
“HENTIKAN LI SHANG YUE…!” teriakan Kaisar Li menggema di bangunan itu.
“Salam Yang Mulia,”
Semua orang langsung berlutut menundukan kepala mereka saat melihat Kaisar Li masuk ke dalam bangunan itu bersama Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong di belakangnya.
Li Shang Yue yang melihat kedatangan Kaisar Li bersama rombongannya hanya tersenyum sinis. Bukannya berhenti Li Shang Yue justru menarik pedang prajurit di dekatnya.
Slashhhh
AAAAAA
Para pelayan yang berada di dekat Li Shang Yue langsung berteriak panik saat kedua kepala pelayan yang di cambuk Li Shang Yue tadi menggelinjang begitu saja.
“LI Shang Yue!” Kaisar Li memanggil Li Shang Yue dengan penuh penekanan.
“Anda berhasil menjadi seorang Kaisar bagi rakyat namun anda gagal menjadi seorang ayah yang melindungi putrinya.” Sarkas Li Shang Yue yang langsung mengambil bahan yang dibutuhkannya.
Li Shang Yue berjalan melalui Kaisar begitu saja tanpa memberi penghormatan sama sekali.
“Meimei harusnya kamu memberi penghormatan kepada Ayahanda Kaisar,” ucap Putri Wei Rong dengan nada lemah lembut.
Namun Li Shang Yue bisa dengan jelas melihat tatapan sinis dan senyum penuh kemenangan yang dilemparkan oleh Putri Wei Rong kepadanya.
“Sebelum mengajari aku sopan santun lebih baik anda yang terlebih dahulu untuk di pertanyakan Putri Wei Rong. Anda juga Selir Hua Rong,” balas Li Shang Yue dengan senyum manis di bibirnya.
"Apa maksudmu Meimei? Kenapa kamu juga berkata seperti itu kepada Ibunda?"
"Jelas, karena juga anda Putri Wei Rong sudah benar dalam bertata cara yang baik maka harusnya anda memberikan aku penghormatan begitu pula dengan ibunda anda Selir Hua Rong. Walau bagaimanapun aku tetap Putri Mahkota sedangkan Ibunda mu hanya seorang selir dan kamu juga hanya Putri seorang Selir. Lebih parahnya lagi harusnya anda memanggil pria tua di depan aku ini dengan sebutan Yang mulia Kaisar bukan Ayahanda."
Ucapan Li Shang Yue bagaikan tamparan tak kasat mata kepada Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong. Kedua wanita itu hanya bisa memasang senyum penuh keterpaksaan dan juga menahan amarah dalam diri mereka.
__ADS_1
“Anak sialan ini benar-benar harus di singkirkan,” batin Selir Hua Rong yang menatap tajam Li Shang Yue.
“Ku rasa Kaisar harus memberikan mereka kelas tata krama anggota kerjaan,” saran Li Shang Yue dengan nada sinis.
“Slam Putri Mahkota,” ucap Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong serentak menundukan kepala dengan terpaksa.
“Cih dasar bodoh,” Li Shang Yue hanya berdecih lalu berbalik pergi meninggalkan area dapur tanpa memperdulikan jika Selir Hua Rong dan utri Wei Rong masih membungkuk.
“Lihat Yang Mulia, bagaimana bisa Putri Li Shang Yue pergi beitu saja tanpa menjawab salam saya dan Putri Wei Rong. Apalagi Putri Li Shang Yue tidak memberi penghormatan kepada anda Yang Mulia.”
Selir Hua Rong mengadu kepada Kaisar Li dengan menghasut Kaisar Li agar membenci Li Shang Yue.
“Selir Hua Rong ajari Putri Wei Rong tentang tata krama yang benar. Jika tidak maka anda yang akan saya hukum cambuk.” Kata Kaisar Li yang menatap tajam Selir Hua Rong.
Setelah berkata seperti itu Kaisar Li langsung pergi begitu saja meninggalkan Selir Hua Rong dengan Putri Wei Rong. Kaisar Li merasa kesal karena di saat ia sedang fokus mengerjakan pekerjaannya di ruang kerja justru Selir Hua Rong datang bersama Putri Wei Rong melapor jika Li Shang Yue membuat masalah di dapur istana.
