
“Salam Tuan, salah Tuan muda, saya hanya ingin melapor jika saat ini Nona muda sedang tertidur di gazebo Tuan,”
“APA…,”
Wusssh
Dalam sekejap mata kedua pria itu langsung berlari ke arah kediaman Li Shang Yue yang berada di kediaman Lavender tempat Li Shang Yue akan tinggal.
“Tunggu mereka menghilang…? Meninggalkanku disini?” guman Aron yang syok melihat Jendral Feng dan Jendral Xin yang berlari begitu saja meninggalkannya seorang diri bahkan tanpa pamit.
“Tidak bisa lebih baik aku ikut mereka juga,” gumanAron yang langsung berlari mengikuti langkah kaki pelayan tadi.
“Syukur ada pelayan ini jadi aku bisa mengikutinya jika tidak pasti aku sudah tersesat di kediaman ini,” batin Aron.
Sedangkan Jendral Feng dan Jendral Xin baru sampai di gazebo temat Li Shang Yue duduk. Jendral Feng dan Jendral Xin melongo menatap Li Shang Yue yang ternyata ketiduran tapi yang menjadi sesuatu yang menarik perhatian mereka adalah piring-piring cemilan yang kosong. Tak hanya itu bahkan masih ada satu piring yang di peluk-peluk Li Shang Yue dan juga sepotong kue bulan masih berada di mulutnya.
“Ayah, kenapa Yue’er tidur dengan cara seperti ini? Lihat dia bahkan tidak anggun sama sekali,” ucap Jendral Xin dengan pelan.
“Kamu lupa jika Yue’er tidak tahu tata krama seorang putri?” bisik balik Jendral Feng.
“Dia akan menjadi babi gemuk karena hobinya yang banyak makan itu Ayah,”
Pak
“Awww ayah…,”
“Berani sekali kamu mengatai putri cantikku babi, apa mau aku jahit mulutnya?” gertak Jendral Feng dengan melototi Jendral Xin.
Pfffft
Aron yang baru sampai hampir saja tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana Li Shang YUe tidur seperti bayi yang kelaparan.
Duagh
__ADS_1
“Rsssst” Aron yang merasakan tendangan di tulang keringnya hanya bisa meringis kesakitan saat ini.
“Jangan menertawakan meimei ku,” gertak Jendral Xin dengan datar.
“Astaga mereka benar-benar posesif,” guman Aron yang masih didengar oleh Jendral Feng dan Jendral Xin tapi sepertinya mereka bodoh amat dengan masalah seperti itu.
“Minggir au ingin menggendong putriku,” sentak Jendral Feng yang bersiap ingin mendekati Li Shang Yue tapi terhalang oleh Jendral Xin.
“Enak saja, aku yang menggendongnya. Mana sanggup tulang ayah mengangkat Yue’er,” ejek Jendral Xin dengan remeh.
Maka seperti biasa terjadilah aksi cekcok mulut antara Jendral Xin dan Jendral Feng yang memperebutkan untuk menggendong Li Shang Yue.
Long yang sedari tadi sudah keluar dari ruang dimensi dan melingkar di tangan Li Shang Yue hanya bisa mendengus kesal saat melihat kedua pria di depannya itu yang menurutnya sangat bodoh.
“Dasar bodoh apa mereka tidak tahu jika Nona ku sudah kedinginan,” geram Long yang ingin sekali menyerang mereka berdua.
Wusssh
“Dia…, darimana datangnya pria ini aku tidak merasakan keberadaannya sejak tadi?” guman Aron yang melihat Long yang sedang menatap mereka dengan tajam.
“Hei sejak kapan kalian akan bertengkar lihat Nona Shang Yue berada di gendongan pria itu,” teriak Aron yang menunjuk Long yang sudah melangkah beberapa langkah dario mereka.
Sontak saja ucapan Aron membuat adu cekcok dari pasangan ayah dan anak itu langsung berhenti dan menatap ke arah yang di tunjuk oleh Aron. Saat melihat gadis kesayangan mereka ada pada orang lain dalam sekejap mata pasangan ayah dan anak itu meleset ke arah orang yang menggendong Li Shang Yue.
