Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 66


__ADS_3

“Maafkan aku, aku membuatmu terluka.” Ungkap Li Shang Yue seperti berbicara pada manusia.


Roarrr


Terlihat White yang menjilat tangan Li Shang Yue tak lupa juga serigala putih itu berlari-lari mengelilingi LI Shang Yue seakan-akan menunjukan jika dirinya baik-baik saja.


“Kamu baik-baik saja? Kamu tidak terluka?” tanya Li Shang Yue yang menatap White yang sedang berlari dan melompat-lompat.


Seakan mengerti apa yang di tanyakan Li Shang Yue barusan White dengan semangat melolong dan juga melompat tinggi.


“Kemarilah,”


White dengan patuh berjalan mendekat ke arah Li Shang Yue. Sampai di depan Li Shang Yue White dengan segera duduk di depan wanita itu. Li Shang Yue dengan segera mengecek tubuh White dengan teliti mencari luka pada tubuh serigala putih itu. Namun, setelah sekian lama mencari Li Shang Yue tidak menemukan luka apapun.


“Syukurlah kamu tidak terluka White, aku senang karena itu artinya kamu kuat.” 


Roarrr


“Baiklah saatnya kita harus kembali, masuklah ke dalam ruang dimensi.” kata Li Shang Yue tapi langsung di balas gelengan kepala oleh White.


“Ada apa? Apa kamu tidak mau masuk ke dalam ruang dimensi?” tanya Li Shang Yue berurutan.


Lagi lagi White hanya bisa membalas dengan lolongan saja sebelum duduk berjongkok di depan Li Shang Yue tiba-tiba saja tubuh White yang tadinya kecil langsung berubah menjadi serigala yang sebesar gajah.


Li Shang Yue yang melihat perubahan yang di lakukan oleh White sedikit terkejut. Walau dia tahu jika semua hewan spiritual bisa mengecil dan memperbesar tubuh mereka sesuai apa yang mereka inginkan akan tetapi, tetap saja Li Shang Yue merasa kaget dengan apa yang di lihatnya itu.


“Kamu aku naik di punggungmu?” tanya Li SHang Yue yang langsung di balas anggukan kepala samar White.


Li Shang Yue dengan segera naik di punggung White yang membesar seperti itu. Setelah memastikan Li Sahng Yue sudah dapat posisi baik White dengan segera berdiri lalu berlari sekencang mungkin menuju tempat desa penginapan yang di sewa oleh Li Shang Yue beserta yang lainnya.

__ADS_1


Di tempat lain terlihat Fan Hu di temani Lou Yi dan Hi An yang terus mondar mandir menunggu seseorang.  Terlihat Fan Hu berapa kali membuka jendela kamar itu sedangkan Lou Yi dan Hi An berulah kali membuka pintu dan mengecek di luar penginapan jika Li Shang Yue telah kembali.


Li Shang Yue


Yups ketiga orang itu sedang menunggu kehadiran gadis kecil itu yang berani keluar sendirian dari rumah sewa menuju hutan tempat bunga melati darah ada.


“Fan Hu,”


Mereka yang semua awalnya tegang kini langsung bertambah tegang saat mendengar suara Bonzhu di belakang mereka.


“Bonzhu ada apa? Apa kamu merasa kesakitan lagi?” tanya Lou Yi dengan segera mendekati Bonzhu yang berada di ranjang.


“Yah aku merasakan sakit di pahaku,” ungkap Bonzhu yang memang karena hiu itu menggigit Bonzhu di bagian paha dan tangannya.


“Aku akan mengompresnya dengan air panas,” Lou Yi segera mengambil air panas dan mulai mencelupkan kain lalu di arahkan ke paha Bonzhu.


“Dimana Yuyu? Apa dia belum kembali juga?” tanya Bonzhu yang mencari keberadaan Li Shang Tue namun tidak menemukan keberadaan gadis itu.


