaisar Li berjalan cepat menuju kediamannya yang sudah dia siapkan untuk Putri Wei Rong. Kaisar Li sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Putri Wei Rong yang membuatnya malu setengah mati.
“Salam yang Mulia,” beberapa pelayan dan penjaga yang berjaga di depan kamar Putri Wei Rong langsung memberi penghormatan kepada Kaisar Li.
“Apa ada anak itu ke kamarnya?” tanya Kaisar Li yang sudah tidak menyebut Putri Wei Rong dengan kata Putriku.
“Putri Wei Rong berada di kamarnya Yang Mulia,” jawab pelayan pribadi milik Putri Wei Rong.
“Wei Rong…!” panggil Kaisar dengan dingin.
Wei Rong yang mendengar suara yang sangat di kenalnya langsung menoleh ke arah asal suara. Matanya langsung berbinar saat melihat jika Kaisar li selaku sang ayah ada di depan matanya.
“Ayahanda…!” pekik Putri Wei Rong yang berdiri ingin memeluk Kaisar Li.
Namun Kaisar Li yang melihat pergerakan dari Putri Wei Rong angsung mengangkat tangannya sebagai pertanda agar tidak menyentuhnya.
“Stop disana…! ucap Kaisar Li dengan nada dingin.
“Ayahanda,” Putri Wei Rong menatap Kaisar Li dengan mata yang berkaca-kaca.
“KENAPA KAU KELUAR DARI KEDIAMANMU HA…?” bentak Kaisar Li kepada Putri Wei Rong.
__ADS_1
Putri Wei Rong yang mendengar bentakan dari sang Kaisar langsung tertegun. Selama ini Kaisar lI tidak pernah membentaknya dan menatap tajam dirinya seperti itu.
“Aya…,”
‘KAU TAHU, KARENA MU AKU SAMPAI DI PERMALUKAN SEMUA ORANG DI RUANG RAPAT. SUDAH KU KATAKAN JANGAN KELUAR DARI KEDIAMANMU KENAPA MASIH KELUAR JUGA?”
“Ayahanda aku hanya merasa kesepian jadi aku…,” perkataan Putri Wei Rong langsung terputus saat sebuah cambuk menghantam badannya.
Classsh
AAAAAAH
“Sudah ku katakan jangan keluar tapi kau tidak mendengar amka terima hukumanmu sialan…!” teriak Kaisar Li yang langsung mencambuk Putri Wei Rong lima kali.
Classsh
Classsh
Classsh
Classsh
“Am…ampun Ayahanda hiks hiks,” Putri Wei Rong memohon ampun dengan air mata yang sudah tumpah mengalir layaknya sungai.
Sejak peristiwa jatuh sakitnya Selir Hua Rong tersebar rumor jika penyakit dari Putri Wei Rong itu menular oleh karena itu tidak ada yang berani mendekat dan menyentuh sehelai rambutpun Putri Wei Rong termaksud Kaisar.
‘‘Jika sampai amu membuat ulah lagi maka jangan salahkan aku jika aku memasukan mu di istana dingin. Ingat itu,’’ kata Kaisar Li yang membuang asal cambuknya lalu pergi begitu saja.
Putri Wei Rong yang melihat Kaisar Li pergi begitu saja hanya bisa menangis saja. Dulu jangakan terluka bahkan hanya untuk memar saja Kaisar Li akan langsung memanggilkannya tabib namun sekarang jangakan memanggil tabib bahkan Kaisar sendiri yang menorehkan luka padanya.
Dengan menahan sakit Putri Wei Rong memaksakan diri ke permandingan untuk membersihkan lukanya karena semenjak sakit tidak ada pelayan yang mau menyentuhnya.
__ADS_1