Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 26


__ADS_3

"Apa aku benar-benar gagal menjadi seorang ayah?" Guman Kaisar Li dengan pandangan kosong.


Semenjak kembali dari kediaman Li Shang Yue membuat Kaisar Li seperti itu. Di hari dan pikirannya di serang rasa bersalah kepada putri dari Permaisurinya itu. Kaisar Li tidak mengetahui langsung bagaimana kehidupan Li Shang Yue karena semenjak kecil Kaisar Li tak pernah menjenguk gadis kecil itu. 


Li Shang Yue di asuh oleh pelayan tua yang merupakan pelayan dari Permaisuri dulu. Namun saat umur Li Shang Yue 5 tahun pelayan itu meninggal. Kaisar Li yang membenci Li Shang Yue hanya menyerahkan semua urusan Li Shang Yue kepada Selirnya yaitu Hua Rong.


"Cih ada apa denganku? Bukahkah gara-gara anak sialan itu aku kehilangan permaisuriku? Harusnya dari awal dia sudah mati." Ucap Kaisar Li dengan tatapan tajam penuh akan dendam dan kebencian dalam dirinya kepada Li Shang Yue.


Sedangkan di tempat lain Li Shang Yue yang bosan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar hingga tak sadar jika ia memasuki kawasan para prajurit berlatih.


"Tepat latihan," Guman Li Shang Yue dengan mata yang berbinar-binar menatap puluhan prajurit yang sedang berlatih.


"Gerakan mereka kuat tapi lambat dan banyak celah" batin Li Shang Yue yang menatap puluhan prajurit yang sedang berlatih.


“Apa sampah ini lakukan disini?” 


Li Shang Yue yang sedang fokus menatap prajurit yang sedang berlatih tidak sadar jika dirinya di lihat oleh seorang prajurit.


Li Shang Yue berbalik menatap tajam pria yang berani mengatainya dengan sampah itu.


“Kamu mengataiku sampah?” tanya Li Shang Yue dengan menunjuk diri sendiri.


 “Anda memang sampah bukan?” ejek prajurit itu.


Li Shang Yue menggertakkan giginya menahan amarah. Tangan mengepal dengan erat menahan diri untuk tidak memukul pria itu di depanmu.


“Cih kamu menghinaku sampah tapi kamu juga adalah sampah. Apa kamu fikir gerakan kamu itu sempurna? Gerakan kalian bahkan banyak kelemahan dan juga celah di setiap gerakan yang kalian lakukan.” Sarkas Li Shang Yue dengan pedas.


“Kau…,” prajurit itu menatap Li Shang Yue dengan wajah memerah menahan amarah.


“HEY KALIAN SEMUA! LIHAT PUTRI SAMPAH INI MENGATAKAN JIKA GERAKAN KITA SALAH.” Teriak prajurit itu dengan suara lantang membuat prajurit yang sedang berlatih itu menghentikan gerakan mereka.


Terlihat beberapa prajurit yang membungkukkan badan mereka kepada Li Shang Yue. Sedangkan untuk Prajurit lainnya hanya menatap Li Shang Yue dengan pandangan meremehkan dan menghina. 

__ADS_1


“Jika kamu merasa hebat ayo bertarung di arena.” Ucap prajurit itu dengan lantang.


“Siapa takut?” Li Shang Yue dengan santai menerima tantangan dari prajurit di depannya itu.


“Tapi aku tidak ingin bertarung denganmu. Panggil orang yang melatih kalian semua! Aku akan bertarung dengannya.” Ucap Li Shang Yue dengan yakin.


“Apa dia benar-benar ingin mati? Dia ingin bertarung dengan jendral.”


“Jendral sekarang sangat kuat dan Putri sampah ini ingin bertarung dengan Jendral? Apa dia sedang mencari kematiannya sendiri?”


“Benar-benar bodoh,”


“Ternyata selain putri sampah dia juga sangat bodoh,”


Li Shang Yue yang mendengar penghinaan demi penghinaan yang di arahkan padanya membuat amarahnya meledak-ledak. Seketika atmosfer di tempat itu langsung berubah menyeramkan dengan hawa yang tidak mengenakan.


“Jangan hanya tahu menghina cepat panggil jenderal yang kalian banggakan itu!” teriak Li Shang Yue yang menatap semua orang seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.         