“Siapa kau..? Kembalikan putriku..!” seais Jendral Feng yang menatap tajam Long.
“Minggir Nona Ku ingin istirahat, perlu kalian ketahui Nona ku sangat tidak menyukai ada orang yang mengganggu tidurnya jika tidak maka akibatnya fatal,” balas Long tajam sambil mengeluarkan aura intimidasinya pada Jendral Xin dan Jendral Feng.
“Aura ini…, kenapa sangat kuat?” batin keduanya.
Namun karena berulang kali melihatnya membuat Jendral Feng dan Jendral Xin tak punya pilihan lain selain menyingkir memberikan jalan kepada Long yang akan membawa LI Shang Yue. Baik Jendral Feng maupun Jendral Xin tahu jika apa dikatakan pria di depannya itu adalah kebenaran.
Tentu saja Jendral Feng mengetahui jika pria di depannya itu sering bersama Putri angkatnya itu.
__ADS_1
Long berjalan melewati Jendral Xin dan Jendral Feng hanya bisa menatapnya dengan lesu karena tak bisa menggendong Li Shang Yue.
Beralih ke kondisi istana di dalam kamar Selir Hua Rong menunggu Putri Wei Rong untuk sadar ari pingsannya. Selir Hua Rong tak sabar memberi tahu Putri Wei Rong jika penghalang mereka sudah tidak ada lagi.
“Putriku cepatlah bangun…, kamu tahu Ibunda sangat bahagia karena sebentar lagi kamu akan menjadi putri Mahkota dan juga Ibunda yang akan menjadi permaisuri. Akhirnya setelah menunggu sekian lama kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Wei’er bangunlah,” desak Selir Hua Rong yang sudah tak sabar ingin menyampaikan kabar gembira itu.
Hmmmm
Setelah beberapa saat akhirnya terlihat Putri Wei Rong yang bergeliat membuka matanya dengan pelan.
“Wei’er akhirnya kamu sadar Ibunda sangat bahagia,” ucap Selir Hua Rong dengan wajah sumringah.
“Ada apa Ibunda?” tanya Putri Wei Rong dengan memaksa dirinya bangun.
Selir Hua Rong yang melihat jika sang anak kesusahan untuk bangun segera membantunya bangun dan menyandarkannya pada kepala ranjang itu.
“Ibunda punya kabar baik untuk kamu dan tentunya untuk Ibunda juga,” kata Selir Hua rong dengan wajah yang berseri-seri.
“Kabar apa Ibunda? Kenapa kelihatannya saat ini Ibunda sangat bahagia?” Putri Wei Rong merasa heran melihat wajah bahagia sang ibu yang sangat berseri-seri.
“Kamu tahu, anak si4l4n itu telah pergi dari istana ini. Mulai sekarang dia bukan lagi putri Mahkota dan kesempatan kamu untuk menjadi putri Mahkota semakin besar,” kata Selir Hua Rong menggebu-gebu.
“Benarkah, itu artinya sekarang hanya aku Putri Ayahanda? Sekarang hanya aku kandidat Putri Mahkota?” Putri Wei Rong menggenggam tangan sang ibu.
“Benar sayang sekarang kamu harus bisa mendekati Yang Mulia lagi seperti dulu. Kamu harus bisa merebut hatinya dan melupakan anak si4lan itu,”
“Pasti Ibunda, Wei’er akan berusaha membuat Yang Mulia melupakan jika ia memiliki anak seperti Li Shang Yue,”
Kedua wanita itu tertawa jahat karena tak memiliki saingan lagi untuk mencapai apa yang mereka inginkan selama ini.
Sedangkan disisi Kaisar Li saat ini tengah mengamuk karena Pengawal bayangannya yang sangat ia percayai justru malah berpihak pada anak yang sangat ia benci.
“Aron si4lan kenapa dia harus berpihak pada anak tak berguna itu? Semua ini karena anak itu, andaikan dia mati 1 tahun lalu maka aku tidak akan kerepotan seperti ini,” umpat Kaisar Li yang menyalahkan semuanya pada Li Shang Yue.
__ADS_1