Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 24


__ADS_3

“Hey lihat, untuk apa putri sampah ini ke dapur?” teriak salah satu pelayan dengan lantang membuat beberapa pelayan menatap ke arah Li Shang Yue dengan pandangan hina dan merendahkan.


Li Shang Yue yang mendengar seseorang menghinanya langsung mengepalkan tangannya. Gadis itu sangat tidak menyukai jika dirinya di remehkan apalagi di hina terang-terangan seperti sekarang.


“Ulangi sekali lagi ucapanmu!” Li Shang Yue menatap tajam pelayan di depannya.


“A…apa yang har…harus saya u…ulangi?” Pelayan itu terbata-bata.


“Ulangi apa yang kamu katakan padaku tadi!” bentak Li Shang Yue yang langsung mencekram dagu pelayan di depannya itu.


“Hey sampah, apa yang kau lakukan pada rekan kami ha..?” bentak salah satu pelayan lain yang menatap tajam Li Shang Yue dengan tatapan rendah


“Lepaskan rekan kami, putri sampah.” 


“Dasar sampah, sudah sangat tidak bisa berkultivasi justru juga memiliki wajah buruk rupa seperti mo,...”


Wusssh


Brakk


Uhukkk uhukkk


Pelayan itu langsung terbang menabrak tembok hingga memuntahkan seteguk darah. Semuanya langsung terdiam dengan mata yang melotot terlebih melihat jika Li Shang Yue yang mengibaskan tangannya ke arah pelayan itu hingga tiba-tiba pelayan itu terbang.


“CEPAT KATAKAN APA YANG KAMU KATAKAN TADI,” bentak Li Shang Yue kepada pelayan yang sejak tadi ia cekram dagunya.


“Pu…putri…,” pelayan itu tidak lagi melanjutkan ucapannya.


“Putri apa?”


Terlihat pelayan itu yang hanya diam dengan wajah pucat pasi dan juga tubuhnya yang mulai bergetar. Namun Li Shang Yue tidak peduli dengan akan hal itu.


“CEPAT!”


“PUTRI SAMPAH!” teriak pelayan itu dengan refleks karena takut dan juga kaget dengan bentakan dari Li Shang Yue.


“Ternyata kau cukup berani ya..? Sudah menghinaku dan sekarang berani juga meneriaki ku he?” Li Shang Yue tersenyum miring dengan tatapan matanya yang tajam.


Plak


Plak


Bruk

__ADS_1


Suara tamparan terdengar nyaring di dapur istana itu. Cap lima jari terukir jelas di kedua pipi pelayan itu. Namun, bukan itu masalahnya yang di rasakan oleh pelayan itu bersama dengan pelayan lainnya. Entah kenapa mereka merasakan adanya bahaya yang akan segera menemui mereka.


Srettt


Li Shang Yue menarik dagu pelayan yang tersungkur di lantai karena tamparannya tadi. 


“Hanya karena kamu pelayan kesayangan Selir Agung berani sekali kamu menghinaku he..? Walau aku putri tak di akui tapi kedudukanku lebih tinggi di bandingkan kamu yang hanya pelayan rendahan. Bahkan dengan junjungan kamu Selir Agung itu aku lebih tinggi derajatnya.” Sarkasme Li Shang Yue yang langsung melepas kasar dagu pelayan itu.


“Tadinya aku tak ingin membuat masalah tapi karena kalian berdua membuat suasa hatiku berantakan maka kalian harus menyenangkannya kembali,” smirk Li Shang Yue dengan senyum menyeramkannya.


“Dasar pelayan bodoh, apa dia sudah tidak menyayangi nyawanya lagi hingga mencari masalah dengan gadis setan ini?” batin Snake yang menatap ngeri Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang mendengar apa yang di ucapkan Snake dalam hati langsung menoleh ke arah pria itu.


“Apa kamu juga ingin aku jadikan daging panggang?”


Glek 


Snake yang melihat tatapan tajam Li Shang Yue di tambah dengan bahasa isyarat menggorok leher membuat Snake semakin bergetar ketakutan. Snake sangat mengetahui bagaimana nekatnya gadis itu jika sudah berkata seperti itu.


“Ma…maaf Yu…Yuyu.” Snake segera meminta maaf kepada Li Shang Yue. 


“PENJAGA!” Li Shang Yue berteriak keras memanggil penjaga.


Li Shang Yue menatap prajurit di depannya itu dengan intens dari ujung kepala dan sampai ujung kepala. Li Shang Yue tersenyum sinis menatap prajurit di depannya itu yang sangat tidak ikhlas menghadap padanya.


"Ambilkan aku cambuk berduri pastikan jika itu berdiri. Segera bawah kemari dalam waktu 5 menit kalian tidak kemari akan aku penggal kepala kalian semua!" Gertak Li Shang Yue dengan nada yang penuh ancaman.


