Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 98


__ADS_3

“Tapi bukannya..,”


“Kalian akan tahu nanti Yang Mulia,”


“Jendral sialan berani sekali dia memotong ucapanku. Hanya seorang Jendral berani sekali tidak menghormatiku..!” batin Selir Hua Rong yang mengamuk.


Namun untuk mempertahankan citranya agar tetap baik di depan Kaisar maka dengan terpaksa Selir Hua Rong tetap melempar senyum manis ke arah Jendral Feng.


“Sudah, kita ke tenda kita sepertinya pengawal sudah membangunkannya,” kata Kaisar Li yang ingin segera beristirahat.


“Baik Yang Mulia,”


Selir Hua Rong segera memapah Putri Wei Rong membawanya menuju ke tenda yang telah di bangunkannya untuk mereka.


“Cih aku sangat marah melihat mereka hidup bahagia setelah merampas semua milik Yue’er kami. Bagaimana bisa Kaisar tidak menyelidiki hal ini sama sekali aku bahkan bisa dengan mudah mendapatkannya. Apa sebenarnya yang dilakukan Kaisar bukankah selama ini juga ada Aron di sisinya?” kesal Jendral Feng.


“Aku memang berada di sisinya tapi Kaisar tidak pernah menyuruhku untuk mencari tahu lebih lanjut. Bahkan pria itu akan langsung menelan bulat-bulat apa yang dikatakan oleh Selir Ha Rong dan juga Putrinya Putri Wei Rong. Aku bahkan berulang kali menyuruhnya untuk mencari tahu tapi tak di hiraukan bagi Kaisar Putri Wei Rong adalah kebanggaannya,” sahut Aron yang tiba-tiba berada di samping Jendral Feng.


“Hm aku tak menyangka kenapa seorang Kaisar harus memiliki begitu banyak istri?  Apa mereka pura-pura bodoh atau bagaimana? Peperangan di istana harem sangatlah mengerikan di bandingkan peperangan di medang perang. Di istana Harem mereka bisa saling tersenyum dan saling menyapa namun di lain kesempatan mereka juga melakukan segala cara untuk menjatuhkan satu sama lain. Aku tidak akan menikahkan Li Shang Yue dengan pria seperti itu,” kata Jendral Feng dengan suara yang lirih.


“Itu tidak mungkin Jendral…! Di dunia ini seorang pria adalah hal biasa memiliki istri banyak. Apalagi jika seorang Kaisar, memiliki selir di sisinya adalah untuk memperkuat posisinya,” terang Aron.


“Aku tidak peduli, aku tidak akan membiarkan Putriku memiliki akhir yang tragis seperti itu,” ucap Jendral Feng dengan tegas.


“Itu artinya Nona Shang Yue tidak akan menikah Jendral?”


“Lebih baik aku tidak menikah daripada aku harus menikah dengan pria yang kejantanannya dia masukan ke lubang yang lain. Aku akan menjadi wanita yang terkuat di seluruh daratan jika pria bisa memiliki istri banyak maka, aku akan menjadi wanita pertama yang akan membangunkan haremku sendiri. Aku akan memiliki suami lebih dari 1 seperti 2 atau bahkan 5 sekalipun,” sahut Li Shang Yue dari belakang.


Uhukkk uhukk


Jendral Feng dan Aron langsung terbatuk-batuk mendengar penuturan Li SHang Yue yang ingin membangun sebuah harem. Jendral Feng menatap aneh dan juga bingung secara bersamaan pada Li Shang Yue yang mengatakan akan hal itu secara enteng seperti memakan makanannya.


“Yue’er itu tidak bisa, bagaimana kamu bisa menjadi seperti itu. Seorang wanita tak bisa memiliki seorang suami lebih dari satu Nak.” Jendral Feng menasehati Li Shang Yue.


“Kenapa tidak? Bukannya jika orang berkuasa itu mempunya hak untuk melakukan apapun? Jika seperti itu aku akan menjadi seorang penguasa,” terang LI Shang Yue penuh keyakinan.

__ADS_1


“Itu artinya kamu harus menjadi Ratu di benua ini, Yue’er,”


“Tidak Ayah, aku tidak lagi menginginkan kerajaan kecil itu. Aku akan membangun sebuah kerajaan dan juga kekuasaan aku sendiri. Aku akan menjadi penguasa terkuat di seluruh daratan dengan seperti itu aku bisa menunjuk pria mana saja yang akan aku nikahi,” ungkap Li Shang Yue dengan penuh senyuman keyakinan dan tekad yang kuat.


“Lagipula Putri Li Shang Yue yang asli tidak lagi menginginkan kerajaan kecil itu. Sejak kedatanganku aku sudah memikirkan untuk memiliki suami banyak haha,” Li Shang Yue tertawa dalam hati membayangkan jika rencananya pasti berhasil. 


Jendral Feng yang melihat tekad kuat di mata Li Shang Yue tidak lagi membuka suara. Lagipula jika itu terjadi bukankah bagus biar para lelaki juga tahu bagaimana rasanya di khianati dengan di duakan di depan mata sendiri.


“Yue er kamu disini? Ayo ikut gege, gege telah membangunkanmu tenda untuk kamu tidur nanti,” ucap Jendral Xin yang langsung membawa Li Shang Yue pergi.


Jendral Feng yang baru saja ingin membuka mulut langsung kembali tertutup karena ulah dari Xin Qion yang merupakan putranya sendiri.


