
"Sutt ada kijang sana," bisik Fan Hu pada Lay.
Lay yang mendengar bisikan Fan Hu langsung menoleh ke arah asal yang di tunjuk oleh Fan Hu.
"Kita serang berdua saja, jangan beritahu dia," kata Lay yang mendekati Kijang yang sedang minum itu.
"Ini pakai ini," Fan Hu segera memberikan sebuah tombak pada Lay.
"Terimah kasih," ucap Lay yang langsung melempar tombak itu ke arah kijang.
Tak
Brukk
Seperti yang di harapkan kijang itu langsung ambruk dengan tombak yang menancap di lehernya.
"Kena..! Ayo kita ambil,"
Fan Hu dan Lay langsung berlari menuju sungai laku mulai membersihkan kijang dan buruan lainnya. Hi An juga membersihkan buah-buahan yang di dapatkannya menggunakan air sungai itu. Hi An juga .mengisi teko-teko yang sudah kosong dengan air yang berada di dekatnya yang merupakan mata air.
__ADS_1
Fan Hu dan Lay membersihkan buku-bulu ayam dan juga semua isi di dalam badan ayam itu sampai bersih. Setelah selesai mereka bertiga langsung kembali ke tempat mereka tidur tadi malam. Sampai disana mereka melihat semua orang sudah melakukan keseharian mereka ada yang berlatih dan Yuren yang sedang menyalahkan api. Fan Hu dan Lay langsung menghampiri Yuren karena mereka akan membakar daging hasil buruan mereka hari ini.
Hi An yang sesak tadi dicuekin hanya bisa mengikut dari belakang dengan wajah cemberut miliknya. Dia ingin berbicara tapi melihat aura suram yang di pencarian oleh Fan Hu dan Lay membuat nyali Hi An mencium.
"Nona Yuren dimana Yuyu?" Tanya Hi An dengan mencari keberadaan Li Shang Yue di sekitar namun tidak menemukannya.
"Nona masih tidur," jawab Yuren yang membantu Fan Hu dan Lay memanggang daging.
Hi An yang mendengar itu langsung meletakan semua bawaannya lalu menghampiri Li Shang Yue. Sampai disana Hi An langsung menarik kaki gadis itu tak lupa juga berteriak kencang.
"YUYU BANGUN…!"
Wusssh
Gubrak
Semua orang langsung menoleh ke arah asal suara saat mendengar suara cukup keras yang ternyata Hi an yang menabrak pohon.
HAHAHAHA
__ADS_1
Mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah berantakan milik Hi an yang benjolan karena menabrak pohon. Tak hanya itu bahkan dapat mereka pastikan jika pinggang pria muda itu akan terasa ngilu karena menghantam tanah dengan keras.
"SIAPA YANG MENGGANGGU TIDURKU…!?"
Deg
Mereka semua langsung menoleh ke arah asal suara mara mereka semua langsung melotot saat melihat Li Shang Yue yang sedang berkacak pinggang.
"Siapa yang berteriak kencang di telingaku…!" Teriak Li shang Yue dengan kencang.
Dengan serentak mereka semua langsung menunjuk ke arah Hi An yang masih terduduk di tanah. Li Shang Yue yang melihat Hi An yang terduduk di tanah langsung tahu jika dia adalah biang keroknya. Dengan langkah lebar Li Shang yue mendekati Hi an yang masih meringis kesakitan.
"Jadi kau yang membangunkan aku?" Tanya Li Shang Yue dengan menatap tajam Hi An.
Hi An yang di tatap tajam oleh Li Shang Yue langsung bergidik ngeri. Dengan gerakan cepat Hi An langsung menggelengkan kepalanya dengan keras. Melihat tatapan tajam Li Shang Yue saja sudah membuat bulu kuduk Hi An merokok dingin di buatnya. Masih di ingat jelas bagaimana brutalnya gadis kecil di depannya itu menghabiskan monster air beberapa bulan lalu saat mereka menjalankan misi.
"Yuyu aku hanya ingin membangunkan saja," kata Hi An.
AAAAAAA
__ADS_1