
"Mulai hari ini di antara kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun itu termaksud hubungan Ayah dan Anak. Aku berada disini karena aku putri sah dari Permaisuri dan juga memperjuangkan hak yang harus menjadi milikku."
Deg
Kaisar Li berdiri mematung di tempatnya mendengar perkataan Li Shang Yue yang sangat menusuk relung hatinya. Matanya menatap Li Shang Yue dengan nanar namun tatapan Li Shang Yue kali ini benar-benar membuatnya terpaku. Tatapan itu hanya ada tatapan amarah dan juga kebencian terhadapnya.
“Lebih baik kalian pergi sebelum aku menghancurkan kalian semua!” usir Long yang menatap ketiga manusia hina di depannya itu.
“Memangnya kamu siapa hingga berani mengusir kami?”
“Aku bukan siapa-siapa tapi aku akan menyerang siapa saja yang melukai junjunganku tanpa memandang kasta dan pangkat orang itu.” Jawab Long dengan datar.
“Siapa pria ini? Kenapa dia sangat menjaga anak sialan itu? Kenapa pria setampan mereka harus berada di sisi putri sampah itu? Harusnya mereka berdua berada di sisi ku bukan di sisi Li Shang Yue.”
Putri Wei Rong menatap Long dan Snake penuh dengan tatapan kagum. Namun, saat tatapannya jatuh kepada Li Shang Yue tatapan kagum itu langsung berubah dengan tatapan tajam yang penuh kebencian. Tentu saja Long dan Snake yang melihat tatapan Putri Wei Rong yang di tunjukan kepada Li Shang Yue langsung menggertakkan gigi menahan amarah.
“Turunkan pandanganmu! Jika tidak maka aku sendiri yang akan mencongkelnya.” Gertak Snake yang melempar aura intimidasi pada Putri Wei Rong.
“Ini…,” Putri Wei Rong langsung kaget saat merasakan tkanan yang sangat besar yang di arahkan padanya.
Uhukkk uhukkk
__ADS_1
“WEI’ER…!” Kaisar Li dan Selir Hua Rong berteriak panik saat Putri Wei Rong memuntahkan seteguk darah dari mulutnya padahal tidak ada yang menyerangnya.
“Ada apa denganmu Wei’er?” tanya Kaisar Li yang membantu Putrinya itu berdiri.
“Aku tidak apa-apa Ayahanda, jika meimei tidak mau menganggap Ayahanda ayahnya lagi maka tak apa. Ayahanda tak perlu risau masih ada aku yang akan menjadi putri Ayahanda.” Ucap Putri Wei Rong dengan menatap Li Shang Yue dengan sinis.
“Benar Yang Mulia, jika Putri Shang Yue tidak mau mengakui anda sebagai Ayahandanya lagi maka masih ada Wei’er yang mau menjadi putri Yang Mulia. Mengenai kelanjutan tahta dan kerajaan ini Yang Mulia tidak perlu khawatir aku akan mendidik Wei Rong dengan lebih baik lagi agar bisa menjadi Ratu di masa depan.” Selir Hua Rong juga ikut menimpali.
Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong saling melirik satu sama lain dengan senyum penuh kepuasaan. Tentu saja mereka semakin senang karena Li Shang Yue sendiri yang memutuskan ikatan ayah dan anak kepada Kaisar Li. Dengan begitu maka Li Shang Yue tidak akan menjadi Ratu. Dari semua itu maka sudah pasti Putri Wei Rong yang akan naik tahta karena hanya tersisa dia saja sebagai putri dari Yang Mulia Kaisar Li.
HAHAHAHAHA
“Apa anda benar-benar bodoh Yang Mulia Kaisar? Bahkan mereka dengan enteng membahas tahta kerajaan di saat anda bahkan masih hidup sehat dan bugar. Apa di kepala anda benar-benar ada isinya atau memang sudah kosong.” Sarkasme Li Shang Yue.
“ANAK SIALAN! APA YANG KAU KATAKAN HA…? APA KAMU MENGANGGAP AKU INI BODOH HA…?”
“Anda memang bodoh Yang Mulia jika anda ingin tahu hal itu, anda benar-benar bodoh Yang Mulia.”
“KURANG AJAR KAU PERLU…,”
“Jangan pernah meninggikan suara Yang Mulia di depanku apalagi sampai membentakku. Ingat Yang Mulia saat ini aku bisa saja membunuhmu karena saat ini anda bukan lagi Ayahandaku tapi anda adalah musuhku dan juga salah satu target balas dendamku.”
__ADS_1
“BALAS DENDAM? APA KAMU INGIN BALAS DENDAM PADA AYAH…,”
“SUDAH AKU KATAKAN KAU BUKAN LAGI AYAHKU..!” bentak Li Shang Yue yang menatap Kaisar Li dengan pandangan yang menyiratkan amarah dan kebencian.
Li Shang Yue berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak keluar membuatnya terlihat lemah. Ini bukan perasaannya tapi ini perasaan Li Shang Yue yang asli. Clara bisa memahami satu hal jika jiwa atau arwah Li Shang Yue yang asli belum bisa pergi dengan tenang karena masih ada banyak dendam yang belum ia tuntaskan.
“Putri Li Shang Yue tenanglah, aku berjanji akan membalaskan dendammu kepada mereka semua. Aku berjanji akan membuat mereka membayar rasa sakit yang kau rasakan 10 kali lipat. Beri aku sedikit waktu untuk kita membangun sebuah pendukung di belakang kita.” ucap Li Shang Yue dalam hati berharap arwah Li Shang Yue bisa mendengarnya.
Mungkin jiwa Li Shang Yue yang masih berada di sekitarnya atau sekitar tubuh yang dia gunakan saat ini mungkin 30% dan 70% adalah Jiwanya. Oleh karena itu perbandingan mereka 70:30. Walaupun hanya tersisa 30% namun itu masih sangat kuat untuk berperang dengan perasaan Li Shang Yue saat ini. Jika Li Shang Yue yang asli sedih maka Li Shang Yue yang sekarang(Clara) akan merasakan hal yang sama.
“Dengar, mungkin kalian merasa senang karena aku memutuskan hubunganku dengan pria tua itu. Namun, jangan lupa aku hanya memutuskan untuk tidak memiliki hubungan dengan kerajaan ini. Aku akan menjadi Ratu bagi kerjaan ini setuju atau tidak itu tetap akan terjadi. Jika aku tidak mendapatkannya dengan cara baik-baik maka akan aku rebut dengan caraku jika di perlukan maka dengan peperangan pun aku tidak akan gentar.”
Dhuaaaaar
Kaisar Li yang mendengar itu tentu saja kaget begitu pula dengan Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong. Jika Kaisar kaget karena Li Shang Yue akan berperang padanya maka berbeda dengan Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong yang kaget karena Li Shang Yue tetap ingin merebut posisi Ratu masa depan nanti.
“J4l4ng k3cil ini harus segera aku singkirkan dari muka bumi ini. Anak ini benar-benar pengganggu untuk jalan Wei Rong di masa depan.” Kata Selir Hua Rong di dalam hati menatap penuh kebencian terhadap Li Shang Yue.
“Shang Yue,”
“Segera angkat kaki dari Paviliunku sebelum aku mengusir kalian dengan caraku.” Usir Li Shang Yue yang bersandar pada tembok menatap mereka datar.
__ADS_1