Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 137


__ADS_3

“KALIAN KIPAS YANG BENAR,...! AKU MASIH MERASAKAN RASA PANAS..!” bentak Selir Hua Rong pada pelayannya.


“Ada apa ini?”


Semuanya langsung bersujud saat melihat jika yang masuk ke dalam adalah Kaisar Li. Kaisar Li sebenarnya sibuk namun saat mendengar jika sang selir memanggil tabib membuat Kaisar Li panik lalu menuju ke kediaman sang Selir.


“Salam Yang Mulia,” ucap mereka serentak memberi penghormatan kepada Kaisar Li.


“Ada apa ini? Kenapa kau terus menggaruk badanmu Selir Hua Rong?” tanya Kaisar Li kepada Selir Hua Rong./


Namun selir Hua Rong yang merasakan rasa gatal di badannya tidak menghiraukan apa yang di tanyakan oleh Kaisar Li. Hingga salah satu pelayan Selir Hua Rong yang menjawab pertanyaan dari sang Kaisar.


“Menjawab Yang Mulia, saat ini Selir Agung Hua Rong merasakan rasa gatal dan juga rasa panas di seluruh tubuhnya hingga kami harus menggaruk dan mengipasnya,” jawab sang pelayan dengan menjelaskan lebih rinci.


“Sejak kapan seperti itu?” tanya Kaisar Li lagi.


“Sejak kemarin Yang Mulia, hanya saja kemarin tidak seperti ini,”


Kisar Li yang mendengarnya langsung mengerutkan dahinya dengan menatap ke arah sang selir yang sedang sibuk menggaruk badannya. Kaisar Li membulatkan mata saat melihat jika badan Selir Hua Rong sudah terluka karena terus di garuk.


“Selir hentikan…! Lihat badanmu sudah terluka karena kamu terus menggaruknya..!” teriak Kaisar yang mendekati Selir Hua Rong.


“Tapi ini gatal Yang Mulia, tidak hanya itu bahkan badanku terasa sangat panas sekali,” kata Selir Hua Rong yang sepertinya benar-benar tersiksa akan apa yang di alaminya sekarang ini.


“Salam Yang mulia, salam Selir, saya sudah memanggil tabib,”

__ADS_1


“Suruh dia cepat masuk ke dalam…!” titah Kaisar Li.


‘‘Baik Yang mulia.”


Pelayan itu langsung keluar lalu kembali dengan bersama tabib bersamanya.


“Cepat periksa Selirku Tabib…!” titah Kaisar Li dengan penuh penekanan.


Ini Kaisar napa tolol gini sih masa bucin aku sama si rong rong?


Tapi kan saya yang buat karakternya, namun tetap saja saya juga kesal. Jadi para reader mohon bersabar yah


Sang tabib dengan segera bergerak cepat mendekati Selir Hua Rong untuk memeriksa penyakit apa yang di derita oleh Selir Hua Rong. Setelah memeriksa denyut nadi Selir Hua Rong terlihat jika sang tabib mengernyitkan alisnya dalam. Berulang kali sang tabib memeriksa denyut nadi sang Selir hingga membuat Kaisar Li sampai bingung di lihatnya.


“Ada apa tabib? Kenapa kau terlihat melakukan hal yang berulang kali?” tanya Kaisar Li dengan bingung.


“BAGAIMANA BISA? JELAS-JELAS AKU MERASAKAN RASA PANAS DAN JUGA GATAL DI SELURUH BADANKU. APA KAMU TIDAK SALAH MENDIAGNOSA?” bentak sang selir Hua Rong dengan emosi yang berada di ubun-ubun.


“Maaf Selir saya tidak mungkin sah memberitahu penyakit. Jika Yang Mulia tidak percaya maka silahkan cari tabib lain. Saya yakin seratus persen mereka juga akan mengatakan hal yang sama. Saya benar-benar tidak menemukan racun apapun di tubuh Selir Hua Rong,” ucap sang tabib itu dengan kepala yang menunduk.