“Anak itu.., aku bahkan belum memeluk putriku tapi dia sudah mengambilnya saja,” guman Jendral Feng yang menatap kesal punggung Jendral Xin yang sedang membawa Li Shang Yue.


“Ck ck tadi dia mengatakan jika Kaisar bodoh karena terlalu percaya pada Putri Wei Rong. Sekarang lihat bagaimana posesifnya dia pada Nona Shang Yue,” kata Aroon dalam hati yang menatap jengah ke arah Jendral Feng.


Malam semakin larut mereka semua mulai tidur dan ada juga beberapa pengawal yang berjaga di luar tenda. Li Shang yue yang sedang tertidur nyenyak langsung terbangun saat mendengar suara ribut-ribut di luar tenda.


“Ish ada apa sih? Siapa juga yang datang bertamu malam-malam begini,” guman Li Shang Yue yang berjalan keluar dari tenda.


“Yue’er masuk ke tend cepat….!” teriak Jendral Feng dan juga Jendral Xin secara bersamaan.


Li Shang Yue yang masih setengah sadar itu langsung membuka matanya lebar-lebar saat melihat jika di depan mereka itu puluhan serigala malam mengepung mereka.


“Serigala bodoh..! Tidak bisakah kalian membuat tidurku nyenyak..! Kalian benar-benar menyebalkan..!” teriak Li Shang yue dengan kesal mengeluarkan belati yang di belinya di pasar kemarin.


“Cih aku tak punya senjata lain selain ini, ku harap kalian berdua berguna. Awas saja jika si Nino membohongiku akan aku jadikan perkedel dia,” gerutu Li Shang Yue yang langsung melukai jarinya alu di tetaskan di mata kedua belati itu.`


“YUE’ER MASUK KE DALAM..!” teriak Jendral Feng yang berlari ke arah Li Shang Yue tanpa peduli jika seekor serigala besar sedang berlari ke arahnya.


Li Shang Yue yang melihat jika serigala itu ingin mencelakai ayahnya langsung berlari ke arah Jendral Feng. Tatapan matanya langsung berubah tak ada lagi tatapan lugu dan polos seperti biasanya. Tatapan Li Shang Yue kali ini hanya ada tatapan tajam dan hawa membunuh yang kuat darinya.


ROOOOOAAAAR


“AYAH….! JENDRAL….! 

__ADS_1


Bugh


“MATI AU SI4L4N…! BERANI MENYENTUH AYAHKU AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA..!” Teriakan Li Shang Yue di hutan itu membuat terdengar sampai ke lapisan yang terdalam.


“Yue’er..,” Jendral Feng tak menyangka jika nyawanya akan di selamatkan oleh sang putri.


Jendral Feng bahkan semua orang tahu jika saja Serigala itu menerkam Jendral maka akan ada sedikit kemungkinan jendral selamat.


Roaaarrrr


“Jangan hanya mengaung saja, maju kalian semua..!”


Dengan amarah yang berada di puncaknya Li Shang Yue menerjang kumpulan serigala itu hanya dengan menggunakan kedua belati di tangannya. Entah kenapa melihat jika sang ayah angkat ingin di celakai amarah Li Shang Yue tidak terkontrol.


Li Shang Yue tak menggunakan tenaga dalamnya atau pun kultivasinya. Gadis itu hanya mengandalkan ilmu beladiri yang berasal dari zaman modern di padukan dengan ilmu beladiri di zaman itu. Gabungan dari kedua beladiri beda zaman itu ternyata memiliki efek yang sangat jauh dari perkiraan.


Semua orang tertegun melihat bagaimana bengisnya Li Shang Yue menyerang serigala-serigala itu. Tak ada tatapan lembut atau penuh kasih tatapannya hanya tatapan membunuh. Semua orang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Li Shang Yue. Salah satunya Kaisar Li.


Kaisar Li sampai berdiri membatu melihat anak yang ia buang kini membantai musuhnya dengan brutal.


“Kenapa mundur? Kemari jangan lari…!” teriak Li Shang Yue yang ingin mengejar serigala itu tapi Jendral Feng dekat dengannya langsung mencekalnya.


“Tidak Yue’er, jangan di kejar lagi mereka masuk hutan. Ayu berhenti,” Jendral Feng dengan lembut menarik Li Shang Yue agar tidak mengejar para serigala itu.


“Ta..,tapi mereka menyakiti ayah hiks,”


Jendral Feng kaget melihat putrinya yang selama ini selalu sembrono dan ceria kini menangis. Hati Jendral Feng seperti di tusuk-tusuk melihat air mata Li Shang Yue yang bercampur dengan darah serigala.


“Jangan menangis Yue’er, ayah tak apa-apa. Bukankah putri kecil ayah ini menolong ayah? Sudah jangan menangis,” Jendral Feng berusaha menghibur Li Shang Yue tapi bukannya berhenti justru gadis itu semakin menangis.


“Aku harus segera kuat, sedikit lagi jika aku tak cepat dia akan pergi meninggalkan aku lagi. Aku tak akan membiarkan dia pergi, aku akan melindunginya,” kata Li Shang Yue dalam hati dengan tangisan yang masih terdengar pilu.


Li Shang yue mengamuk bukan tanpa alasan akan tetapi Li Shang Yue takut jika pria yang dia panggil ayah itu pergi meninggalkannya seperti di kehidupannya yang pertama di zaman modern.


“Serigala si4l4n..! Beraninya kalian membuat Ratu-ku menangis? Lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian..!”

__ADS_1


__ADS_2