
“Jika begitu kita sewa saja jasa dari pembunuh bayaran di kota ini? Aku yakin anak sialan itu tidak akan selamat dari pembunuh bayaran yang terkenal akan kejam itu.” Usul menteri kiri yang merupakan sepupu Selir Hua Rong.
“Itu ide yang bagus Selir agung, dengan menyewa mereka maka kita akan tersingkir dari tersangka dan Kaisar Li beranggapan jika Li Shang Yue sudah menyinggung orang yang salah.” Sahut menteri kanan yang menyetujui ide dari Menteri kiri.
Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong yang mendengar akan saran dari kedua pria itu langsung terdiam. Namun, hanya beberapa saat sebelum Selir HUa Rong yang menyunggingkan senyum licik di bibirnya begitu pula Putri Wei Rong.
“Aku setuju akan saran kalian berdua. Akan tetapi, kalian harus menjalankannya dengan rapi saat ini kami belum bisa melakukan apapun karena aku dan Wei’er harus berada di sekitar Kaisar agar Kaisar tidak curiga.”
“Untuk hal itu Selir tidak perlu khawatir biar aku yang menjalankannya.” sahut dari Menteri kanan.
“Baik jika seperti itu.” balas Selir Hua Rong.
“Jika begitu kami undur diri Selir Rong dan Putri Wei Rong.” Kedua pria itu langsung berbalik dan berjalan dengan hati-hati kel;uar dari kediaman Selir Hua Rong agar tidak ada yang melihat mereka.
“Ibunda aku tidak sabar melihat jasad dari Sampah sialan itu.” Kata Putri Wei Rong dengan senyum sinis di bibirnya.
“Kamu tenang saja Wei’er apapun yang terjadi tahta Ratu hanya akan menjadi milikmu bukan milik dari anak sialan itu,” kata selir Hua Rong dengan tatapan mata yang penuh akan kebencian dan juga ambisi yang besar.
Skip
Di malam hari yang gelap sunyi dan dingin terlihat Li Shang Yue yang duduk Lotus menyerap energi qi yang berada di sekitar Pavilion itu. Hingga beberapa saat kemudian terlihat Li Shang Yue yang membuka mata yang menandakan jika proses kultivasinya setelah selesai.
“Energi qi di sini terlalu kecil aku bahkan tidak bisa mengalami terobosan satu tingkat pun. Sepertinya Besok aku harus mencari tempat yang memiliki energi qi yang besar. Atau Aku akan kembali ke hutan kematian untuk melakukan kultivasi?” guman Li Shang Yue.
Dengan rasa kecewa Li Shang Yue Turun dari ranjang yang lalu meregangkan otot-ototnya. Di saat Li Shang Yue Ingin menutup mata tiba-tiba telinganya berdengung mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah kamarnya.
Li Shang Yue bisa menebak jika orang-orang itu lebih dari satu terbukti dari langkah kaki mereka yang tidak seirama. Li Shang Yue langsung bangun dari ranjangnya lalu menarik pedang hitam yang berada di kolong ranjang.
“Ternyata mereka bergerak secepat ini, tak aku sangka ternyata mereka benar-benar tidak sabar untuk menemui Raja Yama.” Guman Li Shang Yue yang langsung tenang di kursi menunggu orang-orang itu tiba.
Tak lupa juga Li Shang Yue mematikan lampu penerang di dalam ruangan itu. Hingga saat ini ruangan itu menjadi remang-remang dengan cahaya bulan sebagai penerang.
__ADS_1
Buk
Terlihat satu orang langsung mendarat sempurna di dalam kamar Li Shang Yue. Orang itu menggunakan pakaian seperti Ninja di masa modern. Terlihat orang itu mulai mencari keberadaan Li Shang Yue namun dia langsung kaget saat melihat jika keranjang di depannya itu kosong tidak ada siapapun.
“Kalian cepat turun, Gadis itu tidak ada di atas ranjang.” perintah pria itu pada anak buahnya yang berada di atap rumah.