Kaisar Li yang mendengarnya hanya diam sebelum kembali membuka suara. “Jika seperti itu carikan obat untuk selirku,’


‘Baik Yang Mulia saya akan emmbuatkan obat untuk Selir Agung Hua Rong,” balas sang tabib yang langsung membungkukkan badannya.


“Cepat pergi…!”

__ADS_1


Sang tabib langsung saja berbalik pergi karena saat ini dia harus meracik obat untuk Selir Hua Rong jika tidak amak dia yang akan dibunuh.


“Selir Hua Rong hentikan…!” ucap Kaisar Li lantang namun tidak di hiraukan oleh Selir Hua Rong yang masih teru menggaruk badannya.


‘Kalian semua cepat pegang kedua tangan dan kaki Selir Hua Rong sekarang…!’ titah sang Kaisar pada pelayan yang berada di kediaman sang selir.


“Baik Yang mulia,”


Para pelayan segera memegang erat tangan dan kaki Selir Hua Rong agar berhenti menggaruk kulitnya yang terasa gatal.


“Cepat cari kain panjang dan ikat Selir Hua Rong masing-masing di sisi ranjang,” perintah Kaisar Li lagi.


“TIAK…! APA YANG KALIAN LAKUKAN? YANG MULIA PERINTAHKAN MEREKA MELEPASKAN HAMBA…!” teriak Selir Hua Rong mengamuk.


“Cepat ikat dia..!”


‘Yang Mulia lepaskan aku… aku tidak ggila Yang mulia,” teriak Selir Hua Rong yang terus memberontak karena karena tidak ingin di ikat.


“Aku tidak mengatakan ku gila tapi dengan membiarkan au terus menggaruk badanmu akan emmbuat penampilanmu kacau. Lihat kulitmu, kulitmu sudah terluka dan berdarah-darah. Apa kamu fikir bekasnya akan hilang seperti itu saja? Jangan emmbuatku malu Selir Hua Rong…! Jika penampilanmu seperti ini maka aku akan mengangkat selir baru. Aku tidak mungkin membawa kamu yang seperti ini untuk menemui atau pergi berkunjung di kerajaan lain,” ucap Kaisar Li yang terdengar begitu kejam tanpa perasaan sedikitpun.


Kaisar Li tidak memikirkan jika apa yang baru saja dia katakan itu menyakiti Selir Hua Rong. Istri mana yang tidak akan sakit hati jika orang yang dia cintai mengatakan dengan gamblang untuk mengambil wanita lain sebagai istrinya. Ingin sekali untuk marah akan tetapi selir Hua Rong tentu tahu jika dia tidak mempunyai hak akan hal itu. Jelas dirinya tahu jika seorang kaisar bisa memiliki istri lebih dari satu dan masih juga bisa memiliki beberapa gundik di dalam haremnya.


Namun selir Hua Rong tidak menduga jika sang Kaisar akan mengatakan hal kejam seperti itu. Selama ini apapun kesalahan yang dilakukan oleh selir Hua rong maka Kaisar Li akan tetap membelanya dan tak akan pernah mengatakan kata-kata yang kasar dan tajam seperti itu. Kata-kata yang diucapkan oleh kaisar Li barusan bukan hanya bersifat kasar akan tetapi hal itu juga sangat menyakiti hati selir Hua rong.


“ Jangan membantah apa yang aku katakan selir, jika sampai kamu melakukan itu maka aku tidak akan segan-segan membuangmu ke istana dingin. Selama ini aku sudah selalu ?” dan menutup mata Apapun yang kamu lakukan karena aku mencintaimu. Akan tetapi jika sampai kamu berani merusak nama baikku Aku tidak akan segan-segan lagi,”

__ADS_1


Setelah mengatakan kata-kata yang tajam dan menusuk itu Kaisar Li langsung berbalik pergi keluar dari ruangan selir Hua Rong tanpa membalik badannya lagi. Sedangkan selir Hua Rong hanya bisa memandang punggung Li yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.


“ Kenapa semuanya berakhir seperti ini?” batin selir Hua Rog.


__ADS_2