
“Long, apa sayapnya bisa di makan?” tanya Li Shang Yue datar menunjuk sayap yang berada di punggung Baize.
Glek
Baize yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue langsung menelan ludah. Apa maksud dari kata dengan menanyakan apa sayapnya bisa di makan atau tidak.
Sedangkan Long hanya bisa membuang muka menahan tawa. Long jelas tahu jika sudah seperti keadaan menahan lapar seperti ini maka Nona-nya itu akan kehilangan otaknya. Semua hal yang dia lihat dia akan anggap sebagai makanan saja.
“Itu…, aku tidak tahu Yuyu, tapi jika kamu penasaran kamu bisa memotongnya,” kata Long dengan senyum memprovokasi.
“Apa aku tidak akan mati?” tanya Li Shang Yue polos.
Tak
“Dasar bodoh? Kamu lupa jika kamu itu kebal dengan racun?” bisik Long yang menyentil kening Li Shang Yue.
“Oh baiklah, kebetulan aku sangat lapar jadi tak salah aku memakan sayapmu. Ku rasa akan ada dagingnya walaupun sedikit,” kata Li Shang Yue yang mengambil ancang-ancang untuk menyerang Baize.
“Hey Nona jangan sembarangan…! Mana bisa kau ingin memakan sayapku..!” kesal Baize.
“Aku sedang lapar…!” teriak Li Shang Yue yang langsung menyerang Baize.
Wushhh
“Dia…, dia sudah bisa berkultivasi rupanya,” guman sosok pria tampan yang melihat pertarungan antara Li Shang Yue dan Baize selaku pengawal pribadinya.
Srekkk
Bugh
Li Shang Yue terus menyerang Baize namun masih bisa di hindari Baize karena dari segi kecepatan Baize tentu lebih unggul.
“Makhluk bersayap ini membuatku kesal,” desis Li Shang Yue yang menatap tajam Baize yang sedang tersenyum mengejek padanya.
Li Shang Yue yang memang tak suka di remehkan langsung merasa marah. Dengan kekuatan penuh ia meleset ke arah Baize mengarahkan sebuah tendangan padanya.
Baize yang melihat tendangan Li Shang Yue langsungmmenghindar akan tetapi siapa yang menyangka jika serangan itu hanyalah tipuan membuat detik berikutnya tubuh Baize melayang dan menghantam pohon dengan keras.
__ADS_1
Wussssh
BRAKKK
“Apa itu?” guman Baize yang dengan wajah syoknya.
Baize bangun lalu terduduk di tanah dengan wajah bodohnya menatap ke arah Li Shang Yue. Baize dapat melihat di depan sana berdiri Li ShangYue yang memegang sebuah pedang biru di tangannya. Sosoknya yang begitu anggun di dalam kegelapan malam dengan rambutnya yang panjang tergelai indah.
“Kamu kalah Baize…,”
Suara itu membuat Baize menoleh ke arah asal suara yang ternyata yang berbicara adalah pria tampan dengan hanfu Putih.
Baru saja Baize membuka mulut untuk membalas perkataan pria itu tiba-tiba saja Li Shang Yue berada di depannya dengan membawa pedang birunya membuat Baize tertegun.
“Sayapmu memang besar aku apsti kenyang,”kata Li Shang Yue yang mengangkat pedangnya bersiap untuk memotong sayap Baize.
“Yang Mulia tolong saya…!” teriak Baize di dalam hati.
“Nona tunggu…!” cegah pria yang mengenakan hanfu putih itu.
Li Shang Yue menghentikan laju pedangnya menatap kesal ke arah pria yang menghentikannya itu. Sedangkan Baize sudah berkeringat dingin karena melihat pedang Li Shang Yue tinggal sejengkal lagi akan menebas sayapnya.
“Sayapnya tidak bisa di makan terlebih, kami semacam kelelawar. Apa Nona mau makan kelelawar?” tanya sosok itu dengan lembut.
“Tentu saja tidak..! Tapi aku lapar jadi tak apa aku akan memakannya,” kata Li Shang Yue yang kembali menatap ke arah Baize.
