Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 82


__ADS_3

“Pertama batas kultivasi dan kedua adalah meridian emas tapi kondisi kamu untuk saat ini tidak memungkinkan juga jika berada di tahap batas kultivasi namun untuk kondisi meridian emas itu semakin tidak mungkin,” terang Jendral yang ikut memijit kepalanya sendiri.


“Memang kamu berada di tahap apa Yue’er?” tanya Jendral Xin.


“Benar kamu berada di tahap apa Yue’er?” timpat Jendral Feng.


Li Shang Yue yang mendapati pertanyaan seperti itu langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Yuyu berada….,` jangan terkejut yah,”


“Mema…,” belum selesai berbicara Jendral Xin dan Jendral Feng langsung menegang merasakan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Li Shang Yue.


“Ini…,” Jendral Feng menatap putri angkatnya itu dengan pandangan yang sulit di artikan begitu pula Jendral Xin yang juga menatap tak percaya gadis kecil yang menjadi adiknya itu.


“Yue’er ini…,”


“Apa kalian masih sanggup?” tanya Li Shang Yue dengan tenang.


“Ha apa maksudnya meimei?” Jendral Xin bertanya dengan nada bingung.


“Kami masih sanggup Yue’er,” kata Jendral Feng.


“Baiklah bersiaplah,” Li Sahng Yue mengeluarkan semua kekuatannya.


“Sebenarnya Yue’er berada di tahap mana?” batin sang jendral.


Namun saat merasakan tekanan yang kuat membuat jendral Feng dan Jendral Xin sangat tertekan bahkan saking kuatnya membuat para pelayan dan penjaga langsung tumbang karena tidak sanggup lagi menghadapi tekanan yang di keluarkan oleh Li Shang Yue.


Bahkan Jendral Xin yang berada di Jendral petarung sampai memuntahkan darah karena tidak bisa menahan tekanan yang Li Shang Yue tujukan.


“Cu…cukup Yu…e’er,” Jendral Feng dengan sekuat tenaga mengeluarkan kalimatnya dari mulutnya.

__ADS_1


Wusssh


Dalam sekejap mata aura penekanan itu langsung menghilang dari area itu. Jendral Feng terlihat menarik napas dalam-dalam karena baru bisa meluruskan badannya setelah di tekan kuat-kuat oleh aura dari Li Shang Yue tadi.


Uhukkk uhukk


“Gege…!” Li Shang Yue dengan cepat menahan tubuh Jendral Xin yang hampir roboh.


“Yuyu akan mengobati gege,” ucap Li Shang Yue yang langsung berdiri dan duduk di belakang tubuh Jendral Xin.


Terlihat Li Shang Yue mengangkat tangannya lalu tiba-tiba saja terlihat sinar hijau keluar dari jari-jari tangan Li Shang Yue lalu masuk ke dalam tubuh Jendral Xin.


“Ya Dewa kabaikan apa yang aku perbuat di kehidupan dulu hingga Dewa mengirimkan aku gadis sekuat dia. Tidak dia tidak hanya kuat tapi dia monster jenius akan sangat bahaya jika para kultivator mengetahui identitas aslinya. Ia akan di incar oleh para kultivator jadi aliran hitam saat mereka tahu jika saat ini Li Shang Yue mempunyai elemen cahaya. Akan tetapi kenapa sinar penyembuh Li Shang Yue terlihat hijau bukan putih?”


Jendral Feng menatap intens Li Shang Yue yang sedang mengobati Jendral Xin yang merupakan putranya sendiri. Cahaya yang di keluarkan oleh Li Shang Yue benar-benar berwarna hijau bukan putih seperti para penyembuh lainnya.


“Aku harus berusaha keras menjaga Yue’er sebelum Yue’er keluar untuk berpetualang nanti. Kultivasinya juga berada di tahap mana itu seoerti tahap penguasa alam namun itu tidak mungkin,” batin Jendral Feng yang tak percaya dengan apa yang di pikirankannya.


Beberapa saat kemudian Li Shang Yue menarik tangannya hingga warna hijau tadi langsung menghilang begitu saja.


“Iya ayah, Yuyu memiliki,” jawab Li Shang Yue yang tak ingin memnyembunyikan apapun pada keluarga barunya walaupun mungkin ada sebagian yang akan dia sembunyikan.


“Astaga Yue’er lain kali jangan pernah keluarkan kemampuanmu ini nak,” pesan Jendral Feng dengan mimik wajah yang panik.


“Memangnya ada apa Ayah?” tanya Li Shang Yue yang memang tidak mengetahui apapun.


