
“Xin Qiong biarkan adikmu makan dengan tenang. Di istana adikmu tak pernah merasa seperti ini, biarkan dia makan dengan tenang,” Jendral Feng melototi Jendral Xin.
Deg
Jendral Xin yang mendengar apa yang dikatakan oleh Jendral Feng langsung berhenti bergerak. Jendral Xin lupa jika gadis kecil yang menjadi adiknya itu pasti hidup menderita selama di istana mengingat kabar dan rumor tentangnya di luar istana sangatlah terkenal.
“Aku lupa jika dia hidup di istana seperti sebuah sampah yang diperlukan bahkan lebih buruk dari seorang pelayan.” kata Jendral Xin dalam hati yang menatap iba Li Shang Yue yang sedang makan tanpa memikirkan ucapan Jendral Feng barusan.
“Baiklah kamu boleh makan dengan kenyang,” putus Jendral Xin yang membiarkan Li Shang Yue makan dengan kue bulannya.
“Hmm ayah dimana teman-temanku akan tinggal?” tanya Li Shang Yue dengan mulut yang penuh.
“Mereka juga akan tinggal disini, ayah tahu mereka bukan teman-temanmu tapi anak buahmu. Ayah hanya ingin bilang di dunia ini di saat kamu sudah memutuskan untuk menjadi penguasa kamu harus siap untuk kehilangan orang-orang yang ada di dekatmu bahkan jika itu adalah orang yang kamu cintai sekalipun. Jadi kamu harus mempersiapkan diri terlebih dahulu dan berhenti menyalahkan dirimu tentang meninggalkan para anak buahmu. Seorang prajurit akan lebih memilih mati dengan terhormat namun penuh perjuangan daripada menjadi selamat tetapi pecundang,” ucap Jendral Feng dengan panjang kali lebar.
Jendral Feng tahu tentang penyerangan itu dia dan juga Jendral Xin datang untuk membantu walaupun mereka harus menjadi sosok asing malam itu. Mereka tidak bisa menunjukan wajah asli mereka karena penyerangan itu ada campur tangan dari Kaisar. Takutnya jika mereka muncul secara terang-terangan itu akan membuat mereka dalam masalah terutama Li Shang Yue dan kedua pria itu tentu tidak ingin terjadi apapun pada gadis kecil di depan mereka itu.
Sedangkan Li Shang Yue gadis itu memang tersenyum dan nampak riang namun itu hanya terlihat dari luar karena di dalam hatinya ia ikut hancur dan juga merasa sedih karena anak buahnya banyak yang mati karena dirinya.
Li Shang Yue merasa sedih karena di kehidupan yang sebelumnya Li Shang Yue atau saat itu masih Clara mampu menyelamatkan anggotanya walau harus dia yang mengorbankan dirinya. Akan tetapi di dunia ini kenapa dirinya tidak bisa melindungi anak buahnya.
“Yuyu semua ada prinsipnya seorang prajurit atau seorang budak mereka akan mempersembahkan nyawa mereka untuk sosok yang memimpin mereka. Jika kamu memang merasa bersalah maka jadilah kuat dan balaskan kematian mereka. Jika keadilan tak berpihak padamu maka buatlah keadilan dirimu sendiri,” kata Jendral Xin terdengar tegas namun bernada lembut.
__ADS_1
“Benar, harusnya kau tidak terpuruk seperti ini aku harus bangkit dan menjadi kuat. Akan tetapi sebelum itu aku harus mencari tahu dulu apa sebab yang membuatku tak bisa menerobos walaupun aku sudah menarik qi dalam jumlah besar ke arah meridian ku. Kenapa aku merasakan saat aliran qi merambat meridian ku justru aliran itu terpecah lalu hilang begitu saja,” kata Li Shang Yue yang bertanya.
