
"Xin hati-hati!" Teriak Jendral Feng yang memiliki rasa panik di dalam hatinya.
Prang
Wusssh
Srettt
Beberapa menit berlalu Li Shang Yue masih terus menyerang Jendral Xin tanpa memberi waktu untuk sang Jendral membalas serangannya.
Beberapa menit berlalu terlihat jika Jendral Xin sudah mulai terpojok dan kewalahan menahan serangan Li Shang Yue yang bertubi-tubi. Serangan Li Shang Yue memang tidak menggunakan aliran Qi hanya saja serangan Li Shang Yue sangat cepat dan akurat. Belum lagi serangan tebasan pedangnya begitu kuat membuat Jendral Xin hanya bisa bertahan tanpa melakukan perlawanan.
Sedangkan Li Shang Yue gadis itu hanya tersenyum kemenangan. Apa yang dia keluarkan sekarang baru 50% dari kekuatannya pada sangat zaman modern. Li Shang Yue sengaja tidak menggunakan kekuatan kultivasinya karena inginmengetes kemampuannya di dunia modern. Tak di sangka-sangka ternyata kemampuan beladiri dan juga kecepatannya dalam menyerang musuh sudah 2 kali lipat lebih cepat dari pada saat ia masih berada di dunia modern.
Bugh
Uhuuk uhukk
Jendral Xin terbatuk-batuk saat Li Shang Yue menghantam dadanya dengan tangan kosong namun, penuh dengan tenaga dalam.
“Dia tidak menggunakan Qi? Tapi kenapa pukulannya sangat dahsyat?” guman Jendral Xin yang melihat Li Shang Yue.
Jendral Xin menoleh ke arah Jendral Feng yang hanya tersenyum penuh arti. Melihat itu Jendral Xin jadi ikut penasaran tentang apa yang di pikirkan oleh Jendral Feng.
“Sudah aku katakan, kamu harus berhati-hati.” Ucap Jendral Feng dengan senyum yang sulit di artikan.
Jendral Xin hanya berwajah datar menatap lurus ke arah Li Shang Yue yang berdiri kokoh tanpa berantakan sedikit pun.
Sring….
Kobaran api menyelimuti pedang jendral Xin membuat penampilan Jendral Xin terlihat sangar dan juga menyeramkan.
“Elemen api? Ternyata seperti itu.” guman Li Shang Yue dengan senyum miring.
“Tamatlah sudah, Jendral Xin telah mengeluarkan elemen apinya yang sangat dahsyat itu.”
“Putri sampah itu pasti sebentar lagi akan hangus,”
__ADS_1
“Salahnya sendiri mencari mati dengan menantang Jendral Xin.”
Li Shang Yue yang mendengar apa yang di katakan oleh orang-orang itu hanya tersenyum sinis.
“Baiklah Blue, mari kita bermain.” Li Shang Yue segera mengangkat pedang birunya di udara. Seketika itu juga pedang yang memiliki sinar biru itu berubah menjadi pedang biru dengan api biru yang menyelimuti pedangnya.
Hiyaaaaa
Trang….
“HAHAHAHA lihat, pasti putri sampah itu telah mati!”
“Dia mungkin akan hancur berkeping-keping,”
“Semoga Dewan tidak melhirkannya lagi dengan menjadi julukan sampah,”
“Siapa yang mengatakan jika aku mati?”
Semua orang langsung kaget saat asap-asap yang di sebabkan tabrakan itu mulai menghilang memperlihatkan Li Shang Yue yang berdiri tegak dengan kobaran api berwarna biru di pedangnya.
“Tidak ada yang bisa menentukan takdirku selain diriku sendiri, walau Dewa sekalipun!” ucap Li Shang Yue lantang.
Jendral Xin yang mendengar itu langsung siaga memasang kuda-kuda kuat. Jendral Xin tidak tahu entah apa yang akan dilakukan oleh Li Shang Yue. Namun, satu hal yang di rasakan Jendral Xin yaitu perasaannya yang sudah sangat tidak kruan. Entah kenapa ia merasakan adanya bahaya yang datang dari gadis yang di kenal Putri sampah itu.
“Seribu pedang!”
Sring
Sring
Semua orang langsung membelalakan mata melihat puluhan mungkin ratusan pedang yang terbang di udara dengan arah yang menuju mereka. Lebih tepatnya ke arah Jendral Xin. Tentu Jendral Xin yang melihat itu langsung tambah siaga, pria itu tidak tahu tentang jenis api apa yang di gunakan oleh Li Shang Yue namun pria itu merasa was-was.
