
"Asingkan Putri Li Shang Yue dari Kekaisaran Li…!"
Para pejabat yang berada di dalam ruangan itu terus bersorak ramai meminta Li Shang Yue untuk di asingkan dari Benua Li itu.
Terlihat hanya beberapa orang yang diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun salah satunya Jendral Feng. Tanpa di ketahui oleh orang lain jika jendral Feng sudah mengepalkan tangannya dengan erat.
Entah kenapa Jendral Feng ingin sekali menebas kepala orang-orang itu. Baru saja Jendral Feng berdiri tiba-tiba saja pintu ruangan itu melayang di udara.
BRAKKKK
“Siapa yang berani mengasingkan diriku?”
Semua orang langsung menatap ke arah pintu yang melayang di udara dan jatuh di tengah-tengah aula itu. Kepala mereka dengan patah-patah menoleh ke arah pintu hingga mata mereka membulatkan mata saat menyadari jika yang membuat pintu sampai melayang adalah Li Shang Yue yang baru saja mereka sorakkan untuk di asingkan.
“Siapa yang akan mengasingkan aku? Kalian? He ada hak apa kalian mengasingkan aku?” sinis Li Shang Yue yang menatap kumpulan-kumpulan para petinggi kerajaan.
“Jika kamu yang menjadi Putri Mahkota dan Calon Ratu di Kekaisaran ini, maka di pstikan benua Li ini tidak akan pernah maju.”
“Itu benar! Apa jadinya benua sebesar ini jika di pimpin dengan gadis tidak bisa apa-apa seperti anda?”
“Bukannya menjadi berjaya, Benua Li justru akan tenggelam di lautan sana karena memiliki Pemimpin sampah seperti kamu.”
Braaak
Brukkk
__ADS_1
Bughh
Uhukkk uhukkk
Li Shang Yue yang sangat membnci jika di remehkan tanpa berkata-kata langsung menyerang ketiga orang yang baru saja menghinanya itu dengan menggunakan elemen anginnya. Akibat serangan dari Li Shang Yue mmbuat ketiga orang itu terbang dan menghantam dinding. Bahkan saking kuatnya serang Li Shang Yue membuat ketiganya memuntahkan seteguh darah dari mulut mereka masing-masing.
“Apa masih ada yang berani mengatakan aku sampah? Ataukah aku membunuh mereka dulu baru kalian percaya jika aku bukan sampah lagi?” sinis Li Shang Yue.
“Ka…kamu yang…,”
“Ya benar, aku yang menyerang mereka. Kenap? Mau membantu mereka begitu?” sarkasme Li Shang Yue yang menatap langsung Kaisar Li.
Semua orang langsung terdiam dengan pikiran masing-masing bahkan Kaisar Li pun juga tidak bisa berkutik sekarang. Pria paruh baya itu menatap Li Shang Yue dengan pandangan yang sulit di artikan.
“Tapi Putri, walaupun saat ini anda telah bisa berkultivasi tapi tetap saja anda juga harus memiliki pendamping. Untuk memiliki pendamping dengan wajah yang buruk rupa seperti itu mana ada yang mau.” Terang salah satu petinggi kerajaan.
“Lihat! Apa dengan wajahku sekarang kalian masih mengatakan jika aku akan sulit mendapatkan pendamping?”
Deg
Semua tertegun melihat wajah putih mulus dan cantik milik Li Shang Yue yang bisa meruntuhkan satu benua. Wajah yang sedikit tirus dengan mata tajam namun teduh, alis yang tampak indah melengkung seperti goresan tinta, dan bibir yang tipis semerah buah ceri membuat semua mata yang memandang terpesona.
Sedangkan disisi Kaisar, pria paruh baya itu sedari tadi diam terduduk di singgah sananya dengan tatapan lurus ke Li Shang Yue. Kaisar Li memandang wajah Li Shang Yue dengan penuh kerinduan.
Wajah itu…, wajah itu sangatlah mirip dengan wajah permaisurinya Cheng Yue. Li Shang Yue tahu jika Kaisar Li Sedang menatap ke arahnya. Namun, Li Shang Yue tetaplah Li Shang Yue gadis itu tidak peduli apapun karena baginya tidak ada yang boleh mengambil hak dan miliknya. Lebih tepatnya milik Li Shang Yue yang asli tapi karena Clara berada di tubuh Li Shang Yue maka dia akan terus mempertahankan posisi itu.
