Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 78


__ADS_3

“Tenanglah selir, aku sudah memerintahkan para pelayan untuk memanggil tabib untuk memeriksa kalian berdua. Saat ini lebih baik kita segera menuju ke kediamanmu karena We’er di bawah disana,”


Kaisar Li dengan lembut menuntun Selir Hua Rong menuju ke kediamannya. Sampai disana ternyata belum ada juga tabib yang datang untuk memeriksa Puteri Wei Rong membuat Kaisar bertambah marah.


“DIMANA TABIB…! KENAPA BELUM ADA JUGA YANG DATANG…?” teriak kaisar Li yang murka karena melihat keadaan Putri Wei Rong yang semakin mengkhawatirkan.


“Maafkan hamba Yang Mulia tadi saya berada jauh dari tempat ini,” kata sang tabib dengan terbata-bata karena takut.


“Cepat periksa Selir Hua Rong dan Putriku Wei Rong…!” titah Kaisar Li.


Kedua tabib itu langsung bergegas membagi tugas ada yang memeriksa Selir Hua Rong ada juga yang memeriksa Putri Wei Rong.


Kaisar Li segera membawa Selir Hua Rong masuk ke dalam kamar utaka kediaman itu untuk di periksa oleh tabib.


“Berbaringlah biarkan tabib memeriksamu,” ucap Kaisar Li dengan suara yang lembut kepada Selir Hua Rong.


“Terima kasih Yang Mulia,” balas Selir Hua Rong yang segera membaringkan badannya di atas ranjang di bantu sang Kaisar.


“Tabib periksa Selir Hua Rong pastikan jika dia baik-baik saja atau tidak,” kata Kaisar Li yang langsung menjauh sedikit dari Selir Hua Rong.


“Baik Yang Mulia,” terlihat tabib itu langsung mendekati Selir Hua Rong lalu mulai memeriksa nadinya dengan cermat.


“Walaupun aku dan We’er terluka namun ada keuntungan yang kami berdua dapatkan dari peristiwa ini. Dengan seperti ini kepergian Li Shang Yue dari istana akan membuka peluang besar bagi We’er menjadi putri Mahkota dan aku akan menjadi Permaisuri,” kata Selir Hua Rong dalam hati.


Selir Hua Rong tidak sabar menunggu hari dimana ia akan menjadi Permaisuri dan meninggalkan gelarnya yang sebagai selir. Walaupun sang Kaisar selalu melindunginya dan menyayangi dirinya namun tetap saja Selir Hua merasa kurang dengan posisi yang dia dapatkan itu.

__ADS_1


Semua orang terlihat menghormatinya namun Selir Hua Rong tentu tahu ada beberapa orang yang selalu menjatuhkannya karena statusnya yang sebagai selir. Hal itu tentu membuat Selir Hua Rong merasa kesal dan marah sekaligus.


“Andaikan saja aku tahu jika seorang selir tidak akan menjadi Permaisuri tanpa persetujuan dari Permaisuri dulu. Maka aku tidak akan dengan membuat wanita itu mati dengan cepat,” kata Selir Hua Rong dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Selir Hua rong tidak tahu jika kejadian yang baru saja mereka alami adalah pintu awal balas dendam Li Shang Yue pada mereka. Selir Hua Rong tidak mengetahui jika setelah ini mereka tak akan mendapatkan lagi apa yang mereka inginkan.


“Ada apa denganku? Kenapa aku merasakan perasaan sakit dan sesak seperti sesuatu yang berharga telah pergi dariku. Tapi siapa itu…, Li Shang Yue..,?”


Entah kenapa Kaisar Li merasakan perasaan gelisah yang langsung tertujuh kepada Li Shang Yue. Anak yang tak pernah ia pedulikan keberadaannya itu kini tiba-tiba mengusik pikirannya.


“Selir aku akan keluar sebentar setelah selesai jika kamu mampu maka temanilah Putri Wei Rong,” kata Kaisar Li.


Selesai berkata seperti itu Kaisar Li dengan segera berbalik lalu berjalan cepat keluar dari kamar Selir Hua Rong. Selir Hua Rong yang melihat itu tentu saja merasa penasaran kenapa Kaisar Li terlihat gusar seperti itu. Akan tetapi karena terlalu senang Selir Hua Rong mengabaikan hal itu membiarkan Kaisar Li keluar dari kamarnya.


Kaisar Li dengan langkah lebar bahkan terlihat seperti berlari segera menuju kediaman Putri Wei Rong yang sudah Li Shang Yue hancurkan. Sampai disana Kaisar Li segera mencari keberadaan Li Shang Yue namun tak menemukan siapapun disana.


