Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 65


__ADS_3

“Baik Yang Mulia,” jawab mereka serentak.


“Ternyata kau terlahir lebih cantik Permaisuriku, hanya saja kali ini aku akan kesulitan mendapatkan kamu.” Guman sosok itu yang langsung menghilang begitu saja seperti di terpa angin malam.


Di sisi lain Li Shang Yue terus berlari ke arah dalam hutan menuju lapisan ketiga yang di maksud oleh pria asing itu.


GOARRRRRR


Li Shang Yue langsung menghentikan langkahnya saat seekor beruang dengan mata merah menghalangi langkahnya.


“Sial, aku tak punya waktu untuk terus bertarung. Aku harus mencari penawar racun itu dulu aku juga tidak tahu bagaimana Hiu di zaman kuno ini memiliki racun,” guman Li Shang Yue yang menatap tajam Beruang di depannya itu.


“Pergilah, aku tak ingin bertarung karena aku sedang buru-buru temanku sedang sekarat aku harus cepat sampai.” Ucap LI Shang Yue yang memerintahkan beruang itu pergi.


“Tidak akan! Aku sudah kelaparan aku butuh makanan,” balas Beruang itu yang sepertinya sedang malah karena Li SHang Yue justru menyuruhnya pergi bukan untuk bertarung.


“Lalu kau ingin menjadikan aku makanamu begitu?” tanya Li SHang Yue dengan kesal karemna Beruang itu keras kepala.


“Yah aku penasaran rasanya makan daging manusia,”


“Enak saja,” Li Shang Yue melirik beruang hitam itu dengan teliti.


Li SHang Yue tahu beruang di depannya sudah berada di tahap level 8 binatang spirituial./


“White,”


Roaaaaar


Li Shang Yue mengelus bulu halus White si serigala putihnya yang dia masukan ke dalam ruang dimensi.


“Kamu harus mengalahkannya jika kamu berhasil mengalahkannya aku akan memberimu daging yang banyak. Akan tetapi, jangan bunuh dia oke?”


Roarr

__ADS_1


Li Shang Yue tersenyum karena walaupun White tidak bisa berbicara Serigala putih itu mengerti akan apa yang kita katakan.


“Heiii beruang hitam ini hutan lapisan ke berapa?” tanya Li Shang Yue.


“Lapisan ketiga,” ketus Beruang itu.


“Lapisan ketiga yah?” Li Shang Yue mengetuk-ngetuk dagunya sedang berpikir apakah ia akan bertanya atau tidAK.


“Ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?” tanya Beruang itu dengan marah karena Li Shang Yue yang terus menatapnya dengan pandangan yang errrrr.


“Letaknya ada dimana?”


“APA? LETAK BUNGA MELATI DARAH? ADA DI BELAKANGKU DI ATAS TEBING.”


“Terima kasih,” Li Shang Yue langsung berlari meninggalkan Beruang itu.


Beruang hitam yang melihat jika Li Shang Yue lari langsung berbalik ingin mengejar Li Shang Yue. Namun White si serigal putih milik Li Shang Yue tidak akan membiarkan Tuannya terluka. Whi9te dengan cepat segera memblokir jalan Beruang hitam hingga kini mereka saling berhadapan satu sama lain.


“Minggir!” bentak beruang hitam.


Bukannya menyingkir Serigala putih itu dengan berani langsung berlari menerjang ke arah Beruang hitam. Keduanya langsung terlibat pertarungan sengit dengan saling menyerang satu sama lain.


Sedangkan di lain sisi Li Shang Yue terus berlari hingga sampai di sebuah tebing yang begitu tinggi. Saat Li Shang Yue mendongak Li Shang Yue dapat melihat jika ada banyak bunga melati darah di atas tebing sana.


“Bagaimana caranya aku naik di atas sana?” guman Li Shang Yue dengan mendongak ke atas lagi.


Li Shang Yue mengetuk-ngetuk dagunya berfikir keras bagaimana caranya agar bisa naik di atas tanpa adanya bahaya. Li Shang Yue terus berpikir namun sekian lama tak menemukan satu cara pun selain mendaki tebing itu.