Sring….
Mata Li Shang Yue yang tadi hanya sedikit biru kini langsung berubah menjadi biru terang. Tatapan matanya juga seketika menajam dengan berjalannya pedang di udara mulai bergoyang-goyang seperti tidak sabar menyerang musuh.
“SERANG!!!”
__ADS_1
Selesai berteriak seperti itu Li Shang Yue langsung meleset menyerang Jendral Xin dengan ratusan pedang bersamanya. Belum sampai menyentuh Jendral Xin gerakn Li Shang Yue terhenti dengan teriakan dari Jendral Xin sendiri.
“AKU MENYERAH!”
Prang…
Jendral Xin langsung menjatuhkan pedangnya lalu berlutut satu kaki di depan Li Shang Yue.
Li Shang Yue yang mendengar itu tentu langsung menghentikan pergerakannya karena pantang bagi gadis itu untuk menyerang di saat lawannya sudah mengatakan menyerah.
“Kenapa?” Li Shang Yue bertanya dengan dengan aura yang masih sama.
“Aku menyerah saja,” jawab Jendral Xin.
Jendral Xin tidak tahu kenapa bisa dengan mudah mengucapkan kata menyerah di depan Li Shang Yue. Jik biasanya Jendral Xin bahkan tidak takut mati sekalipun daripada harus mengucapkan kata keramat itu. Tapi pada Li Shang Yue entah kenapa Jendral Xin seperti di paksa untuk tunduk pada gadis itu.
“Baiklah, karena aku menang maka mereka milikku.” kata Li Shang Yue yang menunjuk ketiga orang yang berada di pihaknya tadi.
“Silahkan Putri, tapi jika Putri berkenan saya akan memberi anda prajurit yang berbakat.” balas Jendral Xin.
“Memang ada apa dengan mereka bertiga?” tanya Li Shang ue dengan datar dan nada tidak suka.
“Mereka adalah prajurit yang baru di rekrut dari desa dekat perbatasan. Kekuatan mereka masih sangat lemah untuk menjadi pelindung Tuan Putri.” Terang Jendral Xin.
Mendengar itu Li Shang Yue langsung menoleh ke tiga orang itu menatap mereka seksama satu persatu. Sedangkan ketiga pria yang berada di pihak Li Shang Yue tadi hanya menundukan kepala saja karena apa yang di katakan oleh Jendral Xin barusan adalah kebenaran.
Mereka adalah rakyat kecil yang di rekrut oleh pihak istana untuk menjadi prajurit. Kekuatan mereka juga masih sangat lemah untuk di samakan dengan jendral Xin ataupun kepada para prajurit lainnya.
“Tak apa jika Putri tidak membawa kami,” ucap pria pertama.
“Benar, kami tidak apa-apa jika Putri tidak mengambil kami. Kami bertiga sudah cukup senang dengan Putri menang melawan Jendral Xin. Itu artinya Putri sudah cukup kuat untuk bertahan di tempat penuh intrik dan bahaya ini.” timpal pria kedua dengan sungguh-sungguh.
Li Shang Yue tersenyum tipis melihat kelampangan dada kedua pria itu. Li Shang Yue menoleh ke arah pemuda ketiga yang hanya tertunduk diam dengan wajah datar miliknya.
“Bagaimana denganmu?” Li Shang Yue bertanya pada pemuda ketiga yang hanya diam.
Pemuda ketiga itu langsung berlutut dengan satu kali menghadap Li Shang Yue. Tentu apa yang dia lakukan membuat Li Shang Yue kaget namun tetap diam membiarkan apa yang akan di sampaikan pemuda itu.
__ADS_1
"Saya ataupun teman-teman saya mungkin tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan barisan para prajurit di belakang Putri. Kami tidak menjanjikan sebuah kata yang akan menjadi kuat agar bisa melindungi anda, kami tidak akan menjanjikan untuk mengikuti anda kemana pun anda pergi. Namun satu hal yang kami janjikan, kami akan berjanji dan bersumpah jika kesetiaan kami hanyalah untuk anda. Bahkan jika anda meminta untuk mengakhiri nyawa saya sendiri maka akan saya lakukan.” Ungkap Pria ketiga dengan tegas dan yakin.
Deg