__ADS_1
“Jika ada yang berani memiliki niat tidak baik lagi maka akan aku ratakan kediaman kalian hingga rata dengan tanah. Tidak percaya? Maka coba saja!”
Tanpa merasa takut sekali pun Li Shang Yue bahkan secara terang-terangan menantang orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Bagi Li Shang Yue tak apa menantang mereka dengan nekatnya mereka masuk ke dalam kehidupan dia akan lebih mudah lagi menghancurkan mereka.
“Putriku sangat hebat..!” guman Jendral Feng yang menatap Li Shang Yue dengan wajah penuh senyuman seakan-akan dirinya menunjukan benar-benar bangg karena sekarang Li Shang adalah Putrinya walaupun hanya angkat.
“Apa dia benar-benar akan menjadi adikku? Dia sepertinya tidak ada malu-malunya sekali, bagaimana bisa seorang gadis bersifat bar-bar seperti itu layaknya laki-laki. Lebih malunya lagi, aku bahkan kalah dengannya.” Kata sosok di dekat Jendral Feng dalam hatinya.
“Cih…, tadi berkoar-koar seperti 4n9ing, sekarang diam seperti patung.” Sinis Li Shang Yue yang berbalik pergi.
Sampai di pintu Li Shang Yue langsung kembali berbalik menghadap ke arah sang Kaisar yang masih terus menatapnya dalam diam. Li Shang Yue tidak memperdulikan hal itu, Li Shang Yue hanya ingin mengatakan sesuatu. Tujuan utamanya mencari Kaisar tapi terlupakan karena masalah barusan.
“Untuk Yang Mulia Kaisar, tolong tarik kembali para prajurit dan pelayan yang kau kirim ke kediamanku. Kedatangan mereka bukannya melayaniku dan menyenangkan justru mereka memancing aku untuk membunuh mereka.”
Setelah berkata seperti itu Li Shang Yue dengan santainya justru keluar begitu saja membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu terdiam membisu.
“Sial, ternyata gadis sampah itu telah bisa berkultivasi. Aku tidak boleh hanya terus diam, jika aku hanya diam maka Putri Wei Rong tidak akan pernah Ratu kekaisaran Li ini. Bukan hanya tidak menjadi Ratu bahkan untuk menjadi Putri Mahkota akan sangat sulit jalannya jika anak sialan itu masih hidup dan berkeliaran di istana atau bahkan di Benua Li ini.”
Seseorang mengepalkan tangannya dengan kuat karena semua tidak berjalan sesuai dengan rencana yang mereka buat. Pria itu telah menyusunnya dengan sangat sempurna karena Putri Wei Rong akan menjadi Putri Mahkota sekaligus juga Ratu masa depan Kekaisaran. Rencananya langsung gagal berantakan karena dengan kehadiran dan kedatangan Li Shang Yue.
"Yang Mulia coba anda lihat sendiri bagaimana sifat Putri Li Shang Yue. Dengan sifat yang seperti itu mana bisa menjadi Putri Mahkota apalagi menjadi Pemimpin sebagai Ratu untuk Kekasaran dan juga Wilayahnya Benua ini." Terang pria yang di serang oleh Li Shang Yue tadi.
Kaisar Li yang mendengar ucapan seorang petinggi kerajaannya langsung berdiri dari kursi singgasananya.
"Rapat di bubarkan! Jangan ada yang menggangguku." Kata Kaisar Li yang berjalan keluar dengan wajah merah padam entah karena apa.
__ADS_1
Kaisar Li berjalan menuju Paviliunnya dengan wajah datar miliknya. Pikirannya benar-benar kalut dan entah lari kemana. Bayangan wajah Li Shang Yue terus menari-nari di kepala sang Kaisar. Lebih tepatnya bukan bayangan i Shang Yue tapi sosok wanita yang mempunyai rupa seperti L Shang Yue. Sosok itu tak lain adalah Cheng Yue yang merupakan Permaisurinya yang sudah lama meninggal.