“Sudahlah tidak ada cara lain selain mendakinya ku harap ke ahlianku di dunia modern tidak hilang,” guman Li Shang Yue dengan ragu mulai mendekati tebing itu.


Sebelum naik ke atas tebing Li Shang Yue menggesekan tangannya dengan tanah agar tidak licin. Gadis itu mulai mendaki tebing itu tanpa adanya pelindung seperti di dunia modern. Bersyukur saat di kehidupan dulu Clara sering melakukan ini karena pekerjaannya yang seperti membunuh di situasi apapun membuat Clara mempelajari semuanya.


Hossh hosh hosh

__ADS_1


Suara Li Shang Yue ngos-ngosan saat sampai di pertengahan tebing. Di lihatnya jika melati darah yang dia ambil masih sekitar 5 meter lagi dari jaraknya sekarang.


“Semangat!”


Li Shang Yue kembali memanjat tanpa pedulikan capejk dan lelahnya. Hingga beberapa saat kemudian Li Shang Yue sampai di letak bunga melati darah itu. Dengan penuh ke hati-hatian Li Shang Yue langsung mengambil bunga melati darah itu.


“Akhirnya dapat,” girang Li Shang Yue yang turun tebing dengan hati-hati.


Tanpa Li Shang Yue sadari ada dua pasang mata yang sedang menatap ke arahnya. Kedua pemilik mata itu tak lain seorang pria yang mengantar LI Shang Yue ke hutan iblis dan satunya lagi seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam yang merupakan orang kepercayan dari pria bercadar itu.


“Yang Mulia apa anda tidak ingin membantu…,” ucapan pria itu terpotong saat pria bercadar itu menatap tajam ke arahnya.


“Dengar Rang Li, saat ini Permaisuri bukan lagi wanita yang akan dengan mudah untuk di dekati. Jadi jangan pernah berpikir apapun biarkan Permaisuri berjalan di takdir yang telah buat sendiri.” Kata pria bercadar itu menatap Li Shng Yue yang ternyata sudah mendarat sempurna di tanah.


“Kamu semakin menarik Permaisuriku, akan tetapi dengan kecantikan dan kepribadian kamu yang begitu dingin dan menarik akan membuat pihak lain tertarik padamu. Aku harap jika sudah waktunya nanti kamu dapat mengingat suami mu ini Permaisuriku.” Batin sang pria bercadar menatap Li Shang Yue dengan tatapan sendu miliknya.


Bawahan yang berada di samping sang pria bercadar hanya bisa diam menatap sang Tuan dengan pandangan yang sedih dan sendu.


“Yang Mulia pasti terluka setelah menunggu sekian lama Yang Mulia Permaisuri terlahir kembali namun Yang Mulia Permaisuri tidak mengingat akan apapun tentang mereka.” Kata Rang Li dalam hati.


Sedangkan Li Shang Yue gadis itu lansung berlari ke arah tempat tadi dia meninggalkan White serigala putihnya untuk bertarung dengan beruang hitam.


“Aku harap White bisa bertahan,” guman Li Shang Yue yang mempercepat langkahnya.


Setelah berlari beberapa saat akhirnya Li Shang Yue sampai di lokasi pertarungan. Sampai disana Li Shang Yue tidak menemukan beruang hitam yang dia dapatkan hanya White yang sedang berbaring dengan bulunya yang putih sudah berubah warna menjadi merah. Melihat itu Li Shang Yue langsung berlari kencang menghampiri White.


“WHITE…!” teriak Li Shang Yue.


White yang tadinya berbaring langsung bangun dengan cepat saat mendengar suara dari sang Tuan yang tak lain adalah Li Shang Yue.


Roarrrrr


Plukkk

__ADS_1


Li Shang Yue langsung memeluk White dengan erat dan juga mengelus bulu White yang sudah menjadi merah karena darah.


“Maafkan aku, aku membuatmu terluka.” Ungkap Li Shang Yue seperti berbicara pada manusia.


__ADS_2