Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 103


__ADS_3

“Akhirnya dia pergi juga,” guman Li Shang Yue.


“Siapa Yue’er?” tanya Jendral Xin.


“Manusia..!” kesal li Shang Yue


“Sudah jangan hanya bercanda terus ayo kita masuk ke dalam,” ucap Jendral Feng yang melerai Li Shang Yue dan jendral Xin yang terus berbisik satu sama lain.


Li Shang Yue dan Jendral Xin yang mendengarnya langsung diam seperti tidak terjadi apa-apa. Jendrall Feng yang melihat kekompakan kedua anaknya itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Jika orang lain melihat mereka seperti itu maka mereka sudah seperti saudara kandung.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan yang ada nama mereka sebagai penanda jika mereka akan tinggal disana.


“Ayo masuk,” Jendral Feng menyuruh mereka untuk masuk di halaman itu.


Jendral Feng segera masuk dan mengecek satu-satu ketiga kamar yang akan di jadikan sebagai tempat mereka tidur itu. Sedangkan Li Shang Yue dan Jendral Xin sibuk sendiri melihat bunga di depan kediaman itu terutama Li Sghang Yue yang melihat pohon bunga yang gugur.


“Ini musimnya bunga sakura gugur ya? Dulu aku hanya melihat bunga sakura saat aku di Jepang sekarang aku bisa merasakannya lagi,” kata Li Shang Yue yang mengadakan tangannya hingga beberapa kelopak bunga sakura yang jatuh di tangan Li Shang Yue.


Saat sedang asyik menikmati musim gugurnya bunga Sakura tiba-tiba Jendral Feng datang dari belakang mengkagetkan Li Shang Yue dengan Jendral Xin.


“Yue’er kamu masuk di kamar itu,” kata Jendral yang menunjuk sebuah kamar yang berada di tengah-tengah.


“Kok disana? Itukan harusnya kamar Ayah?” ucap Li SHang Yue yang melihat jika di papan depan pintu itu yah kamarnya si Jendral Feng.


“Tidak. kamar itu sedikit lebih luas di bandingkan 2 kamar lainnya. Kamu istrahat disana karena kamu seorang gadis jadi kamu harus punya ruang yang lebih luas di tambah ada Pelayanmu,” terang Jendral Feng dengan bijak.


“Pelayan Se se masuk dan tata barang Nona mu..!” perintah Jendral Feng kepada pelayan yang menjadi pelayan pribadi lI Shang Yue.

__ADS_1


“Baik Tuan,” jawab sang pelayan.


“UNtuk kamu Xin Qion berhenti mengganggu adikmu..! Ini saatnya Yue’er istirahat.” Ucap Jendral Feng yang menatap tajam Jendral Xin.


“Yue’er ayo masuk istrahat, jangan hiraukan anak nakal ini. Tenang saja, akan ayah buat tak bisa mengganggu tidurmu,” kata Jendral Feng yang langsung mendorong pelan Li Shang Yue masuk ke dalamkamar itu.


“Ayah kenapa Yue’er di suruh masuk kamar sih?” protes Jendral Xin karena merasa waktu kebersamaan Jendral Xin dan Li Shang Yue belum merasa puas.


“Dasar anak bodoh..! Kamu tahu ini sudah sore Yue’er juga butuh istrahat mandi dan lain-lain. Emang kamu? Satu hari mandi satu hari tidak,” sindir Jendral Feng kepada sang putra.


“Emang ayah tidak? Bahkan ayah juga tidak mandi selama 3 hari 3 malam,” sindir Jendral Xin yang membalik menyindir Sang ayah.


Jendral Feng yang mendengar apa yang dikatakan oleh Jendral Xin langsung terdiam menatap sinis Xin Qion.


“Ayah tidak mandi tiga hari juga karena kondisi dalam peperangan…!” kesal Jendral Feng.


“Hais sudahlah kamu selalu membalas apa yang ayah katakan. Kamu tidak seperti adikmu Yue’er,” ujar Jendral Feng yang berbalik lalu amsuk ke dalam kamar yangberada di sebelah kanan kamar Li Shang Yue.


Sedangkan Jendral Xin yang melihat kepergian sang ayah hanya bisa menatapnya dengan bingung.


“Ayah membandingkan aku dengan Yue’er? Apa ayah tidak tahu atau belum tahu bagaimana amburadulnya Yue’er. Aku jadi penasaran bagaimana jadinya jika Ayah tahu jika Li Shang Yue lebih parah dariku,” guman Jendral Xin dengan membayangkan sang ayah melihat ;Li Shang Yue sedang mengerjai para pelayan.