Bonzhu yang mendengar akan itu langsung menatap ke arah Fan Hu yang terus menatap jendela dan Hi An yang terus menatap pintu. Bonzhu tahu mereka semua sedang mengkhawatirkan Li Shang Yue begitu pula dirinya. Dirinya bahkan sangat khawatir dengan gadis kecil itu yang begitu nekat keluar malam seperti ini.


Brakkk


Mereka yang tadinya diam menunduk sedih kini langsung menatap ke arah pintu. Wajah yang tadinya murung dengan tatapan kosong kini tatapan mereka langsung berbinar saat melihat Li Shang Yue gadis kecil yang mereka khawatirkan ternyata berada di depan mereka sekarang.


“Lou Yi gege ini bunga Melati darahnya kamu bisa menumpuknya lalu berikan pada luka Bonzhu gege,” Li Shang Yue menyodorkan bunga melati darah di tangannya kepada Lou Yi.


Namun tatapan keempat pria itu bunga terfokus pada bunga yang di sodorkan Li Shang Yue. Tatapan mereka justru berpusat pada tangan Li Shang Yue yang berdarah. Tanpa di beri tahu pun mereka sudah tahu jika tangan kecil itu terluka.


“Ambillah racun monster itu bisa saja merambat ke organ tubuh dalam lainnya.” Kata Li Shang Yue.

__ADS_1


Lou Yi dengan ragu akhirnya menerima bunga melati itu dengan beberapa dedaunan lainnya yang merupakan obat-obatan herbal. 


“Yuyu kamu terluka?” Fan Hu segera mengambil tangan Yuyu.


Di lihatnya telapak tangan gadis itu penuh akan goresan bahkan kukunya pun ada yang berdarah mungkin dia terjatuh hingga berusaha untuk berpegangan akhirnya kukunya bisa sampai seperti itu.


“Kemari biar aku obati,” Hi An segera mengambil alih membawa Li Shang Yue duduk di sisi ranjang sedangkan Hi An segera mengeluarkan beberapa obat dari dalam ruang dimensinya.


“Andaikan di rruang dimensi ada bunga ini atau penawar racun Yuyu tak perlu berusaha keras seperti ini.” Batin Hi An.


Mereka merekrut Li Shang Yue membawa gadis itu ke dalam kelompok mereka dengan tujuan membuatnya di lindungi dan di jaga tidak tahunya justru mereka yang di jaga dan lindungi oleh Li Shang Yue.


“Fan gege aku mengantuk,” ucap Li Shang Yue dengan mata yang mulai sayu karena mengantuk.


“Berbaringlah aku akan menjagamu biar tidak ada orang yang akan mengganggu waktu istrahatmu.” kata Fan Hu dengan membaringkan Li Shang Yue di samping Bonzhu.


Li Shang Yue hanya menurut berbaring di samping Bonzhu. Entah kenapa dirinya tak merasa ragu untuk berbaring dan menutup mata padahal di dalam ruangan ini hanya dia seorang wanita Namun, Li Shang Yue begitu percaya dan yakin jika mereka benar-benar akan melindungi dirinya dengan baik.


Hanya beberapa saat Li Shang Yue langsung tertidur lelap di dalam kamar itu bersama keempat pria yang sedang menatapnya.


“Pasti Yuyu sudah berusaha keras untuk memanjat. Lihat, kukunya bahkan sampai berdarah.” Kata Hi AN yang menunjuk kuku Li SHang Yue yang terbuka dan berdarah.


“Itu pasti sakit,” ungkap Bonzhu dengan sedih.


“Berhenti bergerak kamu harus seger diobati di masa depan kita harus menjaga dan melindungi gadis kecil itu,” kata Lou Yi dengan menutup luka Bonzhu menggunakan bunga melati darah yang di ambil oleh Li Shang Yue.


Fan Hu yang melihat keringat di wajah lelah Li Shang Yue langsung mengeluarkan sapu tangannya lalu mulai mengelap keringat Li Shang Yue.


“Aku jadi penasaran siapa identitas asli dari Yuyu?”

__ADS_1


Deg


__ADS_2