“Itu bisa terjadi jika kondisi tubuh yang tersumbat atau meridian tersumbat sehingga tidak bisa menerobos, kedua karena memang sudah sampai batas dan kemungkinan yang ketiga adalah Meridian emas dimana terdapat 5 meridian sekaligus dalam tubuh,” sahut Nino yang berada di ruang Dimensi.
Li Shang Yue yang mendengarnya langsung tertegun karena ada hal semacam itu. Namun Li Shang Yue yakin jika kemungkinan yang pertama itu bukan kondisi tubuhnya karena Li Shang Yue Meridiannya baik-baik saja tidak ada tanda-tanda ketersumbatan. Sekarang yang menjadi penebak hanya tersisa kemungkinan yang kedua dan kemungkinan yang ketiga.
“Setelah ini aku harus mencari tahunya,” guman Li Shang Yue.
“Mencari tahu apa Yuyu?” tanya Jendral Feng dan jendral Xin yang ternyata mendengar apa yang di gumankan oleh Li Shang Yue.
“Eh…, itu aku hanya ingin mencari tahu apa penyebab jika seseorang tidak bisa menerobos ke tahap level selanjutnya?” kata Li Shang Yue dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.
Jendral Feng dan Jendral Xin yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li SHang Yue langsung terdiam dengan pemikiran yang masing-masing. Keduanya menatap Li Shang Yue yang dari ujung kaki sampai ujung rambut.
“Hm sebenarnya tidak juga hanya saja Yuyu sudah menyerap aliran qi dalam jumlah banyak namun saat berada di meridian justru qi nya berpencar lalu menghilang begitu saja,” terang Li Shang Yue.
Deg
Jendral Feng yang mendengarnya sampai tertegun sedangkan Jendral Xin hanya diam karena sedikit tidak mengerti dengan apa yang di bahas oleh Jendral Feng dan Li Shang Yue.
“Bukankah itu keracunan atau mungkin meridian yang tersumbat?” Jendral Xin membuka suara mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
“Bukan, Yuyu yakin 100 persen ini bukan karena racun. Racun yang ada di dalam tubuh Yuyu telah menghilang 1 tahun yang lalu saat aku di buang di hutan kematian lalu aku di temukan oleh Snake,” kata Li Shang Yue dengan yakin.
“Snake?” Jendral Feng dan Jendral Xin menatap Li SHang Yue dengan penuh rasa ingin tahu yang tinggi.
“Snake adalah pria yang tak sadarkan diri di atas pembaringan ku tadi. Satu tahun lalu di saat aku sekarat aku bertemu dengan dia yang sama-sama terluka. Kami ahirnya bersama dan mencari obat bersama-sama. Mulai saat itu kami hidup bersama di temani lagi dengan Long pria yang tadi ingin menyerang kalian,” jelas Li Shang Yue yang menyebutkan ciri khas Long.
“Lalu jika bukan karena kemacetan meridian apa?” Jendral Xin menatap Li Shang Yue.
“Aku juga tidak tahu oleh karena itu aku harus mencari tahu dulu tentang ini. Jika aku tidak menemukan penyebabnya maka aku tidak akan bisa menembus ke tahap selanjutnya,” jawab Li Shang Yue dengan datar.
“Jika bukan racun hanya ada dua kemungkinan lagi,” ucap Jendral Feng dengan tiba-tiba.
Li Shang Yue dan Jendral Xin langsung menoleh ke arah Jendral Feng dengan serentak langsung bertanya,
“Lalu apa ayah?”
“Pertama batas kultivasi dan kedua adalah meridian emas tapi kondisi kamu untuk saat ini tidak memungkinkan juga jika berada di tahap batas kultivasi namun untuk kondisi meridian emas itu semakin tidak mungkin,” terang Jendral yang ikut memijit kepalanya sendiri.
“Memang kamu berada di tahap apa Yue’er?” tanya Jendral Xin.
“Benar kamu berada di tahap apa Yue’er?” timpat Jendral Feng.
__ADS_1
Li Shang Yue yang mendapati pertanyaan seperti itu langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Yuyu berada….,”