"Baik Putri," beberapa prajurit langsung berbalik berlari mencari apa yang di inginkan oleh Li Shang Yue.


"Bawa kemaril pelayan yang pura-pura pingsan itu!" Bentak Li Shang Yue yang menunjuk pelayan yang dia Haslan tadi.


"Yuyu dia pingsan," bisik Snake kepala Li Shang Yue.


"Dasar bodoh, dia tidak pingsan tapi pura-pura pingsan." Sentak Li Shang Yue yang menatap sinis Snake.


"Salah lagi," Guman Snake yang langsung menutup mulutnya dengan tangan.


"KENAPA HANYA DIAM? CEPAT BAWAH KEMARI!" bentak Li Shang Yue.


Para pelayan yang berada di dapur itu langsung berlari menghampiri pelayan yang tergeletak di dekat tembok dapur membopong pelayan tak sadarkan diri itu membawanya di depan Li Shang Yue.


“Cih, masih saja berpura-pura rupanya? Lihat apa yang akan kau rasakan karena menyinggung orang yang salah.” Guman Li Shang Yue yang menatap sinis kedua pelayan yang tak berkutik di depannya itu.

__ADS_1


“Ini cambuknya Tuan Putri,” seorang prajurit membawakan sebuah cambuk berduri kepada Li Shang Yue.


Sontak hal itu membuat Pelayan yang di tampar oleh Li Shang Yue tadi bergetar ketakutan.


“Ampuni saya Putri…, ampuni saya.” Pelayan itu segera bersujud membenturkan dahinya ke lantai hingga dahinya berdarah.


Namun Li Shang Yue yang berasal dari zaman modern bukanlah wanita yang berbelas kasih. Sehingga apapun yang dilakukan pelayan di depannya sama sekali tidak menggerakkan hatinya untuk mengampuni pelayan itu.


“Mengampunimu? Sayangnya aku bukan orang yang bermurah hati. Bukankah tadi kau dengan penuh percaya diri meneriaki ku dengan sampah? Maka biarkan sampah ini yang memberi pelajaran kepadamu.” Ucap Li Shang Yue dengan senyum miring di bibirnya.


“Mohon maafkan hamba putri..,”


Classst


Aaaaaa


Ctassss


Ctasss


Ctasss


Suara cambukan dan juga teriakan kesakitan menggema di dapur istana itu. Namun, tak ada yang bisa bergerak menolong pelayan yang sedang di cambuk oleh Li Shang Yue. 


Li Shang Yue tanpa ampun mencambuk pelayang yang sudah berani menghinanya itu. Kedua pelayan di depannya itu sudah sangat mengenaskan dengan punggung yang bermandikan darah dengan luka yang menganga akibat dari cambuk berduri itu.


Bahkan tanpa ragu Li Shang Yue melayangkan cambuk berduri itu kepada siapa pun yang berani maju untuk menolong Pelayan yang di cambuknya. Gadis itu bagaikan Dewi kematian yang sedang menghukum seseorang yang telah melakukan dosa besar. 


Tanpa di sadari Li Shang Yue sendiri jika sedari tadi air matanya terus berjatuhan di pipinya.


Snake yang melihat itu hanya bisa diam dengan tatapan sendu. Mungkin itu perasaan yang di alami Li Shang Yue yang asli.


Sedangkan Li Shang Yue gadis itu terus menetaskan air mata dengan bersamaan ingatan-ingatan masa lalu yang terus di siksa bahkan oleh pelayan sendiri.


Li Shang Yue kira jika Li Shang Yue yang asli hanya di buang oleh ayahnya dan di kucilkan tidak tahunya. Gadis yang di tempati raganya itu ternyata sangat mengalami penderitaan lahir batin. Gadis itu tidak hanya dia buang namun ia juga di siksa dengan sedemikian rupa oleh para pelayan.


Li Shang Yue seorang putri Kaisar namun ia seperti di perlakukan layaknya budak di kediamannya sendiri. Di tempat yang harusnya ia pulang dan tempat aman. Namun, justru kebalikannya tempat yang ia tempati sekarang adalah tempat yang memberikan luka yang teramat dalam pada gadis berusia 14 tahun itu.


“Aku bersumpah Li Shang Yue, akan aku balaskan rasa sakitmu pada setiap orang yang memberimu kesakitan dan juga penderitaan.” Sumpah Li Shang Yue yang terus mengayunkan cambuk berduri itu kepada pelayan.


Tak ada lagi suara teriakan kesakitan dari kedua pelayan itu. Bagaimana mau bersuara kedua pelayan itu sudah tidak lagi sadarkan diri.


“HENTIKAN LI SHANG YUE…!” teriakan Kaisar Li menggema di bangunan itu.

__ADS_1


__ADS_2