
“Tidak mungkin…!”
“Sayangnya itu kebenarannya, kata terima ajal kalian menjemput dengan baik,’’ sarkasme LI Shang Yue dengan senyum menyeramkan berlari menyerang mereka semua dengan brutal menggunakan pedang penghancur yang bercahaya biru itu mengikuti gerakan dan alunan tangan dari seorang Li Shang Yue.
Tak memerlukan banyak waktu satu persatu orang-orang itu mulai tumbang dengan luka yang menganga lebar karena ulah dari Li Shang Yue.
“Sebenarnya kau siapa? Kenapa kamu menyerang kami seperti ini?” tanya pria gendut yang menatap Li Shang Yue dengan tajam dan geram akan tetapi juga merasa takut dengan kekuatan gadis kecil di hadapan mereka itu.
“Shang Yue, putri angkat Kaisar Ming sekaligus putri kerajaan Ming yang masih dirahasiakan keberadaannya. Akan tetapi karena kamu sudah mendengarnya maka kamu dan yang lainnya juga harus segera mati,” kata Li Shang Yue yang kembali memutar pedangnya menghadapi pria gendut itu.
Sring
Tak
Suara pedang dari Li Shang Yue dan kapak pria gendut itu saling bertabrakan satu sama lain hingga beberapa saat kemudian terdenga suara retakan.
Krakkk
Pria gendut itu menatap kapaknya yang sudah retak akibat pertarungan antara dirinya dan juga Li Shang Yue. Dia tak menyangka jika senjata yang selalu dia banggakan kini ternyata justru kalah hanya dengan sebuah pedang.
“Nona ampuni saya, sa..saya berjanji tidak akan membongkarkan identitas anda pada orang lain. Saya berjanji Nona ampuni saya,” pria gendut itu langsung duduk berlutut pada Li Shang Yue yang hanya berdiri tegak dengan pedangnya yang masih menyala-nyala kebiruan.
“Benarkah?” kata Li Shang Yue yang mengeluarkan suara dingin dan datar membuat pria itu bergidik ngeri mendengarnya.
“Benar Nona, saya berjanji,” kata pria gendut itu dengan suara yang terdengar senang.
Slasssh
Bruk
Sebuah kepala jatuh menggelinding di atas lantai yang tak lain dan tak bukan adalah kepala si gendut yang baru saja ditebas oleh Li Shang Yue.
“ Sayangnya aku tidak mempercayai seseorang aku hanya bisa percaya kepada orang mati saja,” kata Li Shang Yue dengan senyum miring di bibirnya.
Setelah memastikan tidak ada lagi jebakan dan orang lain di dalam ruangan itu Li Shang Yue langsung mendekati penjara hingga dapat melihat seekor kalajengking berwarna merah yang semua kakinya dirantai.
Li Shang Yue menatap kalajengking merah itu dengan acuh tak acuh. Gadis itu hanya melirik rantai yang mengikat kaki-kaki dari kalajengking merah. Melihat akan hal itu tanpa diberi tahu pun Li Shang Yue tahu jika kalajengking merah ini bukan hewan kontraksi apapun termasuk seperti rumor yang dikatakan jika ketua dari kelompok itu merupakan tuan dari kalajengking merah. Jika memang kalajengking merah adalah hewan kontrak ketua dari kelompok kalajengking merah maka tidak masuk akal dan tidak mungkin kalajengking merah ditaruh di dalam penjara bawah tanah seperti ini dengan kondisi kaki yang dirantai sehingga tidak bisa melakukan apa-apa selain Duduk diam dan pasrah akan keadaannya.
“Kamu pasti tersiksa kan berada disini?” tanya Li Shang Yue yang hanya di balas dengan pergerakan kepala oleh Kalajengking merah itu.
“Aku akan membebaskanmu tapi jangan menyerangku,” ucap Li Shang Yue yang menatap tajam kalajengking merah itu.
