
“Seperti takdirku yang hidup kembali yang hal tak pernah aku7 sangka-sangka dan aku percayai justru terjadi padaku.” Lanjut Li Shang Yue dalam hatinya.
“Baiklah untuk kalian sekarang segera ikuti aku!” Li Shang Yue kembali berbalik melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti
Li Shang Yue segera kembali melanjutkan langkahnya menuju istana. Li Shang Yue lewat belakang istana hingga tidak ada orang yang menyadari kehadirannya.
“Ini…,”
“Aku tahu kalian bertanya-tanya tentang aku yang membawa kalian disini. Untuk itu sekali lagi aku akan mengetes kalian.” Ucap Li Shang Yue yang membariskan mereka semua di depan Paviliunnya.
“Blue Moon”
Tiba-tiba saja sebuah cahaya biru meleset menuju Li Shang Yue sebelum bertengker manis di genggaman tangan Li Shang Yue.
“Jika ada yang yakin untuk menjadi pengikutku silahkan maju lalu lukai tangan kalian dan teteskan di atas mata pedangku!”
Awalnya mereka sempat ragu namun pria buta itu adalah orang pertama yang maju lalu menggigit tangannya hingga berdarah. Darah dari pria buta itu di teteskan di atas pedang biru itu hingga tiba-tiba saja pedang biru itu semakin memancarkan cahaya biru sampai keluar dari Paviliun itu. Li Shang Yue yang baru melihat pemandangan itu juga tertegun.
Biasanya pedang biru miliknya itu hanya akan mengeluarkan cahaya sedikit saja tidak sedahsyat seperti sekarang.
“Yuyu segera selesaikan, aku yakin sebentar lagi akan ada orang yang datang ke tempat ini. Pedang itu bukan pedang biasa.” Bisik Long di telinga Li Shang Yue.
Sontak hal itu membuat Li Shang Yue panik lalu menatap ke barisan para budak yang dia beli itu.
“Jika kalian yakin maka majulah jika tidak maka tetap berdiri pada tempat kalian masing-masing.”
Satu persatu mereka mulai maju menggoreskan tangan mereka di mata pedang itu hingga beberapa saat berlalu semuanya telah melakukan apa yang di suruhkan oleh Li Shang Yue.
Bersamaan dengan hilangnya pedang biru itu bersamaan pula dengan munculnya Kaisar Li di Paviliun Li Shang Yue.
“Li Shang Yue!”
Sontak mereka langsung menoleh ke arah asal suara. Namun, mata mereka membulat sempurna saat melihat jika yang hadir di depan mereka adalah orang nomor satu di kekaisaran ini.
“Salam Yang Mulia.”
__ADS_1
“Ada apa ini?” Kaisar Li langsung bertanya kepada orang-orang yang berada di sana terutama pada Li Shang Yue yang hanya berdiri acuh terhadapnya.
“Untuk apa Yang Mulia Kaisar datang di Kediaman saya? Bahkan dengan membawa parah sampah?” sarkasme Li Shang Yue yang menatap sinis rombongan Kaisar Li.
“Meimei kenapa kamu tidak menghormati Yang Mulia? Dia juga adalah Ayahmu kenapa kamu sangat tidak sopan kepadanya?”
“Ayahku? Sayangnya sejak 1 tahun yang lalu ayahku sudah mati. jadi ayahku sudah tidak ada lagi, apalagi jika dia harus menjadi ayahku, aku tidak sudi.”
Deg
Kaisar Li Yang mendengar ungkapan Li Shang Yue sampai tertegun dan menahan napasnya. Jika Kaisar saja sampai kaget apalagi yang lan bahkan Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong sampai menganga mendengar ungkapan Li Shang Yue yang begitu santai.
“Lalu untuk apa kamu datang kembali di istana ini?” tanya Selir Hua Rong menahan amarah.
“Tentu saja untuk membalas dendam! Membalas bagi siapa saja yang telah membuatku menderita di masa lalu akan aku balaskan dendamku berkali lipat. Tidak ada yang mampu melindungi mereka jika aku mengatakan akan membalas dendam. Bahkan jika kaisar saja melindungi kalian tetap akan ku terobos, kalian pikir Kaisar juga tidak akan mendapatkan balasannya? Semuanya akan aku kembalikan rasa sakit itu berkali-kali lipat dari apa yang aku rasakan.” Ucap Li Shang Ye dengan lantang.