“Lihat saja, akan aku buat jendral kalian itu babak belur hingga kalian berpikir dua kali untuk meremehkan aku lagi.” Kata Li Shang Yue dalam hati dengan penuh tekad untuk membuktikan diri jika ia mampu untuk membuat orang-orang itu membayar mahal apa yang di inginkan oleh para prajurit yang menghinanya itu.


Salah satu dari orang itu segera keluar dari barisannya lalu berlari menuju suatu tempat yang menjadi tempat beristirahatnya sang jendral.


“Salam Jendaral Xin, salam jendral besar Feng.” prajurit itu langsung berlutut di depan pria yang bernama jendral Xin dan juga jendral Feng.


“Ada apa?” tanya Jendral Feng yang merupakan pria paruh baya.


“Di lapangan ada utri Li Shang Yue yang menantang Jendral Xin untuk bertarung di arena,” lapor prajurit itu.


“Putri Li Shang Yue!?” Kaget Jendral Feng sedangkan Jendral Xin hanya duduk diam dengan dahi yang mengkerut.


“Ayo kita lihat!” seru Jendral Feng yang langsung berdiri dari duduknya.


Pria muda yang bernama Jendral Xin itu tak punya pilihan lain selain berdiri mengikuti apa yang di lakukan oleh Jendral Feng.

__ADS_1


Jendral Feng bersama Jendral Xin segera menuju tempat latihan para prajurit. Sampai disana Jendral Feng dan Jendral Xin sudah bisa langsung melihat Li Shang Yue berdiri tegak di tengah-tengah arena yang biasa di gunakan untuk para prajurit adu kekuatan.


“Salam Jendral Xin, salam jendral Feng!” Semua prajurit langsung berlutut di depan Jendral Feng dan Jendral Xin.


“Ada apa ini?” tanya Jendral Xin yang menatap ke arah para prajurit yang ia latih lalu menatap ke arah Li Shang Yue yang sedang berdiri tegak menatap lurus ke arahnya.


“Jadi yang Jendral siapa?” tanya Li Shang Yue dengan tenang dan juga santai.


“Ada apa?” 


“Jadi kamu Jendral Xin?”


“Ya, apa kamu menantangku bertarung?”


“Naiklah!”


Jendral Xin yang mendengar Li Shang Yue menantangnya secara terang-terangan langsung mengerutkan dahi. Sejak kapan Putri di depannya itu begitu berani. Namun, Jendral Xin juga tidak bisa hanya diam saja. Pria itu dengan gagah berani berjalan masuk ke dalam arena pertarungan. Akan tetapi, sebelum itu Jendral Feng yang berada di sampingnya langsung memegang bahunya.


“Berhati-hatilah,” bisik Jendral Feng dengan senyum yang sulit di artikan.


Jendral Xin yang mendengar itu tentu merasa bingun. Kenapa disini terlihat jika Jendral Feng justru mengkhawatirkan dirinya yang akan terluka sebaliknya,Jendral Feng mengkhawatirkan Putri Li Shang Yue yang mungkin saja akan terluka parah.


“Tidak perlu kamu pikirkan sekeras itu, pergilah kamu akan tahu sendiri kenapa aku memperingatkan kamu untuk berhati-hati.” Kata Jendral Feng  dengan menepuk-nepuk bahu Jendral Xin.


Jenderal Xin dan Li Shang Yue saling menatap tajam satu sama lain. Li Shang Yue menatap Jendral Xin dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sedangkan Jendral Xin hanya menatap datar Li Shang Yue.


“Sekarang berdiri di belakang pihak yang kalian yakini akan menang!” Seru Jendral Feng yang mengagetkan semua orang.


Jendral Feng berdiri di tengah-tengah yang menandakan jika ia wasitnya. rata-rata semua prajurit berdiri di pihak Jendral Xin. Namun ada 3 orang yang berdiri di belakang Li Shang Yue.


Li Shang Yue berbalik menatap ketiga orang itu. Mereka terlihat kurus namun terlihat jika mereka tidak ragu memilih Li Shang Yue.


“Kalian memilihku?” Li Shang Yue bertanya dengan wajah bingung.

__ADS_1


__ADS_2