
Waktu terus berjalan hingga tak terasa hari acara ulang tahun dari Putra Mahkota tiba juga. Disaat para putri dan gadis muda lainnya sedang sibuk-sibuknya mengurus dirinya agar mereka bisa tampil ccantik sangat berbeda dengan Li Shang yue yang masih asyik berguling-guling di atas kasurnya.
Pelayan Se se yang sedari tadi memanggil Nonanya untuk bersiap. Namun apa yang dilakukan Nona mudanya itu. Gadis kecil itu bahkan dengan entengnya berguling-guling di atas kasur.
“Nona hamba mohon cepatlah abngun dan bersiap. Jika Nona sampai tidak bangun maka Ayah dan juga Tuan Muda Xin Qion akan dipermalukan karena anak dan adik mereka tidak datang secara bersamaan,” terang Pelayan Se se dengan panjang kali lebar.
Katakanlah dirinya memanfaatkan Jendral Feng juga Xin Qion. Namun pelayan itu tak tahu lagi bagaimana caranya membuat Nonanya itu mau beranjak bangun dari kasurnya.
Sedangkan Li Shang Yue yang masih berbaring langsung bangun saat nama sang ayah dan juga sang kakak di sevbutkan oleh sang pelayan.
“Cih siapa yang berani mempermalukan ayahku akan aku buat mereka menerima akibatnya,” ucap Li Shang Yue yang langsung turun dari ranjangnya.
Li Shang Yue berjalan mengambil jubah luar yang ada di tangan Pelayan Se se.
“Syukur hanya dengan Jendral dan Tuan Muda Nona mau mendengarkan,” guman pelayan Se se mengelus dada namun dia kembali membulatkan mata saat melihat jika sang Nona keluar begitu saja tanpa melakukan riasan wajah sedikitpun. Bahkan Li Shang Yue hanya mengikat tinggi-tinggi rambutnya tanpa menambahkannya aksesoris sedikitpun.
“Nona tunggu…!” pelayan se se segera berlari mengikuti Li Shang Yue.
__ADS_1
“Kenapa lagi?” kesal Li Shang Yue balik menatap sang pelayan.
“Nona anda belum berdandan,” kata Pelayan Se se dengan menundukan kepalanya.
“Bodoh amat, tanpa riasan apapun aku tetap cantik,” narsis Li Shang Yue yang langsung pergi begitu saja.
Saat membuka pintu ternyata Jendral Feng dan Xin Qion sudah berada di depan kamarnya. Li Shang Yue melempar senyum manisnya ke arah sang ayah lalu berjalan mendekat. Li Shang Yue langsung mengapit lengan Jendral Feng seperti anak kecil.
“Kamu sudah selesai Yue’er?” tanya Jendral Feng dengan mengelus kepala Li Shang Yue dengan lembut.
“Sudah ayah, Yue’er sudah siap,,” jawab Li Shang yue dengan senyum manis.
“Tunggu dulu ayah,” cegah Xin Qion yang menarik Li Shang Yue.
“APa lagi? Lepaskan tangan Yue’er..!” ucap Jendral Feng dengan penuh penekanan.
“Ayah posesif, Yue’er juga milikku bukan hanya milik ayah..!” seru Xin Qion kesal terhadap Jendral Feng dengan apa yang selalu memonopoli Li Shang Yue.
__ADS_1
“Sudahlah ini keadaan darurat, katakan ada apa?” Jendral Feng memilih untuk tidak memperlambat waktu.
“Yue’er kamu yakin akan pergi seperti ini?” tanya Xin Qion dengan menatap Li Shang Yue dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
“Memangnya ada apa?” Jendral Feng menatap sang putra dengan kesal.
“Lihat saja sendiri..! Dengan dandanan seperti ini bukannya terlihat seperti putri tapi Yue’er terlihat seperti pria,” kata Xin Qion dengan membuang muka.
Jendral Feng yang mendengar apa yang dikatakan oleh sang putra langsung menatap penampilan Li Shang Yue dari ujung kepala sampai ujung rambut. Sepatu seadanya, pakaian seperti pakaian pria, wajah tanpa riasan, rambut dan kepala yang kosong tanpa adanya aksesoris. Jendral Feng yang melihat itu hanya tersenyum amsam putrinya memang berbeda.
“Aku tetap cantik-kan ayah?” tanya LiS hang Yue dengan gamblangnya.
Uhukk uhukk
***
Segitu saja dulu yah saat ini saya benar-benar sedang malas menulis dan berpikir. Saya nulis juga karena cari uang tapi melihat bagaimana Point kami para Author di turunkan secara drastis membuat saya malas untuk berpikir.
__ADS_1
Nanti jika keadaan saya usah tenang dan bisa menerima semuanya baru saya UP banyak lagi
Jika ada yang komen jelek karena saya jp dikit bodoh amat terserah kalian. intinya saya bukan robot saya manusia punya hati dan juga otak yang merasa lelah