Melihat keterdiaman Kalajengking merah Li SHang Yue menganggap jika itu kesetujuan. Dengan pelan Li Shang Yue mendekati penjara itu. Akan tetapi baru saja memegang gembok tangan Li Shang Yue langsung terasa sakit seperti di setrum listrik.
“Oh dia memasang perisai rupanya namun ta apa aku tetap akan menghancurkannya,” guman LI Shang Yue yang kembali mundur.
Melihat Li Shang Yue mundur Kalajengking merah itu langsung lemas seketika seperti merasakan jika dia akan terus terkurung di dalam penjara itu.
Sedangkan Li Shang Yue dengan mata tajamnya menatap dinding pembatas penjara itu. Genggaman tangannya di ganggang pedangnya semakin kuat dengan berkonsentrasi mengalirkan Qi dalam pedangnya.
__ADS_1
Hiyaaaaa
Wussssh
Prang…
Hanya satu kali tebasan pedang dari Li Shang Yue langsung hancur berkeping-keping dengan gembok yang juga langsung terbuka.
“Hanya segitu saja apa gunanya untukku,” kata Li Shang Yue dengan percaya diri yang tinggi.
Li Shang Yue dengan segera membuka penjara itu lalu menebas satu persatu rantai yang mengikat kaki Kalajengking merah itu.
“Ayo keluar, jangan menyerangku jika tidak aku akan membakarmu dan menjadikanmu kalajengking bakar. Kan lumayan untuk isi perutku,” kata Li Shang Yue dengan mengelus perutnya yang kecil.
Soal makanan saja selalu menjadi prioritas utama Li Shang Yue. MUngkin karena Othornya juga suka amkan jadi anak didiknya juga suka makan.
Li Shang Yue berjalan keluar dari penjara bawah tanah di ikuti dengan Kalajengking merah yang berjalan di belakang Li Shang Yue. Kalajengking itu terlihat tidak berani berjalan mendekati Li Shang Yue karena aura gadis itu.
Sedangkan di luar markas Lay dan yang lainnya sedang mati-matian menyerang musuh. Apalagi Lay yang langsung berhadapan dengan wakil ketua kelompok Kalajengking merah itu.
“BERANI SEKALI KALIAN MENGACAU DI TEMPAT KAMI? KALIAN SEMUA MENCARI MATI…!” teriak pria yang menjadi lawan Lay.
“Itu belum tentu, soal mati dan hidup bukan kamu yang menentukan tapi hasil akhirnya,” kata Lay dengan senyum miring.
Brukkk
“FAN HU…” teriak Chan Si, May Yun dan Bonzhu.
Ketiganya langsung menghampiri Fan Hu yang sudah terkapar di tanah karena serangan dari pria yang baru saja keluar dari markas
“BERANINYA KALIAN MERUSAK MARKASKU…!” teriak pria yang mengenakan jubah hitam itu.
“Kenapa tidak? Kami semua akan meratakan markas jelekmu ini sampai rata dengan tanah,” balas Fan Hu yang kembali bangun.
‘‘Meratakannya dengan tanah? Apa kalian bercanda?” tanya pria itu dengan wajah yang tak percaya lalu tertawa terbahak-bahak.
HAHAHAH
Sosok pria yang menggunakan pakaian serba merah itu langsung tertawa terbahak-bahak menatap remeh ke arah Fan Hu dan yang lainnya. Bagaimana bisa anak kemarin sore seperti mereka meratakan markasnya dan melawan dirinya yang sudah memiliki ilmu tinggi itu.
“Bukan markasku yang akan kalian hancurkan akan tetapi aku yang akan menghancurkan kalian hingga jasad kalian hancur dan tidak akan ditemukan,” kata pria itu dengan penuh percaya diri.
“Kita lihat saja siapa yang akan menjadi teman tanah,” ucap Fan Hu yang mempererat tegangannya pada bidangnya.
“Dasar keras kepala, baiklah mari aku tunjukan kehancuran kalian semua,” kata pria itu yang langsung memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang Fan Hu bersama yang lainnya.
