Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
Bab 172


__ADS_3

''WANITA SIALAN...! APA YANG KAU LAKUKAN PAFDA SAUDARA KAMI HA...?" teriak salah satu iblis yang melkihat jika salah satu rekan mereka telah tewas di tangan Yuren.


''Aku hanya melakukan satu macam yaitu MEMBUNUHN..!'' jawab Yuren dengan tenang.


Tentu saja jawaban Yuren itu membuat keempat iblis yang tersisa langsung mengamuk dengan brutal. Mereka menatap Yuren dengan mata memerah dan taring yang sangat panjang membuat Yuren bergidik ngeri merasa jijik dengann mereka.


''Bunuh wanita itu..!'' teriak ketua kelompok itu yang langsung menyerang Yuren.


Bagaikan kesurupan mereka semua langsung menyerbu Yuren meniunggalkan lawan mereka sendiri. Yuren yang melihat itu tidak takut sama sekali justru sudah mempersiapkan serangan yang tak kalah kuatnya dengan tadi. Jika tadi Yuren membentuk pisau maka sekarang serangan Yuren berbentuk tombak dengan terbuat dari es yang snagat kuat terbukti dengan tangan Yuren yang memunculkan aura dingin di tangannya.


Bonzhu yang ingin maju membantu langsung menghentikan langkahnya dengan menarik kedua temannya. Mereka saling melirik satu sama lain sebelum mundur menjauh dari Yuren.


''Kenapa? Apa kamu tidak ingin membantunya?" tanyaay May Yun dengan menatap Bonzhu dengan dingin.


''Jangan gegabah, kau tidak lihat apa yang dilakukan oleh Yuren? Jika kita kesana kita akan kena imbasnya juga. Kita diam saja disini kepung mereka bantu Yuren menyerang mereka dalam serangan jarak jauh..!'' perintah Bonzhu.


Mendengar akan hal itu mereka berdua langsung menatap Bonzhu sebelum menatap Yuren yang kini sudah sangat menakutkan dengan aura dingin yang menyeruak dari badannya.


''SEKARANG...!''


May Yun dan Chan Si langsung berlari ke arah berlawanan dengan mempersiapkan serangan terhadap iblis-iblis itu. Dengan elemen anginnya May Yun mempersiapkan angin tornado untuk membantu kecepatan penyerang Yuren hingga pria itu berada di belakang Yuren. Sedangkan Chan Siu dengan elemen tumbuhannya menggunakan menyerang para iblis itu dengan tumbuhan merambatnya, Mengikat mereka di dalam tengah-tengah itu. Melihat para iblis yang terus memberontak Banzhu langsung membentuk sebuah formasi hingga tiba-tiba saja kedua kaki para iblis itu tidak bisa lagi bergerak karena tanah seperti memegang kaki mereka.


''YUREN LEPAS SEKARANG...!'' teriak Bonzhu mmeberi aba-aba pada Yuren.


Yuren yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya dengan samar sebelum melirik May Yun yang berada di belakangnya.


Wushhh


Puluhan anak tombak es melayang menuju ke arah parah iblis itu. Di bantu dengan kecepatan angin dari May Yun membuat kecepatan serangan tombak Yuren meningkat menjadi 3 kali lipat.


Srek


BRUAK...


Asap mengeppul hingga tak ada yang bisa melihat keadaan sekitar. Mereka semua langsunng posisi siaga takut jika salah satu iblis itu ternyata lolos dari penyerangan. Setelah asap mulaiu menghilang kini terlihatlah jika para iblis itu telah mati hanya tersisa satu orang lagi. Melihat akan hal itu Bonzhu langsung mengangkat tangannya hingga manusia tanah iangin memukul iblis itu namun terhenti karena suara Li Shang Yue.


''Yuyu,''


''Jangan bunuh dia, kita butuh dia untuk menunjukan portal ke dunia bawah. Aku malas harus mencari lagi lebih baik kita gunakan dia saja bukan,'' kata Li ShangvYue dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Mereka yang mendengarnya tersenyum kecil menggelengkan kepala karena mereka tidak terpikirkan akan hal itu.


''Baiklah, kita tidak akan membunuhnya. Chan Si ikat dia menggunakan elemenmu..!'' titah Bonzhu.


Setelah pertempuran selesai para warga langsung keluar dari rumah dan juga persembunyian mereka masing-masing. Mereka mendekat ke arah Li Shang Yue bersama teman-temannya.


''Terima kasih Nona, Tuan-Tuan pendekar lainnya. Terima kasih karena telah membantu kami mengatasi akan hal ini,'' ucap mereka semua serentak dengan langsung berlutut di depan Li Shang Yue dan lainnya.


''Kami ikhlas menolong Paman, lagipula kami memang sedang lewat dan punya tujuan lain selain ke desa ini,'' terang Li Shang Yue dengan suara lembutnya.


''Jika boleh tahu, Nona muda ini ingin kemana?" tanya kepala desa.


''Kami semua ingin ke alam bawah paman,'' jawab Li Shang Yue dengan tegas.


Sontak saja mendengar itu para warga langsung kaget bukan main karena bagaimana bisa anak seumuran dengan mereka akan ke alam bawah. Namun melihat kekuatan mereka yang kuat, mereka juga yakin jika mereka pasti punya kepentingan di sana.


''Kami hanya bisa mengatakan jika Tuan-Tuan dan Nona muda, hati-hati disana. Satu lagi, jika disini malam maka disana adalah siang hari. Jadi jika ingin berangkat maka ada baiknya Nona dan Tuan-Tuan itu berangkatnya pada malam hari,'' terang kepala sdesa dengan tegas.