Memikirkan akan hal itu membuat Jendral Xin tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak membuat para pelayan yang sedang berlalu lalang menatap aneh ke arahnya.


HAHAHA


“Aku menantikan ayah mengetahui bagaimana Yue’er sering mengerjai para penjaga,” guman Jendral Xin yang cekikikan.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain seorang pria duduk tenang di atas jendela menatap luar sana. Sosok pria itu tak lain adalah Putra Mahkota Ming Jang Ju. Ming Jang Ju adalah Putra Mahkota kekaisar Ming atau di kenal dengan nama Putra Mahkota Ming atau Putra Mahkota Ju.


“Salam Yang Mulia,” seseorang tiba-tiba muncul dan langsung berlutut di depan Putra Mahkota Ju.


“Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentangnya?” tanya Putra Mahkota Ju kepada sang bawahannya.


“Sudah Yang Mulia,” jawab sang bawahan.


“Katakanlah..!” perintah Putra Mahkota Ju kepada bawahannya itu.


“Wanita muda bersama dengan Jendral Xin Qion tadi sore adalah Putri Li Shang Yue. Li Shang Yue adalah anak Kaisar Li dengan permaisuri yang sudah meninggal. Akan tetapi putri Li Shang Yue di kenal dengan sebagai sampah masyarakat karena cacat Kultivasi dan juga di kenal sebagai wajah buruk rupa oleh masyarakat Kekaisaran Li atau semua orang di benua Li. Putri Li Shang Yue selama hidup di istana selalu di rundung dan di siksa oleh parta pelayan ataupun penjaga di istana itu. Bahkan tempat ia tinggal juga hanyalah gubuk tua yang jauh dari istana utama. Namun…,”


Terlihat sosok berjubah itu menggantung ceritanya dengan menarik napas dalam-dalam untuk melanjutkan lagi ceritanya.


“Namun satu tahun yang lalu Putri Li Shang Yue menghilang begitu saja seperti di telan bumi. Akan tetapi sekitar 1 bulan lalu kembali haditr di istana dengan wajah barunya yang sangat cantik dan sekitar 2 minggu yang lalu Putri Li SHang Yue mengamuk di kediaman Putri Wei Rong sudara tirinya yanfg merupakan anak dari seorang selir. Putri Li Shang Yue mengamuk karena Putri Wei Rong sudah membuat orang-orang Putri Li Shang Yue mati,” terang Bawahan itu yang lagi lagi menarik napas.


“Apa yang di lakukan gadis tanpa kultivasi itu?” tanya Putra Mahkota dengan penasaran.


'‘Putri Li Shang Yue menghancurkan kediaman Putri Wei Rong sampai hancur dan rata dengan tanah. Tak hanya iotu pula bahkan saat itu pula Yang Mulia. Kaisar Li memtusklan ikatan hubungan antara ayah dan anak kepada Putri Li Shang Yue. Namun Putri Li Shang Yue justru terlihat biasa saja akan hal itu karena selama hidup selama 14 tahun di istana Putri Li Shang Yue di perlakukan layaknya budak semata saja.” terang bawahan Putra Mahkota Ju ittu.


Putra Mahkota yang mendengar apa yang ceritakan oleh orang kepercayaannya itu hanya bisa terdiam cukup lama karena tidak menyangka seorang Putri berani melakukan hal itu secara terang-terangan.


“Sungguh sesuatu yang menarik, bagaimana bisa seorang tanpa adanya kultivasi sedikitpun bisa menghancurkan kediaman di istana sampai rata dengan tanah? Sungguh gadis yang sangat menarik,” kata Putra Mahkota Ju dengan senyum dingin miliknya.


“Lalu kenapa bisa Putri LI Shang Yue bersama rombongan Jendral Feng terlebih terlihat sejkali jika Jendral Feng sangat mengratukan Putri Li Shang Yue?” tanya Putra Mahkota Ju itu kepada sang bawahan lagi.


“Itu karena Jendral Feng telah mengangkat Putri Li Shang Yue sebagai Putrinya. Walau belum ada acara resmi akan tetapi di kediaman Jendral Putri Li Shang Yue di kenal sebagai nama Feng Shang Yue sebagai Nona muda di kediaman Jendral

__ADS_1


__ADS_2