“Nona tunggu…! Jika Nona mau kami bisa mencarikan hewan untuk Nona makan. Penglihatan mi di malam hari sama seperti penglihatan manusia normal di siang hari,” terang pria itu yang mengajukan sebuah penawaran yang sangat menggiurkan.
Li Shang Yue yang mendengarnya langsung terdiam berpikir keras. Daripada dia memakan kelelawar lebih baik makan daging lain. Akan tetapi masalahnya adalah bagaimana jika sampai kedua orang di depannya itu berbohong.
“Aku mau-mau saja tapi apa jaminannya jika alian tidak akan kabur?” sinis Li Shang Yue.
“Nona bisa ikut dengan kami bersama teman Nona juga yang itu,” terang sosok itu lagi yang menunjuk Long.
“Baiklah aku percaya,” Li Shang Yue langsung menarik pedangnya dari sayap Baize.
“Sekarang cepat carikan aku makanan…!” perintah Li Shang Yue yang seperti Ratu.
__ADS_1
“Baik Nona,” jawab Baize yang langsung berjalan di depan dengan cepat.
“Yang Hong kenapa kita harus mencarikan makanan untuk mereka?” tanya Baize yang bertelepati dengan Yang Hong selaku pria yang memakai hanfu putih di dekat Li Shang Yue.
Bagi yang lupa Yang Hong adalah Lord Vampire yang pernah bertemu dengan Li Shang Yue di part sebelumnya yang dimana Li Shang ue merebut serigalah putih atau White dari tangan Yang Hong. Sedangkan Baize adalah sepupu sekaligus pengawal pribadi milik Yang Hong.
Jadi jangan bertanya-tanya lagi yah
“Kamu mau mati? Jika aku tidak menghentikannya maka saat ini mu hanya akan tinggal tubuh saja. Kamu sudah tidak bersayap,” jawab Yang Hong dengan suara dinginnya lewat telepati.
“Tapi itu juga gara-gara kamu. Lagian kenapa kamu menyuruhku untuk menyerangnya? Bukankah dia mate mu?” tanya Baize yang melirik Li Shang Yue.
“Aku hanya menguji sampai mana kekuatannya tapi aku tak menyangkah dia bisa mengalahkan mu dengan mudah,” jawab Yang Hong dengan senyum mengejek.
“Ck itu aku hanya tertipu,”
“Sama saja, intinya amu kalah,”
“Daripada amu terus mengejekku lebih baik kamu tenangkan dirimu. Bagaimana dekat dengan seorang Mate?” tanya Baize dengan melempar senyum menggoda ke arah sang sepupu.
“Aku hampir gila..! Dia sangat harum dengan aroma vanila, kayu, dan rasa manis itu menyatu menjadi satu. Aku ingin memeluknya,” jawab Yang Hong dengan frutasi.
“Ya sudah kau peluk saja,”
“Apa kau gila…! Dia benar-benar akan membunuhku jika aku melakukan hal itu,” kesal Yang Hong.
“Miris sekali hidupmu Yang Hong, Mate mu di depn mata tapi kamu tak bisa memeluknya. Jangankan memeluk menyentuh saja tidak bisa,” ejek Baize.
Gubrakkk
Semuanya langsung menghentikan langkah kaki mereka saat melihat Baize yang bahkan sampai terjungkal ke depan.
Li Shang Yue dan Long hanya saling melirik dengan dahi yang mengkerut dalam terhadapa apa yang terjadi pada Baize. Sedangkan Yang Hong yang sebagai biang keroknya hanya memasang ekspresi datar dan dingin.
Yang Hong yang merasa karena di ejek oleh Baize langsung membuat kaki pria itu saling bersilangan membuat Baize jatuh ke depan dengan wajah yang mencium tanah.
“Yang Hong sialan…! Lihat karena ulahnya lagi aku harus sampai menanggung malu dua kali pada gadis di depannya itu. Sudah di kalahkan kini dia juga harus jatuh dengan posisi yang tidak elit seperti ini di depan seorang gadis pula.
__ADS_1
“Katanya penglihatan kalian terang seoperti siang hari, lalu kenapa masih sampai jatuh? Ku rasa mata yang kalian banggakan itu sedikit rabun,”