Li Shang Yue yang mendengarnya langsung mengernyitkan alis. Kenapa seperti itu pikir Li Shang Yue.


''Jika begitu kita berangkat sekarang saja Nona,'' ucap Yuren membuat Li Shang Yue menatap ke arah Yuren.


''Apa kau yakin? Kau tidak lelah?" tanya Li Shang Yue khawatir.


''Tidak apa Nona, saya baik-baik saja,'' kata Yuren dengan tegas.


''Baiklah, jika begitu kita berangkat malam ini juga,'' kata Li Shang Yue datar.


Li Shang Yue berbalik menatap kepala desa dan juga para warga yang hadir.


''Terima kasih telah menjamu kami dengan tulus. Sebagai ucapan terima kasih dariku aku akan memang array pelindung di luar desa ini. lebih tepatnya di gerbang itu. Jika ingin berpergian maka pergilah pada siang hari jangan malam hari. Jika pun pada saat siang hari kalian di kejar oleh sosok seperti mereka maka larilah dalam desa. Mereka tidak akan bisa masuk ke dalam desa ini selagi array ku tidak hancur,'' terang Li Shang Yue dengan lantang.


''Terima kasih Nona muda,'' ucap mereka semua serentak membungkukan badan pada Li Shang Yue.


Dengan di antar kepala desa dan juga para warga Li Shang Yue bersama rombongannya langsung menuju keluar desa. Sampai disana seperti apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue. Gadis itu benar-benar memasang array pada desa itu.


''Kami pamit paman..! Jaga kesehatan dan kembali rawat desa kalian agar jika aku kembali aku bisa singgah..!'' ucap Li Shang Yue lantang di luar array.


''Nona siapa Namamu?" teriak kepala desa.

__ADS_1


''Putri kekaisan Ming..!''


Deg


Mereka semua tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue hingga tidak menyadari jika saat ini Li Shang Yue bersama yang lain sudah menghilang dari pandangan mata mereka.


''Kepala desa, apa benar dia putri kekasairan Ming? Sejak kapan kekaisaran kita memiliki putri?" tanya salah satu warga pria paruh baya.


''Aku tidak tahu, bukankah memang Kaisar Ming tidak memiliki selir lalu bagaimana bisa memiliki Putri?" kata kepala desa yang juga pusing dengan kenyataan itu.


''Ayah sebenarnya beberapa hari allu saat aku kekota aku mendengar desas desus jika Kaisar Ming mengangkat seorang putri. Namun belum di ketahui siapa dan bagaimana rupa dari gadis itu. Mereka hanya mengatakan jika gadis itu adalah gadis kecil sekitar 14-tahun. Mereka juga mengatakan jika gadis itu snagat nakal karena sudah berani menghajar Pangeran kedua Jian,'' terang anak kepala desa.


''Y a Dewa, apa dia benar-benar putri yang di maksud?" Kepala desa dengan menatap Li Shang Yue tapi sudah menghilang.


''Siapapun dia semoga selalu dalam lindungan Dewa dan selalu di beri kebahagiaan,'' doa mereka semua.


''Sudah cepat kembali ke rumah kalian semua. Besok kita akan bergotong royong membersihkan desa kita ini agar kembali segar. Jika nanti Nona muda kembali dia tidak akan malu untuk singgah di desa kita ini,'' terang Kepala desa dengan suara lantang.


Mendengar akan hal itu mereka semua langsung berbalik menuju rumah mereka masihng-masing karena besok pagi mereka akan bekerja seperti kegiatan yang dikatakan oleh kepala desa tadi.


Sedangkan di tempat lain Li Shang Yue bersama teman-temannya sudah sampai di portal dunia bawah dnegan bimbingan iblis yang sudah di buat layaknya kambing itu oleh Li Shang Yue.


''Kau yakin ini portalnya?" tanya Li Shang Yue yang menatap tajam iblis itu.


Iblis yang di tatap tajam oleh Li Shang Yue langsung menggigil ketakutan karena Li Shang Yue adalah yang paling menakutkan di antara yang lainnya.


''Be .., benar Nona, ini portalnya,'' kata iblis itu dengan gagap.


Li Shang Yue yang tidak percaya langsung memasukan kepalanya di portal itu sedangkan badannya masih di hutan itu. Fan Hu yang melihat itu langsung menarik kepala Li Shang Yue dengan keras.


Dugh


''Aduh sakit..!'' teriak Li Shang Yue saat keningnya menabrak sesuatu yang keras.


Karena tarikan yang keras membuat Li Shang Yue langsung menubruk dada bidang keras Fan Hu.


''Apa yang kau lakukan ha..? Kau memasukan kepalamu bisa saja langsung di tebas,'' gerutu Fan Hu.


Terkadang Li Shang Yue akan dewasa dan sangat tidak tersentuh tapi kadang pula dia akan menjadi gadis polos yang tidak mengerti akan apa-apa hingga Fan Hu dan Lay yang harus ekstra menjaga Li Shang Yue. Kenapa yang lain tidak? Karena yang lain sama saja dengan Li Shang Yue apalagi Chan Si dan Hi An yang benar-benar bodoh menurut Fan Hu dan Bonzhu. Hanya Yuren yang mereka harapkan yang sedikit waras.

__ADS_1


''Fan Gege apa semua iblis bentuknya seperti ini? Kata Hi An iblis itu tampan tapi kenapa ini sangat jelek bahkan menjijikan?" tanya Li Shang Yue dengan polos.


Glek


__ADS_2