
Li Shang Yue duduk tenang menatap anggotanya yang sudah terkumpul semua. Kini mereka dengan kerjasama yang kompak mulai menyalahkan api dan juga membakar buruan yang di dapatkan oleh Li Shang Yue. Berulang kali mereka mengucapkan maaf karena merasa telah merepotkan Li Shang Yue. Seharusnya yang mencari buruan adalah mereka bukan justru Li Shang Yue.
“Nino apa ku bisa memasukan mereka ke dalam ruang dimensi dalam waktu lama? Maksudku memasukan anggota ku di dalam ruang dimensi dengan waktu yang tak tertentu?” tanya Li Shang Yue pada Nino.
“Bisa saja Nona, akan tetapi apa Nona sudah mempercayai mereka semua jika mereka tidak akan berkhianat?” tanya Nino lagi dengan ragu.
Li Shang Yue yang mendengarnya langsung terdiam dengan kembali menatap kumpulan anak buahnya yang sangatlah patuh terhadapnya.
“Aku akan membuktikannya,” kata Li Shang Yue dengan tegas.
“Nona semua sudah matang ini untuk Nona,” seorang wanita muda datang memberikan dahing matang kepada Li SHang Yue.
Gadis muda itu adalah Yuren satu-satunya wanita yang berdiri di kelompok Li Shang Yue. Di saat di suruh memilih dan teman-temannya pada kembali pergi dirinya memutuskan untuk mengikuti penyelamatnya.
“Baiklah ayo,”
Li Shang Yue bangun dari duduknya lalu menarik lembut pergelangan tangan Yuren menuju kumpulan anggota nya yang berkumpul untuk makan bersama.
Sampai di kumpulan mereka tentu saja para anggota Li Shang Yue langsung kaget bukan main saat melihat sang Nona berdiri di depan mereka.
“Ada apa Nona?” tanya Chan Si yang ikut bangun begitu pula anggota yang lain.
“Eh duduk kembali, aku hanya ingin bergabung makan dengan kalian semua,” kata Li Shang Yue yang bersiap akan duduk.
“Nona tunggu…!”
Li Shang Yue yang ingin duduk langsung menghentikan pergerakannya saat ada yang menghentikannya.
Lay langsung melepas jubah luarnya lalu dia jadikan alas untuk tempat duduk li Shang Yue.
“Silahkan duduk,” ucap Lay dengan nada dingin.
Li Shang Yue yang baru saja akan mengucapkan terima kasih langsung kembali terdiam saat melihat Lay yang pergi melewatinya begitu saja menuju tempat duduknya semula.
“Ayo duduk Nona,” Yuren memegang tangan Li Shang Yue lalu menuntunnya untuk duduk.
Li Shang Yue duduk dengan tenang mulai memakan makanannya. Saat melihat sang Nona makan mereka semua mulai makan karena Li Shang Yue sudah makan. Li Shang Yue yang sejak tadi memperhatikan mereka juga ikut tersenyum tipis. Disini Li Shang Yue semakin yakin jika mereka tidak akan mengkhianatinya di masa depan.
Mereka makan dengan di selilingi dengan suara canda tawa bahkan kadang kala mereka akan menertawakan sang Nona yaitu li Shang Yue yang makan seperti anak kecil. Bahkan kedua tangannya memegang daging ayam.
“Umurnya sudah 15 tahun tapi sifatnya masih sama seperti anak 10 tahun. Entah apa yang akan Ayahanda lakukan jika melihat wajah menggemaskan Yue’er,” kata Lay dalam hati yang diam-diam melirik dan memperhatikan Li Shang Yue makan.
__ADS_1
“Yuren, kamu harus makan banyak, biar badanmu juga gemuk. Jangan hanya kurus kremping seperti itu nanti tidak ada pria yang mau denganmu,” kata li Shang Yue dengan enteng menggigit dagingnya.
Yuren yang mendengar apa yang dikatakan sang Nona bukannya marah justru merasa lucu. Bagaimana tidak, Li Shang Yue mengatakan jika badannya kurus kerempeng padahal badannya lebih besar di bandingkan badan Li Shang Yue sendiri.
“Nona, anda mengatakan jika badan Yuren itu kurus kerempeng, akan tetapi Nona tidak sadar jika badan Nona lebih kecil dibandingkan dengan badan Yuren,” kata May Yun dengan menaik turunkan alisnya.
Lay yang sedang makan langsung menghentikan gerakannya lalu menatap tajam ke arah May Yun.
“Kenapa kau menatapku seperti itu Lay? Aku mengatakan yang sebenarnya bukan jika Nona itu lebih kerempeng di bandingkan dengan Yuren,” kata May Yun dengan enteng.
Pak
“Hey kenapa kau memukul kepalaku?” teriak May Yun kesakitan karena Lay memukul kepalanya.
“Diam…!” Lay melototi May Yun dengan tajam membuat pria itu langsung diam.
Sedangkan Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh May Yun langsung melihat badannya sendiri lalu menatap Yuren. Hal itu terus di lakukan oleh Li Shang Yue berulang kali membuat Lay semakin melototi May Yun.
“Benarkah? Aku rasa badanku lebih gemuk?” kata Li Shang Yue dengan melirik badan Yuren.