Jedarrrrrr
Semua orang langsung kaget saat tiba-tiba sebuah petir menyambar dengan cuaca yang baik-baik saja.
“Li Shang Yue…,”
“Kau ingin pria tua ini menjadi milikmu seutuhnya bukan? Maka silahkan, ambillah! karena aku tidak membutuhkannya. Namun, satu hal yang harus kalian ingat, kerajaan dan tahta Ratu masa depan kekaisaran adalah milikku. Tak ada yang bisa menentang apa yang aku katakan, walaupun itu Dewa sekalipun,” Jeda Li Shang Yue menatap Kaisar Li.
“KARENA AKU AKAN MENJADI DEWI UNTUK PENGIKUTKU DAN MENJADI IBLIS UNTUK MUSUHKU!”
Jedar….
Lagi-lagi sambaran petir itu membuat semua orang kaget. Tak di sangka-sangka jika apa yamng di katakan oleh Li Shang Yue di restui oleh Dewa Dewi.
“JADI KAU INGIN MENJADI RATU?” bentak Selir Hua Rong dengn amarah yang meluap-luap.
“Itu memang hak dan sudah seharusnya aku miliki bukan milik Putrimu itu Selir Hua Rong!” balas Li Shang Yue dengan lantang.
“Apa yang perlu di banggakan putri sampah sepertimu!”
__ADS_1
Wushhhh
Brakkk
“IBUNDA!”
Putri Wei Rong langsung berteriak saat tiba-tiba tubuh Selir Hua Rong melayang di udara dan menghantam tembok. Selir Hua Rong menabrak tembok kokoh itu hingga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Uhukkk uhukk
“Lebih baik jaga mulutmu itu Selir Hua Rong, jangan membuatku mencabut nyawamu dengan cepat. Belum saatnya kamu menjadi pelayan ibunda ku di akhirat sana. Kalian hanya perlu menunggu waktunya tiba lalu aku akan menuntut keadilan itu.”
“Ayahanda! Lihat, ibunda terluka aku menuntut keadilan untuk Ibunda!” teriak Putri Wei Rong.
Kaisar Li yang tadinya fokus pada Li ShangYue langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar teriakan Putri Wei Rong. Kaisar Li membulatkan mata saat melihat wanita yang dia cintai terluka karena ulah dari putrinya yang lain.
PLAKKKK
"Yuyu….!"
"Beraninya kamu menyerang istriku ha….? Dia itu ibumu juga berani sekali kamu menyerangnya!" Bentak Kaisar Li yang menatap tajam Li Shang Yue.
"Kau…," Long yang ingin menyerang Kaisar Li di hentikan oleh Li Shang Yue.
"Kenapa Yuyu? Aku tidak mengijinkan siapapun menyakitimu. Biarkan aku memberikan pelajaran kepada pria tua ini." Ucap Long yang menatap Kaisar Li dengan tajam.
"Tamparan ini adalah terakhir kalinya kamu menyentuh kulitku bahkan jika untuk seujung kuku pun di masa depan tidak akan aku izinkan." Ucap Li Shang Yue penuh penekanan setiap katanya.
Li Shang Yue menatap tajam Kaisar Li dengan pandangan mata yang memerah karena menahan air mata. Matanya menyiratkan kekecewaan, amarah dan kebencian yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Kaisar Li yang melihat tatapan mata Li Shang Yue langsung tertegun.
Kaisar Li menatap Li Shang Yue dengan nanar tangannya terangkat menatap tangan itu yang menampar Putrinya. Selama ini walau tidak memperhatikan Li Shang Yue tapi Kaisar Li tidak pernah menyakiti Li Shang Yue secara fisik.
"Shang Yue…," Kaisar Li tidak bisa berbuat apa-apa saat lagi lagi Li Shang Yue mengangkat tangannya tidak mengizinkan dirinya berbicara.
Sedangkan di sisi lain Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Tadinya mereka berdua merasa cemas jika Li Shang Yue akan membalas dendam tapi melihat situasi sekarang Li Shang Yue tetaplah Li Shang Yue. Gadis lemah dan juga penakut, memikirkan kekalahan Li Shang Yue Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong langsung bersorak penuh kemenangan dalam hati.
__ADS_1
"Mulai hari ini di antara kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun itu termaksud hubungan Ayah dan Anak. Aku berada disini karena aku putri sah dari Permaisuri dan juga memperjuangkan hak yang harus menjadi milikku."
Deg