Tak menemukan siapapun Kaisar Li segera berbalik lalu kembali pergi dari kediaman itu menuju ke tempat lain. Beberapa saat kemudian Kaisar Li sampai di tempat tujuan ternyata adalah kediaman Li Shang Yue. Namun saat melangkah kakinya langsung berhenti saat melihat jika di depannya ada pelindung.


“Pelindung? Apa anak itu tidak mengizinkan orang lain masuk ke dalam kediamannya? Aray pelindungnya sangat tinggi dari mana anak ini mempelajarinya?” Kaisar Li bertanya-tanya tentang array pelindung di depan kediaman Li Shang Yue.


Lebih baik aku mundur dulu aku akan datang setelah anak itu tidak lagi marah. Mau bagaimanapun juga dia harus menerima apa yang dilakukan oleh Selir Hua Rong dan juga We’er karena semua ini juga untuk kebaikannya dan juga kebaikan istana. Aku tidak mungkin membiarkannya menjadi seorang pemberontak,”


Kaisar LI lagi-lagi hanya berbalik berjalan menjauh dari kediaman Li Shang Yue menuju ke ruang kerjanya. Sampai di sana Kaisar Li segera masuk ke dalam ruangan yang ternyata di dalam ruangan itu terlihat Aron pengawal bayangan miliknya berdiri di dekat jendela sepertinya sedang menunggu dirinya.


“Aron ada apa kamu kemari?” tanya Kaisar Li yang duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


Aron yang mendengar pertanyaan dari Kaisar langsung menoleh ke arah Kaisar Li. Terlihat wajah Aron yang datar dan memancarkan Aura dingin membuat Kaisar Li sampai terkejut.


“ Ada Apa Denganmu? Kenapa kamu memancarkan Aura dingin seperti ini?” Kaisar Li bertanya sembari menatap tajam pengawal bayangannya itu.


Namun Aron hanya diam menatap datar Kaisar. Di dalam hatinya saat ini ingin sekali untuk menyerang pria paruh baya di depannya itu akan tetapi mengingat jika pria itu merupakan orang yang disayang oleh seseorang yang menolongnya di masa lalu membuat Aron sekuat tenaga menahan amarahnya.


“ Kaisar tidak perlu merasa terganggu dengan kehadiran saya di sini karena saya di sini hanya untuk sebentar saja,” kata Aron dengan dingin.


“ Apa maksud perkataan kamu itu Aron? Jangan membuatku marah aku belum menghukum kesalahanmu yang tadi membelah Li Shang YUe di depanku dan di depan semua orang. Bahkan kamu tahu sendiri jika anak itu ingin menjadi pemberontak tetapi kamu malah justru berdiri di pihaknya. Apa sekarang kamu menjadi tidak waras?” bentak sang Kaisar dengan amarah yang menggebu-gebu.


Aron yang mendengar bentakan dari Kaisar hanya diam dan terkekeh lucu menatap sinis ke arah sang Kaisar.


“ Bukankah sudah saya katakan Alasan saya yang sebenarnya Yang Mulia. Selama ini saya berada di sisi dan menjadi bayangan anda karena mengingat Permaisuri yang merupakan istri sah Yang Mulia merupakan orang yang menolong saya 15 tahun yang lalu. Jika bukan karena Permaisuri Saya juga tidak akan mungkin terus berada di sisi Yang Mulia,”


Sontak saja Kaisar Li yang mendengar penuturan dari sang pengawal langsung membulatkan mata.


“Apa maksudmu…! Bukankah kamu sendiri yang datang padaku dengan sukarela untuk menjadi pengawal bayangan milikku?”


“Itu memang benar Yang Mulia karena dulunya saya menganggap jika orang yang paling penting untuk Permaisuri adalah anda. Namun setelah ini saya mengetahui satu hal jika orang yang sebenarnya sangat penting dan disayang oleh Permaisuri bukan lagi anda melainkan putrinya yaitu Li Shang Yue,”


Jedarrrr


Ucapan Aaron sang pengawal bayangan sang Kaisar seperti sambaran petir yang menyambar dada Kaisar Li. Tubuh Sang Kaisar mematung dengan mata yang tampak sendu mendengar kenyataan yang mungkin tak bisa ia tepis itu.


“Sekarang apa lagi yang kamu inginkan??”

__ADS_1


“ Saya tidak menginginkan apapun lagi Yang Mulia karena saat ini yang harus saya lakukan adalah berada di sisi Putri Li Shang Yue seperti permintaan Permaisuri yang ingin melindungi orang yang dia sayang,”


“APA MAKSUDMU KAMU AKAN BERADA DI PIHAK ANAK ITU DAN MENINGGALKANKU BEGITU HA…?”


__ADS_2