“Tapi tak apa kan Yuren lebih tua dariku. Lagipula walau badanku kecil aku kuat selain itu aku juga menggemaskan,” kata Li Shang Yue dengan narsis menggigit dagingnya.
Uhukkkk uhukkkkk
“Menggemaskan dan mematikan itu lebih tepatnya untuk Nona Yuyu,” ucap mereka semua dalam hati.
“Aku tidak memperdulikan badanku seperti apa? Apa bisa membuat seorang pria tertarik padaku atau tidak. Pada akhirnya aku tidak akan menikah, aku akan selalu berada di samping anda Nona. Jika Nona memaksaku untuk menikah maka aku akan menikahi salah satu dari anak buah Nona saja,’ kata Yuren dalam hati.
“Ada apa dengan kalian? Aku memang menggemaskan,” kata Li Shang Yue dengan santai.
‘Nona memang menggemaskan,” sahut Yuren.
“Hm”
Mereka mulai melanjutkan acara makan mereka yang tertunda karena ulah dari sang Nona hingga beberapa saat kemudian mereka semua menyelesaikan acara makan mereka yang seadanya.
“Apa kalian kenyang?” tanya Li Shang Yue yang menatap anak buahnya semuanya.
“Kenyang Nona…!” jawab mereka serentak.
“Baiklah, aku ingin bertanya sekali lagi. Setelah ini perjalanan kuta akan semakin panjang dan penuh rintangannya yang dimana mainannya adalah nyawa. Apa kalian yakin ingin mengikutiku?” tanya Li Shang Yue dengan dengan lantang.
__ADS_1
“Kami yakin Nona, kami akan tetap mengikuti Nona, kemana pun Nona pergi…!” ucap mereka serentak dengan suara yang lantang.
Li Shang Yue yang mendengar suara mereka yang serentak penuh akan dengan nada tegas dan yakin membuat Li Shang Yue menganggukan kepalanya dengan samar.
Wusssh
Li Shang Yue melambaikan tangannya hingga sebuah gelas muncul di depan para anggotanya satu persatu tanpa ada yang kekurangan.
“Jika kalian ingin mengikutiku maka minumlah air di gelas itu,” ucap Li Shang Yue dengan lantang.
Tanpa pikir panjang mereka semua langsung menunduk lalu mengambil gelas itu lalu meminum airnya hingga sampai tandas tak tersisa. Bahkan Lay menjadi orang pertama kali yang meneguk habis isi gelas itu tanpa ragu.
“Kalian tidak bertanya?” Li Shang Yue menatap mereka dengan pandangan yang sulit di artikan.
“Tidak, karena kami hanya perlu mengikuti Nona saja,” jawab mereka serentak.
“Lalu bagaimana jika itu racun?”
“Maka kami aan mati di tangan Nona, tak apa kami rela dan ikhlas akan hal itu,” jawab Chan Si dengan tegas.
“Jika begitu makan tahanlah, jika kalian bertahan maka kalian akan menjadi pengikutku…!”
Bersamaan dengan ucapan Li Shang Yue semua orang langsung merasakan rasa sakit yang terama sakit dalam tubuh mereka. Semuanya langsung berguling-guling di tanah namun mereka tidak mengeluarkan suara erangan atau teriakan kesakitan. Mereka semua hanya emncari kayu atau tidak kain yang mereka gulungkan lalu menggigitnya dengan keras melampiaskan kesakitan itu. Yang dapat duduk tegak hanya dua orang yaitu Yuren dan juga Lay. Keduanya terlihat tidak bergerak dari tempat duduk mereka hanya saja wajah keduanya sudah bermandikan keringat.
Bibir mereka mulai membiru dengan kesakitan yang kian bertambah. Lay mengepalkan tangannya menahan rasa sakit di dalam tubuhnya yang seperti di cabik-cabik sesuatu dari dalam.
“Apapun rasa sakitnya apapun penderitaannya aku tidak boleh menyerah sampai disini. Aku sudah bertahun-tahun mencarinya aku tidak akan menyerah dan membiarkannya pergi lagi. Aku harus bertahan, aku harus bertahan sampai akhir. Hanya berapa langkah lagi aku bisa membuat dia datang menemui Ayahanda. Demi Ayahanda Demi saudara-saudara ku yang lain, demi Yue’er, aku harus bertahan,” kata Lay dalam hati dengan kuat yang tinggi untuk tetap bertahan.
“Jika pun harus mati maka tidak sekarang Yuren…! Aku belum membalas jasa Nona sama sekali, aku bahkan belum bisa melakukan apapun untuk Nona. AKu tidak boleh kalah lalu mati hanya dengan kesakitan ini. Aku harus bertahan agar bisa mendampingi dan melindungi Nona di amsa depan. Aku harus tetap bertahan sampai akhir…!”
‘‘Tidak boleh mati sebelum membalas jasa Nona,”
“Aku harus bertahan untuk berada di sisi Nona,”
‘‘Aku tidak boleh menyerah,”
“Aku harus bertahan,”
“Aku harus bertahan,”
“Aku harus bertahan,”
__ADS_1
Tiga kata itu mereka tanamkan di dalam hati dan pikiran mereka semua. Mereka rela mati tapi tidak untuk sekarang karena mereka belum membalas dan cukup melindungi Li Shang Yue.