Buah
Buah
Buah
Beberapa orang terlihat turun dari anak dan mendarat di dalam kamar Li Shang Yue. Terlihat orang-orang itu mencari Li Shang Yue sedangkan orang yang mereka cari dengan enteng duduk di kursi memperhatikan komplotan itu yang berjumlah 8 orang.
“Bos kemana gadis itu? Kenapa dia tidak ada disini?” tanya salah satu anak buah dari pria itu.
“Bos, apa kita tidak salah masuk kamar atai paviliun?” tanya yang lain.
“Lalu kemana gadis itu bos? Tidak mungkin seorang gadis berkeliaran di tengah malam yang larut seperti ini.”
“Aku juga tidak tahu, kemana perginya gadis itu.” Balas dari pemimpin kelompok itu.
“Kalian mencariku?”
Sontak ke delapan orang itu langsung membalik badan mereka ke arah asal suara. Mereka semua membulatkan mata saat melihat jika orang yang menjadi target mereka sedang dengan santainya duduk di sebuah kursi kayu seakan-akan sedang menunggu kedatangan mereka.
“Apa yang kau lakukan disitu?” tanya sang pemimpin kelompok itu dengan suara yang rendah takut jika ada orang yang mendengarnya.
“Apa yang aku lakukan? Tentu saja menunggu kedatangan kalian apalagi memangnya?” jawab Li Shang Yue dengan enteng.
Terlihat sang pemimpin merasa kaget dengan apa yang dikatakan Li Shang Yue ternyata gadis itu sedang benar-benar menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
“Apa kamu benar-benar Putri Li Shang Yue?” tanya pemimpin lagi yang kurang yakin jika gadis di depannya itu adalah Li Shang Yue.
Menurut informasi yang di dapatkan dari orang yang menyuruhnya gadis yang akan ia bunuh hanyalah gadis bodoh dengan Kultivasi yang cacat. Namun, wanita yang berdiri di depan mereka saat ini bukanlah wanita dengan apa yang di katakan oleh orang itu. Sang pemimpin memang tidak bisa melihat tingkat Ranah kultivasi gadis yang berdiri di depannya itu. Akan tetapi, pria itu yakin jika gadis di depannya itu tidak bisa di anggap remeh bahkan gadis itu sudah menyadari akan kedatangan mereka.
“Kenapa? Apa anda sekarang kurang yakin jika aku adalah Li Shang Yue si gadis sampah?”
Diam….
Mereka semua diam dengan terus menatap Li Shang Yue tanpa melakukan apapun kepada gadis itu karena belum ada perintah dari sang bos.
“Tapi kalian harus yakin jika aku adalah benar-benar Li Shang Yue!”
“Oh…, jadi kau benar-benar gadis sampah itu?” tanya sang pemimpin dengan nada meremehkan.
“Jangan meremehkanku, karena mungkin di detik selanjutnya kepala kalian yang sudah aku tebas.” Tekan Li SHang Yue yang menatap mereka tajam.
“Hahahah apa yang di takutkan pada gadis sampah sepertimu?”
Sring
Dug
Sebuah cahaya merah keluar lalu meleset e arah pria yang baru saja menghina Li SHang Yue.
“Apa itu!” seru anak buah yang lain.
Sang pemimpin yang merasa ada hal yang tidak beres segera menyalahkan sebuah api kecil di tangannya. Namun, saat api menyala dan mereka melihat ada yang menggelinjang di lantai membuat mata mereka melotot hampir keluar dari tempatnya.
“SAUDARA KEDUA…!” seru mereka semua dengan nada kaget dan juga syok melihat kepala rekan mereka menggelinjang begitu saja bahkan badannya sampai terbelah dua.
“Kenapa kau membunuh saudara kami…?” bentak sang pemimpin.
__ADS_1
“Bukankah kalian datang dengan tujuan membunuhku? Pilihan hanya ada dua, aku yang membunuh kalian lebih dulu atau kalian yang akan membunuhku. Jelas aku akan memilih membunuh kalian,”