
Di atas arena berdiri dua orang wanita yang saling berhadapan dengan menatap tajam satu sama lain. Terutama Hang May yang menatap tajam Li Shang Yue penuh dengan permusuhan. Tak ada lagi wajah lembut dan tatapan polos yang di tujuhkan tadi kepada Li Shang Yue. Kini wanita itu menatap tajam Li Shang Yue seperti pedang yang akan menerjang tubuhnya dan mencinciang tubuhnya.
Sedangkan LI Shang Yue hanya bisa menarik napas dalam-dalam menahan kekesalan dan suara cacing di perutnya yang mendemo meminta makanan. Gadis itu hanya menatap acuh tak acuh pada Hang May yang menatapnya dengan niat membunuh yang kuat.
''Sebanarnya aku tuh malas berantem karena pria, kan terlihat tidak etis sama sekali cih kek tidak ada pria saja. hanya saja ini masalahnya juga suami aku yang di rebut yah aku ngamuk lah masa enggak Enak benar nih pelakor mau rebut suamiku aku. Belum rasain jurus kelaparan dia,'' gerutu Li Shang Yue dalam hati dengan terus menyumpah serapahi Hang May dan juga Yang Hong secara bersamaan.
Sringgg
Hang May mengeluarkan pedangnya yang memiliki cahaya biru dan juga hawa dingin yang menandakan jika pedang Hang May memiliki elemen es.
''Es lagi? Apa memang penyihir selalu memiliki elemen es? Dari semua orang yang aku temui sejenis penyihir semuanya pasti memiliki elemen es termaksud juga Yuren. Yuren juga penyihir dan dia juga memiliki elemen es yang besar. Lalu apa penyihir di identik dengan elemen es?'' Li Shang Yue menatap pedang di tangan Hang May dengan intens.
Apa yang dilakukan oleh Li Shang Yue ternyata tak luput dari perhatian semua orang yang berada disana. Yang Hong yang melihat itu terkekeh lucu dan menganggap jika Li Shang Yue menginginkan pedang itu hingga dengan segera mengeluarkan pedangnya lalu membawakan-nya pada Li Shang Yue.
''Yue'er, jika kamu menginginkan pedang sepertinya ini aku punya satu. Ambillah,'' Yang Hong memberikan sebuah pedang putih kepada Li Shang Yue.
''Eh aku tidak menginginkannya Hong Ge. Aku sudah memiliki senjata aku sendiri, hanya saja aku penasaran dengan elemen yang di miliki penyihir apa semuanya berelemen es? Setiap penyihir yang aku temui pasti memiliki elemen es bahkan Yuren juga,'' kata Li Shang Yue dengan wajah polos-nya.
''Nanti aku akan menjelaskan-nya Yue'er. Sekarang bertarung-lah dengan benar jika tidak maka kamu tidak akan makan,'' kata Yang Hong yang mempercepat pertarungan karena melihat tatapan tak bersahabat dari sang Ayahanda.
''Ah kau benar cacing di perutku sudah pada demo minta di isi,'' kata Li Shang Yue yang tanpa rasa bersalah lansgung menendang Yang Hong untuk turun dari arena pertarungan.
Dugh
__ADS_1
''Lord...!''
''Hong'er...!''
Mereka berteriak panik saat melihat tubuh sang Lord terjun bebas dari arena pertarunngan hingga terdengar suara keras benda terjatuh yang tak lain dan tak bukan adalah Yang Hong.
GUBRAKK
Yang Hong terjun dan mendarat tidak etis dimana duluan pantat yang mendarat membuat pria itu langsung saja merasakan rasa sakit dan nyeri secara bersamaan.
''Yue'er kau benar-benar tidak berperasaan dan bodohnya kau malah jatuh cinta sama gadis setengah gila dan setengah waras sepertimu. Lebih gila lagi aku cinta mati sama gadis itu,'' gerutu Yang Hong dalam hati dengan menutup matanya menahan rasa sakit yang sangat amat terasa menyakitkan.
Entah memuji atau justru menghina yang dikatakan oleh Yang Hong pada Li Shang Yue. Baginya gadis itu terlihat menggemaskan dan juga mengerikan jika sudah dalam kondisi tertentu seperti sekarang ini misalnya. Hanya karena lapar dan bersemangan membuatnya dengan tidak berperasaan menandang dirinya yang sebagai Lord dengan tidak etisnya.
Li Shang Yue yang emndengar akan hal itu langsung tersenyum sinis sebelum berjalan mendekat ke arah Hang May walau jaraknya masih jauh namun sudah bisa mendengar apa yang akan dia katakan.
''Aku beri kau satu kenyataan yah. Pria itu maksudku Zhang Yang Hong adalah suamiku ke 2 ku dan si pria yang menggunakan tudung itu adalah suami pertama ku,'' ucap Li Shang Yue dnegan pelan namun bisa di dengar oleh Hang May.
''APAA? DASAR WANITA SIALAN KU BUNUH KAU....!'' teriak Hang May yang murka mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue.
''Ye malah ngamuk nih nenek sihir,'' guman Li Shang Yue yang langsung menghindar serangan Hang May.
Pertarungan terjadi dengan sengit dan mematikan dengan Hang May yang menyerang Li Shang Yue dengan membabi buta dengan pedangnya. Sedangkan Li Shang Yue terlihat santai menghindar dan menangkis serangan Hang May dengan tangan kosong. Pertarungan sudah terjadi selama beberapa saat namun, selama itu pula Li Shang Yue masih sanggup mengimbangi kekuatan Hang May dengan tangan kosong.
__ADS_1
''Kekuatan anak manusia ini tidak bisa di anggap remeh,'' kata Zhang Mong selaku sang Ayah dari Yang Hong.
''Benar suamiku. Tak di sangka gadis manusia ini begitu tak terduga namun, tetap sama sifatnya itu sangat sembrono dan tidak memiliki sopan santun,'' balas Mayleen yang mendengus kesal menatap Li Shang Yue yang sedang bertarung.
Zhang Mong hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai tanggapan apa yang di katakan oleh sang istri. Zhang Mong menatap dalam Li Shang Yue yang begitu lihat dalam menghindar dan juga menyerang secara bersamaan bahkan Zhang Mong tahu jika Li Shang Yue tidak mengeluarkan kekuatannya. Pria yang tidak muda itu tahu jika saat ini gadis manusia yang di klaim oleh sang putra itu.
''Gadis ini tidak seperti sesederhana yang kelihatannya,'' kata Zhang Mong dalam hati dengan senyum tipis di bibirnya.
''JANGAN TERUS MENGHINDAR SIALAN....! KELUARKAN PEDANGMU JANGAN JADI PENGECUT, '' teriak Hang May.
Hang May menatap nyalang ke arah Li Shang Yue yang sepertinya sengaja mengerjainya. Sedangkan Li Shang Yue hanya tersenyum miring dengan mata yang mengkilat tajam.
''Jangan menyesal meminta pedangku karena aku akan berhenti jika aku sudah puas,'' kata LI Shang Yue dengan senyum miring.
Deg
****
Jangan lupa untuk mampir di Novel baru ku yang ada di aplikasi sebelah yah. Ini Genrenya masih Fantasi juga ya tapi sekolah anak sekolahan sangat enak untuk di baca.
.
__ADS_1