“Ayah tidak bisa menjelaskannya secara lengkap intinya apapun yang tak terjadi jangan buat kekuatanmu ini keluar apalagi di tempat umum atau kau sedang bersama orang asing,”


“Baik ayah, Yue’er akan patuh mendengarkan nasehat ayah,”


“Ayah bukan ingin membuatmu menyembunyikan diri dari masyarakat lain membuat kamu di ejek kembali tapi Yue’er ketahui lah lebih baik menjadi pejuang tanpa nama namun akan selalu di kenang daripada menjadi burung merak yang terus memamerkan ekornya. Biarkan seseorang yang memang benar-benar tulus mengenalmu tanpa nama di banding kamu harus memamerkan kekuatanmu yang akan menjadi bahaya hingga kamu nanti bisa lupa diri hingga melupakan moral kemanusiaan,”

__ADS_1


Jendral Feng tidak ingin kekuatan putrinya di manfaatkan pihak lain sehingga membuat hati lembut dan lugu sang putri menjadi menghitam karena pengaruh yang buruk. Bukan tak percaya pada sang putri yang akan selalu berjalan di jalan yang benar namun pada dasarnya setiap hati manusia pasti ada namanya keserakahan karena itu adalah sifat ilmiah manusia.


“Aku memang harus mencari tahu tentang semua ini kenapa ayah sangat takut aku menunjukan elemen cahaya? Sudah setahun aku berada di dunia ini tapi aku tak tahu menahu soal apa-apa di dunia kuno ini. Sepertinya aku harus mulai mencari tahu,” kata Li Shang Yue dalam hati.


Li Shang Yue memang tidak mengetahui apa-apa tentang dunia yang dia tempati saat ini. Karena semenjak Li Shang Yue atau Clara masuk ke dalamn tubuh LI Shang Yue yang di lakukan hanyalah berlatih dan terus berlatih hingga melupakan untuk mencari tahu seluk beluk dari dunia kuno yang dia tempati itu.


Li Shang Yue tidak percaya jika di dunia ini benar-benar ada namanya iblis namun saat mendnegar penjelasan sang Jendral satu hal yang dapat Li Shang Yue tanggap. Penjelasan long 1 tahun yang lalu tentang dunia ini yang di tempati dengan berbagai ras seperti manusia, Elf, Iblis, Siluman, dan Dewa benar adanya.


“Jika memang benar seperti itu maka sudah pasti saat ini aku akan menjadi incaran para iblis atau pemujanya saat mengetahui jika aku memiliki elemen cahaya,” tebak Li Shang Yue dalam hati.


“Yuyu kamu jangan gegabah dalam bertindak, saat ini kamu memang sudah kuat tapi untuk menghadapi bahaya di masa depan kamu harus lebih hebat lagi,” kata Jendral Xin yang membuka suaranya mengelus kepala Li Shang Yue dengan sayang.


“Yuyu akan mengingat setiap kata kalian berdua gege, ayah,” sahut Li Shang Yue yang tersenyum manis.


“Baguslah ini baru putri ayah tidak seperti orang itu yang sangat keras kepala. Tak hanya keras kepala dia bahkan berani menentang keputusan ayah,” sindir Jendral Feng yang melirik Jendral Xin yang membuang muka.


“Memangnya siapa orang itu Ayah? Katakan pada Yue’er biar aku menghajarnya sampai memohon ampun pada ayah,” lata Li Shang Yue yang meremas tangannya hingga terdengar seperti retakan tulang pada tangannya.


Glek


Tanpa LI Shang Yue katahui jika orang yang mereka bicarakan sekarang berada di dekatnya. Jendral Xin orang itu adalah dirinya yang menolak permintaan Jendral Feng untuk menikah.


“Pak Tua ini berani sekali dia memanfaatkan meimei ku,” geram Jendral Xin di dalam hati.


“Haha rasakan kamu anak nakal, aku akan membuat putri kecilku ini menghukummu dengan berat,” Jendral Feng tersenyum licik di dalam hati.


Akan tetapi baru saja Jendral Feng membuka mulut untuk mengatakan jika orang itu adalah Jendral Xin seorag penjaga datang menghadap sang Jendral.


“Salam Jendral,” seorang penjaga gerbang mengberi hormat kepada Jendral Feng.


“Ada apa?” tanya Jendral Feng dengan datar.

__ADS_1


“Di luar gerbang ada Tuan Aron pengawal bayangan Kaisar ingin bertemu dengan Nona muda,”


“APA….,?”


__ADS_2