Jika Kaisar Li mengetahui jika masalah yang di maksud adalah masalah seperti itu Kaisar Li tidak akan mungkin pergi ke dapur istana.
“Kenapa tidak ada penjaga yang menjaga gerbang depan Paviliun ini?” Guman Kaisar Li yang menatap ke seluruh namun tidak menemukan siapapun disana.
Dengan rasa penasaran yang tinggi Kaisar Li langsung masuk ke dalam Paviliun itu. Namun lagi-lagi tidak ada siapapun disana. Jika di kediaman Putrinya Wei Rong ia akan langsung melihat para pelayan yang berkeliaran maka berbeda dengan Paviliun yang di tempati Li Shang Yue. Bahkan Kaisar Li tidak menemukan satu orang pelayan pun di Paviliun itu.
Kaisar Li terus berjalan menelusuri kediaman itu hingga samar-samar Kaisar Li mendengar suara tawa dan juga bau daging yang sedang di bakar.
“Aroma ini…? Aroma ini aroma daging yang dipanggang.” Guman Kaisar Li.
Dengan langkah lebar Kaisar Li langsung berjalan cepat menuju aroma daging panggang yang di ciumnya. Hingga langkah kakinya membawanya di belakang Paviliun mawar.
Sampai disana Kaisar Li langsung terdiam di tempat menatap objek di depan sana. Pemandangan di depannya saat ini membuat Kaisar Li tertegun karena Li Shang Yue berbaring di pangkuan seorang pria. Kaisar Li segera bersembunyi di sebuah pohon mendengarkan apa yang mereka katakan.
“Mau makan apa hm…?” Long bertanya dengan lembut mengelus surai panjang Li Shang Yue.
__ADS_1
Long tahu jika nona kecilnya itu sedang tidak baik-baik saja. Long masih bisa melihat jejak air mata di pipi Li Shang Yue.
“Mau makan apa? Tidak ada makanan.” Gerutu Li Shang Yue dengan kesal.
Long yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dengan mengambil buah apel di sampingnya. Long mulai mengupas kulit apel itu lalu mengiris-irisnya menjadi potongan kecil-kecil lalu di serahkannya pada Li Shang Yue.
“Siapa yang membuatmu kesal hmmm?” Tanya Long dengan menyisir rambut Li Shang Yue menggunakan Tangannya.
“Pelayan istana dan juga Kaisar beserta Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong.”
“Apa perlu aku ratakan istana ini sekarang juga?” Long bertanya dengan lembut namun tidak dengan mata pria itu yang menajam dengan hawa dingin.
Deg
Kaisar Li yang sedari tadi bersembunyi dan mendengar apa yang di katakan oleh Li Shang Yue bersama kedua pria itu langsung tertegun. Kenapa pria itu sangat mudah mengatakan untuk meratakan istana kekaisaran. Namun Kaisar Li juga tidak bisa dengan gegabah keluar dan menyerang pria itu karena Kaisar Li juga tidak bisa memprediksi dimana kultivasi. Apalagi pria yang yang memakai pakaian serba hitam itu selain tidak bisa melihat tingkatan Kultivasinya. Kaisar juga bahkan merasakan aura yang sangat mengerikan kepada pria itu.
"Yuyu jika untuk apa kamu mencari budak?" Tanya Snake yang sedang mengolesi daging yang di bakar itu dengan bumbu yang telah Li Shang Yue olah dan haluskan.
"Budak? Apa Li Shang Yue ingin membeli budak?" Guman Kaisar Li yang memasang telinganya baik-baik.
"Apalagi? Kau tidak lihat di kediaman yang luas ini tidak ada penghuninya selain aku. Aku akan merekrut budak untuk menjadi pelayan dan penjaga di kediaman ini." Terang Li Shang Yue yang dengan santai memakan apel yang telah di potong-potong oleh Long.
"Lalu koinnya kamu ambil dimana? Kamu kan miskin," ejek Snake yang membuat Li Shang Yue tersedak.
Uhuuk Uhuuk
"Snake!" Long menatap tajam Snake yang membuat Li Shang Yue tersedak.
"Kamu tenang saja, Aku punya banyak kok." Ujar Long.
__ADS_1