“Habisi mereka semua,” perintah sang ketua.
“Baik Ketua,” jawab mereka serentak.
__ADS_1
Pertarungan kembali terjadi dengan jumlah kelompok kalajengking merah yang mendominasi karena mereka memiliki anggota yang banyak sedangkan Lay bersama teman-temannya hanya berjumlah beberapa orang saja. Walau kalah akan jumlah mereka tetap semangat walau jatuh terus bangun. Pertarungan semakin lama semakin sengit terutama pertarungan antara Lay yang melawan wakil ketua kalajengking merah dan Fan Hu yang melawan ketua kalajengking merah. Jika kekuatan Lay dan wakil ketua kalajengking merah terlihat imbang maka berbeda dengan pertarungan antara Fan Hu dan ketua kelompok kalajengking merah yang terlihat sekali Jika Ketuanya itu lebih memiliki ilmu tinggi dibandingkan dengan Fan Hu.
Berulang kali Fan Hu dipukul mundur oleh sang ketua sehingga kini wajahnya sudah babak belur dengan luka yang hampir seluruh mengenai tubuhnya. Karena kalah akan jumlah kini Fan Hu dan yang lainnya mulai terkepung sehingga mereka berada di tengah-tengah.
“Mereka sangat kuat, dengan kita kalah jumlah seperti ini akan membuat kita semakin terdesak. Lay masuklah ke dalam markas itu aku akan mencoba mengalihkan mereka kamu harus segera menemukan keberadaan nona,” ucap Yuren yang lebih mengkhawatirkan keadaan Li Shang Yue daripada keadaan dirinya sendiri.
Lay yang mendengar saran dari Yuren langsung melirik wanita muda itu sebelum menganggukkan kepalanya dengan samar.
“Baiklah, bertahanlah. Aku hanya akan pergi sebentar,” kata Lay dengan menatap mereka satu persatu.
“Hm kami akan bertahan,” jawab mereka dengan serentak.
Lay menatap ke arah Yuren dengan menganggukan kepalanya samar bersamaan dengan itu Yuren langsung menyerang mereka berharap bisa membuat Lay keluar dari sana dan itu berhasil.
“Lou Yi buat serangan dari elemenmu..!” perintah Fan Hu.
“Baik,” Dengan segera Lou Yi membentuk sebuah ratusan tombak yang terbuat dari es.
“Bonzhu…!’’
“Siapa yang memiliki elemen angin?” tanya Fan HU.
“Aku..!” jawab May Yun.
“Bantu Lou Yin untuk mempercepat serangannya…!”
“Baik…!”
“Serang…!” teriak Fan Hu yang langsung mengerahkan seluruh kemampuannya menyerang mereka menggunakan jurus pedangnya dengan yang lain membantu dengan kekuatan elemen mereka masing-masing.
Lay yang melihat itu dengan segera berlari secepat kilat menuju ke dalam markas dengan Yuren yang memiliki elemen Es mencoba memblokir seluruh serangan yang ditujukan kepada Lay. Hingga Yuren tidak menyadari sebuah serangan keras dari belakang menghantamnya dengan keras.
BRAKKK
“YURENNNNN….!”
****
...*Hay para readers pembaca setiaku, apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja dan selalu berada dalam lindungan yang maha kuasa....
Tak terasa Novel remahan Othor ini sudah mencapai dengan Pop 1 M.
Sebagai Author dari Rebirth Of Queen Needles saya mengucapkan terima kasih banyak.
Terima kasih karena sudah mendukung saya dari awal karya ini publish sampai sekarang. Terima kasih atas dukungan dan juga semangat kalian yang menantikan karya Othor.
Terima kasih atas dukungan sebesar-besarnya dari kalian semua dan juga terima kasih sudah membacanya dari bab 1 sampai sekarang. Semoga kedepannya nanti cerita ini tetap menarik dan membuat kalian menyukai dan semakin menyukainya.
Salam hangat dari Othor*
__ADS_1